Kamis, 19 Februari 2015
Harga Beras Naik, Bulog Harus Evaluasi Sistem Distribusi Beras
Rabu, 18 Februari 2015
Harga beras Bulog haruslah sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,
JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sistem distribusi bulog yang dilakukan dengan tiga jenis dinilai harus dievaluasi. Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan, banyak terjadi masalah dalam sistem distribusi khususnya beras. Dirinya menemukan bahwa ada fakta kecurangan yang terjadi di beberapa gudang beras, beras bulog banyak dioplos dan kemudian dikirim ke luar kota untuk meningkatkan harga jual.
"Sebenarnya distribusi Bulog itu ada tiga. melalui PD pasar jaya, food station dan satgas. setelah melihat dan evaluasi yang ada sekarang. ternyata yang sekarang ini melalui food station tidak bisa membantu menekan harga beras oleh karena itu satgas yang bergerak, di Jakarta banyak operasi yang digelar satgas-satgas tersebut agar langsung diterima oleh masyarakat," tuturnya di Jakarta, Selasa (17/2).
Menurutnya, satgas melalui operasi pasar lebih dapat menyasar masyarakat dan berperan menstabilkan harga beras. Harga beras Bulog haruslah sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah, praktek yang banyak terjadi sekarang ini adalah beras bulog dicampur dengan beras lain kemudian di jual ke luar daerah. Ini jelas merugikan masyarakat, oleh karena itu Rahmat menghimbau Dirut Bulog Lenny Sugihat untuk memperbaiki sistem distribusi.
Rahmat mempertanyakan penaikan harga beras yang terjadi padahal stok beras melimpah. Ia mengatakan salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memperbaiki sitem distribusi atau sistem penyalurannya, "Masalah beras jadi isu besar, karena permainan para pedagang sehingga harga beras menjadi naik," tuturnya.
Penulis : Andi Dwijayanto
Editor : Vicky Anggriawan
Harga beras Bulog haruslah sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,
JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sistem distribusi bulog yang dilakukan dengan tiga jenis dinilai harus dievaluasi. Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan, banyak terjadi masalah dalam sistem distribusi khususnya beras. Dirinya menemukan bahwa ada fakta kecurangan yang terjadi di beberapa gudang beras, beras bulog banyak dioplos dan kemudian dikirim ke luar kota untuk meningkatkan harga jual.
"Sebenarnya distribusi Bulog itu ada tiga. melalui PD pasar jaya, food station dan satgas. setelah melihat dan evaluasi yang ada sekarang. ternyata yang sekarang ini melalui food station tidak bisa membantu menekan harga beras oleh karena itu satgas yang bergerak, di Jakarta banyak operasi yang digelar satgas-satgas tersebut agar langsung diterima oleh masyarakat," tuturnya di Jakarta, Selasa (17/2).
Menurutnya, satgas melalui operasi pasar lebih dapat menyasar masyarakat dan berperan menstabilkan harga beras. Harga beras Bulog haruslah sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah, praktek yang banyak terjadi sekarang ini adalah beras bulog dicampur dengan beras lain kemudian di jual ke luar daerah. Ini jelas merugikan masyarakat, oleh karena itu Rahmat menghimbau Dirut Bulog Lenny Sugihat untuk memperbaiki sistem distribusi.
Rahmat mempertanyakan penaikan harga beras yang terjadi padahal stok beras melimpah. Ia mengatakan salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memperbaiki sitem distribusi atau sistem penyalurannya, "Masalah beras jadi isu besar, karena permainan para pedagang sehingga harga beras menjadi naik," tuturnya.
Penulis : Andi Dwijayanto
Editor : Vicky Anggriawan
Rabu, 18 Februari 2015
Komisi IV Minta Bulog Perbaiki Kualitas Raskin
Selasa, 17 Februari 2015
Di Lampung masih ada raskin yang jelek sekali kualitasnya
JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam urusan penyaluran beras miskin (Raskin), Badan Urusan Logistik (Bulog) diminta segera memperbaiki kualitas berasnya. Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengungkapkan, di Lampung masih ada beras raskin yang berkualitas sangat buruk.
"Di lampung masih ada raskin yang jelek sekali kualitasnya, beras yang sudah ada kutunya dibagikan. Saya bawa akhirnya ke Dirut Bulog yang lama, saya suruh masak di rumah itu beras," ungkap Akmal kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/2).
Selain dari segi kualitasnya, Akmal mengatakan, banyak DPRD yang tidak mau terbuka perihal angka kemiskinan yang ada di daerahnya. Sehingga, raskin pun dibagikan kepada masyarakat yang mampu.
Selain itu Akmal juga mengungkapkan, banyak gudang-gudang penyimpanan Bulog yang digunakan tidak semestinya. Misalnya saja, gudang Bulog di wilayah Lampung, Palembang dan Bangka Belitung.
"Waktu di Lampung, kami komisi 4 pernah cek gudang. Dibilang sama Bulog sana kalau gudang tersebut kosong, padahal isinya itu beras yang sudah ada kutunya. Di Palembang, gudang Bulog disewakan jadi lapangan futsal. Lebih parah lagi, di Bangka Belitung, gudang Bulog disewakan untuk air mineral," jelas Akmal.
Akmal pun mengkhawatirkan, adanya mafia pangan di tubuh Bulog. Untuk itu, Akmal meminta, kepada Direktur Utama Bulog yang baru untuk segera menemukan dan memberantas mafia pangan tersebut.
"Ada mafia itu disana, contohnya beli murah ke petani, terus ditahan oleh cukong. Lalu pemerintah kita tinggal impor lagi deh, dimana untung adanya Bulog coba. Kita harus berantas mafia pangan itu," tegas Akmal.
Penulis : Deni Muhtarudin
Editor : Vicky Anggriawan
http://www.jitunews.com/read/9443/komisi-iv-minta-bulog-perbaiki-kualitas-raskin#axzz3S3HQb8Zv
Di Lampung masih ada raskin yang jelek sekali kualitasnya
JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam urusan penyaluran beras miskin (Raskin), Badan Urusan Logistik (Bulog) diminta segera memperbaiki kualitas berasnya. Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengungkapkan, di Lampung masih ada beras raskin yang berkualitas sangat buruk.
"Di lampung masih ada raskin yang jelek sekali kualitasnya, beras yang sudah ada kutunya dibagikan. Saya bawa akhirnya ke Dirut Bulog yang lama, saya suruh masak di rumah itu beras," ungkap Akmal kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/2).
Selain dari segi kualitasnya, Akmal mengatakan, banyak DPRD yang tidak mau terbuka perihal angka kemiskinan yang ada di daerahnya. Sehingga, raskin pun dibagikan kepada masyarakat yang mampu.
Selain itu Akmal juga mengungkapkan, banyak gudang-gudang penyimpanan Bulog yang digunakan tidak semestinya. Misalnya saja, gudang Bulog di wilayah Lampung, Palembang dan Bangka Belitung.
"Waktu di Lampung, kami komisi 4 pernah cek gudang. Dibilang sama Bulog sana kalau gudang tersebut kosong, padahal isinya itu beras yang sudah ada kutunya. Di Palembang, gudang Bulog disewakan jadi lapangan futsal. Lebih parah lagi, di Bangka Belitung, gudang Bulog disewakan untuk air mineral," jelas Akmal.
Akmal pun mengkhawatirkan, adanya mafia pangan di tubuh Bulog. Untuk itu, Akmal meminta, kepada Direktur Utama Bulog yang baru untuk segera menemukan dan memberantas mafia pangan tersebut.
"Ada mafia itu disana, contohnya beli murah ke petani, terus ditahan oleh cukong. Lalu pemerintah kita tinggal impor lagi deh, dimana untung adanya Bulog coba. Kita harus berantas mafia pangan itu," tegas Akmal.
Penulis : Deni Muhtarudin
Editor : Vicky Anggriawan
http://www.jitunews.com/read/9443/komisi-iv-minta-bulog-perbaiki-kualitas-raskin#axzz3S3HQb8Zv
Menteri Perdagangan Minta Bulog Berantas Mafia Beras
Selasa, 17 Februari 2015
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menduga banyak pengusaha nakal yang mengatur harga beras layaknya jaringan mafia di Indonesia. Untuk itu, Rachmat mengaku sudah memerintahkan Perum Bulog untuk mengevaluasi sistem distribusi beras nasional guna mempersempit gerak para mafia tersebut.
“Setelah melihat dan mengevaluasi, ternyata distribusi yang melewati food station tidak bisa membantu upaya menekan harga beras. Oleh karena itu akan dilakukan oleh satgas agar bisa langsung diterima masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/2).
Lebih lanjut, Rachmat menyatakan langkah satgas tersebut telah dilakukan per 16 Februari 2015.
Nantinya, masyarakat bisa langsung menerima beras dengan harga yang sebenarnya. Menurutnya, sistem distribusi yang selama ini disalurkan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) melalui food station tidak sampai ke masyarakat.
Dia mengaku beberapa kali mendatangi dan mendapatkan gudang yang memiliki beras Bulog untuk dioplos lalu dikirim di luar kota, bukan untuk konsumen di Jakarta.
“Saya juga dapat informasi ada beberapa tempat yang sama. Saya minta Kepala Bulog mengevaluasi sistem distribusi. Itu yang menciptakan kenapa ada harga yang tinggi sekarang ini,” jelasnya.
Dia menjelaskan, beras yang ada di Bulog diperuntukkan bagi masyarakat dengan harga yang sudah ditetapkan. Pemerintah menurutnya bisa saja memperluas wilayah operasi pasar sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa membeli beras Bulog.
“Nanti bisa saja kami perluas jangkauan operasi pasar. Tidak hanya di Jabodetabek saja. Yang penting jangan sampai ada permainan harga oleh mafia beras,” ujarnya.
(gen)
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150217124038-92-32745/menteri-perdagangan-minta-bulog-berantas-mafia-beras/
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menduga banyak pengusaha nakal yang mengatur harga beras layaknya jaringan mafia di Indonesia. Untuk itu, Rachmat mengaku sudah memerintahkan Perum Bulog untuk mengevaluasi sistem distribusi beras nasional guna mempersempit gerak para mafia tersebut.
“Setelah melihat dan mengevaluasi, ternyata distribusi yang melewati food station tidak bisa membantu upaya menekan harga beras. Oleh karena itu akan dilakukan oleh satgas agar bisa langsung diterima masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/2).
Lebih lanjut, Rachmat menyatakan langkah satgas tersebut telah dilakukan per 16 Februari 2015.
Nantinya, masyarakat bisa langsung menerima beras dengan harga yang sebenarnya. Menurutnya, sistem distribusi yang selama ini disalurkan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) melalui food station tidak sampai ke masyarakat.
Dia mengaku beberapa kali mendatangi dan mendapatkan gudang yang memiliki beras Bulog untuk dioplos lalu dikirim di luar kota, bukan untuk konsumen di Jakarta.
“Saya juga dapat informasi ada beberapa tempat yang sama. Saya minta Kepala Bulog mengevaluasi sistem distribusi. Itu yang menciptakan kenapa ada harga yang tinggi sekarang ini,” jelasnya.
Dia menjelaskan, beras yang ada di Bulog diperuntukkan bagi masyarakat dengan harga yang sudah ditetapkan. Pemerintah menurutnya bisa saja memperluas wilayah operasi pasar sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa membeli beras Bulog.
“Nanti bisa saja kami perluas jangkauan operasi pasar. Tidak hanya di Jabodetabek saja. Yang penting jangan sampai ada permainan harga oleh mafia beras,” ujarnya.
(gen)
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150217124038-92-32745/menteri-perdagangan-minta-bulog-berantas-mafia-beras/
Selasa, 17 Februari 2015
Beras Medium Tembus Rp 9.700 Kg
Selasa, 17 Februari 2015
PURWOKERTO – Harga beras IR 64 kualitas medium di tingkat penjual eceran terus mengalami kenaikan, bahkan pada Senin kemarin (16/2) telah menembus Rp 9.700 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar Rp 500 per kilogram dibanding pekan lalu.
Kenaikan harga nampaknya dikeluhkan sebagian warga masyarakat, karena telah menambah beban hidup mereka. ”Saya heran harga beras bukannya stabil malah terus naik. Tadi siang (kemarin) harga sudah naik nyaris menembus Rp 10.000 per kilogram,” kata warga Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Triyanto.
Ia mengaku membeli beras kualitas medium kepada pedagang langganan di desanya. ”Pedagang beras hanya mengatakan kulakannya sedang mahal, jadi harga eceran ikut mahal,” katanya.
Warga lain di Kecamatan Sokaraja, Elly (58), menuturkan kenaikan harga membuat biaya pengeluaran rumah tangga bertambah. Padahal, pemasukan keluarga dari hasil bekerja cenderung tetap. ”Beberapa bulan lalu harga cabai naik drastis, tapi sekarang sudah kembali normal. Sekarang malah gantian beras yang terus naik,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil perbandingan selama tiga bulan terakhir dari pengamatan di pasar tradisional Purwokerto, harga beras cenderung terus mengalami kenaikan. Pada awal Desember 2014 harga beras IR 64 kualitas medium di Pasar Manis Purwokerto Rp 8.800 per kilogram.
Kenaikan Berlanjut
Kenaikan itu terus berlanjut hingga awal Januari 2015 yang berkisar Rp 9.300 per kilogram, kemudian harga naik lagi pada awal pekan ini menjadi Rp 9.700 per kilogram.
Sementara itu, untuk menekan gejolak harga pemerintah daerah mendistribusikan beras untuk keluarga miskin (raskin). Itu sesuai Surat Edaran (SE) Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tertanggal 2 Febreuari 2015.
Surat edaran itu menyebutkan bahwa pemerintah menyalurkan kembali raskin tahun 2015 dan memerintahkan semua tim bersama penyaluran raskin kabupaten/kota segera menindaklajuti.
Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog Sub Divre Banyumas, M Priyono, kepada wartawan mengatakan distribusi raskin dari Bulog untuk Februari sedang dilaksanakan dan ada yang sedang tahap pelaksanan.(H60-17)
http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/beras-medium-tembus-rp-9-700-kg/
PURWOKERTO – Harga beras IR 64 kualitas medium di tingkat penjual eceran terus mengalami kenaikan, bahkan pada Senin kemarin (16/2) telah menembus Rp 9.700 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar Rp 500 per kilogram dibanding pekan lalu.
Kenaikan harga nampaknya dikeluhkan sebagian warga masyarakat, karena telah menambah beban hidup mereka. ”Saya heran harga beras bukannya stabil malah terus naik. Tadi siang (kemarin) harga sudah naik nyaris menembus Rp 10.000 per kilogram,” kata warga Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Triyanto.
Ia mengaku membeli beras kualitas medium kepada pedagang langganan di desanya. ”Pedagang beras hanya mengatakan kulakannya sedang mahal, jadi harga eceran ikut mahal,” katanya.
Warga lain di Kecamatan Sokaraja, Elly (58), menuturkan kenaikan harga membuat biaya pengeluaran rumah tangga bertambah. Padahal, pemasukan keluarga dari hasil bekerja cenderung tetap. ”Beberapa bulan lalu harga cabai naik drastis, tapi sekarang sudah kembali normal. Sekarang malah gantian beras yang terus naik,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil perbandingan selama tiga bulan terakhir dari pengamatan di pasar tradisional Purwokerto, harga beras cenderung terus mengalami kenaikan. Pada awal Desember 2014 harga beras IR 64 kualitas medium di Pasar Manis Purwokerto Rp 8.800 per kilogram.
Kenaikan Berlanjut
Kenaikan itu terus berlanjut hingga awal Januari 2015 yang berkisar Rp 9.300 per kilogram, kemudian harga naik lagi pada awal pekan ini menjadi Rp 9.700 per kilogram.
Sementara itu, untuk menekan gejolak harga pemerintah daerah mendistribusikan beras untuk keluarga miskin (raskin). Itu sesuai Surat Edaran (SE) Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tertanggal 2 Febreuari 2015.
Surat edaran itu menyebutkan bahwa pemerintah menyalurkan kembali raskin tahun 2015 dan memerintahkan semua tim bersama penyaluran raskin kabupaten/kota segera menindaklajuti.
Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog Sub Divre Banyumas, M Priyono, kepada wartawan mengatakan distribusi raskin dari Bulog untuk Februari sedang dilaksanakan dan ada yang sedang tahap pelaksanan.(H60-17)
http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/beras-medium-tembus-rp-9-700-kg/
Direktur Indosat ditunjuk jadi Direktur Bulog
Selasa, 17 Februari 2015
Bogor (ANTARA News) - Fadzri Sentosa, Director & Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat, ditunjuk oleh Menteri BUMN Rini Soemarno menjadi salah satu direktur di Perum Bulog (Badan Urusan Logistik)yang langsung efektif setelah menerima Surat Keputusan.
President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli, dalam keterangan tertulis yang diterima di Bogor, Selasa, mengatakan Penyerahan SK (Surat Keputusan) dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani kepada Fadzri Sentosa, di Kantor Kementerian BUMN, Senin 16 Februari 2015.
"Kami turut bangga atas pelantikan Fadzri Sentosa, salah satu Direktur kami di Indosat, menjadi Direksi di Perum Bulog, salah satu BUMN yang penting dan memiliki peran sangat strategis," katanya.
Fadzri Sentosa mengawali karir dari awal di Indosat, menduduki berbagai posisi strategis baik di Indosat maupun anak perusahaan.
Terakhir posisi Fadzri adalah sebagai Director & Chief Wholesale & Enterprises Officer Indosat, yang posisi direksi ini telah diemban sejak 2007 hingga 2015.
Sebelumnya ia sempat menduduki posisi direktur di anak perusahaan Indosat yaitu Satelindo dan IM3 sebelum kedua anak perusahaan menyatu ke dalam Indosat.
Penunjukan petinggi Indosat oleh pemerintah untuk duduk di berbagai lembaga dan perusahaan negara bukan hanya sekali ini.
Beberapa waktu lalu tiga komisaris Indosat juga telah ditunjuk menjadi menteri dan perwakilan di Bank Dunia oleh Pemerintahan Joko Widodo.
Komisaris Indosat Rachmad Gobel diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Komisaris Independen Indosat Bapak Rudiantara diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika.
Sementara itu Rionald Silaban diangkat sebagai Executive Director di World Bank Group.
Beberapa Petinggi Indosat lainnya, juga menyebar menjadi Pimpinan di berbagai BUMN lain seperti di PT Pelni, PT Kereta Api Indonesia, PT Angkasa Pura, Perum Peruri, dan lain-lain.
(H016)
http://www.antaranews.com/berita/480500/direktur-indosat-ditunjuk-jadi-direktur-bulog
Bogor (ANTARA News) - Fadzri Sentosa, Director & Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat, ditunjuk oleh Menteri BUMN Rini Soemarno menjadi salah satu direktur di Perum Bulog (Badan Urusan Logistik)yang langsung efektif setelah menerima Surat Keputusan.
President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli, dalam keterangan tertulis yang diterima di Bogor, Selasa, mengatakan Penyerahan SK (Surat Keputusan) dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani kepada Fadzri Sentosa, di Kantor Kementerian BUMN, Senin 16 Februari 2015.
"Kami turut bangga atas pelantikan Fadzri Sentosa, salah satu Direktur kami di Indosat, menjadi Direksi di Perum Bulog, salah satu BUMN yang penting dan memiliki peran sangat strategis," katanya.
Fadzri Sentosa mengawali karir dari awal di Indosat, menduduki berbagai posisi strategis baik di Indosat maupun anak perusahaan.
Terakhir posisi Fadzri adalah sebagai Director & Chief Wholesale & Enterprises Officer Indosat, yang posisi direksi ini telah diemban sejak 2007 hingga 2015.
Sebelumnya ia sempat menduduki posisi direktur di anak perusahaan Indosat yaitu Satelindo dan IM3 sebelum kedua anak perusahaan menyatu ke dalam Indosat.
Penunjukan petinggi Indosat oleh pemerintah untuk duduk di berbagai lembaga dan perusahaan negara bukan hanya sekali ini.
Beberapa waktu lalu tiga komisaris Indosat juga telah ditunjuk menjadi menteri dan perwakilan di Bank Dunia oleh Pemerintahan Joko Widodo.
Komisaris Indosat Rachmad Gobel diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Komisaris Independen Indosat Bapak Rudiantara diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika.
Sementara itu Rionald Silaban diangkat sebagai Executive Director di World Bank Group.
Beberapa Petinggi Indosat lainnya, juga menyebar menjadi Pimpinan di berbagai BUMN lain seperti di PT Pelni, PT Kereta Api Indonesia, PT Angkasa Pura, Perum Peruri, dan lain-lain.
(H016)
http://www.antaranews.com/berita/480500/direktur-indosat-ditunjuk-jadi-direktur-bulog
Tahan Lama, Beras Bulog Bebas Kimia
Senin, 16 Februari 2015
PAREPARE, PARE POS -- Produksi beras Sulawesi Selatan yang melimpah lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakatnya. Itu menjadi alasan sehingga kelebihan beras ini didistribusikan ke berbagai provinsi lain. Hal ini diungkap Kepala Divre Bulog Sulselbar, Abdullah Jawas saat berkunjung ke Gudang Bulog Parepare, Jalan Ahmad Yani, poros Parepare-Sidrap, Sabtu 14 Februari.
Tahun 2014 Bulog mampu mengapalkan 340.000 ton beras ke 24 provinsi. Sedangkan untuk awal 2015, sudah mencapai 46.000 ton. "Kita itu produksi beras banyak, tapi yang makan cuma sedikit, jadi harus dikirim ke luar (luar Sulsel, red)," katanya.
Namun kata dia, Bulog senantiasa menjaga kualitas beras yang akan didistribusikan. Sebelumnya, Bulog menggunakan metode spraying dengan menggunakan pengendali untuk menjaga kualitas beras. Namun, sekarang Bulog Divre Parepare sudah menggunakan teknologi baru, yakni CO2 Stack. Dengan cara ini, beras bisa bertahan selama kurang lebih satu setengah tahun. "Kalau dulu kan pakai bahan kimia, sekarang tidak, jadi beras lebih aman dan lebih fresh," ujarnya.
Selain penyimpanan dengan metode CO2 Stack, Bulog juga menerapkan Quality Control yang ketat terhadap beras yang hendak didistribusikan. Jika komposisi perbandingan antara menir (butir beras terkecil), broken (beras patah) dan beras bagus tidak sesuai dengan ketentuan, beras tidak dikirim.
Kepala Bulog Subdivre Parepare, Ermin Tora menjelaskan, CO2 Stack merupakan metode penyimpanan beras baru untuk menjaga kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog tetap bagus dan bebas hama. Sistem kerjanya tidaklah terlalu rumit. Setelah karung beras disusun kemudian dibungkus rapat menggunakan plastik (Poliphenil) dan kedap udara, kemudian disuntikkan Co2 (Karbondioksida).
"Dengan memasukkan CO2, diharapkan tidak ada hama yang dapat hidup ditumpukan beras. Sehingga kualitas beras tetap bagus walaupun disimpan dalam jangka waktu cukup lama," kata Ermin Tora. (mas/sli)
http://www.parepos.co.id/index.php/rtl-demos/1357-tahan-lama-beras-bulog-bebas-kimia
PAREPARE, PARE POS -- Produksi beras Sulawesi Selatan yang melimpah lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakatnya. Itu menjadi alasan sehingga kelebihan beras ini didistribusikan ke berbagai provinsi lain. Hal ini diungkap Kepala Divre Bulog Sulselbar, Abdullah Jawas saat berkunjung ke Gudang Bulog Parepare, Jalan Ahmad Yani, poros Parepare-Sidrap, Sabtu 14 Februari.
Tahun 2014 Bulog mampu mengapalkan 340.000 ton beras ke 24 provinsi. Sedangkan untuk awal 2015, sudah mencapai 46.000 ton. "Kita itu produksi beras banyak, tapi yang makan cuma sedikit, jadi harus dikirim ke luar (luar Sulsel, red)," katanya.
Namun kata dia, Bulog senantiasa menjaga kualitas beras yang akan didistribusikan. Sebelumnya, Bulog menggunakan metode spraying dengan menggunakan pengendali untuk menjaga kualitas beras. Namun, sekarang Bulog Divre Parepare sudah menggunakan teknologi baru, yakni CO2 Stack. Dengan cara ini, beras bisa bertahan selama kurang lebih satu setengah tahun. "Kalau dulu kan pakai bahan kimia, sekarang tidak, jadi beras lebih aman dan lebih fresh," ujarnya.
Selain penyimpanan dengan metode CO2 Stack, Bulog juga menerapkan Quality Control yang ketat terhadap beras yang hendak didistribusikan. Jika komposisi perbandingan antara menir (butir beras terkecil), broken (beras patah) dan beras bagus tidak sesuai dengan ketentuan, beras tidak dikirim.
Kepala Bulog Subdivre Parepare, Ermin Tora menjelaskan, CO2 Stack merupakan metode penyimpanan beras baru untuk menjaga kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog tetap bagus dan bebas hama. Sistem kerjanya tidaklah terlalu rumit. Setelah karung beras disusun kemudian dibungkus rapat menggunakan plastik (Poliphenil) dan kedap udara, kemudian disuntikkan Co2 (Karbondioksida).
"Dengan memasukkan CO2, diharapkan tidak ada hama yang dapat hidup ditumpukan beras. Sehingga kualitas beras tetap bagus walaupun disimpan dalam jangka waktu cukup lama," kata Ermin Tora. (mas/sli)
http://www.parepos.co.id/index.php/rtl-demos/1357-tahan-lama-beras-bulog-bebas-kimia
Langganan:
Postingan (Atom)