Senin, 14November 2016
Bisnis.com, YOGYAKARTA - Perum Bulog Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan hingga saat ini masyarakat setempat belum mengajukan permintaan daging kerbau beku yang diimpor dari India.
"Begitu ada permintaan kami siap menyediakan. Sejauh ini DIY belum membutuhkan," kata Kepala Bulog Divre DIY Miftahul Adha, Minggu (13/11/2016).
Menurut Miftah, daging kerbau sendiri baru akan didatangkan dari Jakarta apabila sudah ada permintaan dari masyarakat atau instruksi langsung dari Bulog pusat. Hingga saat ini DIY belum mendapatkan kuota daging kerbau impor itu.
"Kalau ada instruksi dari pusat kami akan teruskan dengan sosialisasi bahwa ada daging murah yang tidak kalah sehat dengan sapi," kata dia.
Bulog DIY, menurut dia, telah menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan untuk menampung daging kerbau impor itu apabila ada instruksi langsung dari pusat.
Miftah menilai, hingga saat ini masyarakat belum membutuhkan alternatif daging meski daging sapi di pasaran masih dalam katagori stabil tinggi. "Kami menilai masyarakat DIY masih tenang-tenang saja," kata dia.
Sebelumnya, kepala Subbidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Sumaryatin mengatakan harga daging sapi di pasaran, meski telah mengalami penurunan dibandingkan dengan Lebaran.
Namun tetap masih tergolong stabil tinggi. Harga daging sapi lokal di pasaran yang hingga kini masih tinggi yakni Rp116.000 per kilogram. Menurut dia, harga daging sapu sulit turun karena pasaran daging sapi di DIY ini masih dikuasai asosiasi.
Menurutnya, asosiasi produsen daging sapi yang tidak ia sebutkan namanya itu mampu menguasai 60 persen pasokan daging sapi di pasaran DIY khususnya di Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Bantul.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) DIY Sutarno membenarkan dominasi asosiasi itu. Meski demikian, dia menilai masyarakat sudah menyesuaikan diri dengan harga daging saat ini sehingga tidak perlu dilakukan operasi pasar untuk menurunkan harganya.
"Konsumen daging sapi di DIY memiliki segementasi khusus sehingga permintaan daging di pasaran juga stabil dan tidak ada gejolak," kata dia.
http://industri.bisnis.com/read/20161114/12/602095/daging-kerbau-impor-bulog-yogya-warga-belum-butuh
Senin, 14 November 2016
Kekuasaan Tanpa Kuasa
Minggu, 13 November 2016
Pernahkan membayangkan tingkat inflasi satu negara mencapai 650%? Itulah yang terjadi pada waktu Pejabat Presiden Soeharto menerima estafet pemerintahan dari Presiden Soekarno, tanggal 12 Maret 1967. Sebagai gambaran betapa hancur perekonomian pada waktu itu dengan parameter inflasi sebesar itu---sekarang ini---jika inflasi mencapai dua digit (di atas 9%), seluruh indikator ekonomi meliputi sektor fiskal dan moneter mengalami defisit yang berimbas dengan kanaikkan harga barang dan jasa, dan rakyat banyak yang menanggung akibatnya. Jadi, dapat dibayangkan betapa hancur perekonomian suatu negara dengan tingkat inflasi 650%. Sebagai Pejabat Presiden yang berlatar belakang militer, Pak Harto meminta bantuan dari ekonom terbaik di Indonesia untuk memperbaiki sistem ekonomi yang sudah sangat rusak, termasuk kepada begawan ekonomi Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo yang ditetapkan sebagai Menteri Perdagangan. Hukum batu terbentuknya harga adalah equilibrium antara permintaan dan penawaran. Pemerintah tidak akan dapat mengintervensi harga jika tidak memiliki barang (penawaran). Pada waktu itu, beberapa pedagang besar non pri menguasai komoditi (barang) hingga mereka dapat menentukan harga semaunya. Bagaimana agar pemerintah dapat menguasai atau memiliki stok komoditi kebutuhan pokok untuk rakyat? Pak Harto membentuk Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan tugas menguasai atau memiliki barang kebutuhan pokok rakyat, sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 bahwa yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Setelah Bulog memiliki stok komoditi kebutuhan rakyat, maka harga dapat dikendalikan oleh pemerintah---dapat diintervensi oleh pemerintah. Harga barang mulai turun, inflasi terkendali---dalam waktu tiga tahun inflasi dapat dijinakan pada kisaran 10%. Keberhasilan Prof. Dr. Sumitro menjinakkan inflasi di Indonesia menjadikan beliau sebagai ekonom terbaik di dunia pada waktu itu. Sebagai ekonom terbaik di dunia, sepatutnya Prof. Dr. Sumitro dianugerahi hadiah Nobel. Pada awal pembentukannya, Bulog adalah suatu badan yang pimpinannya setingkat dengan menteri---bahkan beberapa kali jabatan Kepala Bulog dirangkap oleh Menteri Koperasi. Kini Bulog hanya sebagai perusahaan umum dengan kewenangan sangat terbatas dan tunduk pada undang-undang perseroan. Karena penkerdilan itu, maka Bulog sekarang tidak lagi dapat menyanggah atau menstabilkan harga kebutuhan pokok, terlebih kini kita menganut pasar bebas---pemodal besar menggilas pedagang kecil. Di tengah gejolak harga yang memberatkan rakyat, pemerintah tidak dapat ikut campur tangan atau mengintervensi harga. Kwik Kian Gie menyebut sistem ekonomi pasar bebas sekarang ini ibarat mengadu Macan dengan Kucing dalam satu kandang. Dengan sistem ekonomi sekarang ini, jangan harap pemerintah dapat mengendalikan harga komoditi kebutuhan pokok rakyat. Gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok tidak dapat diintervensi oleh pemerintah, seperti kenaikan harga daging, gula, beras, minyak goreng, dan lain sebagainya. Tragis, pemerintah menjadi penonton saat rakyat dibombardir oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang dikendalikan oleh segelintir orang---tidak bisa lakukan apa-apa, hanya bikin jargon, slogan dan janji kosong. ()
Noor Johan
http://www.kompasiana.com/noo46/kekuasaan-tanpa-kuasa_5827bf62737a61300e0ab807
Pernahkan membayangkan tingkat inflasi satu negara mencapai 650%? Itulah yang terjadi pada waktu Pejabat Presiden Soeharto menerima estafet pemerintahan dari Presiden Soekarno, tanggal 12 Maret 1967. Sebagai gambaran betapa hancur perekonomian pada waktu itu dengan parameter inflasi sebesar itu---sekarang ini---jika inflasi mencapai dua digit (di atas 9%), seluruh indikator ekonomi meliputi sektor fiskal dan moneter mengalami defisit yang berimbas dengan kanaikkan harga barang dan jasa, dan rakyat banyak yang menanggung akibatnya. Jadi, dapat dibayangkan betapa hancur perekonomian suatu negara dengan tingkat inflasi 650%. Sebagai Pejabat Presiden yang berlatar belakang militer, Pak Harto meminta bantuan dari ekonom terbaik di Indonesia untuk memperbaiki sistem ekonomi yang sudah sangat rusak, termasuk kepada begawan ekonomi Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo yang ditetapkan sebagai Menteri Perdagangan. Hukum batu terbentuknya harga adalah equilibrium antara permintaan dan penawaran. Pemerintah tidak akan dapat mengintervensi harga jika tidak memiliki barang (penawaran). Pada waktu itu, beberapa pedagang besar non pri menguasai komoditi (barang) hingga mereka dapat menentukan harga semaunya. Bagaimana agar pemerintah dapat menguasai atau memiliki stok komoditi kebutuhan pokok untuk rakyat? Pak Harto membentuk Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan tugas menguasai atau memiliki barang kebutuhan pokok rakyat, sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 bahwa yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Setelah Bulog memiliki stok komoditi kebutuhan rakyat, maka harga dapat dikendalikan oleh pemerintah---dapat diintervensi oleh pemerintah. Harga barang mulai turun, inflasi terkendali---dalam waktu tiga tahun inflasi dapat dijinakan pada kisaran 10%. Keberhasilan Prof. Dr. Sumitro menjinakkan inflasi di Indonesia menjadikan beliau sebagai ekonom terbaik di dunia pada waktu itu. Sebagai ekonom terbaik di dunia, sepatutnya Prof. Dr. Sumitro dianugerahi hadiah Nobel. Pada awal pembentukannya, Bulog adalah suatu badan yang pimpinannya setingkat dengan menteri---bahkan beberapa kali jabatan Kepala Bulog dirangkap oleh Menteri Koperasi. Kini Bulog hanya sebagai perusahaan umum dengan kewenangan sangat terbatas dan tunduk pada undang-undang perseroan. Karena penkerdilan itu, maka Bulog sekarang tidak lagi dapat menyanggah atau menstabilkan harga kebutuhan pokok, terlebih kini kita menganut pasar bebas---pemodal besar menggilas pedagang kecil. Di tengah gejolak harga yang memberatkan rakyat, pemerintah tidak dapat ikut campur tangan atau mengintervensi harga. Kwik Kian Gie menyebut sistem ekonomi pasar bebas sekarang ini ibarat mengadu Macan dengan Kucing dalam satu kandang. Dengan sistem ekonomi sekarang ini, jangan harap pemerintah dapat mengendalikan harga komoditi kebutuhan pokok rakyat. Gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok tidak dapat diintervensi oleh pemerintah, seperti kenaikan harga daging, gula, beras, minyak goreng, dan lain sebagainya. Tragis, pemerintah menjadi penonton saat rakyat dibombardir oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang dikendalikan oleh segelintir orang---tidak bisa lakukan apa-apa, hanya bikin jargon, slogan dan janji kosong. ()
Noor Johan
http://www.kompasiana.com/noo46/kekuasaan-tanpa-kuasa_5827bf62737a61300e0ab807
Bulog Sultra Siap Tampung Produksi Jagung Petani Lokal
Minggu, 13 November 2016
Kabarkendari.com- Perjuangan petani jagung di Sulawesi Tenggara dalam memperoleh panen jagung berlimpah kini tidak sia-sia. Pasalnya, Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tenggara telah menyatakan siap menampung jagung hibrida produksi petani lokal.
“Sekarang Bulog siap menampung jagung hibrida yang ada di seluruh Sultra,” kata Kepala Divre Bulog Sultra, La Ode Amijaya Kamaluddin, Minggu 13 November 2016. Pihak Bulog sudah menginformasikan kepada perwakilan Bulog yang ada di daerah dan seluruh bupati, salah satunya yaitu Bupati Konawe Selatan.
Rencananya, jagung yang dibeli Bulog akan digunakan untuk pakan hewan ternak. Amijaya mengatakan, Indonesia masih kekurangan jagung sehingga terus menggenjot sektor pertanian jagung. Menurut dia, beberapa kabupaten/kota yang potensi pertanian yang besar yakni Kabupaten Buton, Muna, Muna Barat, Baubau, Kolaka Timur, Kolaka Utara dan Kabupaten Konawe Selatan.
Tujuh kabupaten tersebut kata Kadivre Bulog Sultra, sangatlah potensial untuk ditanami jagung, dan harapannya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. “Jadi Sultra harus fokus pada kekuatan pangan,” ujarnya.
Untuk diketahui, luas lahan sawah produksi di luar Jawa satu-satunya yang terbesar ada di Sulawesi Selatan. Namun akibat kepadatan penduduk yang naik setiap tahunnya, luas lahannya semakin tergerus.
Sultra memiliki prospek untuk mengalahkan Sulsel dalam jangka waktu lima tahun kedepan. Karena Sultra mempunyai lahan luas yang belum digarap. Dukungan pemerintah daerah sangatlah penting untuk memprogramkan setiap tahun 1.000 hektarare lahan ditanamkan jagung.
http://kabarkendari.com/bulog-sultra-tampung-produksi-jagung/
Kabarkendari.com- Perjuangan petani jagung di Sulawesi Tenggara dalam memperoleh panen jagung berlimpah kini tidak sia-sia. Pasalnya, Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tenggara telah menyatakan siap menampung jagung hibrida produksi petani lokal.
“Sekarang Bulog siap menampung jagung hibrida yang ada di seluruh Sultra,” kata Kepala Divre Bulog Sultra, La Ode Amijaya Kamaluddin, Minggu 13 November 2016. Pihak Bulog sudah menginformasikan kepada perwakilan Bulog yang ada di daerah dan seluruh bupati, salah satunya yaitu Bupati Konawe Selatan.
Rencananya, jagung yang dibeli Bulog akan digunakan untuk pakan hewan ternak. Amijaya mengatakan, Indonesia masih kekurangan jagung sehingga terus menggenjot sektor pertanian jagung. Menurut dia, beberapa kabupaten/kota yang potensi pertanian yang besar yakni Kabupaten Buton, Muna, Muna Barat, Baubau, Kolaka Timur, Kolaka Utara dan Kabupaten Konawe Selatan.
Tujuh kabupaten tersebut kata Kadivre Bulog Sultra, sangatlah potensial untuk ditanami jagung, dan harapannya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. “Jadi Sultra harus fokus pada kekuatan pangan,” ujarnya.
Untuk diketahui, luas lahan sawah produksi di luar Jawa satu-satunya yang terbesar ada di Sulawesi Selatan. Namun akibat kepadatan penduduk yang naik setiap tahunnya, luas lahannya semakin tergerus.
Sultra memiliki prospek untuk mengalahkan Sulsel dalam jangka waktu lima tahun kedepan. Karena Sultra mempunyai lahan luas yang belum digarap. Dukungan pemerintah daerah sangatlah penting untuk memprogramkan setiap tahun 1.000 hektarare lahan ditanamkan jagung.
http://kabarkendari.com/bulog-sultra-tampung-produksi-jagung/
Jumat, 11 November 2016
Kuning dan Bau, Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bulog
KAMIS,10 NOVEMBER 2016
Metroterkini.com - Masyarakat di Kelurahan Kota Bengkalis mengeluhkan kualitas beras untuk orang miskin (Raskin) dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Bengkalis. Sebab, beras yang mereka terima warnanya kekuning-kuningan dan berbau.
Tentang rendahnya kualitas beras Bulog tersebut juga dikeluhkan Lurah Kota Bengkalis Rafli Kurniawan. Rafli kepada wartawan, Kamis (10/11/2016) siang, mengatakan, keluhan warga ini sudah disampaikan ke Bulog. Namun, menurut Bulog kualitas beras yang ada semunya sama.
Padahal menurut Rafli, tiga bulan lalu Raskin dari Bulog yang diterima warganya kualitasnya lumayan bagus.
Akan tetapi, Raskin untuk bulan November dan Desember yang diterima beberapa hari lalu, sepertinya tidak layak untuk dikonsumsi.
"Saat saya tanyakan ke bulog, mereka (Bulog) mengatakan kondisi beras Raskin itu memang demikian. Dan beras itu dari dalam negeri, semuanya sama," ungkap Rafli.
"Iya memang kita pada akhir bulan terhitung dari bulan November dan Desember mendapatkan bantuan beras Raskin dari Bulog Bengkalis sebanyak 2.100 kg dan Raskin dari pusat sebanyak 2.370 kg. Beras ini kemudian dibagikan untuk 149 warga," kata Lurah Kota Bengkalis, Rafli Kurniawan.
Tetapi setelah di cek kualitas berasnya, ungkap Rafli lagi, pihaknya merasa heran mendapatkan kualitas beras yang disalurkan Bulog tersebut rendah.
"Berasnya agak sedikit berwarna kuning dan berbau, kalau saya menilai beras ini sepertinya tidak layak dikonsumsi," ungkapnya lagi. [rdi]
Metroterkini.com - Masyarakat di Kelurahan Kota Bengkalis mengeluhkan kualitas beras untuk orang miskin (Raskin) dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Bengkalis. Sebab, beras yang mereka terima warnanya kekuning-kuningan dan berbau.
Tentang rendahnya kualitas beras Bulog tersebut juga dikeluhkan Lurah Kota Bengkalis Rafli Kurniawan. Rafli kepada wartawan, Kamis (10/11/2016) siang, mengatakan, keluhan warga ini sudah disampaikan ke Bulog. Namun, menurut Bulog kualitas beras yang ada semunya sama.
Padahal menurut Rafli, tiga bulan lalu Raskin dari Bulog yang diterima warganya kualitasnya lumayan bagus.
Akan tetapi, Raskin untuk bulan November dan Desember yang diterima beberapa hari lalu, sepertinya tidak layak untuk dikonsumsi.
"Saat saya tanyakan ke bulog, mereka (Bulog) mengatakan kondisi beras Raskin itu memang demikian. Dan beras itu dari dalam negeri, semuanya sama," ungkap Rafli.
"Iya memang kita pada akhir bulan terhitung dari bulan November dan Desember mendapatkan bantuan beras Raskin dari Bulog Bengkalis sebanyak 2.100 kg dan Raskin dari pusat sebanyak 2.370 kg. Beras ini kemudian dibagikan untuk 149 warga," kata Lurah Kota Bengkalis, Rafli Kurniawan.
Tetapi setelah di cek kualitas berasnya, ungkap Rafli lagi, pihaknya merasa heran mendapatkan kualitas beras yang disalurkan Bulog tersebut rendah.
"Berasnya agak sedikit berwarna kuning dan berbau, kalau saya menilai beras ini sepertinya tidak layak dikonsumsi," ungkapnya lagi. [rdi]
Surplus Cadangan Beras, Bulog Jabar Pasok Sumatra dan Aceh
KAMIS,10 NOVEMBER 2016
Bisnis.com, BANDUNG - Perum Bulog Divre Jabar memastikan persediaan beras hingga Maret 2017 dalam kondisi surplus sehingga bisa dipasok untuk memenuhi kebutuhan di provinsi lainnya.
Kepala Bulog Divre Jabar Alip Afandi mengungkapkan penyerapan beras hingga akhir tahun ini diproyeksikan lebih dari 545.000 ton atau 101% dari target 2016.
Sekalipun terjadi fluktuasi harga gabah, menurutnya, tidak menjadi hambatan berarti bagi penyerapan beras oleh Bulog. Diproyeksikan bahkan ada tambahan 100.000 ton hingga Desember 2016.
"Penyerapan masih terus dilakukan. Bulog Jabar bahkan meningkatkan target pengiriman beras ke luar pulau dari 100.000 ton menjadi 190.000 ton," katanya, Kamis (10/11/2016).
Dia menjelaskan realisasi pengiriman beras sudah sekitar 70.000 ton yang hampir 50% dikirim ke Sumatra seperti Medan, Riau, Bangka, Sumatra Barat hingga Aceh dan Kalimantan Barat.
"Beras kami beli dari petani Rp7.300/kg, gabah kering giling Rp4.650/kg, dan gabah kering pungut Rp3.700/kg. Pencapaian tersebut bisa dikatakan sangat baik, karena saat ini target sudah terlampaui meskipun batas penyerapannya baru akan berakhir Desember 2016," tuturnya.
Menurutnya, tingginya penyerapan pada tahun ini sudah bisa diprediksi sejak pertengahan tahun di mana penyerapan hingga Juni 2016 sudah melebihi pencapaian periode yang sama pada tahun sebelumnya dengan selisih 80.000 ton.
Pada Juni 2016, diketahui penyerapan sudah mencapai 330.000 ton lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebanyak 250.000 ton.
http://industri.bisnis.com/read/20161110/99/601348/surplus-cadangan-beras-bulog-jabar-pasok-sumatra-dan-aceh
Bisnis.com, BANDUNG - Perum Bulog Divre Jabar memastikan persediaan beras hingga Maret 2017 dalam kondisi surplus sehingga bisa dipasok untuk memenuhi kebutuhan di provinsi lainnya.
Kepala Bulog Divre Jabar Alip Afandi mengungkapkan penyerapan beras hingga akhir tahun ini diproyeksikan lebih dari 545.000 ton atau 101% dari target 2016.
Sekalipun terjadi fluktuasi harga gabah, menurutnya, tidak menjadi hambatan berarti bagi penyerapan beras oleh Bulog. Diproyeksikan bahkan ada tambahan 100.000 ton hingga Desember 2016.
"Penyerapan masih terus dilakukan. Bulog Jabar bahkan meningkatkan target pengiriman beras ke luar pulau dari 100.000 ton menjadi 190.000 ton," katanya, Kamis (10/11/2016).
Dia menjelaskan realisasi pengiriman beras sudah sekitar 70.000 ton yang hampir 50% dikirim ke Sumatra seperti Medan, Riau, Bangka, Sumatra Barat hingga Aceh dan Kalimantan Barat.
"Beras kami beli dari petani Rp7.300/kg, gabah kering giling Rp4.650/kg, dan gabah kering pungut Rp3.700/kg. Pencapaian tersebut bisa dikatakan sangat baik, karena saat ini target sudah terlampaui meskipun batas penyerapannya baru akan berakhir Desember 2016," tuturnya.
Menurutnya, tingginya penyerapan pada tahun ini sudah bisa diprediksi sejak pertengahan tahun di mana penyerapan hingga Juni 2016 sudah melebihi pencapaian periode yang sama pada tahun sebelumnya dengan selisih 80.000 ton.
Pada Juni 2016, diketahui penyerapan sudah mencapai 330.000 ton lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebanyak 250.000 ton.
http://industri.bisnis.com/read/20161110/99/601348/surplus-cadangan-beras-bulog-jabar-pasok-sumatra-dan-aceh
Bulog Banyumas Akan Sediakan Daging Kerbau
KAMIS,10 NOVEMBER 2016
PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Bulog Subdivre Banyumas pada Jumat (11/11) berencana menjual daging kerbau kepada masyarakat. Saat ini, daging tersebut sedang didistribusikan ke Banyumas.
“Sekarang daging kerbau masih dalam perjalanan. Kemungkinan malam sampai di Banyumas,” ujar Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog Sub Divre Banyumas, M Priyono, Kamis (10/11).
Menurut dia, daging kerbau yang didistribusikan ke Banyumas mencapai satu ton. Setelah terdistribusi, Bulog Banyumas akan segera menjual kepada masyarakat di halaman kantor. “Kami saat ini masih menunggu harga resmi dari pusat,” kata dia.
Sebelum daging kerbau dijual, Bulog Banyumas akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian, rencana ke depan daging kerbau juga akan didistribusikan ke Rumah Pangan Kita (RPK).
Lebih lanjut Priyono mengatakan, rencana penjualan daging kerbau mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, beberapa warga sudah mulai menanyakan kapan penjualannya serta mulai memesan daging kerbau.
“Kami sudah mendapat pesanan dari masyarakat 100 kilogram daging kerbau,” ujarnya.
(Puji Purwanto/CN41/SMNetwork)
http://berita.suaramerdeka.com/bulog-banyumas-akan-sediakan-daging-kerbau/
PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Bulog Subdivre Banyumas pada Jumat (11/11) berencana menjual daging kerbau kepada masyarakat. Saat ini, daging tersebut sedang didistribusikan ke Banyumas.
“Sekarang daging kerbau masih dalam perjalanan. Kemungkinan malam sampai di Banyumas,” ujar Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog Sub Divre Banyumas, M Priyono, Kamis (10/11).
Menurut dia, daging kerbau yang didistribusikan ke Banyumas mencapai satu ton. Setelah terdistribusi, Bulog Banyumas akan segera menjual kepada masyarakat di halaman kantor. “Kami saat ini masih menunggu harga resmi dari pusat,” kata dia.
Sebelum daging kerbau dijual, Bulog Banyumas akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian, rencana ke depan daging kerbau juga akan didistribusikan ke Rumah Pangan Kita (RPK).
Lebih lanjut Priyono mengatakan, rencana penjualan daging kerbau mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, beberapa warga sudah mulai menanyakan kapan penjualannya serta mulai memesan daging kerbau.
“Kami sudah mendapat pesanan dari masyarakat 100 kilogram daging kerbau,” ujarnya.
(Puji Purwanto/CN41/SMNetwork)
http://berita.suaramerdeka.com/bulog-banyumas-akan-sediakan-daging-kerbau/
Bulog Riau Klaim Belum Terima Izin Impor Cabai
KAMIS,10 NOVEMBER 2016
PEKANBARU -- Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau Kepri menyatakan hingga saat ini pihaknya belum mengantongi izin impor cabai sebagai bentuk intervensi pasar.
Humas Bulog Riau Kepri Hendra Gunafi mengatakan untuk menjalankan langkah stabilisasi harga cabai merah yang tinggi saat ini, perlu regulasi yang jelas. Masalah utama tingginya harga cabai menurut dia karena kurangnya stok cabai di pasar.
"Untuk mendatangkan cabai dari dalam negeri ya tidak bisa karena semua daerah kekurangan, tetapi kalau impor luar negeri, kami belum punya izin dari pihak terkait," katanya yang dilansir Bisnis, Kamis (10/11).
Hendra mengatakan sebagai pihak yang ditugaskan melakukan intervensi harga kebutuhan pokok, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya komoditas dengan kebutuhan penanganan lebih.
Dia mencontohkan, sebagai pelaksana program operasi pasar bawang merah dari Brebes di Riau beberapa waktu lalu, masalah utama yang dihadapi pihaknya adalah proses pengangkutan dari daerah produksi, sampai ke gudang Bulog.
Bawang merah termasuk komoditas yang perlu penanganan khusus, sehingga selama pengangkutan tidak mengalami penyusutan, akibat rusak dan salah prosedur pengiriman.
"Cabai ini karakternya juga sama dengan bawang merah, barangnya cepat busuk karena itu harus dipikirkan benar pengiriman stoknya agar tidak menimbulkan masalah baru selama proses distribusi," katanya.
Meski demikian, bila telah diputuskan oleh pemerintah untuk melakukan impor dan operasi pasar cabai merah, pihaknya siap menjalankan instruksi tersebut.
Sebelumnya Pemprov Riau berharap peran lebih dari Bulog Riau Kepri untuk membantu upaya stabilisasi harga cabai merah yang terus naik sejak bulan lalu.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan ada banyak cara dan langkah yang bisa dilakukan Bulog untuk mengatasi tingginya harga cabai.
"Kami berharap banyak pada Bulog untuk membantu menangani tingginya harga cabai, upaya itu perlu dimaksimalkan sehingga harga cabai bisa turun kembali," katanya.
Harga cabai merah di Pekanbaru dan sekitarnya mulai menunjukkan peningkatan sejak awal Oktober, dari posisi Rp40.000 per kilogram bertahap hingga menyentuh Rp80.000per kilogram akhir bulan lalu.
Sampai pekan pertama November, harga cabai merah tidak kembali normal malah terus meningkat mencapai Rp100.000 per kilogram di pasar wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
PEKANBARU -- Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau Kepri menyatakan hingga saat ini pihaknya belum mengantongi izin impor cabai sebagai bentuk intervensi pasar.
Humas Bulog Riau Kepri Hendra Gunafi mengatakan untuk menjalankan langkah stabilisasi harga cabai merah yang tinggi saat ini, perlu regulasi yang jelas. Masalah utama tingginya harga cabai menurut dia karena kurangnya stok cabai di pasar.
"Untuk mendatangkan cabai dari dalam negeri ya tidak bisa karena semua daerah kekurangan, tetapi kalau impor luar negeri, kami belum punya izin dari pihak terkait," katanya yang dilansir Bisnis, Kamis (10/11).
Hendra mengatakan sebagai pihak yang ditugaskan melakukan intervensi harga kebutuhan pokok, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya komoditas dengan kebutuhan penanganan lebih.
Dia mencontohkan, sebagai pelaksana program operasi pasar bawang merah dari Brebes di Riau beberapa waktu lalu, masalah utama yang dihadapi pihaknya adalah proses pengangkutan dari daerah produksi, sampai ke gudang Bulog.
Bawang merah termasuk komoditas yang perlu penanganan khusus, sehingga selama pengangkutan tidak mengalami penyusutan, akibat rusak dan salah prosedur pengiriman.
"Cabai ini karakternya juga sama dengan bawang merah, barangnya cepat busuk karena itu harus dipikirkan benar pengiriman stoknya agar tidak menimbulkan masalah baru selama proses distribusi," katanya.
Meski demikian, bila telah diputuskan oleh pemerintah untuk melakukan impor dan operasi pasar cabai merah, pihaknya siap menjalankan instruksi tersebut.
Sebelumnya Pemprov Riau berharap peran lebih dari Bulog Riau Kepri untuk membantu upaya stabilisasi harga cabai merah yang terus naik sejak bulan lalu.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan ada banyak cara dan langkah yang bisa dilakukan Bulog untuk mengatasi tingginya harga cabai.
"Kami berharap banyak pada Bulog untuk membantu menangani tingginya harga cabai, upaya itu perlu dimaksimalkan sehingga harga cabai bisa turun kembali," katanya.
Harga cabai merah di Pekanbaru dan sekitarnya mulai menunjukkan peningkatan sejak awal Oktober, dari posisi Rp40.000 per kilogram bertahap hingga menyentuh Rp80.000per kilogram akhir bulan lalu.
Sampai pekan pertama November, harga cabai merah tidak kembali normal malah terus meningkat mencapai Rp100.000 per kilogram di pasar wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)