Jumat, 07 Oktober 2016

800 Ton Beras di Gudang Bulog Lamajakka Pinrang Hilang

Kamis, 6 Oktober 2016

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE-Sebanyak 800 ton beras yang tersimpan di gudang Bulog Lamajakka, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, raib.
Menurut salah satu sumber di Bulog, stok beras nasional senilai Rp 6,1 miliar tersebut hilang secara bertahap dalam kurung waktu dua bulan, sejak Agustus hingga September 2016.
"Hilangnya beras dalam gudang ini bertahap hingga mencapai 800 ton,"katanya, Kamis (6/10/2016).
Hilangnya stok beras dari salah satu gudang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkapasitas 12 ribu tersebut mulai tercium Sub Divre II Bulog yang berada di Kota Parepare.
Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Wilayah II Parepare, Mahmud Arif Hentihu membenarkan masalah hilangnya beras tersebut.
Pihaknya pun tengah melakukan pemeriksaan internal untuk orang yang bertanggujawab masalah ini.
Ia menjelaskan, terungkapnya kehilangan stok beras berwal saat dilakukan pemeriksaan jumlah stok yang berada di gudang tersebut dan ditemukan adanya selisih kekurangan antara laporan online dan jumlah yang tersimpan dalam gudang.(*)

Bulog Bakal Dirikan 600 Kampung Bawang di Brebes

Kamis, 06 Oktober 2016


Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Brebes Jawa Tengah yang  selama ini memang dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah di Indonesia bakal memiliki kampung bawang yang tersebar di beberapa desa.

Kampung Bawang ini akan didirikan Bulog dengan menggandeng kemitraan bersama BUMN lain seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Mitra Kerja lainnya.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Regional Bulog Jateng Usep Karyana usai bersilaturahmi dengan Bupati Brebes Idza Priyanti di pendopo Bupati pada Rabu kemarin.

Usep menjelaskan, sebagai langkah awal akan didirikan 100 kampung bawang di daerah hilir. Dengan harapan bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani.

"Langkah kongkrit ini harus kita lakukan terus menerus untuk mengentaskan kemiskinan, khususnya di Brebes," kata Usep.

Ia menambahkan, pada kampung Bawang ini akan bersinergi dengan OJK dalam hal penyediaan dana."Berapapun kebutuhan petani akan disediakan yang tentunya setelah melalui tahapan verifikasi," imbuh dia.

Hal ini, kata dia, juga untuk mengantisipasi terjadinya penunggakan yang justru akan memberatkan petani karena ketidakpastian pengembalian pinjaman dana. "Kartu Petani, akan diterbitkan untuk menguatkan kelembagaan," jelas dia.

Program Kampung Bawang menjadi bagian dari Program Sinergi Aksi Untuk Ekonomi Rakyat (Psaer) yang dicanangkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Minimal, akan ada 600 Kampung Bawang di Brebes agar masyarakat mudah mendapatkan kebutuhan pokoknya. "Di kampung bawang ini tidak hanya bergelut di komoditas bawang saja, tetapi juga komoditas lainnya. Bisa garam, palawija, sembako dan lain lain," tutur dia.

Di kampung ini, lanjut dia, juga menjamin kepastian harga jual maupun beli sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

"Misalnya harga jual gula pasir Rp 14 ribu per kilogram, maka tidak akan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) karena Bulog terjun langsung," tandas dia.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti menyambut baik program Bulog untuk mendirikan Kampung Bawang di Brebes.

"Karena program ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat petani di Brebes. Dan Pemerintah Kabupaten Brebes sangat mendukung demi kemaslahatan masyarakat, khususnya petani Brebes," ucap Idza Priyanti.

Langkah teknis dan tindak lanjut dari ini, kata Idza, bisa melalui sinergi dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kantor Ketahanan Pangan dan pihak pihak terkait.

“Upaya keroyokan (sinergi) dalam suatu program akan lebih berhasil karena ibarat sapu lidi akan menjadi kuat dengan satu gerak langkah menuju kebaikan, termasuk dengan Kampung Bawang ini,” dia menambahkan. (Fajar Eko Nugroho)

Bareskrim Bekuk Pengoplos Beras Bulog dengan Curah

Kamis, 06 Oktober 2016

Jakarta - Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri menangkap pelaku penyalahgunaan distribusi beras cadangan milik pemerintah atau beras bersubsidi di gudang beras Cipinang, Rabu (5/10).

"Penangkapan bermula saat ada informasi penyimpangan distribusi beras subsidi yang didistribusikan ke wilayah Jawa Tengah. Setelah diselidiki ditemukan gudang beras di Blok T2 Cipinang dan gudang No. 35 Bulog Divre DKI Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara," kata Dir Tipideksus Brigjen Agung Setya, Kamis (6/10).

Disana polisi menemukan pelaku berinisial A sedang melakukan pengoplosan beras dengan cara mencampur beras bersubsidi dengan beras lokal. Ada 152 ton beras Bulog dan 10 ton beras curah merk Palm Mas dari Demak dan 10 ton beras yang sudah dicampur dan dioplos.

"Pelaku memperoleh beras subsidi secara Ilegal bekerjasama dengan pihak-pihak yang berada di gudang tempat menyimpan beras subsidi tersebut. Saat ini tim penyidik sedang memburu para pihak tersebut," lanjut Agung.

Beras Bulog tersebut seharusnya hanya diperuntukkan dalam kegiatan Operasi Pasar dalam rangka menstabilkan harga beras secara nasional.

Saat ini dua lokasi itu telah dipasang garis polisi (police line) guna proses penyidikan lebih lanjut.

Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 139 UU Pangan, Pasal 110 UU Perdagangan, Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen, dan pasal 3,4 dan 5 UU Pencucian Uang.

Farouk Arnaz/YUD

Kamis, 06 Oktober 2016

Gandeng OJK, Bulog Bangun Kampung Bawang di Brebes

Rabu, 05 Oktober 2016

Brebes, Telegram – Dengan menggendeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Urusan Logistik Jawa Tengah akan membangun “Kampung Bawang” di setiap desa di Kabupaten Brebes.

Kepala Divisi Regional Bulog Jateng Usep Karyana di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa langkah awal ini Bulog bersama OJK akan mendirikan 100 “kampung bawang” di setiap desa.

“Minimal, ada 600 kampung bawang yang akan kami bangun agar masyarakat mudah mendapatkan kebutuhan pokoknya. Kampung Bawang ini nantinya akan menjadi pusat kegiatan jual beli dan distribusi bawang merah serta komoditas lainnya,” katanya.

Pendirian “Kampung Bawang” itu, kata dia, akan disinergikan dengan OJK dalam hal penyediaan dana.

“Berapa pun kebutuhan petani akan disediakan yang tentunya setelah melalui tahapan verifikasi sebagai upaya mengantisipasi terjadinya penunggakan yang justru akan memberatkan mereka karena ketidakpastian pengembalian pinjaman dana,” katanya.

Menurut dia, program “Kampung Bawang” menjadi bagian dari program “Sinergi Aksi” untuk ekonomi rakyat yang dicanangkan oleh Presiden RI Jokowi.

Pada kampung bawang itu, menurut dia, tidak sekadar menyediakan bawang merah, tetapi juga komoditas lain, seperti garam, palawija, dan sembako.

“Kami menjamin harga jual maupun beli komoditas di Kampung Bawang ini akan disesuaikan dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Misalnya, harga jual gula pasir Rp14 ribu per kilogram maka tidak akan melebihi harga eceran tertinggi (HET),” katanya.

Bupati Brebes Idza Priyanti menyambut baik program bulog untuk mendirikan “Kampung Bawang” karena progam tersebut ditunggu masyarakat petani daerah setempat.

“Pemkab sangat mendukung demi kemaslahatan masyarakat, khususnya petani Brebes,” katanya.[ant/ham]

https://www.telegram.co.id/published/2016/10/05/gandeng-ojk-bulog-bangun-kampung-bawang-di-brebes/

Bulog telah jual 6.000 ton daging kerbau ke pasar

Rabu, 05 Oktober 2016


JAKARTA. Perum Bulog telah mulai merealisasikan impor daging kerbau dari India. Pada pekan pertama di Oktober 2016, BUMN Pangan ini telah mendatangkan 7.800 ton daging kerbau. Dari jumlah itu, sebanyak 6.000 ton telah terjual di pasar.

Dengan volume penjualan yang tinggi itu, Bulog optimistis, minat masyarakat terhadap daging kerbau akan meningkat dan menjadi alternatif di luar daging sapi segar.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Wahyu bilang, Bulog optimistis penjualan daging kerbau akan laris di pasaran. Untuk itu, proses pengadaan daging kerbau sebanyak 70.000 ton lagi akan dilakukan pada bulan Oktober ini. Diharapkan ini bisa menjadi stok daging di akhir tahun dan di awal tahun depan.

Bulog akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar berminat mengonsumsi daging beku. "Sebab tingkat higienis dan kesehatan daging ini sudah diperiksa sebelum sampai ke Indonesia," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (5/10).

Bulog menjual daging kerbau ini juga ke industri dan pedagang selain kepada konsumen langsung di pasaran. Harga jual daging kerbau eceran sebesar Rp 65.000 per kg, sementara itu penjualan secara grosir ke pedagang dijual seharga Rp 56.000 per kg.

http://m.kontan.co.id/news/bulog-telah-jual-6000-ton-daging-kerbau-ke-pasar

Irman Gusman Akui Ajukan Nama Istri Rekanan Bulog

RABU, 05 OKTOBER 2016

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap bekas Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, hari ini, Rabu, 5 Oktober 2016. Kali ini Irman diperiksa sebagai saksi untuk Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dalam perkara penambahan kuota impor gula.

Irman tiba di gedung KPK pukul 10.25 WIB. Memakai rompi oranye, Irman turun dari mobil tahanan dengan pengawalan. "Seperti yang saya katakan bahwa saya menelepon Bulog karena ada krisis gula di Sumatera Barat," kata Irman di KPK.

Irman diduga mempengaruhi Bulog agar menambah kuota gula impor di Sumatera Barat. Irman juga diduga menawarkan CV Semesta Berjaya untuk menjadi mitra Bulog dalam pendistribusian gula.

Irman tak membantah telah mengajukan Memi, istri Xaveriandy, untuk menjadi mitra Bulog. "Dia tanya, siapa mitranya. Yang saya kenal ya Memi, karena dia yang tahu soal krisis gula itu, soal kekurangan pasokan," ucapnya.

Menurut Irman, ia hanya melakukan kewajibannya sebagai wakil rakyat Sumatera Barat untuk membantu daerahnya yang mengalami krisis gula. Terbukti, ujar dia, setelah Bulog melakukan operasi pasar, harga gula di Sumatera Barat turun dari Rp 16 ribu menjadi Rp 14 ribu.

Selain menjadwalkan pemeriksaan Irman, hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri Irman, Liestyana Rizal Gusman. Sebelumnya, KPK pernah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Liestyana, tapi dia tak hadir karena sakit. Sama seperti Irman, ia juga diperiksa sebagai saksi untuk Xaveriandy.

Memi dan Xaveriandy pun menjalani pemeriksaan. Keduanya hari ini diperiksa sebagai tersangka.

MAYA AYU PUSPITASARI
https://m.tempo.co/read/news/2016/10/05/063809720/irman-gusman-akui-ajukan-nama-istri-rekanan-bulog

DPR: PMN Mampu Tingkatkan Kinerja BULOG di Sulawesi Selatan-Barat