Rabu, 21 Mei 2014

Bulog Lampung Pertama se-Sumatera Pengadaan Beras

Selasa, 20 Mei 2014

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Perum Bulog Divisi Regional Lampung melakukan pembelian beras petani dalam negeri khusus petani Lampung sampai saat ini telah mencapai sebesar 52.485 ton (45.64%) dari target pengadaan dalam negeri ((DN) 2014 sebesar 115.000 ton dengan harga Rp 6.600 per kilogram di pintu gudang bulog.

Kepala Perum Bulog Divre Lampung Djoni Nur Ashari H, didanpingi Humas Perum Bulog Divre Lampung Suzana mengungkapkan berdasarkan angka pencapaian pengadaan DN Perum Bulog Divre Lampung persentase pengadaan menempati urutan pertama se-Sumatera dan urutan keenam ditingkat nasional.

Ia menambahkan meskipun harga jual saat di pasaran mahal akan berpengaruh dalam pembelian di bulog, namun untuk dua bulan terakhir ini beras petani yang terserap cukup banyak dan tidak ada kendala. "Bulan April dan Mei merupakan panen raya bagi petani, jadi itu kesempatan kami untuk menyerap sebanyak mungkin," ujar dia, Selasa (20/5). ()

Program Jokowi-JK: Berdikari Tak Berarti Anti Impor

Selasa, 20 Mei 2014

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) sudah memiliki program serta visi misi untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Secara garis besar, kata Tjahjo, setiap keputusan politik pembangunan pemerintahan ke depan di bawah kepemimpinan Jokowi-JK tidak lepas dari implementasi trisaksi. "Prinsipnya berdaulat bidang politik, berdikari bidang ekonomi dan berkepribadian," ujar Tjahjo di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/5).

Nah, ketiga prinsip itulah yang dijabarkan ke dalam 9 butir program pemerintahan Jokowi-JK ke depan. Bicara pemahaman berdikari di bidang ekonomi, tidak berarti kepemimpinan Jokowi-JK anti impor maupun anti asing.

"Berdikari bidang ekonomi bukan berarti kita anti impor, anti asing, tidak. Sepanjang kita tak ada ya boleh impor. Seperti kedelai. Kalau daging kurang ya baru kita impor. Tapi jangan garam kita impor, jangan singkong diimpor, cabe juga impor. Itu pemahaman berdikari," jelas Anggota Komisi I DPR RI itu.

Nah, soal berdaulat bidang politik juga tidak berarti anti asing, anti globalisasi. Karena Indonesia tetap bagian dari dunia. Yang perlu digarisbawahi, kata Tjahjo, berdaulat bidang politik berarti Indonesia negara merdeka yang punya Undang-Undang Dasar serta landasan perjuangan.

"Saya kira intinya visi misi Pak Jokowi, setiap politik pembangunan mencermati kedaulatan pangan, kedaulatan energi, bagaimana memasukkan investor asing tanpa mengganggu sumber daya alam kita," jelas Tjahjo sembari mengatakan, visi-misi Jokowi-JK tersebut merupakan buah pikiran bersama.

"Dari Mega institute, kemudian diramu oleh sebuah tim yang mewakili seluruh perguruan tinggi, ada UGM, UI, Airlangga, ya tokoh-tokoh kita undang (nyumbang pikiran), bidang ekonomi ada Adiningsih, ada pengamat yang tidak mau disebutkan namanya, guru besar," bebernya.(fat/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2014/05/20/235582/Program-Jokowi-JK:-Berdikari-Tak-Berarti-Anti-Impor-#

Jelang Ramadhan, Bulog Pastikan Harga Beras Normal

Selasa, 20 Mei 2014

Medan-andalas Perusahaan Umum (Perum) Bulog Divre Sumatera Utara (Sumut) memastikan harga beras di pasaran Kota Medan normal jelang Ramadhan. Untuk menekan harga beras tersebut, Bulog menambah 20 ribu ton pada bulan  Juli kemarin dari persediaan yang ada sekitar 55 ribu ton saat ini.
Kepala Bulog Divre Sumut, Fasika Khaerul Zaman diwakili oleh Humas, Rudi Damanik mengatakan, persediaan beras di Sumut aman saat Ramadhan atau aman hingga 5 bulan kedepan. Saat ini stok mencapai 55 ribu ton dan bulan Juli akan ada penambahan sebanyak 20 ribu ton lagi dari Jawa Timur dan Sulewesi Selatan.
"Kalau dilihat data dari BPS, harga beras tidak menyababkan laju inflasi di Sumut. Kita prediksikan, mudah-mudahan di Ramadhan nantinya, harga beras tetap normal," ucapnya di Medan, Senin(19/5).
Diakuinya, di bulan puasa, kebutuhan akan bahan pokok terutama beras dan gula memang cenderung meningkat. Untuk itu, direncanakan, bila nanti harga beras melambung tinggi, Bulog sebagai stabilisator akan melakukan operasi pasar di pasar tradional Kota Medan.
"Jika harga tidak dapat dikendalikan lagi, operasi pasar akan kita lakukan. Namun, terlebih dahulu melakukan kordinasi dengan pemerintahan setempat," tuturnya.
Pantauan di lapangan, harga beras jenis ramos Rp12 ribu per kilogram, beras jenis kuku balam Rp10.500 per kilogram dan jenis IR64 sekitar Rp9.000 an per kilogram.
Menurut pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, pengendalian pasokan beras menjelang Ramadhan memang mutlak diperlukan. Konsumsi beras memang kerap mengalami peningkatan di saat perayaan keagamaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Sehingga pengendalian dari sisi persediaan (supply) sangat vital, mengingat kontribusi harga beras terhadap pembentukan inflasi sangat besar.
"Mendatangkan stok beras dari wilayah lain memang merupakan opsi lebih baik dibandingkan dengan mengimpor dari negara lain. Bukan dikarenakan hitung-hitungan biayanya, namun lebih kepada keberpihakan kepada para petani lokal. Kerap petani kita tidak diuntungkan dengan kebijakan impor beras guna melakukan stabilisasi harga beras domestik," katanya.
Menurutnya, untuk mengendalikan inflasi, pemerintah daerah dapat melakukan penyaluran raskin lebih cepat. Sehingga harga beras tidak akan mengalami kenaikan. Selain Bulog nantinya melakukan intervensi pasar guna mengendalikan harga beras.
“Potensi kenaikan laju inflasi tidak hanya terjadi pada harga beras. Harga kebutuhan pokok lainnya berpotensi melambung tinggi. Dan itu juga perlu di waspadai,” tandasnya.
Cara yang bisa dilakukan kata dia, adalah dengan menggunakan anggaran kas daerah untuk menumpuk barang saat ini, dan dijual di harga yang lebih murah disaat harga barang tersebut nantinya mengalami kenaikan. (SIONG)

http://harianandalas.com/kanal-ekonomi/jelang-ramadhan-bulog-pastikan-harga-beras-normal

Perum Bulog dan Kejati Lampung Teken MoU

Selasa, 20 Mei 2014

BANDARLAMPUNG - Untuk menangani permasalahan di bidang hukum, baik perdata maupun hukum tata usaha negara (TUN), Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Lampung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU), Rabu (14/5).
    Kesepakatan bersama ini ditandatangani langsung Kepala Perum Bulog Divre Lampung  Djoni Nur Ashari dan Kepala Kejati Lampung Momock Bambang Sumiarso, disaksikan wakil kepala Kejati Lampung, serta para asisten, pejabat, dan karyawan kejati maupun Perum Bulog. (nui)

http://www.radarlampung.co.id/read/metro-bisnis/69958-perum-bulog-dan-kejati-lampung-teken-mou

Selasa, 20 Mei 2014

Ini Tuntutan Petani untuk Capres Terpilih

Selasa, 20 Mei 2014

TEMPO.CO, Jakarta - Kedaulatan dan ketahanan pangan menjadi isu pokok yang dituntut oleh petani terhadap presiden dan wakil presiden yang baru. “Dasar tuntutan itu adalah liberalisasi pangan yang sudah berlebihan,” kata Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, pada Selasa, 20 Mei 2014.

Liberalisasi pangan yang dimaksud Henry Saragih adalah saat di mana keran impor terhadap komoditas pertanian terus meningkat tiap tahun. Indonesia, menurut data BPS tahun 2013, mengimpor sebanyak 472 ribu ton dari Vietnam, Thailand, India, Pakistan, dan Myanmar.

“Ini memprihatinkan mengingat Indonesia pernah memperoleh predikat swasembada beras,” katanya.

Henry menjelaskan volume impor beras yang tinggi mengindikasikan produktivitas yang menurun. Produktivitas ini, kata Henry, dipicu oleh penyempitan luas lahan pertanian, baik di desa maupun kota besar.

“Pemerintah terpilih harus berani untuk menegakkan reforma agraria melalui pendistribusian dan perluasan lahan bertani,” kata Henry. Tuntutan ini menjadi penting sebab selain untuk menjaga tingkat produktivitas, juga menjaga identitas Indonesia sebagai negara agraris.

Selain itu, Henry berharap pemerintah yang baru berani mengubah paradigma pertanian dari semula pertanian model kolonial yang mengandalkan ekspor-impor menjadi model ekologis yang mementingkan keberlanjutan pertanian. “Model ekologis ini penting karena membuat petani memikirkan kondisi lahannya, misalnya dengan penggunaan pupuk organik sehingga kesuburan lahannya relatif lebih lama dan produktivitasnya juga lebih meningkat,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Riyono, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia, yang meminta capres dan cawapres terpilih lebih berani mengimplementasikan program pertanian yang lebih riil dan operasional. “Jangan berhenti pada jargon kerakyatan di satu sisi, dan jargon kebangsaan di sisi lainnya. Agenda harus riil, misalnya mencetak satu juta petani entrepreneurship,” kata Riyono. Ia berharap dengan keberanian pemerintah baru untuk mengangkat bidang pertanian akan membuat sektor ini menjadi fondasi kebangkitan perekonomian nasional.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/20/269579017/Ini-Tuntutan-Petani-untuk-Capres-Terpilih

7.600 Ton Gula Impor Bulog Masuk Sumut

Selasa, 20 Mei 2014

Medan ( Berita ) :  Sebanyak 7.600 ton gula kristal putih impor asal Thailand jatah Bulog Sumatera Utara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri sudah  masuk ke Pelabuhan Belawan, Medan.

“Kapal MV Bangsrimuang sudah sandar di Pelabuhan Belawan 17 Mei lalu dan langsung dibongkar dengan perhitungan rampung pada 24 Mei,” kata Kepala Perum Bulog Divre Sumut Fasika Khaerul Zaman di Medan, Selasa [20/05].

Masuknya gula tersebut, maka Bulog berharap bisa ngatasi kelangkaan maupun kemungkinan terjadinya lonjakan harga gula itu di bulan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri “Namun walau gulanya sudah masuk, soal sistem pendistribusian dan harga jual gula itu belum bisa diinformasikan karena menunggu keputusan Pusat lebih lanju,” kata Fasika.

Dia menjelaskan bahwa penugasan Bulog untuk melakukan stabilisasi harga dengan pengadaan “buffer stock” itu berdasarkan Surat Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 04.PI-13.14.002 tanggal 01 April 2014, perihal Persetujuan Impor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 328.000 ton.

Dari 328.000 ton total jatah Bulog, untuk Divre Sumut direncanakan sebanyak 85.500 ton, katanya. “Setelah 7.600 ton yang masuk, diharapkan sisanya 77.900 ton akan segera datang meski dipastikan secara bertahap mengingat pasokan itu untuk hingga Juli 2015,” katanya.

Ketua Tim Ahli Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Difi A Johansyah, mengakui kemungkinan adanya kenaikan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dampak psikologis meningkatnya permintaan berbagai barang kebutuhan di pasar.

Oleh karena itu, kata dia, TIPD sudah dan terus melakukan berbagai upaya khususnya meningkatkan pasokan dan menjaga kelancaran distribusi barang di pasar. Pedagang sembilan bahan pokok di Pasar Inpres Titi Kuning, M. Yusuf, menyebutkan harga gula pasir di Medan masih stabil atau Rp12.000 per kilogram. “Tetapi biasanya harga sembako bergerak naik menjelang Puasa Ramadhan,” katanya. (ant )

http://beritasore.com/2014/05/20/7-600-ton-gula-impor-bulog-masuk-sumut/

Defisit Tujuh Pangan Strategis Bisa Capai US$ 13 M

Selasa, 20 Mei 2014

JAKARTA – Defisit perdagangan tujuh komoditas pangan strategis tahun ini bisa melonjak hingga dua kali lipat menjadi US$ 13,7 miliar dari tahun lalu yang hanya US$ 6,85 miliar. Ketujuh komoditas pangan tersebut adalah beras, gandum/meslin, jagung, kedelai, gula, sapi/daging sapi, dan susu/produk susu. Itu terjadi apabila pemerintah tidak segera mengatasi persoalan sentral di sektor pertanian/pangan, yakni keterbatasan lahan dan ketiadaan mekanisme stabilisasi harga.

Pada 2013, impor beras, gandum/meslin, jagung, kedelai, gula, sapi/daging sapi, dan susu/produk susu mencapai 13,61 juta ton senilai US$ 7,11 miliar dengan impor terbesar gandum/meslin 7,06 juta ton senilai US$ 2,65 miliar. Sedangkan total ekspor tujuh komoditas yang sama mencapai 717,54 ribu ton senilai US$ 242,28 juta dengan ekspor terbesar dari sisi nilai adalah susu/produk susu 50,63 ribu ton senilai US$ 92,55 juta. Dengan realisasi ekspor-impor itu, neraca perdagangan tujuh komoditas pangan strategis 2013 mengalami defisit sebesar 13,00 juta ton dengan nilai US$ 6,85 miliar.

Selama ini, Indonesia masih mengimpor beras dari Thailand, Vietnam, Tiongkok, Pakistan, dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan jagung diimpor antara lain dari Argentina, Brasil, Tiongkok, AS, dan India. Adapun impor kedelai di antaranya dari AS, Argentina, Malaysia, Kanada, dan Taiwan.

Demikian disampaikan Guru Besar Sosial Ekonomi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Mochammad Maksum Machfoedz dan Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah baru-baru ini untuk menanggapi peluang lonjakan defisit neraca perdagangan tujuh komoditas pangan strategis tahun ini.