Jumat, 4 Juli 2014
CIREBON - Tingginya harga gabah saat ini membuat Bulog Sub Divre Cirebon kesulitan melakukan pengadaan gabah dan beras dari petani. Kepala Sub Divre Bulog Cirebon Muhson menyebutkan, hingga akhir Juni realisasi pengadaan baru sekitar 55.281 ton. Jumlah ini mencapai sekitar 42% dari total prognosa pengadaan Sub Divre Bulog Cirebon sebanyak 132ribu ton.
"Jumlah ini jauh di bawah pengadaan. tahun lalu pada kurun waktu yang sama di mana pengadaannya sudah mencapai 95.009 ton," papar dia di Cirebon, Jumat (4/7/2014).
Dia mengemukakan, tingginya harga gabah di tingkat petani saat ini menjadi salah satu penyebab sulitnya pengadaan. Selain itu, penyebab lain berupa mundurnya masa panen akibat banjir yang melanda di sejumlah daerah penghasil padi.
Namun begitu, dia menjamin stok beras di gudang-gudang Bulog Cirebon aman hingga sekitar delapan bulan ke depan. Saat ini stok beras di gudang, lanjut dia, tercatat sekitar 50.988 ton setara beras. Bahkan pihaknya bakal segera melakukan move in atau pengiriman beras ke daerah lain seperti Bandung, Ciamis, dan Cianjur sebanyak 25 ribu ton.
Disinggung mengenai kesiapan operasi pasar (OP), dia mengaku sejauh ini belum ada satu pun pengajuan dari pemerintah daerah (pemda) untuk melaksanakannya. "OP baru kami laksanakan jika sudah ada pengajuan atau permintaan dari pemda," cetus dia.
Namun saat ini permintaan yang ada berupa penarikan penyaluran beras raskin untuk alokasi Juli ke Juni. Dia menuturkan, ada tiga daerah yang meminta yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
"Percepatan penyaluran raskin sudah kami lakukan. Permintaan itu untuk mengantisipasi gejolak harga beras yang kerap naik setiap menjelang puasa," jelas dia.
Sementara itu, setidaknya dua minggu terakhir petani di Kabupaten Cirebon kesulitan memperoleh pupuk. Pencarian pupuk harus dilakukan hingga keluar kota dengan lonjakan harga yang drastis.
Ketua Gapoktan Madun Jaya Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Hasanudin menyebutkan hampir semua jenis pupuk sulit didapat mulai dari urea, TS, hingga ponska. "Kami terpaksa mencari ke daerah lain, ada yang sampai mencarinya ke Kertasmaya dan Kedokan, Kabupaten Indramayu,," ungkap dia.
Dia menyebutkan, harga pupuk saat ini telah mencapai Rp250 ribu/kwintal. Padahal sebelumnya harga pupuk urea bersubsidi hanya Rp180 ribu/kwintal. Petani sendiri, lanjut dia, sebenarnya akan membeli pupuk dengan harga berapa pun. asal tersedia.
Atas kondisi ini, pihaknya telah melaporkan kepada instansi terkait. Sayangnya hingga kini belum ada tanggapan dan kelangkaan pupuk pun masih terjadi. Padahal saat ini merupakan masa di mana tanaman padi membutuhkan pemupukan karena telah berusia lebih dari dua minggu.
"Kalau tak dipupuk, pertumbuhan tanaman akan terganggu. Tanaman menjadi kerdil dan tak berkembang," ujar dia.
Untuk satu kali musim tanam, biasanya petani membutuhkan pupuk jenis urea 2-3 kwintal/hektar. Kelangkaan membuat petani harus memanfaatkan pupuk seadanya. Meski mereka meyakini pertumbuhan dan hasil panen tak akan maksimal, petani tetap berupaya agar tanaman padinya tak mati.
(gpr)
http://ekbis.sindonews.com/read/879961/34/bulog-cirebon-kesulitan-adakan-gabah-dari-petani
Sabtu, 05 Juli 2014
Jumat, 04 Juli 2014
Gudang Bulog Kewalahan
Kamis, 3 Juli 2014
Bulog Divisi Regional Sulawesi Tenggara yang memiliki gudang di sejumlah kabupaten/kota kewalahan menampung beras dari petani.
Kepala Divre Bulog Sultra Hasan Ramli di Kendari, Kamis, mengatakan daya tampung gudang milik Bulog sekitar 26.500 ton.
"Bulog Sultra sedang merehabilitasi dan membangun gudang di sejumlah kabupaten/kota untuk menampung beras pembelian dari petani," kata Hasan Ramli.
Bulog Sultra ditargetkan menyerap beras petani melalui mitranya yang tersebar di sentra-sentra produksi tahun 2014 sebanyak 45.000 ton.
Tetapi, tidak dapat melakukan pembelian beras petani secara maksimal karena kapasitas gudang yang terbatas.
"Solusinya Bulog Sultra mengirim beras ke daerah-daerah yang membutuhkan, seperti Sulawesi Utara sebanyak 4.000 ton," kata Hasan.
Keterbatasan daya tampung gudang Bulog Sultra harus menjadi perhatian untuk menyukseskan pembelian beras petani.
Bulog Sultra tahun 2014 menargetkan pengadaan beras petani melalui mitranya sebanyak 45.000 ton. Kadis Pertanian Konawe Selatan Ari mengatakan sejumlah sentra produksi di daerah tersebut sedang melakukan panen padi sawah.
"Sekarang sedang panen di sejumlah zona. Masa tanam tidak merata sehingga panen pun tidak bersamaan," kata Ari.
Waktu tanam tidak merata karena ketergantungan dengan ketersediaan air yang mengharapkan musim hujan dan irigasi organik, katanya.(ant/vaa)
Bulog Divisi Regional Sulawesi Tenggara yang memiliki gudang di sejumlah kabupaten/kota kewalahan menampung beras dari petani.
Kepala Divre Bulog Sultra Hasan Ramli di Kendari, Kamis, mengatakan daya tampung gudang milik Bulog sekitar 26.500 ton.
"Bulog Sultra sedang merehabilitasi dan membangun gudang di sejumlah kabupaten/kota untuk menampung beras pembelian dari petani," kata Hasan Ramli.
Bulog Sultra ditargetkan menyerap beras petani melalui mitranya yang tersebar di sentra-sentra produksi tahun 2014 sebanyak 45.000 ton.
Tetapi, tidak dapat melakukan pembelian beras petani secara maksimal karena kapasitas gudang yang terbatas.
"Solusinya Bulog Sultra mengirim beras ke daerah-daerah yang membutuhkan, seperti Sulawesi Utara sebanyak 4.000 ton," kata Hasan.
Keterbatasan daya tampung gudang Bulog Sultra harus menjadi perhatian untuk menyukseskan pembelian beras petani.
Bulog Sultra tahun 2014 menargetkan pengadaan beras petani melalui mitranya sebanyak 45.000 ton. Kadis Pertanian Konawe Selatan Ari mengatakan sejumlah sentra produksi di daerah tersebut sedang melakukan panen padi sawah.
"Sekarang sedang panen di sejumlah zona. Masa tanam tidak merata sehingga panen pun tidak bersamaan," kata Ari.
Waktu tanam tidak merata karena ketergantungan dengan ketersediaan air yang mengharapkan musim hujan dan irigasi organik, katanya.(ant/vaa)
Kamis, 03 Juli 2014
Jokowi: Indonesia Doyan Impor, Itu Ulah Mafia
Rabu, 2 Juli 2014
LiputanIslam.com — Indonesia doyan impor, itu tak terlepas dari kerjaan mafia. Begitulah yang disampaikan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, sepak terjang mafia ini adalah mewariskan budaya impor beras, daging, bawang, kedelai, sayur buah dan ikan.
Seperti dikabarkan Republika (10 Oktober 2013), pada tahun 2013, menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Ali Muso, Indonesia mengimpor beras sebanyak 300.000 ton. Sedangkan dari catatan Liputan Islam, Indonesia yang subur ini pun harus mengimpor singkong. Jumlah impor fluktuatif, pada tahun 2012 impor singkong tercatat 13,3 ribu ton atau senilai US$ 3,4 juta. Sementara hingga pertengahan tahun 2013, jumlah impor singkong 100 ton.
“Mafia membuat kita selalu mengimpor baik daging, padi, ikan dan minyak. Ini yang membuat mengapa menghilangkan impor susah karena ada kepentingan di antara beberapa orang,” kata Jokowi di Jakarta, Rabu, 2 Juli 2014 seperti dilansir Tribunnewscom.
“Indonesia itu harusnya bisa ekspor, tapi kok malah terus-terusan impor. Tahu sebabnya? Karena ada mafianya. Ada mafia daging, ada mafia beras, bahkan mafia haji,” ungkap Jokowi.
Jokowi mengatakan Indonesia sudah saatnya menghilangkan budaya impor. Karena Indonesia memiliki potensi besar seperti memiliki sejumlah wilayah lumbung beras, salah satunya Cianjur.
“Sebetulnya persoalan ini tidak rumit. Menjadi rumit karena banyak kepentingan, ada yang ingin dapat uang, dapat komisi, sehingga kita impor terus, lalu bocor-bocor, ya sukanya bocor sih,” katanya.
“Stop impor beras, ikan, juga buah. Ketahanan pangan adalah kunci kebesaran bangsa,” ujar Jokowi.
Ia menjanjikan penghentian impor pangan harus dilakukan perlahan. “Bayangkan kita sudah susah payah produksi. Pas panen, impor datang, harga jatuh, bikin malas produksi. Maka, petani harus dimuliakan, tinggal niat pemerintah,” jelasnya.
Jokowi menyebutkan, bahwa kinerja pemerintah harus diperbaiki. Setiap menteri harus diberi capaian target yang jelas.
“Kalau saya jadi presiden, maka menteri-menteri akan saya kasih capaian target-target yang jelas. Kalau dua tahun tidak menyelesaikan targetnya, ganti saja,” ungkap Jokowi. (ba)
http://liputanislam.com/pemilu/jokowi-indonesia-doyan-impor-itu-ulah-mafia/
LiputanIslam.com — Indonesia doyan impor, itu tak terlepas dari kerjaan mafia. Begitulah yang disampaikan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, sepak terjang mafia ini adalah mewariskan budaya impor beras, daging, bawang, kedelai, sayur buah dan ikan.
Seperti dikabarkan Republika (10 Oktober 2013), pada tahun 2013, menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Ali Muso, Indonesia mengimpor beras sebanyak 300.000 ton. Sedangkan dari catatan Liputan Islam, Indonesia yang subur ini pun harus mengimpor singkong. Jumlah impor fluktuatif, pada tahun 2012 impor singkong tercatat 13,3 ribu ton atau senilai US$ 3,4 juta. Sementara hingga pertengahan tahun 2013, jumlah impor singkong 100 ton.
“Mafia membuat kita selalu mengimpor baik daging, padi, ikan dan minyak. Ini yang membuat mengapa menghilangkan impor susah karena ada kepentingan di antara beberapa orang,” kata Jokowi di Jakarta, Rabu, 2 Juli 2014 seperti dilansir Tribunnewscom.
“Indonesia itu harusnya bisa ekspor, tapi kok malah terus-terusan impor. Tahu sebabnya? Karena ada mafianya. Ada mafia daging, ada mafia beras, bahkan mafia haji,” ungkap Jokowi.
Jokowi mengatakan Indonesia sudah saatnya menghilangkan budaya impor. Karena Indonesia memiliki potensi besar seperti memiliki sejumlah wilayah lumbung beras, salah satunya Cianjur.
“Sebetulnya persoalan ini tidak rumit. Menjadi rumit karena banyak kepentingan, ada yang ingin dapat uang, dapat komisi, sehingga kita impor terus, lalu bocor-bocor, ya sukanya bocor sih,” katanya.
“Stop impor beras, ikan, juga buah. Ketahanan pangan adalah kunci kebesaran bangsa,” ujar Jokowi.
Ia menjanjikan penghentian impor pangan harus dilakukan perlahan. “Bayangkan kita sudah susah payah produksi. Pas panen, impor datang, harga jatuh, bikin malas produksi. Maka, petani harus dimuliakan, tinggal niat pemerintah,” jelasnya.
Jokowi menyebutkan, bahwa kinerja pemerintah harus diperbaiki. Setiap menteri harus diberi capaian target yang jelas.
“Kalau saya jadi presiden, maka menteri-menteri akan saya kasih capaian target-target yang jelas. Kalau dua tahun tidak menyelesaikan targetnya, ganti saja,” ungkap Jokowi. (ba)
http://liputanislam.com/pemilu/jokowi-indonesia-doyan-impor-itu-ulah-mafia/
Rabu, 02 Juli 2014
Bulog buka kerjasama dengan pihak swasta
Selasa, 1 Juli 2014
Semarang (ANTARA News) - Bulog Divisi Regional Jawa Tengah (Jateng) membuka peluang kerjasama dengan pihak swasta untuk mengembangkan bisnis Bulogmart ke semua wilayah.
"Pada prinsipnya kami terbuka kalau ada pihak swasta baik itu kelompok maupun perorangan yang tertarik untuk mengembangkan Bulogmart ini," kata Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono di Semarang, Selasa.
Ia mengatakan tidak ada syarat khusus yang diberikan oleh Bulog kaitannya dengan tempat yang akan dijadikan tempat usaha Bulogmart.
"Ya kami luwes saja baik itu tempat didirikannya Bulogmart dan teknisnya bagaimana apakah itu tunai atau konsinyasi, bagi kami yang penting komoditas yang dijual oleh Bulogmart ini bisa membantu masyarakat dan tentu saja laku di pasaran," urainya.
Sejauh ini Bulog Sub Divre Semarang tengah melakukan kerjasama dengan perorangan untuk pengadaan Bulogmart di kawasan Meteseh Kecamatan Tembalang.
"Tetapi kontraknya sudah mau habis dan kami melihat tempatnya memang kurang potensial karena jauh dari keramaian, kami berharap pada kerjasama yang lain Bulogmart ini bisa berada di tempat yang ramai penduduk atau tempatnya strategis," jelasnya.
Sejauh ini Bulogmart yang berada di Meteseh merupakan satu-satunya kerjasama antara Bulog dengan pihak swasta dalam kaitannya pengadaan swalayan mini tersebut.
Damin mengatakan hingga saat ini Bulog Divre Jateng mengelola 51 Bulogmart yang tersebar di setiap gudang Bulog, enam berada di Sub Divre, dan satu ada di Distrik Center yang berada di Randu Garut.
"Sebanyak 51 Bulogmart ini berada di kawasan yang strategis sehingga bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat luas, kami juga berharap komoditas yang ada di Bulogmart bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," tukasnya.
Sementara itu salah satu warga Meteseh Sofie, mengatakan dirinya sudah tidak lagi berbelanja ke Bulogmart yang ada di kawasan tersebut karena barang yang dijual sudah tidak lengkap dan jarang buka.
"Sebenarnya keberadaan Bulogmart ini cukup membantu warga sekitar untuk belanja minyak, beras, dan gula, tetapi kalau yang dijual tidak lengkap kami terpaksa mencari di swalayan lain," tukasnya.
(KR-AWA/J005)
Editor: Tasrief Tarmizi
http://www.antaranews.com/berita/441935/bulog-buka-kerjasama-dengan-pihak-swasta
Semarang (ANTARA News) - Bulog Divisi Regional Jawa Tengah (Jateng) membuka peluang kerjasama dengan pihak swasta untuk mengembangkan bisnis Bulogmart ke semua wilayah.
"Pada prinsipnya kami terbuka kalau ada pihak swasta baik itu kelompok maupun perorangan yang tertarik untuk mengembangkan Bulogmart ini," kata Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono di Semarang, Selasa.
Ia mengatakan tidak ada syarat khusus yang diberikan oleh Bulog kaitannya dengan tempat yang akan dijadikan tempat usaha Bulogmart.
"Ya kami luwes saja baik itu tempat didirikannya Bulogmart dan teknisnya bagaimana apakah itu tunai atau konsinyasi, bagi kami yang penting komoditas yang dijual oleh Bulogmart ini bisa membantu masyarakat dan tentu saja laku di pasaran," urainya.
Sejauh ini Bulog Sub Divre Semarang tengah melakukan kerjasama dengan perorangan untuk pengadaan Bulogmart di kawasan Meteseh Kecamatan Tembalang.
"Tetapi kontraknya sudah mau habis dan kami melihat tempatnya memang kurang potensial karena jauh dari keramaian, kami berharap pada kerjasama yang lain Bulogmart ini bisa berada di tempat yang ramai penduduk atau tempatnya strategis," jelasnya.
Sejauh ini Bulogmart yang berada di Meteseh merupakan satu-satunya kerjasama antara Bulog dengan pihak swasta dalam kaitannya pengadaan swalayan mini tersebut.
Damin mengatakan hingga saat ini Bulog Divre Jateng mengelola 51 Bulogmart yang tersebar di setiap gudang Bulog, enam berada di Sub Divre, dan satu ada di Distrik Center yang berada di Randu Garut.
"Sebanyak 51 Bulogmart ini berada di kawasan yang strategis sehingga bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat luas, kami juga berharap komoditas yang ada di Bulogmart bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," tukasnya.
Sementara itu salah satu warga Meteseh Sofie, mengatakan dirinya sudah tidak lagi berbelanja ke Bulogmart yang ada di kawasan tersebut karena barang yang dijual sudah tidak lengkap dan jarang buka.
"Sebenarnya keberadaan Bulogmart ini cukup membantu warga sekitar untuk belanja minyak, beras, dan gula, tetapi kalau yang dijual tidak lengkap kami terpaksa mencari di swalayan lain," tukasnya.
(KR-AWA/J005)
Editor: Tasrief Tarmizi
http://www.antaranews.com/berita/441935/bulog-buka-kerjasama-dengan-pihak-swasta
Melalui Bulog Mart, Bulog Sub Divre IV Sediakan Sembako Murah
Selasa, 1 Juli 2014
SICOM – Dengan sejumlah kebutuhan bahan pokok yang murah di Bulogmart, menjadikan animo masyarakat Purwokerto dan sekitarnya cukup tinggi untuk memborong sejumlah bahan pokok seperti Gula Pasir, Minyak Goreng dan Beras.
Antusiasme masyarakat untuk berbelanja kebutuhan bahan pokok tersebut di Bulogmart, bisa terlihat dalam dua bulan belakangan ini Bulogmart Purwokerto yang di kelola Perum Bulog Sub Divre IV Banyumas untuk penjualan minyak goreng saja bisa mencapai 16 ton. Bahkan menjelang akhir bulan ini terus merangkak naik. Begitu pula dengan gula pasir dan beras.
Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas, Sugeng Rahayu, di dampingi Kasie Pengembangan, Perencanaan Usaha (PPU), H Moh Priyono, menyatakan, kalau pihaknya sudah berkomitmen berapapun kebutuhan masyarakat atas ketiga bahan pokok yang tersedia di Bulog ini maka sudah disiapkan.
“Ya, kami siap berapapun kebutuhan masyarakat terhadap ketiga bahan pokok tersebut, apalagi sekarang ini menjelang lebaran maka stok kami tambah. Pasalnya, tanggal 10-27 Juli nanti kami akan mengadakan bazar di tiga tempat dalam dua kabupaten yakni Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara,”kata Priyono.
Diharapkan dengan ketersediaan ketiga bahan pokok tersebut bisa menekan lonjakan harga selama ramadhan 1435 H. Selain mengadakan penjualan secara eceran, menurut Priyono, pihaknya melayani penjualan dalam partai besara bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Di Bulogmart Sub Divre IV Banyumas ketiga bahan pokok tersebut tersedia dalam beberapa paket kemasan. Seperti minyak goreng di bulan puasa ini dikemas dalam ukuran 900 ml yang dijual dengan harga Rp 11.100, sedangkan dipasaran umum harga minyak goreng mencapai Rp 12 ribuan lebih.
“Untuk di bikin rata-rata maka dalam tiga hari saja minyak goreng bisa terjual hingga mencapai 6 ton atau sekitar 600 botol ukuran 900 ml. Sedangkan untuk gula pasir dijual dengan harga Rp 95.000,- per 10 Kg, sementara gula pasir dipasaran sekarang ini sudah mencapai Rp 11 hingga 12 ribu per kilogramnya,”jelasnya.
Priyono menegaskan, kalau masyarkat tidak perlu khawatir dan tidak perlu berdesak-desakkan karena pihaknya untuk gula juga sudah bekerja sama dengan pabrik gula di Madiun, Jawa Timur. Dimana dari hasil penggilingan tebu tahun 2013 sudah di borong oleh pihak Bulog.
Sementara itu, dalam menghadapi bulan suci ramadhan, untuk penjualan beras saja sudah mencapai 53 ton dan minyak goreng mencapai 22,73 ton.
“Sedangkan untuk lokasi bazar dalam rangka Bulan Suci Ramadhan, Bulog akan membuka di Masjid Al Barokah, Kelurahan Bancarkembar, pada tanggal 20 juli 2014. Untuk di Banjarnegara akan direncanakan di gudang Bulog Banjarnegara pada tanggal 16-17 Juli 2014. Sedangkan di halaman kantor Bulog Sub Divre IV Banyumas akan berlangsung pada tanggal 10 Juli sampai 27 Juli. Sekalian di sediakan Rest Area bagi pemudik yag melintas di jalur selatan ini,”terang HM Priyono. [Nata]
http://www.siagaindonesia.com/2014/07/melalui-bulog-mart-bulog-sub-divre-iv-sediakan-sembako-murah
![]() |
Antusiasme masyarakat untuk berbelanja kebutuhan bahan pokok tersebut di Bulogmart, bisa terlihat dalam dua bulan belakangan ini Bulogmart Purwokerto yang di kelola Perum Bulog Sub Divre IV Banyumas untuk penjualan minyak goreng saja bisa mencapai 16 ton. Bahkan menjelang akhir bulan ini terus merangkak naik. Begitu pula dengan gula pasir dan beras.
Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas, Sugeng Rahayu, di dampingi Kasie Pengembangan, Perencanaan Usaha (PPU), H Moh Priyono, menyatakan, kalau pihaknya sudah berkomitmen berapapun kebutuhan masyarakat atas ketiga bahan pokok yang tersedia di Bulog ini maka sudah disiapkan.
“Ya, kami siap berapapun kebutuhan masyarakat terhadap ketiga bahan pokok tersebut, apalagi sekarang ini menjelang lebaran maka stok kami tambah. Pasalnya, tanggal 10-27 Juli nanti kami akan mengadakan bazar di tiga tempat dalam dua kabupaten yakni Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara,”kata Priyono.
Diharapkan dengan ketersediaan ketiga bahan pokok tersebut bisa menekan lonjakan harga selama ramadhan 1435 H. Selain mengadakan penjualan secara eceran, menurut Priyono, pihaknya melayani penjualan dalam partai besara bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Di Bulogmart Sub Divre IV Banyumas ketiga bahan pokok tersebut tersedia dalam beberapa paket kemasan. Seperti minyak goreng di bulan puasa ini dikemas dalam ukuran 900 ml yang dijual dengan harga Rp 11.100, sedangkan dipasaran umum harga minyak goreng mencapai Rp 12 ribuan lebih.
“Untuk di bikin rata-rata maka dalam tiga hari saja minyak goreng bisa terjual hingga mencapai 6 ton atau sekitar 600 botol ukuran 900 ml. Sedangkan untuk gula pasir dijual dengan harga Rp 95.000,- per 10 Kg, sementara gula pasir dipasaran sekarang ini sudah mencapai Rp 11 hingga 12 ribu per kilogramnya,”jelasnya.
Priyono menegaskan, kalau masyarkat tidak perlu khawatir dan tidak perlu berdesak-desakkan karena pihaknya untuk gula juga sudah bekerja sama dengan pabrik gula di Madiun, Jawa Timur. Dimana dari hasil penggilingan tebu tahun 2013 sudah di borong oleh pihak Bulog.
Sementara itu, dalam menghadapi bulan suci ramadhan, untuk penjualan beras saja sudah mencapai 53 ton dan minyak goreng mencapai 22,73 ton.
“Sedangkan untuk lokasi bazar dalam rangka Bulan Suci Ramadhan, Bulog akan membuka di Masjid Al Barokah, Kelurahan Bancarkembar, pada tanggal 20 juli 2014. Untuk di Banjarnegara akan direncanakan di gudang Bulog Banjarnegara pada tanggal 16-17 Juli 2014. Sedangkan di halaman kantor Bulog Sub Divre IV Banyumas akan berlangsung pada tanggal 10 Juli sampai 27 Juli. Sekalian di sediakan Rest Area bagi pemudik yag melintas di jalur selatan ini,”terang HM Priyono. [Nata]
http://www.siagaindonesia.com/2014/07/melalui-bulog-mart-bulog-sub-divre-iv-sediakan-sembako-murah
Selasa, 01 Juli 2014
Harga Beras Mahal, Warga Minta Salurkan Raskin Juli
Senin, 30 Juli 2014
raskinBENGKULU – Dampak dari naiknya harga komoditi beras jelang puasa dan Ramadhan 1435 H tahun ini mulai dirasakan masyarakat kurang mampu alias miskin. Alhasil warga miskin mendesak Bulog menyalurkan raskin jatah bulan Juli. Tak hanya itu banyak jatah raskin Mei dan Juni beberapa daerah di kabupaten/kota belum disalurkan.
Warga Kelurahan Pekan Sabtu Kecamatan Selebar, Suryani (38) berharap Divisi Regional (Divre) Bulog Bengkulu memberi kompensasi atau kemudahan menghadapi lebaran, dengan cara menyalurkan raskin diawal bulan sebelum lebaran. Jika harus menunggu sesuai jadwal per triwulan akan memberatkan masyarakat kurang mampu.
‘’Selama ini kalau di Kota memang ada yang per triwulan. Namun untuk jatah Juli ini kami harapkan lebih dipercepat. Sebab kalau harga beras di pasar itu sudah benar-benar tidak terjangkau. Sedangkan raskin masih sangat terjangkau oleh masyarakat yang menengah ke bawah,’’ kata Suryani kemarin (29/6).
Sementara Kepala Perum Divisi Regional (Divre) Bulog Bengkulu, Basirun mengaku belum menyalurkan sepenuhnya jatah raskin Juli. Karena dari pagu 1.697 ton di 9 kabupaten/kota baru 26,39 persen yang sudah tersalur atau 450 ton. Itupun khusus jatah Juli wilayah BS dan Kaur. Sedangkan kabupaten/kota lainnya masih proses penyelesaian distribusi jatah Mei dan Juni.
‘’Kini jatah Mei saja belum tersalurkan semua. Jatah Mei baru tersalur 1.173 ton atau 69 persen dari pagu. Sedangkan Juni baru 1.025 ton atau 60 persen. Masih banyak warga miskin belum dapat raskin karena mereka belum setor uang pembelian raskin Rp 1.600/kg,’’ kata Basirun.
Basirun tidak akan memberikan kemudahan walaupun dalam rangka menghadapi lebaran. Artinya distribusi raskin akan dilakukan jika warga sudah menyetor uang pembelian. Risikonya jika disalurkan lebih dulu tanpa menunggu uang, tidak ada yang bisa mempertanggungjawabkannya. Sistem ada uang ada barang itu sudah diterapkan pemda dan masyarakat selama ini.
‘’Kami akan salurkan raskin yang sudah menyetor uang. Siapa yang akan membayarnya kalau warga tidak mau melunasi biaya raskin. Penerima raskin di Bengkulu mencapai 121.574 RTS. Kami imbau warga segera menyetor uangnya, kalau mau raskin disalurkan sebelum lebaran,’’ tutup Basirun.(che)
http://harianrakyatbengkulu.com/harga-beras-mahal-warga-minta-salurkan-raskin-juli/
raskinBENGKULU – Dampak dari naiknya harga komoditi beras jelang puasa dan Ramadhan 1435 H tahun ini mulai dirasakan masyarakat kurang mampu alias miskin. Alhasil warga miskin mendesak Bulog menyalurkan raskin jatah bulan Juli. Tak hanya itu banyak jatah raskin Mei dan Juni beberapa daerah di kabupaten/kota belum disalurkan.
Warga Kelurahan Pekan Sabtu Kecamatan Selebar, Suryani (38) berharap Divisi Regional (Divre) Bulog Bengkulu memberi kompensasi atau kemudahan menghadapi lebaran, dengan cara menyalurkan raskin diawal bulan sebelum lebaran. Jika harus menunggu sesuai jadwal per triwulan akan memberatkan masyarakat kurang mampu.
‘’Selama ini kalau di Kota memang ada yang per triwulan. Namun untuk jatah Juli ini kami harapkan lebih dipercepat. Sebab kalau harga beras di pasar itu sudah benar-benar tidak terjangkau. Sedangkan raskin masih sangat terjangkau oleh masyarakat yang menengah ke bawah,’’ kata Suryani kemarin (29/6).
Sementara Kepala Perum Divisi Regional (Divre) Bulog Bengkulu, Basirun mengaku belum menyalurkan sepenuhnya jatah raskin Juli. Karena dari pagu 1.697 ton di 9 kabupaten/kota baru 26,39 persen yang sudah tersalur atau 450 ton. Itupun khusus jatah Juli wilayah BS dan Kaur. Sedangkan kabupaten/kota lainnya masih proses penyelesaian distribusi jatah Mei dan Juni.
‘’Kini jatah Mei saja belum tersalurkan semua. Jatah Mei baru tersalur 1.173 ton atau 69 persen dari pagu. Sedangkan Juni baru 1.025 ton atau 60 persen. Masih banyak warga miskin belum dapat raskin karena mereka belum setor uang pembelian raskin Rp 1.600/kg,’’ kata Basirun.
Basirun tidak akan memberikan kemudahan walaupun dalam rangka menghadapi lebaran. Artinya distribusi raskin akan dilakukan jika warga sudah menyetor uang pembelian. Risikonya jika disalurkan lebih dulu tanpa menunggu uang, tidak ada yang bisa mempertanggungjawabkannya. Sistem ada uang ada barang itu sudah diterapkan pemda dan masyarakat selama ini.
‘’Kami akan salurkan raskin yang sudah menyetor uang. Siapa yang akan membayarnya kalau warga tidak mau melunasi biaya raskin. Penerima raskin di Bengkulu mencapai 121.574 RTS. Kami imbau warga segera menyetor uangnya, kalau mau raskin disalurkan sebelum lebaran,’’ tutup Basirun.(che)
http://harianrakyatbengkulu.com/harga-beras-mahal-warga-minta-salurkan-raskin-juli/
Bulod Indramayu Sulit Penuhi Serapan Beras Petani Hingga 100 Persen
Senin, 30 Juni 2014
INDRAMAYU, (PRLM).- Merealisasikan target serapan beras hingga seratus persen akan tampak sulit dipenuhi Sub Divre Bulog Indramayu pada tahun ini. Pasalnya, realisasi serapan beras di Indramayu sampai pertengahan tahun ini bahkan belum melebihi angka 40%.
Wakil Kepala Subdivre Bulog Indramayu, Heri Sulistyo menyebutkan, target serapan beras pada tahun ini sebesar 97.500 ton. Namun demikian, sampai 29 Juni kemarin, serapan beras yang terealisasi baru mencapai 28.405 ton.
Menghadapi kondisi seperti ini, Heri mengakui kemungkinan bahwa target tidak bisa direalisasikan sepenuhnya. "Mungkin 80% dari target yang bisa direalisasikan pada akhir tahun ini," tuturnya, Senin (30/6/2014)..
Dia mengatakan, penyebab lemahnya serapan beras pada tahun ini disebabkan oleh pola panen dan harga beli beras di tingkat petani. Terkait soal panen, dia menyebutkan, pelaksanaannya tidak dilakukan secara serempak. Alhasil, ketersediaan beras dari panen tidak cukup kuat untuk membuat harga turun.
Hal tersebut pada akhirnya berpengaruh kepada harga beli kepada petani. "Harga jual tergolong mahal karena panen yang tidak serempak. Di pasaran sampai saat ini sekitar Rp 7.500/kg, sedangkan harga yang kami tetapkan adalah Rp 6.600/kg," tuturnya.
Dia mengatakan, adanya panen musim kemarau II diharapkan bisa menggenjot serapan beras oleh Subdivre Bulog Indramayu pada tahun ini. Menurutnya, bila bisa panen serempak, harapannya harga bisa turun, sehingga penyerapan bisa ditingkatkan.
"Kami juga saat ini berupaya meningkatkan penyerapan dengan penguatan mitra kerja dan satgas. Terutama satgas yang biasanya sering turun ke tingkat petani untuk beli gabah," ujarnya.
Sementara itu, penyaluran alokasi beras miskin sampai tanggal 29 Juni kemarin cukup tinggi. Mencapai 97,27%. Heri menyebutkan, target penyaluran raskin pada tahun ini sebanyak 20.880 ton, sedangkan realisasinya mencapai 20.311 ton.
"Kendala yang masih ada dalam penyaluran raskin ini adalah masih adanya yang menunggak," kata dia. (Muhammad Ashari/A-89)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/287494
INDRAMAYU, (PRLM).- Merealisasikan target serapan beras hingga seratus persen akan tampak sulit dipenuhi Sub Divre Bulog Indramayu pada tahun ini. Pasalnya, realisasi serapan beras di Indramayu sampai pertengahan tahun ini bahkan belum melebihi angka 40%.
Wakil Kepala Subdivre Bulog Indramayu, Heri Sulistyo menyebutkan, target serapan beras pada tahun ini sebesar 97.500 ton. Namun demikian, sampai 29 Juni kemarin, serapan beras yang terealisasi baru mencapai 28.405 ton.
Menghadapi kondisi seperti ini, Heri mengakui kemungkinan bahwa target tidak bisa direalisasikan sepenuhnya. "Mungkin 80% dari target yang bisa direalisasikan pada akhir tahun ini," tuturnya, Senin (30/6/2014)..
Dia mengatakan, penyebab lemahnya serapan beras pada tahun ini disebabkan oleh pola panen dan harga beli beras di tingkat petani. Terkait soal panen, dia menyebutkan, pelaksanaannya tidak dilakukan secara serempak. Alhasil, ketersediaan beras dari panen tidak cukup kuat untuk membuat harga turun.
Hal tersebut pada akhirnya berpengaruh kepada harga beli kepada petani. "Harga jual tergolong mahal karena panen yang tidak serempak. Di pasaran sampai saat ini sekitar Rp 7.500/kg, sedangkan harga yang kami tetapkan adalah Rp 6.600/kg," tuturnya.
Dia mengatakan, adanya panen musim kemarau II diharapkan bisa menggenjot serapan beras oleh Subdivre Bulog Indramayu pada tahun ini. Menurutnya, bila bisa panen serempak, harapannya harga bisa turun, sehingga penyerapan bisa ditingkatkan.
"Kami juga saat ini berupaya meningkatkan penyerapan dengan penguatan mitra kerja dan satgas. Terutama satgas yang biasanya sering turun ke tingkat petani untuk beli gabah," ujarnya.
Sementara itu, penyaluran alokasi beras miskin sampai tanggal 29 Juni kemarin cukup tinggi. Mencapai 97,27%. Heri menyebutkan, target penyaluran raskin pada tahun ini sebanyak 20.880 ton, sedangkan realisasinya mencapai 20.311 ton.
"Kendala yang masih ada dalam penyaluran raskin ini adalah masih adanya yang menunggak," kata dia. (Muhammad Ashari/A-89)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/287494
Langganan:
Postingan (Atom)
