Senin, 13 Oktober 2014

Dinilai Sukses Salurkan Raskin, Kabupaten OKU Dapat Raskin Award

Senin, 13 Oktober 2014

Dinilai Sukses Salurkan Raskin, Kabupaten OKU Dapat Raskin Award

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Kabupaten OKU mendapat Piagam Penghargaan Raskin Award 2014. Penghargaan ini diraih kabupaten yang berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang karena sukses di bidang penyaluran Raskin (beras miskin).
Plt Bupati OKU Drs H Kuryana Azis kepada Sripoku.com, Senin (12/10/2014), mengatakan Piagam Penghargaan Raskin Award 2014 diserahkan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat HR Agung Laksono kepada Asisten II DR Drs H Achmad Tarmizi SE MT MSi di Kantor Bulog Pusat, Kamis lalu.
Bupati OKU didampingi Sekda OKU H Marwan Sobrie SE MM, Asisten II DR Drs H Achmad Tarmizi SE MT MSi, Kabag Kesra Yulius Faisol, Kasub Divre II Bulog OKU diwakili Kasi Pelayana Publik Leonardo menjelaskan OKU meraih nominator ke-2 nasional dari 18 kabupaten/kota lain di Indonesia yang masuk nominator nasional.
“Hasil penilaian Kabupaten OKU telah berhasil dengan baik dalam hal pengelolaan penyaluran Raskin termasuk dalam hal administrasi dan lainnya,” terang Bupati.
Kuryana berharap ke depannya prestasi ini dapat ditingkatkan karena OKU dinilai berhasil dan tertib dalam hal pengelolaan raskin. Untuk itu Kuryana berharap kepada pihak terkait termasuk Bulog OKU untuk menjaga kualitas beras yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

http://palembang.tribunnews.com/2014/10/13/dinilai-sukses-salurkan-raskin-kabupaten-oku-dapat-raskin-award

Kamadjaya : Ke Depan Kebijakan Pangan Harus Pro Rakyat !


Sabtu, 11 Oktober 2014

Blora,BeritaRayaOnline,- Ke depan -terutama pada pemerintahan Jokowi-JK-seluruh kebijakan pangan (gula,kedele.jagung, daging, beras, dan sebagainya) harus pro kepada rakyat.

"Selama ini harus kita akui kebijakan pangan tidak pro kepada rakyat,khususnya kepada 3O juta petani.Kebijakan pangan harus pro rakyat dan pro kepada petani.Kalau keadaan begini terus dan dibiarkan, tinggal tunggu waktu kapan 'meledaknya," tegas Kamadjaya, President Director Pabrik Gula (PG) Blora Gendhis Madhura Mukti dalam bincang-bincang dengan wartawan BeritaRayaOnline di Blora, Sabtu (11/1O/2O14).

Dikatakannya lagi ke depannya sebaiknya dalam Kabinet Jokowi-JK kebijakan pangan tidak lagi dipegang atau dilakukan oleh Kementerian Perdagangan.

"Sejak IMF masuk tahun 1999 seluruh kebijakan pangan dipegang oleh Kementerian Perdagangan.Sebaiknya dalam pemerintahan baru nanti pangan dipegang lagi, misalnya semacam lembaga atau institusi seperti Bulog dan harus sensitif langsung berinteraksi dengan produksi, apapun nama lembaganya," kilahnya.

Oleh karena itu,Kamadjaya berpesan, tidak boleh import apapun oleh Kementerian Perdagangan.

"Impor pangan hanya boleh dilakukan oleh produsen yang bisa membantu produksi lokal seperti nelayan, petani, dan peternak gurem.Selain itu selama musim panen produk bersangkutan tidak boleh import,"pesannya yang pagi itu Kamadjaya sedang menunggu kedatangan rombongan Menteri Pertanian Suswono untuk meresmikan Pabrik Gula (PG) Blora di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Investasi Rp 1,8 Triliun

Kamadjaya, President Director Pabrik Gula (PG) Blora Gendhis Madhura Mukti (GMM) mengatakan lagi bila rendemen bisa naik 6 persen menjadi 12 persen, maka produksi gula bisa menjadi 5 juta ton."Bangun pabrik gula di Jawa bisa efisiensi seperti zaman dulu Rendemen bisa minimum 8 persen, harga tebuRp 50 ribu per kuintal. Di lain tempat Rp 39 ribu sampai Rp 40 ribu per kuintal. Bila satu hektar sama dengan 700 kuintal maka 700XRp 70 ribu sama dengan Rp 7 juta yang diperoleh petani, sedangkan ongkos angkutke Madiun, misalnya, Rp 1,2 juta/truk," jelasnya seraya menambahkan untuk investasi PG.Blora GMM mencapai sebesar Rp 1,8 triliun.

Ditambahkannya, di Kabupaten Blora  (dengan luas 210 ribu hektar) ada 4000 Ha lahan . Pada 2010 (ketika ia masuk ke Blora) terdapat 100 hektar.""Dengan 40 ribu hektar lahan kritis dan marjinal yang cocok untuk tebu, maka tidak ada alasan   Kabupaten Blora akan jadi sentra tebu secara nasional,"ucapnya.(lasman simanjuntak)

http://www.beritarayaonline.com/2014/10/kamadjaya-ke-depan-kebijakan-pangan.html#.VDsyJbCsXyQ

Minggu, 12 Oktober 2014

Dirut Bulog Harus Jaga Stabilitas Pangan

Sabtu, 11 Oktober 2014

Jakarta, HanTer — Penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) saat ini masih belum sepenuhnya kepada masyarakat golongan bawah. Terkadang dalam prakteknya raskin kerap diselundupkan oleh oknum pejabat Perum Bulog tersebut untuk nantinya di jual kembali kepada perusahaan swasta.

Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso berharap kepada pemerintahan baru yakni Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) harus cermat dan paham dalam hal memilih kandidat yang akan menggantikan posisi jabatannya, mengingat masa jabatnya akan habis pada beberapa hari kedepan.

"Berbicara mengenai raskin jangan di lihat dari satu sisi dengan segala kelemahannya. Sebenarnya kami (Bulog) dalam menyelenggarakan raskin juga ada hubungan menjaga stabilitas pangan," kata Sutarto Alimoeso di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, dalam hubungan menjaga stabilitas pangan harus merujuk pada undang-undang pangan No.18. "Semua tahu, sesuai dengan UU Pangan No. 18, kita berbicara ketahanan pangan ada hubungan ketersediaan dan ada hubungan dengan akses stabilitas. Kalau bicara ketahanan pangan sesuai UU kita harapkan stabilisasi bukan hanya ketahanan pangan tapi berdaulat pangan. Tentunya dua hal itu adalah prinsip ketahanan pangan," ungkapnya.

Dijelaskan Sutarto, apabila dua prinsip ketahanan pangan tak mendukung, pihaknya terpaksa melakukan impor. " Bulog tentunya menjadi bagian yang tidak terpisahkan menuju kedaulatan pangan. Ada tiga tugas publik yang dilakukan Bulog mendukung ketersediaan. Kalau kurang, terpaksa impor karena tergantung pada ketersediaan, Kemudian, keterjangkauan lalu menjaga harga ditingkat petani agar tidak jatuh," ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, agar stok raskin terpenuhi serta dapat tersalurkan ke masyarakat, pihaknya membeli produksi beras yang dihasilkan petani.

"Bulog tidak pernah membatasi pembelian beras atau padi di petani. Namun, Bulog juga harus bisa mengetahui kriteria beras atau padi yang dihasilkan petani sangat bervariasi, bulir gabah kecil, cenderung bulat atau bulir cenderung panjang. Yang pasti, kami membeli sebanyak-banyaknya di tingkat petani kemudian disalurkan ke masyarakat," paparnya.

(Dony)

http://www.harianterbit.com/read/2014/10/11/9610/29/29/Dirut-Bulog-Harus-Jaga-Stabilitas-Pangan

Sabtu, 11 Oktober 2014

Oktober, Distribusi Raskin Tahun 2014 Harus Rampung

Sabtu, 11 Oktober 2014

KULONPROGO (KRjogja.com) - Beras untuk rakyat miskin (raskin) tahun 2014 distribusinya harus berakhir setelah jatah untuk pendistribusian Oktober selesai pada 12 kecamatan. Sedang dalam dua bulan ke depan November dan Desember tidak ada alokasi distribusi raskin, karena telah disalurkan sebelum pelaksanaan pilihan legislatif (Pileg) atau bulan Maret lalu, sesuai dengan instruksi dari Menko Kesra.

"Hal itu sesuai instruksi pusat bahwa pendistribusian raskin harus sudah selesai bulan Oktober yang bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Presiden SBY," ujar Eka Pranyata pada rakor evaluasi raskin di aula Dinsosnakertrans setempat, Kamis (09/10/2014). Rakor dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY Dra Kristiana Swasti MSi, Bulog, Tim Raskin Kabupaten, Kecamatan dan perwakilan desa.

Sedang dua bulan ke depan November dan Desember belum ada informasi tentang raskin apakah akan dilanjutkan atau tidak, karena raskin merupakan program pemerintah saat ini, dan pada bulan ini pula akan ada pergantian kepemimpinan. "Namun kami berharap program tersebut masih dilanjutkan oleh pemerintah yang baru nanti, karena ini sangat berarti bagi warga miskin," tambah Kabag Kesra Setda Kulonprogo Arif Prastowo SSos MSi.

Senada juga dikemukakan Kadinas  Sosnakertrans Drs Eka Pranyata yang berharap tahun mendatang tidak terjadi kekosongan distribusi raskin, terlebih pada November dan Desember masyarakat masih belum panen padi, sehingga manfaat raskin sangat terasa sekali.

Ditambahkan Kepala BPPM DIY Dra Kristiana Swasti MSi, terkait dengan adanya kekosongan pendistribusian raskin, di tahun-tahun mendatang agar tidak terjadi lagi, dapat dimasukan dalam penyusuan petunjuk teknis (Juknis) setelah pedoman umum. keluar dari pusat. Selain itu berdasarkan rakor di Banjarmasin beberapa hari yang lalu terkait raskin, diharapkan adanya peran serta pemda terkait anggaran yang dapat membantu untuk biaya penyaluran sampai titik distribusi. Sedangkan saran dari KPK tim koordinasi raskin tidak ada dari pengawas internal.

Jadwal pembagian raskin alokasi Oktober akan diawali Senin (13/10/2014) kecamatan Pengasih, Selasa (14/10/2014) Kokap dan Temon, Kamis (16/10/2014) Wates dan Kalibawang, Jum’at (17/10/2014) Sentolo, Senin (20/10/2014) Girimulyo, Selasa (21/10/2014) Panjatan, Rabu (22/10/2014) Galur dan Lendah dan terakhir Kamis (23/10/2014) Samigaluh dan Nanggulan.(Wid)

http://krjogja.com/read/233507/oktober-distribusi-raskin-tahun-2014-harus-rampung.kr

Program Raskin Tak Perlu Dihapus, Tapi Tangkap Saja Penyelewengnya

Jumat, 10 Oktober 2014

Bulog Ngaku Ada Kecurangan Dalam Distribusi Di Lapangan
 

RMOL. Perum Bulog mengakui, dalam menyalurkan beras untuk rakyat miskin (raskin) masih banyak kelemahan dan kekurangan. Namun, BUMN itu mengklaim terus melakukan perbaikan.

“Kita tidak menutup mata ada­nya beberapa kecurangan dan ke­lemahan dalam pelaksanaan pro­gram ini. Perbaikan terus dila­kukan, mulai aspek perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi,” kata Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso dalam acara Raskin Awards 2014 di Kantor Bulog, Jakarta, kemarin.

Dia mengaku, Bulog bertang­gung jawab untuk menyalurkan hingga ke titik distribusi yaitu di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, perseroan juga terus melaku­kan pengawasan kualitas raskin.

Jika program raskin sukses, dampaknya akan mensejah­terakan rakyat kecil, mengurangi kemis­kinan, juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga beras.

“Telah terbukti cukup efektif mengurangi beban rumah tangga miskin. Hasil kajian, program raskin berkontribusi menjaga sta­blitas harga beras dan secara tidak langsung mengendalikan laju in­flasi,” jelas Sutarto.

Menko Kesra Agung Laksono berharap, dengan adanya peng­hargaan kepada daerah yang me­nerima raskin, akan men­dorong perbaikan dalam penyalurannya.

“Ini bisa menstimulus daerah lain untuk meningkatkan kinerja­nya menyalurkan raskin,” katanya.

Menurut Agung, tanpa bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah (Pemda), program raskin su­lit dijalankan.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, program raskin ma­sih belum tepat sasaran. “Tidak tepat jumlah (beras), orang dan waktu,” ungkapnya.

Menurut dia, ketidaksesuaian ini akibat kenyataan di la­pangan yang berbeda dengan asum­si awal. Se­lama ini peme­rintah meng­asum­­sikan jumlah penerimanya se­ba­nyak 15,5 juta keluarga de­ngan pembagian selama 12 bulan dan jatah beras untuk setiap ke­luarga sebesar 15 kg. Tapi kenya­taan di lapangan berubah.

Ketentuan yang terjadi selama ini Bulog hanya sampai pada titik pendistribusian. Selanjutnya, ras­kin diserahkan masing-masing pemda untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Pemda nggak pakai patokan yang 15 kilogram. Itulah yang me­nyebabkan di lapangan tidak se­gitu. Inilah yang kemudian me­nye­bab­kan tak sesuai, bisa hanya 10 ki­logram per keluarga,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Askolani, sewaktu Bulog menyerahkan har­ganya masih Rp 1.600. Tapi ke­tika dibagikan Pemda, ada biaya tambahan atau ongkos lebih yang dibebankan kepada konsumen.

Menko Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, untuk pem­bagian raskin ke 13 dan 14 dise­rahkan kepada pemerintah baru.

“RTS (Rumah Tangga Sasaran) raskin teknisnya di Kementerian Sosial. Ini masalah prinsipil jadi sudah diputuskan raskin ke 13 dan 14, November dan Desem­ber, berasnya pemerintahan ini su­dah siapkan, sudah ada stok­nya,” kata Chairul.

Pengamat pertanian Bustanul Arifin mengatakan, program ras­kin tidak perlu dihapus. Na­mun, sistem pengelolaan dan pe­nya­lurannya yang diperbaiki untuk meminimalisasi potensi penye­lewengan.

“Saya bilang jangan dibubar­kan. Tapi ada target tahunan, dise­suaikan dengan angka ke­mis­kinan,” sarannya.

Menurut Bustanul, jika angka kemiskinan turun, harusnya pe­ngadaan raskin juga diturunkan. Namun, jika jumlah orang mis­kinnya turun, tetapi jumlah ras­kin naik, berarti ada pertim­bangan lain. Bisa jadi ada unsur politisnya.

Menurut Bustanul, jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut program raskin tidak se­suai 6T yakni tepat sasaran, te­pat jumlah, tepat mutu, tepat wak­tu, tepat harga dan tepat adminis­trasi, berarti proses pelaksanaan di la­pangan harus diperbaiki.

“Kalau ada yang salah, tangkap saja orangnya. Jangan dihapus pro­gramnya. Jangan karena lumbung padi kemasukan tikus, lalu lum­bung yang dibakar,” cetusnya.

Bustanul mengatakan, program raskin yang sudah berjalan lebih dari 15 tahun sudah menjadi pe­nyelamat warga miskin. Ka­rena itu, jika dihapuskan ma­syarakat miskin tidak akan terpenuhi sum­ber pangannya. ***

http://ekbis.rmol.co/read/2014/10/10/175314/Program-Raskin-Tak-Perlu-Dihapus,-Tapi-Tangkap-Saja-Penyelewengnya-

Bulog Kirim 548,520 Ton Beras Untuk Pengungsi Sinabung

Jumat, 10 Oktober 2014

TRANSINDONESIA.CO – Bulog Sumatera Utara sudah menyalurkan beras Cadangan Pemerintah atau CBP sebanyak 548,520 ton untuk pengungsi Gunung Sinabung, Karo yang dewasa ini masih berada di tempat pengungsian akibat gunung itu masih belum aman.

“Sebenarnya ada total penyaluran 614,520 ton selama 2014 hingga Agustus, tetapi 66 ton di antaranya dari Bina Sosial Provinsi Sumut,” kata Humas Bulog Sumut, Rudy Adlyn di Medan, Kamis (9/10/2014).

Menurut dia, penyaluran beras untuk korban bencana alam seperti pengungsi Sinabung harus berdasarkan permintaan daerah terkena bencana dan Bulog dipastikan memenuhinya karena stok aman khususnya untuk CBP.

“Bulog siap menyalurkan kalau ada permintaan lagi mengingat selain jumlah pengungsi masih ada, bulan ini juga terjadi erupsii dan termasuk luncuran awan panas yang membuat aktivitas warga di daerah itu terganggu,” katanya.

Namun hingga Kamis (9/10/2014), kata dia, belum lagi ada permintaan yang diduga karena masih ada stok beras untuk para pengungsi itu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengaku aktivitas Gunung Sinabung masih sangat tinggi sehingga warga diminta waspada.

Apalagi luncuran awan panas dari gunung itu masih terus terjadi.

“BNPB/BNPD, Pemkab Karo dan yang terkait sedang dan terus melakukan penanganan darurat Gunung Sinabung meski status masih tetap Siaga (Level III),”katanya.

Dia juga mengakui, jumlah pengungsi masih cukup banyak atau 3.287 jiwa (1.019 kepala keluarga) yang berada di 16 tempat pengungsian.

Untuk menjaga keselamatan masyarakat, warga diimbau tidak beraktivitas pada 5 kilometer ke arah tenggara dan selatan puncak sedangkan pada arah lain dilarang dalam radius 3 kilometer.

Adapun pembagian masker kepada masyarakat sekitar Karo dan bahkan Kota Medan dan sekitarnya juga dilanjutkan untuk menekan dampak hirupan abu vulkanik yang sudah menyebar ke berbagai daerah sekitar Gunung Sinabung mulai Kota Medan, Binjai dan Deliserdang.(ant/don/sur)

http://transindonesia.co/2014/10/bulog-kirim-548520-ton-beras-untuk-pengungsi-sinabung/

Jumat, 10 Oktober 2014

Kota Sabang raih Raskin Award 2014

Kamis, 9 Oktober 2014

JAKARTA - Pemerintah memberikan penghargaan kepada beberapa kabupaten dan kota di Indonesia yang sukses menyalurkan program beras miskin atau raskin. Salah satunya adalah Kabupatem Mimika, Papua yang mendapat penghargaan inovasi dan pendistribusian raskin terbaik.

Sebanyak 18 kabupaten dan kota menjadi nominator penghargaan yang diberi nama Raskin Award 2014, dari 50 nominator yang dinominasi. Penilaian berdasarkan 4 hal yaitu manajemen program, pertisipasi pemda, ketepatan program raskin dan partisipasi masyarakat.

"Penilaian berlangsung salama 5 tahun. Dipandang telah dapat melaksanakan mengamankan dan mesukseskan program nasional, program pemerintah," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono di acara Raskin Award, di Gedung Bulog, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Agung berharap, penghargaan ini bisa menstimulasi daerah lain agar bisa meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan program raskin. Menurutnya, tanpa ada bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah, program Raskin ini sulit dijalankan.

"Terhadap daerah yang sudah dapat penghargaan kami ucapkan selamat, semoga dapat dipertahankan. Program nasional itu tanpa dukungan dari pemda akan sulit diwujudkan di lapangan," tuturnya.

Adapun pemenang penghargaan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

A. Kategori Umum Kabupaten:
1. Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau
2. Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur
3. Kabupaten Kediri, Jawa Timur


B. Kategori Umum Kota

1. Kota Bandung Jawa Barat
2. Kota Sabang, Aceh
3. Kota Gorontalo, Gorontalo


C. Kategori Khusus:

1. Partisipasi Pemda Terbaik: Provinsi Batam, Kepulauan Riau

2. Partisipasi Masyarakat Terbaik: Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali

3. Transparansi Program Terbaik: Kota Balikpapan Kalimantan Timur

4. Inovasi Pendistribusian Raskin Terbaik: Kabupaten Mimika Papua