Jumat, 4 September 2015
Rentetan kenaikan harga bahan pangan mewarnai perekonomian Indonesia tahun ini. Dimulai dari beras, cabai, bawang merah, daging sapi, sampai daging ayam. Banyak kalangan menyatakan penyebabnya adalah pasokan kurang. Banyak pula yang menyebut karena ulah para spekulan yang mengontrol harga dengan menimbun stok.
Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan harga pangan. Mulai dari operasi pasar (OP), memberikan izin impor daging sapi bagi Perum Bulog, berdialog dengan pelaku usaha, hingga melibatkan Polri dan TNI AD.
Sejumlah pedagang bermodal besar didatangi kalangan pemerintah dan polisi. Ada sejumlah pelaku usaha yang diperiksa polisi karena diduga menimbun sapi. Para pelaku usaha itu juga diminta melepas sapi ke pasar. Para pelaku usaha juga diminta menurunkan harga sesuai harga ideal.
Dalam rangka stabilisasi harga beras pada musim paceklik tahun ini, pemerintah mengerahkan aparat TNI AD dan Polri. Pemerintah meminta TNI bersama dinas pertanian setempat mendatangi petani penerima bantuan dan pengusaha penggilingan satu per satu. Mereka diminta menjual beras ke Perum Bulog. Tujuan utamanya, mengejar kekurangan target stok beras Bulog 2015. Stok beras Bulog per akhir Agustus 2015 sebanyak 1,4 juta ton. Pemerintah meminta Bulog mempunyai cadangan beras 2,5 juta ton.
Hal itu menunjukkan selama ini, pemerintah tidak mempunyai kendali tata niaga pangan. Tata niaga yang ada saat ini bergantung mekanisme pasar. Akibatnya petani tidak mempunyai akses langsung ke pasar. Rantai pasokan semakin panjang dan rawan terjadi spekulasi harga.
Pemerintah terbilang terlambat dalam perkuatan peran Bulog. Selama ini, Bulog tidak mempunyai stok komoditas pangan guna memengaruhi harga pasar yang bergejolak. Ketika tidak bisa lagi mengontrol harga pangan melalui OP dan menghadapi spekulan, pemerintah mengambil jalan pintas. Polri dan TNI AD dilibatkan.
Akankah langkah itu akan dilakukan terus setiap tahun? Itukah yang akan menjadi arah tata niaga pangan Indonesia ke depan? Persoalan mendasar pangan Indonesia adalah ketersediaan pasokan dan akurasi data produksi. Kerap kali terjadi ketidaksinkronan antara pasokan dan data produksi.
Selama ini, pemerintah juga tak mempunyai stok bahan pangan penting yang rawan bergejolak. Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia menyebutkan, 10 tahun terakhir, 61 persen stok beras dikuasai pedagang besar, Bulog hanya 5-9 persen. Pemerintah perlu mengembalikan peran Bulog sebagai penjaga stok pangan atau mempercepat pembentukan Badan Pangan Nasional.
Langkah itu perlu diperkuat dengan jaringan petani yang mampu menyuplai stok pangan pemerintah. Pasalnya, selama ini petani terjerat pengijon. Pemerintah juga perlu mendorong diversifikasi pangan berbasis potensi daerah. Program itu bisa dilanjutkan dan diperkuat dengan perdagangan antardaerah.
Pemerintah juga telah mempunyai Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Melalui regulasi itu, pemerintah memiliki wewenang menentukan harga 14 bahan pokok ketika harga bergejolak. Hingga kini, Kementerian Perdagangan belum merampungkan peraturan turunannya. Jika sudah selesai, efektivitas regulasi itu akan diuji. Kita tunggu saja, berhasil atau justru masih perlu campur tangan Polri dan TNI....
(HENDRIYO WIDI)
http://epaper1.kompas.com/kompas/books/150904kompas/#/17/
Jumat, 04 September 2015
Bulog Siap Beli di Atas HPP
Kamis, 3 September 2015
Untuk Beras Kualitas Premium
PASURUAN – Bulog Sub Divre Malang siap membeli beras kualitas premium milik petani. Bahkan, dengan harga di atas HPP (harga pokok pembelian). Cara ini dilakukan sebagai salah satu langkah menjalankan program ketahanan pangan.
Beberapa-pekerja-sedang-memasukkan-beras-ke-gudang-Bulog-Sub-Divre-Malang-di-Kejapanan,-Kabupaten-Pasuruan.
Sehingga, stok beras pun bisa dipenuhi secara maksimal. Arsyad, kepala Bulog Sub Divre Malang mengatakan, Bulog juga mengambil beras dengan kualitas premium. Sebab, beras itu nantinya tidak hanya digunakan untuk ketersediaan pangan.
Tapi, juga untuk kegiatan komersil atau dijual kembali. “Karena itu, beras yang kualitasnya bagus kami beli dengan harga di atas HPP. Sesuai dengan standar ku a litasnya. Kalau HPP Rp 7.300 per kilogram, kami beli di atas itu,” ungkapnya.
Arsyad mengatakan, program ini sudah dilakukan sejak Juni lalu. Petani atau penggilingan bisa menjual beras kualitas premium ke Bulog dengan harga sesuai pasar. Saat ini, harga beras premium mencapai Rp 8.700 – Rp 8.800 per kilo gram.
Ditambahkan Arsyad, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak untuk meningkatkan pasokan beras ke gudang Bulog. Di antaranya, dengan Disperindag, Dandim, sampai mengundang ke penggilingan padi.
Harapannya, petani dan penggilingan padi mau menyetorkan beras ke Bulog untuk stok di gudang Bulog. Saat ini, menurutnya, target stok beras sampai akhir tahun untuk Malang Raya yaitu 30 ribu ton. Dan, sampai kemarin, sudah tercapai 17 ribu ton atau sisa 13 ribu ton.
Kepala Bidang Perdagangan di Disperindag Kabupaten Pasuruan Daya Uji menjelaskan, memang ada komunikasi bahwa Bulog siap membeli beras petani kualitas premium dengan harga di atas HPP. “Bahkan, mencapai Rp 8.700 per kilogram dan dibayar tunai,” katanya.
Menurutnya, Bulog Divre Malang mempunyai empat gudang. Yaitu, di Malang, Batu, Gadingrejo, dan Kejapanan. Dengan sisa target 13 ribu ton sampai akhir tahun, paling tidak gudang Bulog Pasuruan membutuhkan sekitar 4 ribu ton beras sepanjang musim kemarau ini.
“Dari perhitungan luas areal dan kerja sama dengan penggilingan padi, kami optimis target tersebut bisa terpenuhi untuk gudang Pasuruan. Apalagi, jika kualitasnya bagus, Bulog siap membeli dengan harga di atas HPP dan dibayar tunai,” pungkasnya. (radar)
http://www.kabarbromoterkini.com/2015/09/03/bulog-siap-beli-di-atas-hpp/
Untuk Beras Kualitas Premium
PASURUAN – Bulog Sub Divre Malang siap membeli beras kualitas premium milik petani. Bahkan, dengan harga di atas HPP (harga pokok pembelian). Cara ini dilakukan sebagai salah satu langkah menjalankan program ketahanan pangan.
Beberapa-pekerja-sedang-memasukkan-beras-ke-gudang-Bulog-Sub-Divre-Malang-di-Kejapanan,-Kabupaten-Pasuruan.
Sehingga, stok beras pun bisa dipenuhi secara maksimal. Arsyad, kepala Bulog Sub Divre Malang mengatakan, Bulog juga mengambil beras dengan kualitas premium. Sebab, beras itu nantinya tidak hanya digunakan untuk ketersediaan pangan.
Tapi, juga untuk kegiatan komersil atau dijual kembali. “Karena itu, beras yang kualitasnya bagus kami beli dengan harga di atas HPP. Sesuai dengan standar ku a litasnya. Kalau HPP Rp 7.300 per kilogram, kami beli di atas itu,” ungkapnya.
Arsyad mengatakan, program ini sudah dilakukan sejak Juni lalu. Petani atau penggilingan bisa menjual beras kualitas premium ke Bulog dengan harga sesuai pasar. Saat ini, harga beras premium mencapai Rp 8.700 – Rp 8.800 per kilo gram.
Ditambahkan Arsyad, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak untuk meningkatkan pasokan beras ke gudang Bulog. Di antaranya, dengan Disperindag, Dandim, sampai mengundang ke penggilingan padi.
Harapannya, petani dan penggilingan padi mau menyetorkan beras ke Bulog untuk stok di gudang Bulog. Saat ini, menurutnya, target stok beras sampai akhir tahun untuk Malang Raya yaitu 30 ribu ton. Dan, sampai kemarin, sudah tercapai 17 ribu ton atau sisa 13 ribu ton.
Kepala Bidang Perdagangan di Disperindag Kabupaten Pasuruan Daya Uji menjelaskan, memang ada komunikasi bahwa Bulog siap membeli beras petani kualitas premium dengan harga di atas HPP. “Bahkan, mencapai Rp 8.700 per kilogram dan dibayar tunai,” katanya.
Menurutnya, Bulog Divre Malang mempunyai empat gudang. Yaitu, di Malang, Batu, Gadingrejo, dan Kejapanan. Dengan sisa target 13 ribu ton sampai akhir tahun, paling tidak gudang Bulog Pasuruan membutuhkan sekitar 4 ribu ton beras sepanjang musim kemarau ini.
“Dari perhitungan luas areal dan kerja sama dengan penggilingan padi, kami optimis target tersebut bisa terpenuhi untuk gudang Pasuruan. Apalagi, jika kualitasnya bagus, Bulog siap membeli dengan harga di atas HPP dan dibayar tunai,” pungkasnya. (radar)
http://www.kabarbromoterkini.com/2015/09/03/bulog-siap-beli-di-atas-hpp/
Kamis, 03 September 2015
Bulog: 2.390 Sapi Siap Potong Didatangkan dari Australia
Rabu, 2 September 2015
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perum Bulog mulai merealisasikan impor sapi siap potong untuk meredam kenaikan harga daging sapi. Untuk tahap pertama, Bulog mendatangkan sapi siap potong sebanyak 2.390 ekor yang diimpor dari Australia untuk tahap pertama.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Muladno Basar mengatakan, Bulog tadinya akan mendatangkan sekitar 8.000 ekor sapi hingga 11.000 ekor sapi tahap pertama. "Tapi dari data yang masuk ke saya hanya sebesar itu," ujar Muladno di Kantornya, Selasa (1/9/2015).
Rencananya, Bulog akan mengimpor sebanyak 50.000 ekor sapi siap potong sesuai dengan penugasan yang diberikan pemerintah.Tapi, kata Muladno, tugas impor itu belum tentu direalisasikan semuanya. Pasalnya, saat ini, Kemtan tengah merevisi permentan No.42 tahun 2015 tentang impor sapi.
Dalam revisi tersebut, Kemtan akan menghapus poin yang menginzikan impor sapi siap potong. Dampak dari kebijakan ini adalah Bulog tidak lagi memperpanjang kontrak atau membuat kontrak baru untuk mendatangkan sapi impor siap potong bila permentan tersebut telah terbit. (Noverius Laoli)
http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/09/02/bulog-2390-sapi-siap-potong-didatangkan-dari-australia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perum Bulog mulai merealisasikan impor sapi siap potong untuk meredam kenaikan harga daging sapi. Untuk tahap pertama, Bulog mendatangkan sapi siap potong sebanyak 2.390 ekor yang diimpor dari Australia untuk tahap pertama.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Muladno Basar mengatakan, Bulog tadinya akan mendatangkan sekitar 8.000 ekor sapi hingga 11.000 ekor sapi tahap pertama. "Tapi dari data yang masuk ke saya hanya sebesar itu," ujar Muladno di Kantornya, Selasa (1/9/2015).
Rencananya, Bulog akan mengimpor sebanyak 50.000 ekor sapi siap potong sesuai dengan penugasan yang diberikan pemerintah.Tapi, kata Muladno, tugas impor itu belum tentu direalisasikan semuanya. Pasalnya, saat ini, Kemtan tengah merevisi permentan No.42 tahun 2015 tentang impor sapi.
Dalam revisi tersebut, Kemtan akan menghapus poin yang menginzikan impor sapi siap potong. Dampak dari kebijakan ini adalah Bulog tidak lagi memperpanjang kontrak atau membuat kontrak baru untuk mendatangkan sapi impor siap potong bila permentan tersebut telah terbit. (Noverius Laoli)
http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/09/02/bulog-2390-sapi-siap-potong-didatangkan-dari-australia
Bulog Subdivre Surabaya Selatan Siap Sangga Kebutuhan Beras Nasional
Rabu, 2 September 2015
Metrotvnews.com, Jombang: Kemarau panjang tidak berpengaruh pada persediaan beras di gudang Bulog Subdivre Surabaya Selatan. Persediaan beras disebut cukup untuk kebutuhan 16 bulan ke depan, dan siap menjadi penyangga kebutuhan beras nasional.
Kepala Bulog Subdivre Surabaya Selatan Budi Ganefiantara mengaku tidak khawatir dengan pasokan beras selama musim kemarau. "Saat ini, yang ada di gudang Bulog Subdivre Surabaya Selatan sudah mencapai 43 ribu ton beras, dan cukup untuk kebutuhan di tiga Kota dan Kabupaten yang menjadi tanggung jawab kami," ujarnya kepada Metrotvnews.com, Rabu (2/8/2015).
Budi menambahkan, saat ini pihaknya justru diminta menjadi salah satu penyangga kebutuhan beras nasional yang mencapai 1,7 juta ton per tahun. Kebutuhan beras nasional meliputi Indonesia bagian barat, timur, dan Kalimantan akan menjadi prioritas.
"Dengan stok beras yang kita miliki saat ini, (Bulog) pusat sudah menginstruksikan kita untuk membagi dan menjadi penyangga kebutuhan beras nasional," imbuh Budi.
SAN
http://jatim.metrotvnews.com/read/2015/09/02/164910/bulog-subdivre-surabaya-selatan-siap-sangga-kebutuhan-beras-nasional
Metrotvnews.com, Jombang: Kemarau panjang tidak berpengaruh pada persediaan beras di gudang Bulog Subdivre Surabaya Selatan. Persediaan beras disebut cukup untuk kebutuhan 16 bulan ke depan, dan siap menjadi penyangga kebutuhan beras nasional.
Kepala Bulog Subdivre Surabaya Selatan Budi Ganefiantara mengaku tidak khawatir dengan pasokan beras selama musim kemarau. "Saat ini, yang ada di gudang Bulog Subdivre Surabaya Selatan sudah mencapai 43 ribu ton beras, dan cukup untuk kebutuhan di tiga Kota dan Kabupaten yang menjadi tanggung jawab kami," ujarnya kepada Metrotvnews.com, Rabu (2/8/2015).
Budi menambahkan, saat ini pihaknya justru diminta menjadi salah satu penyangga kebutuhan beras nasional yang mencapai 1,7 juta ton per tahun. Kebutuhan beras nasional meliputi Indonesia bagian barat, timur, dan Kalimantan akan menjadi prioritas.
"Dengan stok beras yang kita miliki saat ini, (Bulog) pusat sudah menginstruksikan kita untuk membagi dan menjadi penyangga kebutuhan beras nasional," imbuh Budi.
SAN
http://jatim.metrotvnews.com/read/2015/09/02/164910/bulog-subdivre-surabaya-selatan-siap-sangga-kebutuhan-beras-nasional
Rabu, 02 September 2015
Harga Beras Terus Naik
Rabu, 2 September 2015
JAYAPURA, KOMPASHarga beras di Kota Jayapura, Papua, terus meningkat dalam sebulan terakhir. Peningkatan harga mencapai hingga Rp 2.000 per kilogram.
Pantauan di Pasar Sentral Youtefa di Kecamatan Abepura, pada Selasa (1/9), beras lokal harganya Rp 12.000 per kilogram (kg). Sebelumnya, harga beras Rp 10.000 per kg. Sementara harga beras yang didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, Rp 14.000 per kg, padahal sebelumnya Rp 12.000.
Husniah, pedagang di Pasar Youtefa, mengatakan, para pedagang terpaksa menaikkan harga karena pihak distributor juga melakukan hal yang sama. "Kami tidak tahu alasan pihak distributor menaikkan harga beras. Harga satu karung beras seberat 25 kg naik dari Rp 300.000 menjadi Rp 320.000," kata Husniah.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Youtefa Muhammad Thamrim Ruddin mengatakan, dia belum mendapatkan laporan lengkap terkait kenaikan harga beras dari seluruh pedagang bahan pokok.
Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam dua minggu terakhir, harga beras lokal di dua pasar besar berkisar Rp 9.500-Rp 10.000. Pedagang menduga kenaikan harga dipicu aksi borong yang dilakukan oleh pedagang dari luar, terutama Jawa Timur.
Terkait dengan naiknya harga beras dan gabah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Babel) membuat nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) dengan petani untuk tetap menyerap gabah hasil penen. Perjanjian ini dibuat dengan gabungan kelompok tani di enam kabupaten di Sumsel.
Kepala Bulog Sumsel dan Babel Miftahul Adha mengatakan, enam kabupaten itu merupakan sentra-sentra penghasil padi di Sumsel, yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musirawas, Ogan Komering Ulu Timur, dan Lahat. "Isi MOU ini adalah seluruh hasil panen petani dijual ke Bulog, baik panen saat ini maupun panen akhir tahun," katanya.
Menurut Miftahul, kesepahaman dengan petani yang baru pertama kali dilakukan ini merupakan upaya agar petani juga berkomitmen menjual hasil panen ke negara. Kendati saat ini harga gabah tengah naik, Bulog siap membeli dari petani dengan harga pasaran. Di Sumsel, saat ini, harga gabah kering panen di tingkat petani berkisar Rp 4.300 hingga Rp 4.400 per kg.
Serapan Bulog Divre Sumsel dan Babel baru sekitar 98.000 ton beras dari target tahun ini sebanyak 242.000 ton.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menilai, kenaikan harga beras di daerahnya akibat stok beras terbatas. Pemerintah berupaya mengendalikan harga dengan memasok beras impor ke Aceh melalui Sumatera Utara. Akan tetapi, karena nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS, harga beras impor itu pun naik di pasaran. Demikian dikatakan _Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Darmansyah.
(VDL/FLO/SIR/IRE/DRI)
http://print.kompas.com/baca/KOMPAS_ART0000000000000000015996691.aspx
JAYAPURA, KOMPASHarga beras di Kota Jayapura, Papua, terus meningkat dalam sebulan terakhir. Peningkatan harga mencapai hingga Rp 2.000 per kilogram.
Pantauan di Pasar Sentral Youtefa di Kecamatan Abepura, pada Selasa (1/9), beras lokal harganya Rp 12.000 per kilogram (kg). Sebelumnya, harga beras Rp 10.000 per kg. Sementara harga beras yang didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, Rp 14.000 per kg, padahal sebelumnya Rp 12.000.
Husniah, pedagang di Pasar Youtefa, mengatakan, para pedagang terpaksa menaikkan harga karena pihak distributor juga melakukan hal yang sama. "Kami tidak tahu alasan pihak distributor menaikkan harga beras. Harga satu karung beras seberat 25 kg naik dari Rp 300.000 menjadi Rp 320.000," kata Husniah.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Youtefa Muhammad Thamrim Ruddin mengatakan, dia belum mendapatkan laporan lengkap terkait kenaikan harga beras dari seluruh pedagang bahan pokok.
Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam dua minggu terakhir, harga beras lokal di dua pasar besar berkisar Rp 9.500-Rp 10.000. Pedagang menduga kenaikan harga dipicu aksi borong yang dilakukan oleh pedagang dari luar, terutama Jawa Timur.
Terkait dengan naiknya harga beras dan gabah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Babel) membuat nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) dengan petani untuk tetap menyerap gabah hasil penen. Perjanjian ini dibuat dengan gabungan kelompok tani di enam kabupaten di Sumsel.
Kepala Bulog Sumsel dan Babel Miftahul Adha mengatakan, enam kabupaten itu merupakan sentra-sentra penghasil padi di Sumsel, yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musirawas, Ogan Komering Ulu Timur, dan Lahat. "Isi MOU ini adalah seluruh hasil panen petani dijual ke Bulog, baik panen saat ini maupun panen akhir tahun," katanya.
Menurut Miftahul, kesepahaman dengan petani yang baru pertama kali dilakukan ini merupakan upaya agar petani juga berkomitmen menjual hasil panen ke negara. Kendati saat ini harga gabah tengah naik, Bulog siap membeli dari petani dengan harga pasaran. Di Sumsel, saat ini, harga gabah kering panen di tingkat petani berkisar Rp 4.300 hingga Rp 4.400 per kg.
Serapan Bulog Divre Sumsel dan Babel baru sekitar 98.000 ton beras dari target tahun ini sebanyak 242.000 ton.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menilai, kenaikan harga beras di daerahnya akibat stok beras terbatas. Pemerintah berupaya mengendalikan harga dengan memasok beras impor ke Aceh melalui Sumatera Utara. Akan tetapi, karena nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS, harga beras impor itu pun naik di pasaran. Demikian dikatakan _Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Darmansyah.
(VDL/FLO/SIR/IRE/DRI)
http://print.kompas.com/baca/KOMPAS_ART0000000000000000015996691.aspx
Importir Swasta Protes Bulog Bakal Dapat Izin Impor Daging Beku
Selasa, 01 September 2015
Jakarta -Pelaku importir daging beku swasta mempertanyakan keputusan pemerintah berencana menugaskan Bulog mengimpor hingga 10.000 ton daging sapi beku.
Menurut importir, daging sapi hanya bisa diimpor untuk keperluan horeka atau hotel, restoran, dan katering. Selain itu, daging beku tidak bisa dijual bebas ke pasar umum seperti rencana Bulog untuk operasi pasar.
"Izin daging dikasih penugasan impor ke Bulog alasannya apa? daging itu yang impor hanya boleh dijual ke horeka. Tidak boleh dijual di pasar-pasar," tanya Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (APIDI) Thomas Sembiring, ditemui usai rapat dengan komisi IV DPR, Selasa (1/9/2015).
Thomas justru mempertanyakan langkah pemerintah yang dinilainya akan melanggar aturan seperti tertera dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 139 tahun 2014 tentang pemasukan karkas daging, dan/atau olahannya ke dalam wilayah Indonesia.
"Itu kan malah melanggar aturan. Ada Permentan Nomor 139 impor daging hanya untuk horeka dan industri pengolahan. Impor secondary cut kan dilarang. Tapi pemerintah malah bilang, kalau perlu boleh. Ada something wrong," ujar Thomas.
Ia menilai alasan pemerintah mengambil langkah menugaskan Bulog mengimpor daging sapi beku untuk stabilisasi harga, bukan menyelesaikan masalah.
"Kalau alasannya untuk stabilisasi harga, lepas aja semua siapa mau impor bebaskan saja, bukan melalui Bulog. Selama ini yang menjalankan siapa? kan importir. Pemerintah ini malah mau melanggar," imbuhnya.
Thomas juga mengkritik rencana pemerintah mengimpor sapi siap potong melalui Perum Bulog. "Itu juga ada ketentuan harus digemukkan minimal 4 bulan. Kalau Permentan ya memang setiap hari pun bisa diubah," jelasnya.
Lonjakan harga, menurut Thomas tidak bisa diatasi hanya dengan impor daging sapi oleh pemerintah. "Kalau mau stabilisasi harga, kenapa nggak lepas aja lagi boleh impor secondary cut. Jual ke pasar umum. Tentu bukan itu yang kita mau. Pemerintah lihat dulu kita (importir), mampu nggak stabilkan harga. Kalau ngga mampu, baru suruh Bulog. Masih mampulah kita," tuturnya.
Thomas membandingkan, harga daging sapi di pasaran tahun lalu tidak banyak gejolak karena suplai cukup. "Kan 2014 ngga banyak gejolak harga karena supply-nya cukup. Sekarang katanya stok dalam negeri cukup. Tapi tahu-tahu BUMN suruh impor sapi potong bahkan daging. Ini kan ada something wrong," katanya.
Namun menurut Thomas, Aspidi belum memberikan sikapnya mengenai rencana impor daging sapi oleh pemerintah melalui penugasan ke Bulog. "Nanti berunding dulu kita. Belum keluar kan ijin impor daging dari Kemendag. Baru rekomendasi dari Kementan. Tunggu dulu lah izin dari perdagangan. Siapa tau besok berubah lagi," ujar Thomas.
Terkait swasembada daging, Thomas melihat Pemerintah terlalu berambisi swasembada daging segera. Namun kebijakan yang disusun belum pas.
"Pemerintah ambisi segera swasembada daging. Pernah mencanangkan swasembada daging 2014. Tidak tercapai lalu alasan salah data. Kalau cuma mau swasembada kan pangkas saja impornya besar-besaran. Swasembada kan impor hanya 10%. Tapi bukan itu yang diinginkan," tambahnya.
http://finance.detik.com/read/2015/09/01/190351/3007286/4/1/importir-swasta-protes-bulog-bakal-dapat-izin-impor-daging-beku
Jakarta -Pelaku importir daging beku swasta mempertanyakan keputusan pemerintah berencana menugaskan Bulog mengimpor hingga 10.000 ton daging sapi beku.
Menurut importir, daging sapi hanya bisa diimpor untuk keperluan horeka atau hotel, restoran, dan katering. Selain itu, daging beku tidak bisa dijual bebas ke pasar umum seperti rencana Bulog untuk operasi pasar.
"Izin daging dikasih penugasan impor ke Bulog alasannya apa? daging itu yang impor hanya boleh dijual ke horeka. Tidak boleh dijual di pasar-pasar," tanya Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (APIDI) Thomas Sembiring, ditemui usai rapat dengan komisi IV DPR, Selasa (1/9/2015).
Thomas justru mempertanyakan langkah pemerintah yang dinilainya akan melanggar aturan seperti tertera dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 139 tahun 2014 tentang pemasukan karkas daging, dan/atau olahannya ke dalam wilayah Indonesia.
"Itu kan malah melanggar aturan. Ada Permentan Nomor 139 impor daging hanya untuk horeka dan industri pengolahan. Impor secondary cut kan dilarang. Tapi pemerintah malah bilang, kalau perlu boleh. Ada something wrong," ujar Thomas.
Ia menilai alasan pemerintah mengambil langkah menugaskan Bulog mengimpor daging sapi beku untuk stabilisasi harga, bukan menyelesaikan masalah.
"Kalau alasannya untuk stabilisasi harga, lepas aja semua siapa mau impor bebaskan saja, bukan melalui Bulog. Selama ini yang menjalankan siapa? kan importir. Pemerintah ini malah mau melanggar," imbuhnya.
Thomas juga mengkritik rencana pemerintah mengimpor sapi siap potong melalui Perum Bulog. "Itu juga ada ketentuan harus digemukkan minimal 4 bulan. Kalau Permentan ya memang setiap hari pun bisa diubah," jelasnya.
Lonjakan harga, menurut Thomas tidak bisa diatasi hanya dengan impor daging sapi oleh pemerintah. "Kalau mau stabilisasi harga, kenapa nggak lepas aja lagi boleh impor secondary cut. Jual ke pasar umum. Tentu bukan itu yang kita mau. Pemerintah lihat dulu kita (importir), mampu nggak stabilkan harga. Kalau ngga mampu, baru suruh Bulog. Masih mampulah kita," tuturnya.
Thomas membandingkan, harga daging sapi di pasaran tahun lalu tidak banyak gejolak karena suplai cukup. "Kan 2014 ngga banyak gejolak harga karena supply-nya cukup. Sekarang katanya stok dalam negeri cukup. Tapi tahu-tahu BUMN suruh impor sapi potong bahkan daging. Ini kan ada something wrong," katanya.
Namun menurut Thomas, Aspidi belum memberikan sikapnya mengenai rencana impor daging sapi oleh pemerintah melalui penugasan ke Bulog. "Nanti berunding dulu kita. Belum keluar kan ijin impor daging dari Kemendag. Baru rekomendasi dari Kementan. Tunggu dulu lah izin dari perdagangan. Siapa tau besok berubah lagi," ujar Thomas.
Terkait swasembada daging, Thomas melihat Pemerintah terlalu berambisi swasembada daging segera. Namun kebijakan yang disusun belum pas.
"Pemerintah ambisi segera swasembada daging. Pernah mencanangkan swasembada daging 2014. Tidak tercapai lalu alasan salah data. Kalau cuma mau swasembada kan pangkas saja impornya besar-besaran. Swasembada kan impor hanya 10%. Tapi bukan itu yang diinginkan," tambahnya.
http://finance.detik.com/read/2015/09/01/190351/3007286/4/1/importir-swasta-protes-bulog-bakal-dapat-izin-impor-daging-beku
Selasa, 01 September 2015
Semester I/2015, Bulog Bukukan Keuntungan Rp889 Miliar
Selasa, 1 September 2015
Bisnis.com, JAKARTA Bertopang pada efisiensi pengeluaran dan pengawasan ketatcashflow,unaudited)sepanjang semester pertama tahun ini, naik 118,90% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Perum Bulog Iryanto Hutagaol mengatakan pada semester pertama tahun ini, secara spesifik kenaikan keuntungan Perum Bulog yaitu Rp483,25 miliar dari semester pertama tahun lalu.
Jadi ada hal-hal besar yang menjadi strategi kami dalam mengelola keuangan yaitu mengawasi ketat biaya operasional dan biaya angkutan sehingga pengeluaran berkualitas. Struktur keuangan diperbaiki, dan menekan utang sehingga menghemat biaya bunga, jelas Iryanto di Jakarta, Senin (31/8/2015).
Iryanto menyampaikan strategi efisiensi telah menjadi strategi utama lembaga stabilisator harga tersebut sejak dia menduduki kursi Dirkeu pada Desember 2014 lalu. Saat itu, kas Perum Bulog sempat berada di posisi minus.
Secara detil, upaya efisiensi yang dilakukan Bulog untuk menjagacashflowsehat misalnya menekan biaya angkut. Sebelumnya, aktivitas pengangkutan barang lumayan longgar, namun saat ini lebih tertata. Menurut Iryanto, pengetatan pengeluaran dapat memberi ruang pada perbaikancashflowsecara menyeluruh.
Selain pada aspek pengeluaran, pengawasan aset juga lebih ketat. Jika dirata-ratakan, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, tingkat efisiensi semester ini itu saya katakan 30% lebih baik dibanding tahun lalu. Memang harus dilihat secara utuh, tapi kalauJune to Junekita cukup signifikan, niaya lebih kecil tapi operasinya lebih baik, jelas Iryanto.
Adapun, pendapatan utama Bulog masih berasal dari penjualan. Iryanto menyampaikan penataancashflowmenjadi hal yang mutlak harus dilakukan karena Perum Bulog telah dijejalkan bertubi-tubi tugas dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dalam tiga bulan terakhir kerap meminta Bulog untuk menyerap produksi petani untuk dijual di pasar-pasar ibu kota.
Adapun, saat ini posisi modal Perum Bulog yaitu Rp4,6 triliun yang terdiri atas Rp3,75 triliun modal pada awal tahun dan tambahan Rp889 miliar. Target omzet tahun ini yang tecantum pada RKAP yaitu Rp31,9 triliun.
Di semester kedua tahun ini, Iryanto mengatakan Perum Bulog akan mulai mengelola keuangan dari bisnis daging. Seperti diketahui, belum lama ini Bulog mendapat penugasan dari KemenBUMN untuk mengimpor sapi bakalan.
Selain itu, Iryanto mengatakan Bulog pun akan mulai menggenjot pembangunan infrastruktur, dengan alokasi dana sebesar Rp350 miliar untuk 6 bulan ke depan. Dana itu akan digunakan untuk pembangunan gudang baru dan penyediaan alat-alat pascapanen.
Ada kurang lebih 10 gudang yang akan dibangun. Tahun depan kami investasi Rp2 triliun untuk peremajaan dan modernisasi penggilingan dan pembangunancold storage,jelas Iryanto.
http://industri.bisnis.com/read/20150901/99/467580/semester-i2015-bulog-bukukan-keuntungan-rp889-miliar
Bisnis.com, JAKARTA Bertopang pada efisiensi pengeluaran dan pengawasan ketatcashflow,unaudited)sepanjang semester pertama tahun ini, naik 118,90% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Perum Bulog Iryanto Hutagaol mengatakan pada semester pertama tahun ini, secara spesifik kenaikan keuntungan Perum Bulog yaitu Rp483,25 miliar dari semester pertama tahun lalu.
Jadi ada hal-hal besar yang menjadi strategi kami dalam mengelola keuangan yaitu mengawasi ketat biaya operasional dan biaya angkutan sehingga pengeluaran berkualitas. Struktur keuangan diperbaiki, dan menekan utang sehingga menghemat biaya bunga, jelas Iryanto di Jakarta, Senin (31/8/2015).
Iryanto menyampaikan strategi efisiensi telah menjadi strategi utama lembaga stabilisator harga tersebut sejak dia menduduki kursi Dirkeu pada Desember 2014 lalu. Saat itu, kas Perum Bulog sempat berada di posisi minus.
Secara detil, upaya efisiensi yang dilakukan Bulog untuk menjagacashflowsehat misalnya menekan biaya angkut. Sebelumnya, aktivitas pengangkutan barang lumayan longgar, namun saat ini lebih tertata. Menurut Iryanto, pengetatan pengeluaran dapat memberi ruang pada perbaikancashflowsecara menyeluruh.
Selain pada aspek pengeluaran, pengawasan aset juga lebih ketat. Jika dirata-ratakan, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, tingkat efisiensi semester ini itu saya katakan 30% lebih baik dibanding tahun lalu. Memang harus dilihat secara utuh, tapi kalauJune to Junekita cukup signifikan, niaya lebih kecil tapi operasinya lebih baik, jelas Iryanto.
Adapun, pendapatan utama Bulog masih berasal dari penjualan. Iryanto menyampaikan penataancashflowmenjadi hal yang mutlak harus dilakukan karena Perum Bulog telah dijejalkan bertubi-tubi tugas dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dalam tiga bulan terakhir kerap meminta Bulog untuk menyerap produksi petani untuk dijual di pasar-pasar ibu kota.
Adapun, saat ini posisi modal Perum Bulog yaitu Rp4,6 triliun yang terdiri atas Rp3,75 triliun modal pada awal tahun dan tambahan Rp889 miliar. Target omzet tahun ini yang tecantum pada RKAP yaitu Rp31,9 triliun.
Di semester kedua tahun ini, Iryanto mengatakan Perum Bulog akan mulai mengelola keuangan dari bisnis daging. Seperti diketahui, belum lama ini Bulog mendapat penugasan dari KemenBUMN untuk mengimpor sapi bakalan.
Selain itu, Iryanto mengatakan Bulog pun akan mulai menggenjot pembangunan infrastruktur, dengan alokasi dana sebesar Rp350 miliar untuk 6 bulan ke depan. Dana itu akan digunakan untuk pembangunan gudang baru dan penyediaan alat-alat pascapanen.
Ada kurang lebih 10 gudang yang akan dibangun. Tahun depan kami investasi Rp2 triliun untuk peremajaan dan modernisasi penggilingan dan pembangunancold storage,jelas Iryanto.
http://industri.bisnis.com/read/20150901/99/467580/semester-i2015-bulog-bukukan-keuntungan-rp889-miliar
Langganan:
Postingan (Atom)