Jumat,20 Mei 2016
KULONPROGO, suaramerdeka.com – Beras miskin (raskin) alokasi bulan Mei yang didistribusikan untuk Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo ternyata banyak yang kondisinya remuk.
Hal itu terungkap dalam evaluasi pendistribusian raskin di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo, Jumat (20/5). Secara umum pendistribusian berjalan baik dan lancar meski beras yang didistribusikan kembali ke kualitas medium.
“Secara umum pendistribusian dan pembayaran raskin di wilayah kecamatan Nanggulan berjalan lancar, namun di desa Banyuroto ditemui adanya raskin yang banyak menirnya atau remuknya,” kata Kasie Kesos Kecamatan Nanggulan Ika Haristyowati.
Rakor tersebut diikuti Tim Raskin DIY, kabupaten dan kecamatan, serta beberapa Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Perwakilan dari Bulog DIY, Fansuri mengatakan, padi pada musim tanam pertama lalu di wilayah Kulonprogo banyak yang diserang hama hama patah leher.
Hal itu menyebabkan nutrisi pada padi menjadi berkurang, sehingga jika gabah digiling banyak yang remuk seperti yang ditemukan pada raskin untuk Desa Banyuroto.
(Panuju Triangga/ CN33/ SM Network)
http://berita.suaramerdeka.com/warga-desa-banyuroto-keluhkan-raskin-remuk/
Sabtu, 21 Mei 2016
Warga Desa Banyuroto Mengeluh Raskin Alokasi Bulan Mei Remuk dan Patah
Jumat, 20 Mei 2016
TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Warga Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo menemukan beras remuk dan patah saat distribusi raskin alokasi bulan Mei.
Keluhan warga tersebut disampaikan Kasie Kesos Kecamatan Nanggulan, Ika Haristyowati, saat evaluasi pendistribusian raskin di Dinsosnakertrans Kulonprogo, Jumat (20/5/2016).
Ika mengatakan sebenarnya secara umum pendistribusian raskin di wilayahnya cukup lancar.
Namun, temuan beras dalam kondisi remuk atau patah juga banyak dikeluhkan masyarakat penerima. Temuan dan keluhan itu terutama muncul di Desa Banyuroto.
"Kami menemukan raskin banyak menirnya. Banyak yang remuk," katanya.
Rapat evaluasi di Dinsosnakertrans tersebut diikuti Tim Raskin DIY, Kabupaten dan Kecamatan serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Ika yang menjadi salah satu tim menyampaikan temuan itu agar menjadi evaluasi instansi terkait.
Perwakilan Bulog DIY, Fansuri, menjelaskan temuan beras menir atau remuk berkaitan dengan serangan hama patah leher padi petani.
Menurutnya, panen pada musim tanam (MT) pertama di Kulonprogo terserang hama padi patah leher.
Serangan hama tersebut mengakibatkan berkurangnya nutrisi. Dampaknya, ketika gabah digiling hasilnya banyak yang mengalami remuk sebagaimana temuan raskin di Desa Banyuroto.
Dia pun hanya bisa berharap pada musim tanam kedua hasil panennya lebih baik.
"Memang rendemen sekarang di bawah 50 persen. Jadi kalau digiling satu kuintal gabah jadi beras hanya 40 kilogram," ujar Fansuri.
Adapun menghadapi hari besar keagamaan, menurutnya, distribusi raskin selanjutnya akan dipercepat.
Menghadapi bulan puasa dan Idul Fitri, rencananya pendistribusian untuk bulan Juni dan sebagian alokasi Juli dilakukan pada Juni.
Sebagian alokasi Juli lainnya, menurutnya, ada juga yang akan didistribusikan pascalebaran.
"Itu untuk stabilitas harga beras di pasaran," lanjutnya. (tribunjogja.com)
TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Warga Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo menemukan beras remuk dan patah saat distribusi raskin alokasi bulan Mei.
Keluhan warga tersebut disampaikan Kasie Kesos Kecamatan Nanggulan, Ika Haristyowati, saat evaluasi pendistribusian raskin di Dinsosnakertrans Kulonprogo, Jumat (20/5/2016).
Ika mengatakan sebenarnya secara umum pendistribusian raskin di wilayahnya cukup lancar.
Namun, temuan beras dalam kondisi remuk atau patah juga banyak dikeluhkan masyarakat penerima. Temuan dan keluhan itu terutama muncul di Desa Banyuroto.
"Kami menemukan raskin banyak menirnya. Banyak yang remuk," katanya.
Rapat evaluasi di Dinsosnakertrans tersebut diikuti Tim Raskin DIY, Kabupaten dan Kecamatan serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Ika yang menjadi salah satu tim menyampaikan temuan itu agar menjadi evaluasi instansi terkait.
Perwakilan Bulog DIY, Fansuri, menjelaskan temuan beras menir atau remuk berkaitan dengan serangan hama patah leher padi petani.
Menurutnya, panen pada musim tanam (MT) pertama di Kulonprogo terserang hama padi patah leher.
Serangan hama tersebut mengakibatkan berkurangnya nutrisi. Dampaknya, ketika gabah digiling hasilnya banyak yang mengalami remuk sebagaimana temuan raskin di Desa Banyuroto.
Dia pun hanya bisa berharap pada musim tanam kedua hasil panennya lebih baik.
"Memang rendemen sekarang di bawah 50 persen. Jadi kalau digiling satu kuintal gabah jadi beras hanya 40 kilogram," ujar Fansuri.
Adapun menghadapi hari besar keagamaan, menurutnya, distribusi raskin selanjutnya akan dipercepat.
Menghadapi bulan puasa dan Idul Fitri, rencananya pendistribusian untuk bulan Juni dan sebagian alokasi Juli dilakukan pada Juni.
Sebagian alokasi Juli lainnya, menurutnya, ada juga yang akan didistribusikan pascalebaran.
"Itu untuk stabilitas harga beras di pasaran," lanjutnya. (tribunjogja.com)
DPRD Lebak Temukan Beras Bulog Kualitas Rendah dan Susut
Jumat, 20 Mei 2016
Sejumlah anggota Komisi III, DPRD Lebak saat melakukan Sidak di Gudang Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang, Jumat 20 Mei 2016. (Foto: MTVN-Batur Parisi)
Metrotvnews.com, Lebak: Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang beras Bulog sub Divisi Regional, Lebak, Pandeglang, Banten, Jumat (20/5/2016).
Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Lebak, Emuy Mulyanah. Tim sidak menemukan berat dari beras dalam karung-karung tersebut telah menyusut dari berat awal.
BACA JUGABulog Jateng Serap 4.000 Ton Tiap HariPengadaan Beras Bulog di Banyumas Capai 29.000 TonMei 2016, Bulog Bangka Salurkan Raskintis
Brandconnect
5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Produk Elektronik "Berdasarkan aduan warga kepada kami, ada dua pokok permasalahan yakni soal penyusutan volume beras dan soal kualitas. Maka kita kroscek, terlepas apakah hal itu ada unsur kesengajaan atau tidak. Faktanya kita menemukan penyusutan takaran beras," kata anggota Komisi III DPRD Lebak, Acep Dimyati.
Menurutnya, temuan tersebut akan diteruskan ke pembahasan di Komisi III untuk ditindaklanjuti.
"Ini akan kita tindak lanjuti dan kita bahas di Komisi nanti, untuk menentukan sikap selanjutnya," jelas Acep.
(MEL)
http://news.metrotvnews.com/read/2016/05/20/531067/dprd-lebak-temukan-beras-bulog-kualitas-rendah-dan-susu
![]() |
Metrotvnews.com, Lebak: Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang beras Bulog sub Divisi Regional, Lebak, Pandeglang, Banten, Jumat (20/5/2016).
Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Lebak, Emuy Mulyanah. Tim sidak menemukan berat dari beras dalam karung-karung tersebut telah menyusut dari berat awal.
BACA JUGABulog Jateng Serap 4.000 Ton Tiap HariPengadaan Beras Bulog di Banyumas Capai 29.000 TonMei 2016, Bulog Bangka Salurkan Raskintis
Brandconnect
5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Produk Elektronik "Berdasarkan aduan warga kepada kami, ada dua pokok permasalahan yakni soal penyusutan volume beras dan soal kualitas. Maka kita kroscek, terlepas apakah hal itu ada unsur kesengajaan atau tidak. Faktanya kita menemukan penyusutan takaran beras," kata anggota Komisi III DPRD Lebak, Acep Dimyati.
Menurutnya, temuan tersebut akan diteruskan ke pembahasan di Komisi III untuk ditindaklanjuti.
"Ini akan kita tindak lanjuti dan kita bahas di Komisi nanti, untuk menentukan sikap selanjutnya," jelas Acep.
(MEL)
http://news.metrotvnews.com/read/2016/05/20/531067/dprd-lebak-temukan-beras-bulog-kualitas-rendah-dan-susu
Terkait Raskin Busuk, DPRD Lebak akan Sidak Bulog
Kamis, 19 Mei 2016
LEBAK, TitikNOL - Pasca aksi unjuk rasa yang menuding adanya dugaan 'permainan' dalam proses penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin), menimbulkan keprihatinan dari DPRD Lebak.
Djudju Yumiarsih, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, mengaku sangat prihatin dengan kondisi beras kualitas buruk yang diterima warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak.
Dirinya pun mengaku akan segera melakukan inpeksi mendadak ke kantor Badan urusan logistik (Bulog) Sub Divre Lebak-Pandeglang, untuk memastikan sejauh mana kebenaran informasi.
"Tadi saya sendiri yang menerima beras kualitas buruk yang diberikan warga di kantor DPRD kepada kami. Jujur saya prihatin sekali. Makanya, besok kami akan sidak ke Bulog," ujar politisi PPP ini kepada TitikNOL, Rabu (18/05/2016).
Dirinya pun meminta, agar Bulog benar-benar memantau proses penyaluran raskin hingga ke titik bagi, agar bantuan itu bisa tepat sasaran.
"Sangat kita sadari apabila warga menerima beras lalu kualitasnya buruk, masa iya harus melaporkan sendiri ke Bulog. Jadi kami berharap Bulog dari awal harus menjaga kualitas dan kuantitas beras," papar Djudju.
Disinggung soal rencana menggelar RDP dengan pihak Bulog, Djudju mengatakan hal tersebut bisa dilakukan. Akan tetapi kata Djudju, RDP harus melalui mekanisme dan persetujuan pimpinan.
Baca juga: Demo Bulog, Warga di Lebak Sumbang Beras Busuk
"RDP bisa kita lakukan, tapi saat ini dewan masih banyak tugas lain. Dan kalau RDP kan harus dikonsultasikan dan disetujui pimpinan. Untuk sidak kita pastikan bisa, besok kita sidak ke Bulog," pungkasnya.
Seperti diketahui, puluhan warga di Kabupaten Lebak mendatangi kantor DPRD setempat, sambil menyerahkan beras busuk. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes warga kepada buruknya kualitas raskin yang diterima. (Gun/red)
http://titiknol.co.id/pemerintahan/terkait-raskin-busuk-dprd-lebak-akan-sidak-bulog/
LEBAK, TitikNOL - Pasca aksi unjuk rasa yang menuding adanya dugaan 'permainan' dalam proses penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin), menimbulkan keprihatinan dari DPRD Lebak.
Djudju Yumiarsih, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, mengaku sangat prihatin dengan kondisi beras kualitas buruk yang diterima warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak.
Dirinya pun mengaku akan segera melakukan inpeksi mendadak ke kantor Badan urusan logistik (Bulog) Sub Divre Lebak-Pandeglang, untuk memastikan sejauh mana kebenaran informasi.
"Tadi saya sendiri yang menerima beras kualitas buruk yang diberikan warga di kantor DPRD kepada kami. Jujur saya prihatin sekali. Makanya, besok kami akan sidak ke Bulog," ujar politisi PPP ini kepada TitikNOL, Rabu (18/05/2016).
Dirinya pun meminta, agar Bulog benar-benar memantau proses penyaluran raskin hingga ke titik bagi, agar bantuan itu bisa tepat sasaran.
"Sangat kita sadari apabila warga menerima beras lalu kualitasnya buruk, masa iya harus melaporkan sendiri ke Bulog. Jadi kami berharap Bulog dari awal harus menjaga kualitas dan kuantitas beras," papar Djudju.
Disinggung soal rencana menggelar RDP dengan pihak Bulog, Djudju mengatakan hal tersebut bisa dilakukan. Akan tetapi kata Djudju, RDP harus melalui mekanisme dan persetujuan pimpinan.
Baca juga: Demo Bulog, Warga di Lebak Sumbang Beras Busuk
"RDP bisa kita lakukan, tapi saat ini dewan masih banyak tugas lain. Dan kalau RDP kan harus dikonsultasikan dan disetujui pimpinan. Untuk sidak kita pastikan bisa, besok kita sidak ke Bulog," pungkasnya.
Seperti diketahui, puluhan warga di Kabupaten Lebak mendatangi kantor DPRD setempat, sambil menyerahkan beras busuk. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes warga kepada buruknya kualitas raskin yang diterima. (Gun/red)
http://titiknol.co.id/pemerintahan/terkait-raskin-busuk-dprd-lebak-akan-sidak-bulog/
Jumat, 20 Mei 2016
Bulog Belum Bisa Serap Gabah Milik Petani
Kamis, 19 Mei 2016
MAJALENGKA,(PR).- Bulog Cirebon belum bisa menyerap gabah milik petani dengan alasan harga masih di atas Harga Pokok Penjualan (HPP) pemerintah yang hanya Rp 3.700 per kg untuk Gabah Kering Simpan (GKS), sementara di tingkat petani sudah di atas Rp 4.000 per kg.
Sementara itu sejumlah petani di Majalengka kini mengeluhkan rendahnya harga gabah yang hanya Rp 400.000 hingga Rp 440.000 per kuintal, kondisi tersebut sudah cukup lama setelah panen MT satu selesai. Malah kini petani pun sulit menjual gabah karena bandar yang biasa berkeliling justru banyak yang menolak membeli gabah petani.
Pulung, dari Bulog Cirebon mengatakan pihak Bulog akan menyerap gabah petani bilamana harga di bawah HPP atau sama dengan HPP, serta kadar air 14 persen dengan kadar hampa 3 persen. Namun demikian, menurutnya, petugas dari Bulog akan terus melakukan survei ke lapangan untuk melakukan pengecekan harga di tingkat petani guna memastikan harga gabah di pasaran.
“Kami juga sudah melakukan kerja sama dengan Babinsa dan Kepolisian untuk memantau harga gabah di pasaran di masing-masing daerah, bila harga gabah di tingkat petani jatuh dibawah HPP maka Bulog akan langsung melakukan penyerapan gabah petani,” ungkap Pulung.
Menurutnya, harga gabah kering simpan berdasarkan HPP senilai Rp 3.700 per kg, sehingga bila harga diatas itu maka Bulog tidak mungkin melakukan pembelian gabah petani.
Sementara itu sejumlah petani di Kecamatan Jatitujuh, Majalengka dan Cigasong mengeluhkan anjloknya harga gabah, bahkan menurut mereka cukongpun belakangan ini seolah enggan membeli gabah petani.
Cokong yang biasanya berkeliaran mencari gabah ke petani kini justru jarang terlihat, kalaupun ada yang datang mereka menawarkan harga gabah sangat murah. Cukong baisanya menawarkan gabah barter dengan pupuk disaat petani butuh pupuk untuk tanam ke dua kini enggan melakukan barter gabah.
“Teu payu ayeuna mah gabah teh, nyao pedah goreng meureun parena (Sekarang gabah tidak laku entah mungkin karena gabahnya jelek akibat hama),” ungkap Rohim petani asal Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh.
Diakui Rohim, kadar hampa hasil panen pertama cukup tinggi sehingga banyak cukong yang menolak penjualan gabah petani. 1 kuintal gabah yang biasanya setelah digiling diperoleh beras hingga 60 kg, kini paling hanya diperoleh 45 kg hingga 50 kg.
Tak heran bila banyak cukong yang menolak gabah petani untuk musim tanam pertama, kalaupun bersedia membeli harganya sangat jatuh.
Hal yang sama diungkapkan Sudinta bandar gabah di Desa Tarikolot, Kecamatan Majalengka. Dia emngaku emmbeli gabah dari petani paling tinggi hanya Rp 440.000 per kuintal. Alasannya harga pasaran selama ini masih sangat rendah.
Para petani dan bandar gabah memprediksi harga gabah baru akan naik lagi usai panen kedua, yang kondisi gabahnya relatif bagus dibanding hasil panen pertama. Selain itu panen kedua mendekati musim kemarau yang baisanya hargapun naik. “Panen kadua biasanya rada mahal mah (panen kedua biasanya agak mahal),” ungkap Sudinta.***
http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/05/19/bulog-belum-bisa-serap-gabah-milik-petani-369506
MAJALENGKA,(PR).- Bulog Cirebon belum bisa menyerap gabah milik petani dengan alasan harga masih di atas Harga Pokok Penjualan (HPP) pemerintah yang hanya Rp 3.700 per kg untuk Gabah Kering Simpan (GKS), sementara di tingkat petani sudah di atas Rp 4.000 per kg.
Sementara itu sejumlah petani di Majalengka kini mengeluhkan rendahnya harga gabah yang hanya Rp 400.000 hingga Rp 440.000 per kuintal, kondisi tersebut sudah cukup lama setelah panen MT satu selesai. Malah kini petani pun sulit menjual gabah karena bandar yang biasa berkeliling justru banyak yang menolak membeli gabah petani.
Pulung, dari Bulog Cirebon mengatakan pihak Bulog akan menyerap gabah petani bilamana harga di bawah HPP atau sama dengan HPP, serta kadar air 14 persen dengan kadar hampa 3 persen. Namun demikian, menurutnya, petugas dari Bulog akan terus melakukan survei ke lapangan untuk melakukan pengecekan harga di tingkat petani guna memastikan harga gabah di pasaran.
“Kami juga sudah melakukan kerja sama dengan Babinsa dan Kepolisian untuk memantau harga gabah di pasaran di masing-masing daerah, bila harga gabah di tingkat petani jatuh dibawah HPP maka Bulog akan langsung melakukan penyerapan gabah petani,” ungkap Pulung.
Menurutnya, harga gabah kering simpan berdasarkan HPP senilai Rp 3.700 per kg, sehingga bila harga diatas itu maka Bulog tidak mungkin melakukan pembelian gabah petani.
Sementara itu sejumlah petani di Kecamatan Jatitujuh, Majalengka dan Cigasong mengeluhkan anjloknya harga gabah, bahkan menurut mereka cukongpun belakangan ini seolah enggan membeli gabah petani.
Cokong yang biasanya berkeliaran mencari gabah ke petani kini justru jarang terlihat, kalaupun ada yang datang mereka menawarkan harga gabah sangat murah. Cukong baisanya menawarkan gabah barter dengan pupuk disaat petani butuh pupuk untuk tanam ke dua kini enggan melakukan barter gabah.
“Teu payu ayeuna mah gabah teh, nyao pedah goreng meureun parena (Sekarang gabah tidak laku entah mungkin karena gabahnya jelek akibat hama),” ungkap Rohim petani asal Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh.
Diakui Rohim, kadar hampa hasil panen pertama cukup tinggi sehingga banyak cukong yang menolak penjualan gabah petani. 1 kuintal gabah yang biasanya setelah digiling diperoleh beras hingga 60 kg, kini paling hanya diperoleh 45 kg hingga 50 kg.
Tak heran bila banyak cukong yang menolak gabah petani untuk musim tanam pertama, kalaupun bersedia membeli harganya sangat jatuh.
Hal yang sama diungkapkan Sudinta bandar gabah di Desa Tarikolot, Kecamatan Majalengka. Dia emngaku emmbeli gabah dari petani paling tinggi hanya Rp 440.000 per kuintal. Alasannya harga pasaran selama ini masih sangat rendah.
Para petani dan bandar gabah memprediksi harga gabah baru akan naik lagi usai panen kedua, yang kondisi gabahnya relatif bagus dibanding hasil panen pertama. Selain itu panen kedua mendekati musim kemarau yang baisanya hargapun naik. “Panen kadua biasanya rada mahal mah (panen kedua biasanya agak mahal),” ungkap Sudinta.***
http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/05/19/bulog-belum-bisa-serap-gabah-milik-petani-369506
Kadin: aktifkan Bulog Perikanan solusi kesejahteraan nelayan
Kamis, 19 Mei 2016
Kalau untuk nelayan agar sejahtera maka solusinya adalah Bulog Perikanan, baik itu bisa langsung dari lembaga Bulog sekarang atau maupun dari BUMN Perikanan,"
Jakarta (ANTARA News) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan sepakat dalam upaya pemerintah guna mengaktifkan lembaga seperti Bulog Perikanan yang dinilai merupakan solusi peningkatan kesejahteraan nelayan.
"Kalau untuk nelayan agar sejahtera maka solusinya adalah Bulog Perikanan, baik itu bisa langsung dari lembaga Bulog sekarang atau maupun dari BUMN Perikanan," kata Wakil Ketua Umum Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto dalam diskusi ketika berkunjung dengan delegasi Kadin ke Redaksi LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Kamis.
Menurut Yugi, dengan adanya Bulog Perikanan maka hasil nelayan tradisional di berbagai daerah kapan pun juga akan dapat terserap dan tidak sia-sia.
Selain itu, ujar dia, penyerapan harga tangkapan dan hasil budidaya pelaku usaha perikanan juga harus dilakukan dengan sesuai dengan standar harga yang berlaku di pasaran.
Wakil Ketua Umum Kadin itu memaparkan, lembaga Bulog Perikanan itu harus terdapat hingga ke tingkat daerah-daerah terutama yang merupakan sentra produksi perikanan di Tanah Air.
Sementara itu, Direktur Pemberitaan LKBN Antara Aat Surya Safaat mengemukakan, pihaknya terus memberitakan berita tentang kemaritiman serta sektor kelautan dan perikanan karena banyak diminati.
"Kami ada public service obligation (PSO) dan salah satu prioritasnya tentang kemaritiman," kata Aat Surya Safaat.
Terkait dengan wacana Bulog Perikanan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sejumlah kesempatan mengatakan akan memberdayakan kembali dua BUMN Perikanan untuk menjadi lembaga penyangga hasil kelautan dan perikanan, semacam Bulog untuk perikanan.
Menurut Menteri Susi, dua BUMN itu akan bertugas guna menyerap hasil perikanan para nelayan di seluruh Indonesia seperti yang telah dilakukan selama ini oleh Perum Bulog dalam menyerap komoditas beras. "Ini agar harga di tingkat nelayan tidak jatuh," ucapnya.
Sedangkan Anggota DPR RI dari Komisi IV, Made Urip mendorong perusahaan umum Badan Urusan Logisltik (Perum Bulog) menjadi Badan Otoritas Pangan Nasional.
"Dengan menjadi Badan Otoritas Pangan Nasional, maka Bulog bisa bertanggung jawab mengendalikan dan menjamin ketersediaan seluruh bahan pangan di Indonesia, termasuk bahan pangan dari perikanan," kata Made Urip di Kendari, Sabtu (28/2).
Menurut dia, selama ini pemerintah sulit mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di negara ini, karena kewenangan Bulog dalam mengendalikan pangan sangat terbatas.
Dalam mengendalikan pangan nasional lanjutnya, Perum Bulog hanya mengurus bahan pangan strategis saja seperti beras, gula dan terigu.
"Kami harapkan Pemerintahan Jokowi-JK bisa segera merespon usulan perubahan status Perum Bulog menjadi Badan Otoritas Pangan Nasional, sehingga masalah ketersedaiaan pangan di negara ini bisa lebih terjamin," katanya.
http://www.antaranews.com/berita/561962/kadin-aktifkan-bulog-perikanan-solusi-kesejahteraan-nelayan
Kalau untuk nelayan agar sejahtera maka solusinya adalah Bulog Perikanan, baik itu bisa langsung dari lembaga Bulog sekarang atau maupun dari BUMN Perikanan,"
Jakarta (ANTARA News) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan sepakat dalam upaya pemerintah guna mengaktifkan lembaga seperti Bulog Perikanan yang dinilai merupakan solusi peningkatan kesejahteraan nelayan.
"Kalau untuk nelayan agar sejahtera maka solusinya adalah Bulog Perikanan, baik itu bisa langsung dari lembaga Bulog sekarang atau maupun dari BUMN Perikanan," kata Wakil Ketua Umum Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto dalam diskusi ketika berkunjung dengan delegasi Kadin ke Redaksi LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Kamis.
Menurut Yugi, dengan adanya Bulog Perikanan maka hasil nelayan tradisional di berbagai daerah kapan pun juga akan dapat terserap dan tidak sia-sia.
Selain itu, ujar dia, penyerapan harga tangkapan dan hasil budidaya pelaku usaha perikanan juga harus dilakukan dengan sesuai dengan standar harga yang berlaku di pasaran.
Wakil Ketua Umum Kadin itu memaparkan, lembaga Bulog Perikanan itu harus terdapat hingga ke tingkat daerah-daerah terutama yang merupakan sentra produksi perikanan di Tanah Air.
Sementara itu, Direktur Pemberitaan LKBN Antara Aat Surya Safaat mengemukakan, pihaknya terus memberitakan berita tentang kemaritiman serta sektor kelautan dan perikanan karena banyak diminati.
"Kami ada public service obligation (PSO) dan salah satu prioritasnya tentang kemaritiman," kata Aat Surya Safaat.
Terkait dengan wacana Bulog Perikanan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sejumlah kesempatan mengatakan akan memberdayakan kembali dua BUMN Perikanan untuk menjadi lembaga penyangga hasil kelautan dan perikanan, semacam Bulog untuk perikanan.
Menurut Menteri Susi, dua BUMN itu akan bertugas guna menyerap hasil perikanan para nelayan di seluruh Indonesia seperti yang telah dilakukan selama ini oleh Perum Bulog dalam menyerap komoditas beras. "Ini agar harga di tingkat nelayan tidak jatuh," ucapnya.
Sedangkan Anggota DPR RI dari Komisi IV, Made Urip mendorong perusahaan umum Badan Urusan Logisltik (Perum Bulog) menjadi Badan Otoritas Pangan Nasional.
"Dengan menjadi Badan Otoritas Pangan Nasional, maka Bulog bisa bertanggung jawab mengendalikan dan menjamin ketersediaan seluruh bahan pangan di Indonesia, termasuk bahan pangan dari perikanan," kata Made Urip di Kendari, Sabtu (28/2).
Menurut dia, selama ini pemerintah sulit mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di negara ini, karena kewenangan Bulog dalam mengendalikan pangan sangat terbatas.
Dalam mengendalikan pangan nasional lanjutnya, Perum Bulog hanya mengurus bahan pangan strategis saja seperti beras, gula dan terigu.
"Kami harapkan Pemerintahan Jokowi-JK bisa segera merespon usulan perubahan status Perum Bulog menjadi Badan Otoritas Pangan Nasional, sehingga masalah ketersedaiaan pangan di negara ini bisa lebih terjamin," katanya.
http://www.antaranews.com/berita/561962/kadin-aktifkan-bulog-perikanan-solusi-kesejahteraan-nelayan
Raskin tak Layak, RT Dikejar-kejar warga
Kamis, 19 Mei 2016
-Masyarakat Miskin Dikirimi Beras Buruk
CILAMAYA WETAN, RAKA- Maraknya raskin kualitas buruk di semua desa di Kecamatan Cilamaya Wetan, membuat kades tersulut emosi. Bahkan, terakhir, pendamping raskin dan petugas kesos Kecamatan ikut-ikutan mempertanyakan penyisiran beras dan metode pengukuran bulir beras berkualitas sesaat sebelum didistribusikan bulog selama ini.
Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Kecamatan Cilamaya Wetan,
Iwan Setiawan menuturkan pihaknya yang ditugasi sebagai pendamping raskin saja bingung saat raskin yang diturunkan kualitasnya kata layak.
Saat menerima raskin di Desa Cikarang, diakui dia, banyak menuai keluhan karena bau apek. Selain itu bulir beras juga hitam dan banyak kutu. Memang, tandasnya, beras jelek ini bisa ditukar. Tapi penggantinya juga tak kalah buruk. Ini terus Iwan, bukan persoalan bisa ditukar lagi atau tidak, tapi ia mempertanyakan ketelitian Bulog mengukur kualitas raskin yang akan disebar ke masyarakat.
Ingat tandas Iwan, masyarakat bukan hewan yang mesti diberikan beras yang tidak layak. Untuk itu, raskin buruk ini harus jadi evaluasi bersama. "Bingung saya juga, bagaimana ngukurnya? Tukar menukar mah gampang, masalahnya yang ditukar masih layak enggak?" tanyanya.
Staf Kasie Kesos Cilamaya Wetan, H Nurhasan mengungkapkan semua desa di Cilamaya Wetan mengeluhkan kualitas raskin yang turun bulan ini. Baginya, persoalan klasik ini seperti bukan hal yang aneh bagi Bulog. Sayangnya pola seperti ini masih terus-terusan dibiarkan. "Yah sudah gak aneh, masalahnya terus-terusan dibiarkan sih," tandas dia.
Senada dikatakan Kasie Kesos Kecamatan Lemahabang H Satibi. Di Lemahabang sejauh ini, kata dia, belum ada yang komplain terkait raskin kualitas kurang baik. Baginya, masyarakat malah menganggap hal ini merupakan peristiwa biasa. "Kadang masyarakat menganggap biasa sih, urusan takaran kualitas itu ya sama Bulog yang tahu," kata dia.
Dampak dari kualitas raskin yang buruk di Cilamaya, disebut Kades Cilamaya Kuswaedi membuat masyarakat penerima ogah memberikan uang tebusan secara utuh. Bulan ini Bulog harus mengakui bahwa kualitas raskin yang diberikannya kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) ini sangat buruk, seperti banyak menirnya, kotor, hitam, bahkan ketika dicuci airnyapun hitam mirip air comberan. Atas kondisi ini, RT kerap jadi bulan-bulanan warga yang mengeluh raskin buruk. "Banyak keluhan tuh RT jadinya, kelimpungan gara-gara raskin hitam," katanya. (rud)
-Masyarakat Miskin Dikirimi Beras Buruk
CILAMAYA WETAN, RAKA- Maraknya raskin kualitas buruk di semua desa di Kecamatan Cilamaya Wetan, membuat kades tersulut emosi. Bahkan, terakhir, pendamping raskin dan petugas kesos Kecamatan ikut-ikutan mempertanyakan penyisiran beras dan metode pengukuran bulir beras berkualitas sesaat sebelum didistribusikan bulog selama ini.
Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Kecamatan Cilamaya Wetan,
Iwan Setiawan menuturkan pihaknya yang ditugasi sebagai pendamping raskin saja bingung saat raskin yang diturunkan kualitasnya kata layak.
Saat menerima raskin di Desa Cikarang, diakui dia, banyak menuai keluhan karena bau apek. Selain itu bulir beras juga hitam dan banyak kutu. Memang, tandasnya, beras jelek ini bisa ditukar. Tapi penggantinya juga tak kalah buruk. Ini terus Iwan, bukan persoalan bisa ditukar lagi atau tidak, tapi ia mempertanyakan ketelitian Bulog mengukur kualitas raskin yang akan disebar ke masyarakat.
Ingat tandas Iwan, masyarakat bukan hewan yang mesti diberikan beras yang tidak layak. Untuk itu, raskin buruk ini harus jadi evaluasi bersama. "Bingung saya juga, bagaimana ngukurnya? Tukar menukar mah gampang, masalahnya yang ditukar masih layak enggak?" tanyanya.
Staf Kasie Kesos Cilamaya Wetan, H Nurhasan mengungkapkan semua desa di Cilamaya Wetan mengeluhkan kualitas raskin yang turun bulan ini. Baginya, persoalan klasik ini seperti bukan hal yang aneh bagi Bulog. Sayangnya pola seperti ini masih terus-terusan dibiarkan. "Yah sudah gak aneh, masalahnya terus-terusan dibiarkan sih," tandas dia.
Senada dikatakan Kasie Kesos Kecamatan Lemahabang H Satibi. Di Lemahabang sejauh ini, kata dia, belum ada yang komplain terkait raskin kualitas kurang baik. Baginya, masyarakat malah menganggap hal ini merupakan peristiwa biasa. "Kadang masyarakat menganggap biasa sih, urusan takaran kualitas itu ya sama Bulog yang tahu," kata dia.
Dampak dari kualitas raskin yang buruk di Cilamaya, disebut Kades Cilamaya Kuswaedi membuat masyarakat penerima ogah memberikan uang tebusan secara utuh. Bulan ini Bulog harus mengakui bahwa kualitas raskin yang diberikannya kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) ini sangat buruk, seperti banyak menirnya, kotor, hitam, bahkan ketika dicuci airnyapun hitam mirip air comberan. Atas kondisi ini, RT kerap jadi bulan-bulanan warga yang mengeluh raskin buruk. "Banyak keluhan tuh RT jadinya, kelimpungan gara-gara raskin hitam," katanya. (rud)
Langganan:
Postingan (Atom)
