Jumat, 18 Juli 2014

Surplus, Bojonegoro Kirim Beras ke 8 Provinsi

Jumat, 18 Juli 2014

TEMPO.CO, Bojonegoro - Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivisi Regional (Subdivre) III Bojonegoro, Jawa Timur, mengirim 52 ribu ton beras ke delapan provinsi sejak Januari hingga Juli 2014. Selain karena stok melimpah, pengiriman beras ini untuk membantu menstabilkan harga beras di daerah tujuan akibat musim kemarau.

Provinsi-provinsi yang mendapat pasokan beras ialah Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua. Pengiriman beras ke sejumlah provinsi direncanakan hingga akhir tahun ini. (Baca: Harga Kebutuhan Pokok di Bojonegoro Turun)

Menurut Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Efdal Marlius Sulaiman, pengiriman beras tersebut atas permintaan Perum Bulog di Jakarta. Bulog menilai harga beras di daerah-daerah harus tetap distabilkan selama musim kering. "Bulog Pusat yang meminta dikirim ke daerah," kata Efdal, Jumat, 18 Juli 2014.

Efdal menjamin pengiriman beras ke daerah lain tidak mengganggu persediaan pangan yang ada di Bojonegoro. Sebab produksi beras dari petani di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro cukup melimpah. Bahkan, produksi beras hingga pertengahan tahun ini sudah sekitar 150 ribu. (Baca: Bulog Siap Sediakan 5,8 Juta Ton Beras Tahun Ini)

Efdal mengatakan, pada 2012, Bulog Bojonegoro juga pernah mengirim beras 26 ribu ton ke sejumlah provinsi, termasuk ke sejumlah kabupaten di Papua, seperti Biak, Yakuhimo, Nabire, Sorong, dan Timika. Adapun tahun lalu beras Bulog Bojonegoro dikirim ke Banda Aceh, Lhokseumawe, Pangkalanbun, Madura, dan Papua dengan total 35 ribu ton.

Dinas Pertanian Bojonegoro mencatat ada 15 kecamatan yang surplus padi karena berada di aliran Sungai Bengawan Solo. Yaitu Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Kasiman, Purwosari, Malo, Gayam, Kalitidu, Trucuk, Dander, Kecamatan Kota, Kapas, Kanor, Sumberedjo, dan Baureno. "Karena pengairannya bagus," ujar Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Ahmad Jupari. (Baca juga: Paceklik, Harga Beras Merangkak Naik)

SUJATMIKO

http://www.tempo.co/read/news/2014/07/18/058594058/Surplus-Bojonegoro-Kirim-Beras-ke-8-Provinsi

Komisi IV DPR RI Tinjau Gudang Beras Divre Bulog NTB

Kamis, 17 Juli 2014

Komisi IV DPR RI Tinjau Gudang Beras Divre Bulog NTB

MATARAM - Anggota Komisi IV DPR RI dalam masa reses melakukan kunjungan kerja (Kunker) dengan meninjau langsung gudang Bidang Urusan Logistik (Bulog) Devisi Regional NTB (Divre NTB) untuk memantau ketersediaan dan penyerapan beras dalam negeri di NTB.

Dari hasil peninjauan beserta laporan dari Kepala Divre Bulog NTB, Ketua Komisi IV DPR RI Muhammad Romahurmuzy mengatakan, ketersediaan beras dalam negeri di Bulog NTB sampai dengan bulan Juli sudah mencapai 74 persen, itu artinya Bulog NTB sudah melebihi target. “Karena Provinsi NTB surplus beras, jadi kami berharap agar NTB tidak melakukan importasi beras”, tegas Romy, di Mataram, Rabu (16/7/2014).

Politisi PPP ini juga menegaskan, karena NTB provinsi yang surplus beras, maka tidak boleh melakukan importasi beras, tidak diperbolehkan beras impor itu masuk ke Divre.

Tapi, ketika melakukan peninjauan langsung ke Gudang Bulog di Dasan Cermen, Komisi IV menemukan kejanggalan karena karung  tempat pengisian beras raskin   yang disiapkan oleh Mitra ditemukan ada yang tidak terdapat logo dari mitra kerja. “Kami menemukan belum adanya cap di karung yang menunjukan asal dari mitra”, katanya.

Pemberian cap pada karung ini dinilai Romy sangat penting meskipun karung tersebut berasal dari Bulog sendiri. Tetapi pada halaman belakang dari karung tersebut harus ada cap dari mitra kerjasama Bulog, karena ada 24 mitra kerjasama dari Bulog.

Apa tujuan memastikan cap karung mitra tersebut, lanjut Romy, hal itu perlu dilakukan karena nantinya jika ada raskin yang ditemukan banyak menir atau rusak, banyak kutu dan tidak bagus, maka langsung bisa diketahui kalau beras tersebut berasal dari mitra mana sehingga Bulog bisa memberikan panishmen kepada mitra yang bersangkutan.

“Keberadaan cap pada karung ini sudah menjadi SOP, dan sudah kita minta pada saat rapat di DPR RI, namun sampai tadi kami ke gudang Bulog ternyata hal itu masih terjadi”, keluhnya.

Dari seluruh karung, lanjut dia, yang dilihat memang sudah ada sebagian yang sudah tersetempel terutama yang produksinya UPTD Bulog, tetapi yang produksi mitra  ditemukakn hanya ditandai dengan spidol, dan penandaan dengan spidol sangat mudah sekali untuk dihapus.

Menjawab temuan dari Komisi IV DPR RI, Direktur Keuangan  Bulog, Budi Purwanto mengakui temuan tersebut kepada seluruh anggota DPR RI Komisi IV. Dimana  Budi mengatakan kalau personil digudang memang ada kelemahan. Dan memang ada ditemukan karung yang tidak mempunyai lebel mitra, dengan temuan ini akan dijadikan catatan  sehingga akan dilakukan penegasan kepada para mitra.

"Jika nanti ada  mitra yang tidak mau mentaati atura ini, maka kami dari pihak Bulog sendiiri akan memutuskan tidak akan memakai pihak tersebut sebagai mitra kami”, tegasnya.

[Joko]

Kamis, 17 Juli 2014

Pasar Rakyat untuk Antisipasi Lonjakan Harga

Kamis, 17 Juli 2014

Banda Aceh, (Analisa). Untuk menekan harga kebutuhan bahan pokok di pasar, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menggelar pasar murah di sejumlah titik di Kota Banda Aceh.

Di pasar rakyat yang digelar di sejumlah titik, seperti di Jalan Makam Pahlawan Gampong Ateuk, Kecamatan Baiturrahman, masyarakat setempat terlihat antusias menyerbu pasar murah tersebut untuk mendapatkan bahan kebutuhan rumah tangga. Bahkan, di antara mereka termasuk kalangan pegawai negeri sipil (PNS).

Harga bahan pokok di pasar murah ini dijual jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Gula pasir dijual senilai Rp 9.000/kg, minyak goreng kemasan 2 kg dijual Rp 24 ribu, tepung terigu segitiga biru dijual Rp 7.000/kg dan beras super 5 kg dijual RP 40 ribu.

“Namun, banyaknya pembelian dibatasi oleh panitia pasar murah,” kata seorang ibu rumah tangga, Maulida, Selasa (15/7).

Disebutkannya, masyarakat hanya boleh membeli 4 kg gula pasir, 4 liter (dua bungkus) minyak goreng kemasan, 10 kg tepung terigu dan 50 kg beras.

Akan tetapi, dia mengakui pasar murah ini sangat membantu mereka selaku masyarakat miskin karena harga berbagai kebutuhan pokok di pasar juga mulai mengalami kenaikan. “Saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, apalagi menjelang Lebaran,” tuturnya.

Seiring dengan ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh juga melangsungkan pasar rakyat di enam kabupaten/kota di provinsi ini, yakni Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie, Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.

Kepala Disperindag Aceh, Safwan, Selasa (15/7), mengatakan, pihaknya menggelar pasar murah ini sebagai upaya untuk menekan gejolak harga kebutuhan pokok menjelang Hariraya Idulfitri 1435 H.

“Untuk Kota Banda Aceh, pasar murah dilaksanakan di empat titik, yakni di Jalan Makam Pahlawan Gampong Ateuk; Lhong Raya, Meuraxa, dan Kuta Baru,” jelasnya.

Disebutkannya, pihaknya hanya menggelar oeprasi pasar di enam kabupaten/kota karena tidak memiliki cukup anggaran untuk menggelar pasar murah di seluruh kabupaten/kota di Aceh. (rfl)

http://analisadaily.com/news/read/pasar-rakyat-untuk-antisipasi-lonjakan-harga/47771/2014/07/16

Stok Sembako Malang Cukup hingga Pasca-Lebaran

Kamis, 17 Juli 2014

TEMPO.CO, Malang - Persediaan sembilan bahan pokok atau sembako di Kabupaten Malang cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan mendatang. “Sembako cukup untuk beberapa bulan pasca-Lebaran. Masyarakat tak usah khawatir,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar, Helijanti Koentari, Kamis, 17 Juli 2014.

Stok beras cukup untuk konsumsi hingga Februari-Maret 2015. Stok beras ada di gudang Badan Urusan Logistik, koperasi unit desa, dan masyarakat. Pada awal Ramadan jumlahnya 165.313 ton. Gula sebanyak 6.168 ton di gudang Pabrik Gula Krebet Baru dan Pabrik Gula Kebon Agung cukup untuk konsumsi tiga bulan.

Stok daging sapi dan ayam sebanyak 21.866 ton dianggap cukup untuk konsumsi 14 bulan. Sapi yang siap dipotong dihitung setara dengan ketersediaan daging. Stok telur 25.080 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 19 bulan. Adapun minyak goreng 321.445 ton cukup untuk kebutuhan tiga bulan.

Stok tepung terigu sebanyak 1.015 ton cukup untuk delapan bulan. Bawang merah dan bawang putih 985 ton cukup untuk dua bulan. Cabai merah 15.856 ton cukup untuk dua bulan. Sedangkan stok garam berjumlah 15.112 karton, dengan kebutuhan 3.600 karton per bulan, cukup untuk empat bulan. (Baca: Ramadan, Harga Bawang Merah Naik 50 Persen)

“Dengan stok sembako yang cukup, harga di pasar tetap stabil. Kenaikan harga komoditas pun tidak tinggi,” katanya. Malah harga beberapa komoditas turun dan lebih murah daripada harga di pasar modern. Hanya harga gula yang paling stabil pada harga Rp 9.920 per kilogram.

Dia mencontohkan, harga ayam potong dari Rp 27.850 jadi Rp 28.050 per kilogram atau naik 0,72 persen. Daging sapi naik dari Rp 87.975 jadi Rp 90.775 per kilogram atau naik 0,89 persen. Beras IR 64 kualitas premium turun dari Rp 8.245 jadi Rp 8.220 per kilogram, tapi beras begawan naik dari Rp 9.400 jadi Rp 9.515 per kilogram. (Baca: Malang Impor Sapi, Harga Daging Anjlok)

Minyak goreng Bimoli juga turun 0,75 persen dari Rp 13.275 jadi Rp 13.175 per liter, tapi minyak goreng curah naik 0,45 persen dari Rp 11.025 menjadi Rp 11.075 per kilogram. Harga telur naik 0,45 persen dari Rp 16.475 jadi Rp 16.700 per kilogram atau naik 0,45 persen. Harga tepung terigu turun dari Rp 7.175 jadi Rp 7.150 per kilogram.

Cabai rawit turun drastis dari Rp 8.100 jadi Rp 7.125 per kilogram atau turun 12,09 persen. Namun harga cabai merah naik 0,8 persen dari Rp 9.375 jadi Rp 9.450 per kilogram.

Stabilnya harga komoditas kebutuhan pokok juga berkat operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Urusan Logistik sepanjang 30 Juni sampai 26 Juli. Pemerintah Kabupaten Malang sudah menggelar operasi pasar mulai 11 Juni lalu.

ABDI PURMONO

http://www.tempo.co/read/news/2014/07/17/090593766/Stok-Sembako-Malang-Cukup-Hingga-Pasca-Lebaran

Kulit Pisang Diolah Menjadi Obat Kolesterol dan Jantung

Rabu, 16 Juli 2014

Temuan Baru Hasil Riset Mahasiswa Unibraw

JANGAN meremehkan kulit pisang. Setelah diolah, ternyata kulit pisang bisa menjadi obat kolesterol darah dan jantung koroner. Itulah hasil riset tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP Unibraw), Malang, Jawa Timur. Seperti apa prosesnya?

Dari kulit pisang itu ada zat yang ternyata berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah dan jantung koroner. Adalah Lukman Azis (21), Nisa Alfilasari (20) dan Clara Arha (20) yang mengolah limbah kulit pisang itu dan mengekstrak zatnya.

"Ada kandungan zat pektin yang kami ekstrak untuk obat kolesterol dan jantung koroner," ujar Lukman Azis, pemimpin tim penelitian ini saat berbincang Selasa (15/7).

Zat pektin itu akan dibuat dalam bentuk marshmallow alias permen kenyal yang mereka buat sendiri. Ada beberapa pertimbangan mengapa mereka mengambil kulit pisang sebagai bahan penelitian untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) yang diadakan Ditjen Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud itu.

Pertama, limbah kulit pisang selama ini banyak terbuang percuma padahal di dalam kulit pisang itu terdapat zat yang bermanfaat.

"Indonesia penghasil pisang nomor 7 di dunia, tapi nomor 1 untuk produktivitas pisang. Di semua kepulauan di Indonesia terdapat industri pengolahan pisang. Limbah tersebut kulit pisangnya, itu tidak termanfaatkan selama ini. Ada senyawa alami yang mampu menurunkan kadar kolesterol penderita penyakit jantung koroner, itu tadi senyawa pektin," tutur Lukman.

Mulailah sejak Februari 2014 lalu, Lukman dan kawan-kawan memunguti limbah-limbah kulit pisang dari tukang-tukang gorengan di sekitar kampusnya, hingga berburu limbah kulit pisang ke kawasan industri pengolahan pisang yang banyak terdapat di kawasan Batu, Malang.

Mereka mengekstrak kulit pisang untuk mengambil zat pektinnya. Kemudian mewujudkan zat pektin itu ke dalam permen kenyal. Proses ini memakan waktu 1 bulan.

Bulan-bulan selanjutnya, mengujicobakan marshmallow berpektin itu pada tikus percobaan yang kolesterolnya sudah dibuat tinggi hingga menderita jantung koroner. Mereka mengamat-amati efek marshmallow berpektin pada tikus-tikus itu.

"Saat diujikan, ternyata mampu menurunkan kolesterol. Dosis pada tikus itu akan dikonversikan ke dosis manusia," jelas Lukman.

Dia mengakui produk akhir yang berkategori sebagai obat itu belum diujikan ke manusia. Namun dia mengatakan mulai dari bahan baku hingga prosesnya melibatkan bahan baku alami, tidak ada bahan kimia.

Dalam prosesnya, kulit pisang itu diolah sebagai tepung, dicampur senyawa asam dari jeruk hingga menghasilkan ekstrak pektin yang kemudian dibuat menjadi marshmallow.

"Biaya penelitiannya total Rp 11 juta. Sampai sekarang masih berlangsung," kata Lukman.

Ekstrak pektin dari kulit pisang ini dinilai lebih murah dibandingkan ekstrak pektin yang dihasilkan industri. Sebagai perbandingan, pektin di pasaran seharga Rp 1 juta per gram. Sedangkan untuk mengekstrak pektin dari kulit pisang bisa menekan harga Rp 12 ribu per gram.

Tiap 3,5 kg limbah kulit pisang, bisa menghasilkan 500 gram tepung pisang. Tiap 25 gram tepung pisang bisa menghasilkan 4-5 gram pektin.

"Pektin di Indonesia itu masih impor dari luar. Selama ini ada ekstrak pektin dari jeruk, apel dan buah yang mahal-mahal seperti itu. Selama ini pektin buat tambahan pangan," tuturnya.

Hasil dari penelitian di bawah bimbingan dosen Nur Ida Panca STP, MP ini akan dinilai Ditjen Dikti yang pemenangnya akan diumumkan Agustus 2014 nanti. Penelitian ini diakui Lukman merupakan penelitian lanjutan dari penelitiannya yang menang dalam lomba penelitian yang digelar USAID 2012 lalu. Saat itu Lukman meneliti senyawa pektin dari kulit pisang yang mampu menurunkan tingkat stres dari manusia.

Kini penemuan Lukman dkk itu sedang dalam proses mendapatkan hak paten melalui Lembaga Penelitian Unibraw. Lukman dibantu dosen dan pihak kampus tidak menutup kemungkinan memproduksi permen kenyal berpektin dalam skala industri yang massal.

"Produk kami ini akan diteliti lebih lanjut dan diujicobakan pada penyakit yang lain, seperti diabetes tipe 2, menurunkan berat badan juga bisa. Banyak sekali, masih dalam penelitian," tuturnya. (JPNN)

http://www.jpnn.com/read/2014/07/16/246475/Kulit-Pisang-Diolah-Menjadi-Obat-Kolesterol-dan-Jantung-

Mafia Impor

Rabu, 16 Juli 2014

Mafia impor pangan menjadi topik panas dalam beberapa kali debat calon presiden dan calon wakil presiden yang digelar belakangan ini. Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla bahkan secara tegas mencantumkan pemberantasan mafia impor pangan dalam program prioritas visi-misi mereka. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam beberapa kesempatan pun mendesak pemerintah agar serius memberantas mafia impor pangan.

Bukan cuma impor pangan, mafia juga disebut-sebut bermain dalam impor migas. Mafia impor minyak selama ini disinyalir berkonspirasi untuk menjegal setiap upaya memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) atau menaikkan harga BBM. Sebab dengan harga BBM murah, konsumsi domestik tentu melonjak dan sulit dikendalikan, sehingga ketergantungan terhadap impor minyak pun kian tinggi. Kita tahu, lebih dari separuh konsumsi BBM nasional saat ini masih harus diimpor. Mafia impor minyaklah yang mereguk untung dari lonjakan impor.

Tapi celakanya, baik mafia pangan maupun mafia minyak sulit dilacak, dibuktikan, dan belum tersentuh hukum. Kekuatan modal dan politik mereka membuat aparat negara seperti tidak berdaya untuk melacaknya. Namun selalu muncul suara-suara bahwa keberadaan mereka nyata-nyata ada.

Setiap komoditas yang permintaan dan suplainya tidak seimbang berpotensi menumbuhkan mafia impor untuk mengatasi kekurangan pasokan. Selama ini di Indonesia dikenal kelompok Tujuh Samurai yang mengendalikan impor gula. Sedangkan impor kedelai dikuasai oleh kelompok Empat Naga yang juga mengindikasikan adanya kartel.

Kartel pangan rupanya tidak hanya terjadi di pasar domestik, tapi juga di pasar internasional. Di pasar dalam negeri, komoditas strategis telah dikuasai oleh pengusaha-pedagang yang punya dana besar, lobi politik yang kuat, punya akses ke produsen, dan menguasai jalur distribusi.

Sepak terjang mafia impor jelas-jelas merugikan perekonomian nasional dan rakyat secara keseluruhan. Sebab, mereka mampu mengatur harga. Karena mafia ini bukan tunggal dan melibatkan sejumlah pelaku, praktik mereka tak ubahnya sebuah kartel. Padahal, praktik kartel jelas dilarang karena melanggar aturan persaingan usaha yang sehat.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, antarpelaku usaha dilarang membuat perjanjian untuk memengaruhi harga dengan mengatur produksi atau pemasaran suatu barang atau jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat.

Perilaku mafia impor, khususnya pangan, ikut andil besar dalam memperburuk laju inflasi. Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi bergejolak lebih diakibatkan oleh fluktuasi harga pangan (volatile food) karena permainan para mafia impor pangan. Harga pangan yang tidak stabil membuat Indonesia sulit untuk mewujudkan inflasi yang rendah, meski inflasi inti (core inflation) terjaga di level 4%-an dalam beberapa tahun terakhir.

Itulah sebabnya, kita harus mendukung upaya Jokowi-JK untuk memberantas mafia pangan dan mafia-mafia lain, termasuk mafia migas. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) harus memiliki taji dan nyali yang lebih kuat, karena banyak kasus dugaan kartel yang sulit dibuktikan. Atau terkadang KPPU kalah dalam persidangan karena tidak memiliki bukti cukup. KPPU harus bekerja sama erat dengan Kementerian Perdagangan untuk dapat membongkar mafia impor.

Di lain sisi, pemerintah harus membersihkan aparat-aparat yang terlibat dalam mafia impor. Reformasi birokrasi harus menyentuh ke ranah ini. Sebab, tidak mungkin mafia impor bisa eksis tanpa dukungan birokrasi, aparat, atau penyelenggara negara lainnya. Mafia impor bisa berawal dari pemberian izin kuota impor pangan hingga penunjukan langsung perusahaan yang menjadi pengimpor.

Selain memberdayakan KPPU lewat UU Antimonopli, Indonesia kini sudah memiliki perangkat hukum untuk mengantisipasi importir nakal, yakni Undang Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Sebagai UU baru, ia akan lebih efektif dan bergigi jika dilengkapi dengan peraturan turunan yang komprehensif. Janji pemerintah untuk merevitalisasi Bulog sebagai penyangga harga sejumlah komoditas strategis juga harus segera direalisasikan.

Lebih dari itu, sudah saatnya pemerintah menata dan membenahi total sistem produksi, distribusi, dan logistik yang ada. Pemerintah pasti mengetahui seluruh data importir, pedagang besar, dan distributor yang menguasai perdagangan komoditas. Keberadaan mereka mesti diinventarisasi dan dipetakan ulang.

Atas nama rakyat, negara tidak boleh dikalahkan oleh ulah segelintir penjahat perdagangan ini. Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, jaringan mafia impor domestik bisa lebih menggurita karena dapat bersekongkol dengan mafia-mafia perdagangan negara lain di kawasan ASEAN.

http://www.beritasatu.com/blog/tajuk/3533-mafia-impor.html

Bulog Sub Divre III Ciamis Akan Gelar Operasi Pasar Murah

Rabu, 16 Juli 2014

CIAMIS, (PRLM).- Besok Kamis (17/7/2014) Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional III Ciamis segera menggelar operasi pasar murah kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran 2014.

Sekitar 31.100 paket kebutuhan pokok yang sudah disubsidi pemerintah akan dijual ke masyarakat di 6 kota dan kabupaten di wilayah Priangan Timur.

Namun, dalam operasi pasar murah tersebut, tidak semua bahan kebutuhan pokok masyarakat disediakan. Hanya 3 komoditas dari 9 bahan pokok disediakan dalam operasi pasar murah itu, yakni beras jenis premium, gula pasir, dan minyak goreng kemasan.

Dikatakan Kepala Bulog Sub Divre III Ciamis Dindin Syamsudin, pelaksanaan operasi pasar murah ini akan digelar di 6 kota/kabupaten di Priangan Timur, yakni di Kabupaten Garut pada 23 Juli, Kota Tasikmalaya (21-22 Juli), Kabupaten Tasikmalaya (24 Juli), Kota Banjar (24-25 Juli), dan Kabupaten Pangandaran (22-23 Juli). Masing-masing paket kebutuhan pokok masyarakat tersebut, jumlahnya variatif setiap kota/kabupaten lainnya di Priangan Timur.

“Untuk wilayah Kabupaten Ciamis, operasi pasar murah ini akan digelar besok di Kecamatan Tambaksari, Rancah, dan Cisaga dengan jumlah paket untuk Kabupaten Ciamis sebanyak enam ribu paket,” ucap Dindin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/7/2014). (Ecep Sukirman/A-89)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/289598