Sabtu, 01 Februari 2014

Bulog Gelar Operasi Beras Murah

Sabtu, 1 Februari 2014

LHOKSEUMAWE – Bulog Lhokseumawe, mulai Kamis (30/1) menggelar Operasi Pasar (OP) beras murah ke sejumlah pasar di Lhokseumawe, untuk menekan harga beras yang kini sedang melonjak di pasaran. Harga beras yang ditawarkan dalam OP, Rp 7.300 per kilogram dengan kualitas beras medium.

Pelaksana Tugas Kepala Bulog Sub Lhokseumawe, Saifullah menyebutkan, OP yang digelar ini karena harga beras kualitas medium, yang harga jualnya seharusnya di bawah Rp 8.000/Kg, saat ini sudah mencapai Rp 8.600/Kg. Ini disebabkan persediaan beras di pasar-pasar Lhokseumawe semakin menipis.

Menurut Saifullah, operasi pasar untuk beras murah ini akan digelar sampai persediaan dan harga beras di pasaran Kota Lhokseumawe kembali stabil.

“Lokasi penyaluran beras OP yakni di Pajak Inpres dan Pasar Kota di Kecamatan Banda Sakti. Sedangkan di kecamatan lain, akan digelar di pasar pusat kecamatan,” ujarnya.(bah)

http://aceh.tribunnews.com/2014/02/01/bulog-gelar-operasi-beras-murah

Polemik Impor Beras, Pemerintah DIminta Selidiki Bulog

Sabtu, 1 Februari 2014

REPUBLIKA.CO.ID, CIKINI -- Pemerhati Pertanian, Khudori meminta aparat hukum untuk menyelidiki perizinan yang dimiliki Bulog terkait impor beras umum pada tahun lalu. Khudori menilai, tindakan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui siapa yang menyelewengkan impor tersebut.

''Selidiki bulog,'' kata dia, Sabtu (1/2).

Menurut dia, aparat sesegera mungkin meneliti apakah beras yang beredar di pasar tersebut (beras umum) merupakan produk tahun lalu. Pasalnya, beredar di pemberitaan bahwa beras tersebut dari Bulog.

Khudori mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No 12 tahun 2008, bahwa yang boleh mengimpor beras medium hanyalah Bulog. Sementara, beras yang lain (premium) boleh diimpor oleh importir yang lain. ''Dengan seperti itu, kalau tahun lalu Bulog tidak dapat ijin dan ternyata ada beras medium berarti bukan dari Bulog,'' kata dia

Dari sini, bisa dipredikisnya ada permainan 'nakal' dari para importir. Mereka memiliki ijin untuk mengimpor beras premium namun yang dikirim adalah beras medium. ''Kalau yang dimasukkan beras medium ada pelanggaran. Tidak sesuai dengan surat,'' kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merilis impor beras dengan pos tarif atau HS 1006.30.99.00 asal Vietnam. Jumlahnya sebanyak 83 kali impor dengan keterlibatan 58 importir selain Perum Bulog. Total kuota yang diberikan Kemendag sebanyak 16.900 ton melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Belawan.

Namun, terungkap bahwa ada laporan beredarnya beras nonkhusus yang datang dari Vietnam. Ditjen Bea Cukai mengklaim beras itu legal karena mengantongi SPI dari Kemendag. Sementara Kemendag mengklaim menerbitkan SPI karena ada rekomendasi dari Kementan melalui Dirjen P2HP.

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/02/01/n0azif-polemik-impor-beras-pemerintah-diminta-selidiki-bulog

Mother Earth

Jumat, 31 Januari 2014

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Dalam bahasa Arab dan Inggris, bumi diposisikan dalam kategori perempuan. Begitupun dalam bahasa Indonesia sehingga dikenal istilah “ibu pertiwi”. Ini menunjukkan sikap sangat bijak, santun, serta dalam bahwa manusia memang sewajarnya dan seharusnya menghormati sosok ibu yang memiliki karakter mencintai, memberi, dan melayani (loving, giving, and caring). Ada sabda Rasulullah yang terkenal:

Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Ada lagi sabdanya yang lain bahwa keridaan Allah itu bergantung pada keridaan orang tua, terutama sang ibu. Kebenaran sabda Rasulullah itu banyak diyakini dan dibuktikan oleh masyarakat, bahkan juga tidak terbatas pada umat Islam. Bangsa dan masyarakat mana pun, apa pun agamanya, memiliki keyakinan dan tradisi menghormati ibu. Siapa yang mendapatkan kutukan dari ibu, hilanglah kehidupan surgawinya, baik di dunia maupun di akhirat.

Sekarang ini kita melihat dan merasakan sendiri, bagaimana sengsaranya kehidupan masyarakat ketika tidak pandaipandai menghargai mother earth. Mereka yang menyatakan diri sebagai masyarakat modern, berpendidikan tinggi, menguasai iptek, namun tidak jaminan memperoleh kehidupan surgawi, kehidupan yang aman sejahtera, ketika mendapatkan kemarahan dari bumi. Banjir di mana-mana. Hutan rusak. Pendeknya, ekologi alam telah dirusak oleh anak-anaknya sendiri.

Yang mengherankan, merekayangpalingmerusakdan durhaka pada ibu pertiwi adalah mereka yang telah mendapatkanpendidikantinggi dansecara ekonomi kaya-raya. Jangan sampai dilupakan, kekayaan apa pun yang dibanggakan oleh manusia semua diambil dari bumi. Semaju dan secanggih teknologi yang dikembangkan dan dibanggakan manusia, semua berasal dari bumi. Ketika orang berbangga dengan produk teknologi automotif, semua bahan bodi dan bahan bakarnya disediakan dan diambil dari kandungan bumi.

Begitupun rumah megah, makanan, dan pakaian mewah, semua dilayani oleh mother earth. Perhiasan emas sampai berlian itu bahkan semua karena kasih sayang bumi pada manusia. Karena itu, sangat tepat bumi lalu diberi predikat sebagai ibu pertiwi. Surga berada di bawah telapak kakinya. Siapa yang durhaka, tidak mau merawat dengan baikbaik akan dicap sebagai malin kundang, yang berubah jadi batu.

Yang jadi batu dan membatu adalah hati dan pikirannya, tak lagi memiliki hati nurani, akal sehatnya tak lagi berfungsi. Kekayaan dan fasilitas yang disediakan motherearthberubah jadi malapetaka. Jadi sumber rebutan, pertikaian, dan peperangan. Kehidupansurgawi lenyap, berubah jadi neraka. Perilaku alam itu selalu taat berislam pada Tuhannya. Begitu kata Alquran. Dia berserah diri mengikuti hukum-hukumnya yang telah diciptakan Tuhan.

Walahu aslama man fissamawati wal ardhi.Air selalu mengalir ke tempat yang rendah, begitulah perilaku air mengikuti hukum Tuhan. Air hujan diturunkan untuk menyuburkan tanah. Begitulah hukum Tuhan. Matahari berputar pada porosnya. Itulah takdir Tuhan yang telah didekritkan. Jadi, semesta ini, menurut Alquran, berislam sesuai fitrahnya tanpa pernah membangkang.

Yang memiliki potensi dan sering membangkang terhadap hukum Tuhan adalah manusia karena manusia diberi akal pikiran dan kebebasan berkehendak. Manusia memiliki anugerah dan sekaligus ujian paling mahal yang tidak dimiliki makhluk lain yaitu kemerdekaan. Kemerdekaan inilah yang mestinya menjadi modal untuk meningkatkan darma bakti pada mother earth sebagai rasa syukur pada Tuhan. Namun, kemerdekaan dan kecerdasan inilah yang seringkali menjerumuskan manusia karena kerakusan dan kesombongannya.

Mereka lupa diri bahwa melawan mother earth tak mungkin menang. Manusia tak mungkin memenangkan dan mengubah hukum Tuhan yang telah menjelma menjadi hukum alam. Yang mestinya dilakukan adalah memahami hukum alam, lalu bersahabat dengan alam, dan lebih tinggi lagi adalah merawat dan mencintai alam, rumah kita. Ibu kita semua.

Hujan itu pada dasarnya anugerah alam agar tanah subur yaitu kualitas air yang telah dipisahkan dari zat garamnya lewat tangan matahari agar terjadi penguapan, lalu dibawa oleh angin ke daratan, lalu disimpan oleh hutan demi untuk melayani kebutuhan manusia. Jadi, betapa sombong, bodoh, dan rakusnya ketika masyarakat semakin merasa modern, merasa semakin maju pendidikannya, namun semakin tidak mau dan tidak mampu memahami dan bersahabat dengan alam yang amat sangat baik.

Yang selalu giving, loving, and caring. Memberi, mencintai, dan melayani manusia. Hutan kita rusak. Danau- danau sebagai waduk air kian menyempit untuk membangun rumah megah yang hanya menimbulkan kecemburuan sosial dan penyebab banjir. Sungai- sungai ibarat saluran pembuluh darah kita tutup dengan sampah-sampah sehingga terjadi kolesterol yang ujungnya stroke. Tubuh negara dan masyarakat jadi lumpuh. Banyak organ-organnya yang tidak berfungsi.

Hidup menjadi tidak produktif, bahkan menelan biaya mahal. Siapa lagi kalau bukan mother earth yang menyediakan sumber anggaran. Ironis. Setiap tahun kita semua berkeluh kesah, bertengkar, dan menderita akibat banjir, lalu lintas macet, perekonomian lumpuh, politisi sibuk bertengkar. Semua itu tak lebih sebagai tontonan akibat kebodohan, kesombongan, dan kerakusan kita. Sampai kapan drama memperolok-olok diri sendiri ini akan berakhir? 

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah @komar_hidayat              

http://m.koran-sindo.com/node/363292

BPK akan Periksa Gita Wirjawan Terkait Impor Beras Ilegal dari Vietnam

Jumat, 31 Januari 2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Masykur Musa mengatakan akan memeriksa eks menteri perdagangan Gita Wirjawan terkait kasus impor beras ilegal dari Vietnam.

Ali menegaskan akan memeriksa Gita jika dalam pemeriksaannya ia terlibat saat masih menjabat sebagai menteri perdagangan.

"Semua masalah pasti menimbulkan konsekuensi. Kalau masalah itu bisa merugikan negara, walaupun beliau mundur, tetap akan menjadi bagian yang harus bertanggung jawab," ujar Ali di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Terkait beras impor dari Vietnam tersebut, Ali mengatakan pihaknya sudah membuat Program Pemeriksaan (P2) dan akan mulai jalan Senin pekan depan.

"Saya akan melangkah lebih lanjut kaitannya dengan memeriksa apakah ini akibat dari kordinasi antara kementerian perdagangan dengan kementerian pertanian serta bea cukai yang tidak sinkron. Apakah memang ada permainan di dalam konsteks masuknya beras-betas medium yang sesungguhnya tidak diperkenankan masuk," ujar peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat itu.

Sekedar informasi, Gita Wirjawan mundur dari jabatannya Menteri Perdagangan agar bisa konsen dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat.
Terkait   #Ali Masykur Musa   #Gita Wirjawan

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Willy Widianto


http://www.tribunnews.com/nasional/2014/01/31/bpk-akan-periksa-gita-wirjawan-terkait-impor-beras-ilegal-dari-vietnam

BPK soroti dugaan penyimpangan impor beras di Kemendag

Jumat, 31 Januari 2014

BPK soroti dugaan penyimpangan impor beras di Kemendag
Ali Masykur. ©2012 Merdeka.com
Merdeka.com - Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat Gita Wirjawan mundur dari Menteri Perdagangan karena ingin fokus di konvensi. Gita mundur di saat kementerian yang dia pimpin sedang dilanda berbagai masalah.

Wakil Ketua BPK Ali Masykur Musa mengatakan, pihaknya saat ini sedang mendalami dugaan penyimpangan anggaran yang terjadi di Kementerian Perdagangan, khususnya soal impor beras. Ali dan Gita adalah sesama peserta konvensi capres partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

"Saya sendiri adalah pimpinan BPK yang terus terang sedang mempersiapkan untuk memeriksa dari seluruh masalah yang berkaitan dengan kisruh impor beras, karena itu yang menjadi tanggung jawab saya karena itu kedaulatan dan ketahanan pangan adalah bidang saya," ujar Ali saat hadir di Harlah PBNU ke 88 di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (31/1).

Ali Masykur meyakini ada banyak persoalan yang terjadi dalam kasus impor beras. Termasuk soal izin yang dikeluarkan antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian serta Bea Cukai.

"Kemendag kan mengakui SPI atas rekomendasi dari Kementan. Di sisi lain Kementan tidak merasa memberikan izin itu. Ini kan ada missing sedangkan seluruh data yang ada di pihak bea cukai menyatakan barang yang masuk itu ilegal dengan demikian ada asumsi siapa yang menggunakan kesempatan dari kedua kementerian khususnya itu?" terang dia.

Kendati sudah mundur dari Mendag, Ali Masykur meyakini Gita tak bisa lepas tanggung jawab jika memang benar ada persoalan di kasus impor beras yang melibatkan bekas kementerian yang dipimpinnya. Dia juga berjanji, akan segera mengusut kasus ini dan jika perlu memanggil Gita ke BPK untuk dimintai klarifikasi.

"Jadi semua masalah pasti menimbulkan sebuah konsekuensi kalau masalah itu sudah merugikan negara walaupun beliau mundur tetep akan jadi bagian yang harus bertanggung jawab. Pasti (panggil Gita). Kita lihat institusi dan momen. Institusinya sekarang kan Kemendag, Kementan, Kemenkeu, bea cukai," tegas dia.

Ketika ditanya, apakah sebagai penyelenggara negara, Ali Masykur juga akan mengundurkan diri sebagai pimpinan BPK, dirinya memastikan tak akan mundur. Sebab, ingin mengusut kasus ini sampai tuntas.

"Kalau saya mundur justru nanti siapa yang akan memeriksa kisruh beras yang ada? Dalam waktu secepatnya akan melakukan pemeriksaan kaitannya dengan pengadaan beras impor?" pungkasnya.
[has]

http://www.merdeka.com/peristiwa/bpk-soroti-dugaan-penyimpangan-impor-beras-di-kemendag.html

Investigasi Mengerucut pada Tiga Importir

Sabtu, 1 Februari 2014

IMPOR BERAS VIETNAM

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Perdagangan masih menginvestigasi laporan impor ilegal 16.000 ton beras medium yang ditemukan di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Saat ini, investigasi dilakukan terhadap tiga importir.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi menjelaskan, investigasi dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan pedagang mengenai adanya beras impor ilegal itu.

”Tahap awal baru akan memastikan apakah beras yang dilaporkan itu memang medium atau ternyata premium seperti yang izinnya diberikan kepada importir,” ujar Bachrul, Jumat (31/1), di Jakarta.

Ketiga importir itu merupakan bagian dari 165 importir yang mendapatkan izin mengimpor beras khusus jenis premium pada tahun 2013.

”Dari ketiga importir itu, dua importir kemungkinan salah persepsi dan izin satu importir lain dipakai oleh pengusaha lain. Beri waktu saya sampai Senin untuk melengkapi hasilnya,” katanya.

Salah satu cara membuktikan jenis beras itu adalah dengan membeli dan membawanya ke laboratorium. Importir yang terbukti mengimpor beras dengan jenis di luar izin yang diperoleh terancam pencabutan izin.

Lebih rendah
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso, di Jakarta, harga beras premium impor lebih rendah dibandingkan beras dengan beras kualitas sama di pasar domestik. Kisaran harga beras premium untuk beras bahan mencapai Rp 9.000 per kilogram. Adapun harga beras premium impor kurang dari Rp 8.000.

Kalau sampai beras tersebut masuk ke Indonesia dalam volume yang signifikan, hal itu akan mengganggu pasar beras premium domestik. Bisa jadi harga beras premium di pasar domestik tertekan.

Sejauh ini, kata Sutarto, belum ada anggota Perpadi yang mempersoalkan masuknya beras impor premium mendistorsi pasar mereka. Akan tetapi, jika terus dilakukan dan dalam volume yang signifikan, hal itu dipastikan akan mengganggu.

Sementara itu, pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, tidak tahu-menahu mengenai beras impor jenis medium dari Vietnam yang diduga beredar di sentra perdagangan beras tersebut. Data untuk pasokan beras impor tidak tersedia karena beras impor yang diketahui masuk ke pasar tersebut berasal dari operasi pasar Perum Bulog.

”Saya belum dengar mengenai itu. Tidak ada laporan dari pedagang kepada pihak pengelola,” ujar Kepala Pasar Induk Beras Cipinang Jarno Tri Purwanto.

Menurut dia, setiap truk pemasok yang membawa muatan beras diperiksa oleh petugas pendataan beras. Sopir truk melaporkan asal datangnya, berapa berat muatan yang dibawa, dan nama toko yang dituju. Namun, pemeriksaan tidak pernah dilakukan secara detail. Pendataan dilakukan berdasarkan informasi dari para sopir.

Begitu pula ketika barang muatan dibongkar di tengah pasar untuk didistribusikan ke setiap toko yang memesan. Tidak ada petugas yang mengawasi sampai rinci karena ketika truk sudah masuk pasar dan muatannya dibongkar, hal itu menjadi urusan toko pemesan masing-masing. (AHA/MAS/A06)

http://epaper.kompas.com/kompas/books/140201kompas/#/17/

Bupati Minta Bulog Beli Beras Petani Lokal

Jumat, 31 Januari 2014

BATANG—Bupati Batang Yoyok Rio Sudibyo mewajibkan Bulog untuk membeli padi dari petani lokal. Tujuannya, untuk menjaga kualitas beras dan mensejahterakan petani Batang.
Terkait hal itu, Bupati Yoyok akan membantu Bulog, untuk menyosialisaikan pembelian padi dari petani. Caranya, dengan mengundang semua ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) di Batang.
“Saya sangat prihatin, padi petani Batang, dibeli sangat murah oleh para tengkulak. Sementara mereka sendiri justru menerima raskin, dengan kualitas yang kurang bagus, yang dihasilkan petani tersebut,” kata Bupati Yoyok di hadapan Kepala Bulog Divre Wilyah VI Pekalongan, Iwan Nurwansyah, dalam sosialisasinya tentang pengadaan gabah.
Bupati Yoyok juga mewajibkan semua PNS di lingkungan Setda Pemkab Batang untuk membeli padi dari petani lokal.
Bupati Yoyok juga berjanji akan mengirimkan surat kepada Menteri Pertanian terkait rendahnya harga pokok penjualan gabah dari harga di pasaran.
”Bukan hanya Bulog yang membeli gabag petani Batang, namun juga seleruh PNS dan pegawai wajib membeli beras dari poetani Batang.”
Ketua Gapoktan Maju Makmur, Kecamatan Wonotunggal, Suwarno, mendukung upaya Bupati Yoyok.
Menurut dia, petani baru akan melepas gabah miliknya, jika Bulog membeli dengan harga pasar. Artinya, bukan harga yang ditetapkan oleh Bulog seperti yang selama ini dilakukan.
”Tapi jika harganya lebih murah, kami lebih baik menjual ke tengkulak yang sebelumnya telah meminjami kami uang untuk tanam.”
Kepala Bulog Divre Wilyah VI Pekalongan, Iwan Nurwansyah, mengatakan, tugas pokok Bulog diatur berdasarkan instruksi Presiden No 3 Tahun 2012.
Yaitu, menjaga Harga Pembelian Pemerintah (HPP), mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat yang berpendapatan rendah dan rawan pangan, serta penyaluran beras untuk menanggulangi keadaan darurat dan bencana.
“Bulog juga menyediakan stok pangan bagi pemerintah, program beras bersubsidi, CBP (bencana alam), dan pengendalian gejolak harga (OP). Itu tugas dari Bulog.”
Bulog Batang juga berjanji mengganti raskin yang berkualitas jelek, seperti bau apek, berkutu, atau berubah warna kekuningan. (thd/isk)

http://radarsemarang.com/2014/01/31/bupati-minta-bulog-beli-beras-petani-lokal/