Senin, 05 Desember 2016

Kepala GSP Bulog Lamajakka Terancam Dipecat

PINRANG, BKM- Pasca berstatus tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan beras Bulog yang menyebabkan negara rugi hingga Rp5 miliar, Kepala Gudang Semi Permanen (GSP) Badan Urusan Logistik (Bulog) Lamajakka I Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang berinisial MS yang sudah dinonaktifkan dan terancam sanksi pemecatan.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Sulselbar, Abd Muis Ali yang dikonfirmasi saat
berkunjung ke Kabupaten Pinrang, baru baru ini.

“Yang bersangkutan langsung , dinonaktifkan dari jabatanya setelah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres
Pinrang. Dalam waktu dekat perusahaan juga akan mengambil tindakan tegas yakni memecat oknum Kepala gudang
tersebut,” jelas Muis.
Muis mengungkapkan, terkait kasus tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Pinrang.

“Polisi akan segera melakukan penahanan kepada tersangka. Jadi proses hukumnya kami serahkan semua kepada
penegak hukum,” tegasnya. Untuk diketahui, penyelewengan beras yang terjadi di GSP Bulog Lamajakka I mencapai 800 ton atau setara dengan Rp5 milyar. (ady)

http://beritakota.co.id/Berita/2016/12/04/kepala-gsp-bulog-lamajakka-terancam-dipecat/

Bulog Pessel Salurkan Raskin Tak Layak Konsumsi

Senin,05 Desember 2016
Bulog Pessel Salurkan Raskin Tak Layak Konsumsi

Bulog Pessel Salurkan Raskin Tak Layak Konsumsi Kondisi beras miskin (raskin) yang diterima masyarakat di Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan. Kualitasnya sangat buruk dan tidak layak konsumsi. (OKIS MARDIANSYAH)
PAINAN, HALUAN — Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali mempertanyakan kualitas beras miskin (raskin) yang turun pada kwartal IV Tahun 2016. Mereka menilai kualitas raskin yang disalurkan tersebut masih kurang layak untuk dikonsumsi oleh mereka yang sangat membutuhkan.

Keluhan ini diung­kap­kan oleh Upik (48), warga Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas. Ia mengatakan, raskin yang diturunkan pada kwartal ke IV ini, dinilai masih kurang layak untuk dimasak, karena bewarna kuning dan bau serta banyak dedaknya.

“Sebelum dikonsumsi, kami menjadi bekerja dua kali karena harus membawa kembali raskin ini ketempat penggilingan. Karena warna­nya kuning dan dedaknya masih banyak alias baka­buik,” ungkapnya.

D­ikatakannya, seluruh masyarakat Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Ba­tang Kapas, mengakui jika kwalitas raskin tersebut me­mang tidak bagus untuk dikonsumsi oleh manusia dan masih jauh dibawah standar.

“Jika dibandingkan de­ngan bulan lalu, kondisi raskin saat ini beda-beda tipis saja. Namun, apa mau dikata masyarakat memang sangat membutuhkannya, jadi terpaksa kami terima saja,” tambahnya.

Ia berharap, ke depannya Pemerintah Daerah setempat, untuk lebih selektif lagi dalam menetapkan kualitas beras raskin sebelum disa­lurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, se­hing­ga kejadian serupa tidak terjadi berulang-ulang.

“Ya, kami sebagai warga yang tergolong masyarakat kurang mampu sangat ber­harap agar kedepannya hal ini tidak terjadi lagi. Jangan mentang-mentang harganya murah, lalu tidak mem­per­hatikan kualitasnya,” ung­kapnya dengan nada polos.

Sebelumnya, seorang ke­pala urusan setempat yang tidak mau disebutkan nama­nya, sudah memberitahukan kondisi raskin tersebut ke­pada pihak penyalur. Dalam kesempatan itu, pihak pe­nyalur berjanji akan segera mengganti dengan kualitas yang lebih bagus lagi.

“Terkait permasalahan raskin ini, kita sudah me­nyampaikan kepada pihak penyalur Raskin tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya berjanji akan mengganti segala kerusakan beras tersebut. Namun, harus di­ser­tai dengan bukti yang ada dan berapa jumlah keru­sakan beras tersebut,” jelas­nya.

Informasi yang berhasil dihimpun Haluan di lapa­ngan, terdapat sejumlah Kenagarian di Kecamatan Batang Kapas, masyarakat penerima raskin pada kwar­tal IV tahun 2016, pada pendistribusiannya banyak yang tidak layak untuk di­konsumsi karena kualitas yang kurang bagus. Namun, terkait berapa jumlahnya belum dapat dipastikan se­cara detail karena masih menunggu kepastian dari Instansi terkait.

Dihubungi terpisah, Ke­pala Gudang Perusahaan Umum (Perum) Badan Uru­san Logistik (Bulog) Ka­bupaten Pesisir Selatan (Pes­sel) Tris Medi mengatakan, terkait masalah itu pihaknya sudah melakukan survei kelapangan terkait dengan pendistribusian ke masing-masing nagari, terutama di Kecamatan Batang kapas.

“Terkait masalah ini saya juga minta maaf. Ke de­pannya kita akan mengi­ngatkan kepada seluruh pe­nga­was raskin disetiap Keca­matan agar lebih selektif lagi dalam penyaluran beras Ras­kin tersebut. Kemudian berapa jumlah jumlah beras yang tidak layak konsumsi akan kita lakukan peng­gantian sesuai dengan data dan jumlahnya,” tutupnya. (h/mg-kis)

http://harianhaluan.com/news/detail/62552/bulog-pessel-salurkan-raskin-tak-layak-konsumsi

Bulog Beli Jagung Garut Rp 3 200 Kg

Sabtu, 03 Desember 2016

Polisi Ungkap Pemalsuan Beras Bulog Dikemas Jadi Beras Bermerk

Jumat, 2 Desember 2016

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Tim Opsnal Subdit Jatantras Dit Krimum Polda Kep Bangka Belitung mengungkap kasus pemalsuan merk beras di Toko Jaya Abadi Pangkalpinang,  Jum'at (2/12/2016). Penungkapan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit AKBP Adi Nugraha.

Modus yang digunakan pelaku beras bulog yang harganya murah dipindahkan ke karung beras merk antara lain merk RM, merk Sendok dan merk Udang yang harganya lebih mahal.

Saat Toko Jaya Abadi yang terletak di Jl Trem Kota Pangkalpinang didatangi salah seorang pekerja Dv (35) sedang melakukan kegiatan pemindahan beras.

Polisi langsung mengamankan dua mesin jahit karung beras, 4 pisau, 50 karung beras bulog yang belum dibuka,

Belasan karung beras bulog yang sudah dimasukkan dalam karung beras merk RM, sendok dan Udang.

Selain itu polisi juga mengamankan Dv (35) pekerja dan Hn (50) pemilik toko.
"Keuntungan dari pemindahan beras bulog ke beras merk terkenal ini bervarias paling tinggi keuntungannya Rp 200 per kilogramnya," kata AKBP Adi Nugraha.

http://bangka.tribunnews.com/2016/12/02/polisi-ungkap-pemalsuan-beras-bulog-dikemas-jadi-beras-bermerk

Polisi Akan Selidiki Asal Beras Bulog

Jumat, 02 Desember 2016

Ditemukan Raskin Menggumpal

Jumat,2 Desember 2016

Bulog Siap Mengganti

BANYUMAS – Warga Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran mengeluahkan kualitas beras miskin (raskin) yang diterima. Sedikitnya ditemukan tiga kantung raskin kemasan 3 kg yang tidak layak konsumsi karena menggumpal.

Petugas pembagian raskin Desa Dukuhwaluh, Sutiarjo, mengungkapkan tiga kantung raskin tidak layak konsumsi tersebut ditemukan di dua tempat berbeda. Masing-masing dua kantung di wilayah RT 5 RW II dan satu kantung RT 1 RW IX.

“Kemarin (Rabu-red) warga yang menerima raskin tersebut mengembalikan kepada kami, minta diganti. Sebelumnya tidak pernah kejadian seperti ini, ini baru kali pertama, biasanya raskin yang dibagi kualitasnya baik,” kata dia. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, selain menggumpal, raskin tersebut juga berwarna kusam dan berbau tidak sedap. Gumpalan-gumpalan raskin berukuran kecil dan besar tersebut menyerupai nasi kering.

Tiga Kantung

Kepala Desa Dukuhwaluh, Sidun Suharyanto, mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. Kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Bulog agar segera diganti beras yang baru. “Tidak semuanya menggumpal, hanya sebagian. Tadi pagi Bulog sudah datang ke sini menukar tiga kantung raskin yang menggumpal.

Bulog juga menukar 14 kantung raskin yang masih ada di balai desa. Raskin tersebut sebenarnya tidak menggumpal, tapi karena khawatir jadi ditukar sekalian,” ujar dia. Dia menjelaskan, pihaknya menerima kiriman raskin dari Bulog, Jumat (24/11) lalu sebanyak 399 kantung. Sehari kemudian raskin mulai didistribusikan melalui ketua RT. Distribusi raskin masih berlangsung sampai kemarin.

Sementata itu, Humas Bulog Sub Divisi Regional IV Banyumas M Priyono, membenarkan temuan tersebut. Dua menjelaskan, raskin yang menggumpal disebabkan terkena air hujan pada saat proses distribusi dsri gudang ke balai desa.

“Raskin yang menggumpal disebabkan terkena air hujan pada saat diangkut menggunakan truk. Sebenarnya beras yang terkena air hujan sudah dipisah, tapi ternyata terbawa. Kami sudah langsung menukar raskin tersebut dengan raskin yang baru,” kata dia. (fz-45)

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/ditemukan-raskin-menggumpal/

Tersangka Kepala Gudang Bulog Lamajakka I Dinonaktifkan

Kamis, 01 December 2016

RAKYATKU.COM, PINRANG - Kepala Gudang Semi Permanen (GSP) Lamajakka I, Pinrang, MS, dinonaktifkan pasca penetapan dirinya sebagai tersangka kasus penyelewengan ratusan ton beras.

Penonaktifan itu disampaikan Kepala Divisi Regional Bulog Sulselbar Abdul Muis S Ali. "Sudah dinonaktifkan dari jabatan sebagai kepala gudang," kata dia di Pinrang, Kamis (1/11/2016).

Sanksi nonaktif tersebut hanya bersifat sementara. Sebab, pihak Bulog sementara memproses sanksi pemecatan. "Dalam waktu dekat, perusahaan akan mengambil langkah tegas dengan memecat dia," katanya.

MS diduga melakukan penyelewengan pengadaan beras Bulog sebanyak 800 ton atau setara dengan Rp5 miliar di GSP Lamajakka I.

Dugaan penyeleweangan itu diketahui setelah terjadi kekurangan volume beras stok nasional untuk jatah Beras Miskin (Raskin) dan persiapan operasi pasar pada laporan via online yang dilakukan pihak GSP Bulog Lamajakka I. Kekurangan beras itu terjadi secara bertahap antara Agustus hingga September.