Rabu, 8 Januari 2014
Prognosa pengadaan beras Perum Bulog Jawa Timur Divisi Regional Jatim pada 2013 ditarget 1,1 juta ton, namun hanya terealisasi 1,012 juta ton. Tahun ini, Bulog Jatim kembali mendapatkan target prognosa pengadaan beras 1,1 juta ton.
“Karena pada tahun 2013 terkendala cuaca, akhirnya target pengadaan sebesar 1,1 juta ton hanya bisa terpenuhi sebesar 1,012 juta ton. Tahun ini kami mendapatkan prognosa yang sama dengan tahun lalu,” kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Rusdianto, Senin (6/1).
Ia pun menargetkan prognosa tahun ini dapat tercapai dengan cara melakukan percepatan melalui berbagai langkah. Pertama, pihaknya akan mendorong pusat untuk segera mengeluarkan stok beras yang ada di gudang Bulog Jatim ke luar daerah. Dengan begitu, diharapkan agar gudang cepat kosong dan bisa digunakan untuk pengadaan beras baru tahun ini.
Kedua, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian terkait perkiraan luas area panen, volume panen pada tahun ini. Selain itu dilakukan pula penyuluhan serta sosialisasi kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) dan persatuan perusaan penggilingan padi (perpadi). “Kami akan melakukan workshop penggilingan padi kecil. Sebab 80 persen penggilingan yang ada di Indonesia adalah penggilingan kecil dengan produksi dibawah 10 ton per hari,” ujarnya.
Dengan begitu, ia berharap mereka bisa menaikkan produksinya dengan menekan tingkat kehilangan beras saat proses penggilingan. Mekanisme kerjasama dengan gapoktan yang disebut dengan jaringan semut juga terus diaktifkan. Karena kontribusi mereka terhadap realisasi pengadaan beras di Jatim selama ini sangat besar.
Saat ini, stok beras yang ada di Jatim mencapai 600 ribu ton. Stok tersebut untuk kebutuhan penyaluran raskin di Jatim selama 6 bulan sebesar 250 ribu ton, Sisanya sebanyak 350 ribu ton harus dikeluarkan dan dikirim keluar daerah. “Yang memiliki otoritas stok tersebut dikirim ke mana saja, itu adalah pusat. Untuk itu kami mendorong agar pusat segera memberikan tugas kepada Bulog Jatim untuk melakukan pengiriman," tuturnya.
Kendati tahun 2013 target belum tercapai, ia masih yakin Jatim bakal tetap menjadi penyokong terbesar dari jumlah stok beras nasional. Walau belum tercapai, pengadaan Jatim masih tertinggi di banding Bulog Divre lain. Ia pun menegaskan, dengan stok yang ada saat ini Jatim tetap tak memerlukan impor beras. (afr)
http://kominfo.jatimprov.go.id/watch/38153
Rabu, 08 Januari 2014
Penyaluran Raskin Januari Dimungkinkan Terlambat
Rabu, 8 Januari 2014
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Penyaluran beras miskin (raskin), untuk bulan Januari 2014 bagi Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), di Kabupaten Temanggung dimungkinkan bakal terlambat. Pasalnya, hingga Selasa (7/1), pihak Pemkab dan Pemerintah Desa masih berkutat membereskan masalah data penerima raskin.
"Di awal tahun memang terlambat, tapi kita jadwalkan akhir Januari mudah-mudahan sudah selesai disalurkan. Tapi ada faktor lain, juga yakni tergantung pihak desa dalam merevisi data,"kata Kasubbag Ekonomi Daerah Setda Temanggung, Entargo Yutri Wardono, Selasa (7/1).
Menurutnya, saat ini pihaknya baru saja menerima data penerima raskin dari Kemenko Kesra, lalu akan diolah dan dilakukan verifikasi di tingkat desa. Selanjutnya, pihak desa yang memutuskan perubahan nama penerima raskin berdasarkan hasil musyawarah desa maupun kecamatan.
"Setelah permasalahan data selesai kita akan mengajukan ke Bulog agar raskin segera turun dan disalurkan ke masyarakat. Kalau sekarang data baru masuk dari Kemenko Kesra, harus kita olah dan dipecah per desa baru diajukan ke Bulog,"imbuhnya.
Disebutkan kuota raskin tahun 2014 untuk Kabupaten Temanggung masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu 51.816 RTS PM. Akan tetapi pada tingkat desa bisa saja akan ada penambahan atau penurunan jumlah penerima berdasarkan musyawarah.
Apabila nanti pada suatu desa atau kelurahan terdapat penurunan maka sisanya akan diberikan pada warga daerah lain yang dirasa masih sangat membutuhkan bantuan tersebut.
"Sejauh ini memang ada desa yang ingin menambah kuota, tapi itu kan pagu dari pusat. Kita kirimkan data hasil musyawarah desa/kelurahan terkait perubahan penerima raskin. Untuk besarannya masih sama dengan sebelumnya, tiap RTS PM menerima jatah 15 kilogram dengan harga Rp 1.600/kilogram,"terang dia.
( Raditia Yoni Ariya / CN34 / SMNetwork )
http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/01/08/186297
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Penyaluran beras miskin (raskin), untuk bulan Januari 2014 bagi Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), di Kabupaten Temanggung dimungkinkan bakal terlambat. Pasalnya, hingga Selasa (7/1), pihak Pemkab dan Pemerintah Desa masih berkutat membereskan masalah data penerima raskin.
"Di awal tahun memang terlambat, tapi kita jadwalkan akhir Januari mudah-mudahan sudah selesai disalurkan. Tapi ada faktor lain, juga yakni tergantung pihak desa dalam merevisi data,"kata Kasubbag Ekonomi Daerah Setda Temanggung, Entargo Yutri Wardono, Selasa (7/1).
Menurutnya, saat ini pihaknya baru saja menerima data penerima raskin dari Kemenko Kesra, lalu akan diolah dan dilakukan verifikasi di tingkat desa. Selanjutnya, pihak desa yang memutuskan perubahan nama penerima raskin berdasarkan hasil musyawarah desa maupun kecamatan.
"Setelah permasalahan data selesai kita akan mengajukan ke Bulog agar raskin segera turun dan disalurkan ke masyarakat. Kalau sekarang data baru masuk dari Kemenko Kesra, harus kita olah dan dipecah per desa baru diajukan ke Bulog,"imbuhnya.
Disebutkan kuota raskin tahun 2014 untuk Kabupaten Temanggung masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu 51.816 RTS PM. Akan tetapi pada tingkat desa bisa saja akan ada penambahan atau penurunan jumlah penerima berdasarkan musyawarah.
Apabila nanti pada suatu desa atau kelurahan terdapat penurunan maka sisanya akan diberikan pada warga daerah lain yang dirasa masih sangat membutuhkan bantuan tersebut.
"Sejauh ini memang ada desa yang ingin menambah kuota, tapi itu kan pagu dari pusat. Kita kirimkan data hasil musyawarah desa/kelurahan terkait perubahan penerima raskin. Untuk besarannya masih sama dengan sebelumnya, tiap RTS PM menerima jatah 15 kilogram dengan harga Rp 1.600/kilogram,"terang dia.
( Raditia Yoni Ariya / CN34 / SMNetwork )
http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/01/08/186297
Selasa, 07 Januari 2014
Bulog DIY Tak Akan Impor Beras
Selasa, 7 Januari 2014
YOGYA (KRjogja.com) - Perum Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Perum Divre Bulog) DIY bakal mampu menyerap beras petani lokal dari mitra sebesar 65 ribu ton selama 2014 ini sehingga tidak mengimpor beras karena didukung petani setempat.
Demikian disampaikan Kepala Divre Bulog DIY, Awaludin Iqbal saat ditemui dikantornya, Selasa (07/01/2014). Awaluddin menjelaskan target Bulog DIY dalam kurun waktu dua tahun lalu cukup tinggi. Bahkan pernah mencapai lebih dari 60 ribu ton.
"Target pengadaan beras kami tahun ini 65 ribu ton, memang agak tinggi tapi itu masih masuk akal. Hal ini dapat dibuktikan pencapaian tahun 2012 sebesar 62 ribu ton dan tahun 2013 capai 53 ribu ton yang turun karena memang ada revisi jadi secara 'road map' udah ada sehingga sekarang kita tinggal ikutin karena itu bukan target yg mustahil," papar Iqbal.
Secara nasional, Iqbal menyampaikan pasokan beras mencapai 2 juta ton yang cukup hingga Juli sampai Agustus 2014 mendatang. Dengan stok yang ada maka tahun ini tidak perlu impor beras dan sepenuhnya akan menggunakan beras lokal. Sementara untuk penyerapan beras Bulog DIY sendiri, Iqbal mengatakan belum masuk karena polanya awal tahun panen masih sedikit hanya mencapai kisaran 500 ton per bulan. (*-24)
http://kr.co.id/read/200120/bulog-diy-tak-akan-impor-beras.kr
YOGYA (KRjogja.com) - Perum Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Perum Divre Bulog) DIY bakal mampu menyerap beras petani lokal dari mitra sebesar 65 ribu ton selama 2014 ini sehingga tidak mengimpor beras karena didukung petani setempat.
Demikian disampaikan Kepala Divre Bulog DIY, Awaludin Iqbal saat ditemui dikantornya, Selasa (07/01/2014). Awaluddin menjelaskan target Bulog DIY dalam kurun waktu dua tahun lalu cukup tinggi. Bahkan pernah mencapai lebih dari 60 ribu ton.
"Target pengadaan beras kami tahun ini 65 ribu ton, memang agak tinggi tapi itu masih masuk akal. Hal ini dapat dibuktikan pencapaian tahun 2012 sebesar 62 ribu ton dan tahun 2013 capai 53 ribu ton yang turun karena memang ada revisi jadi secara 'road map' udah ada sehingga sekarang kita tinggal ikutin karena itu bukan target yg mustahil," papar Iqbal.
Secara nasional, Iqbal menyampaikan pasokan beras mencapai 2 juta ton yang cukup hingga Juli sampai Agustus 2014 mendatang. Dengan stok yang ada maka tahun ini tidak perlu impor beras dan sepenuhnya akan menggunakan beras lokal. Sementara untuk penyerapan beras Bulog DIY sendiri, Iqbal mengatakan belum masuk karena polanya awal tahun panen masih sedikit hanya mencapai kisaran 500 ton per bulan. (*-24)
http://kr.co.id/read/200120/bulog-diy-tak-akan-impor-beras.kr
Genjot Omzet, Bulog Divre Kaltim Andalkan Bandeng Beku
Selasa, 7 Januari 2014
Bisnis.com, BALIKPAPAN - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Kalimantan Timur mengandalkan produk bandeng beku untuk memacu pendapatan komersial yang dipatok sebesar Rp20,82 miliar pada tahun ini.
Kepala Bidang Komersial Bulog Divre Kaltim Ismoyo Dwijantoro mengatakan penjualan produk bandeng beku ditargetkan mencapai 200 ton hingga akhir tahun. Adapun hingga pekan pertama awal tahun ini, angka realisasi tercatat telah mencapai 136 ton bandeng beku.
“Targetnya 200 ton, sama dengan tahun lalu. Tampaknya tahun ini juga akan melampaui target. Tahun lalu, kami berhasil membukukan realisasi penjualan 238 ton bandeng beku,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/1/2014).
Dari target sebesar 200 ton tersebut, nilai jual bandeng beku tersebut diperkirakan mencapai Rp2,925 miliar. Nilai tersebut kemungkinan akan bertambah sesuai dengan harga jual bandeng di pasaran.
Ismoyo mengakui pasokan bandeng beku berasal dari Tarakan yang juga dihimpun dari daerah di sekitarnya seperti Nunukan dan Bunyu. Dia optimistis target tersebut bisa terlampaui mengingat realisasi pada bulan berjalan sudah hampir mencapai target yang ditetapkan.
Selain mengandalkan hasil penjualan bandeng beku, Bulog Divre Kaltim juga akan menggenjot pendapatan pada penjualan sektor unggulan di Bulog Mart.
Saat ini sudah ada dua Bulog Mart yang beroperasi, yakni di Tarakan dan Balikpapan. “Di Tarakan memang sudah berkembang karena lebih dahulu beroperasi,” sahut Abdul Nadjid, Kadivre Bulog Kaltim.
Rencananya, Bulog Divre Kaltim akan membuka Bulog Mart di Samarinda sehingga menambah lokasi persebaran. Selain itu, pembukaan Bulog Mart diarahkan di tiap kantor seksi logistik (Kansilog) yang ada di Kaltim. “Dengan pertimbangan permintaan pasar juga tentunya,” katanya.
http://industri.bisnis.com/read/20140107/12/195950/genjot-omzet-bulog-divre-kaltim-andalkan-bandeng-beku
Bisnis.com, BALIKPAPAN - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Kalimantan Timur mengandalkan produk bandeng beku untuk memacu pendapatan komersial yang dipatok sebesar Rp20,82 miliar pada tahun ini.
Kepala Bidang Komersial Bulog Divre Kaltim Ismoyo Dwijantoro mengatakan penjualan produk bandeng beku ditargetkan mencapai 200 ton hingga akhir tahun. Adapun hingga pekan pertama awal tahun ini, angka realisasi tercatat telah mencapai 136 ton bandeng beku.
“Targetnya 200 ton, sama dengan tahun lalu. Tampaknya tahun ini juga akan melampaui target. Tahun lalu, kami berhasil membukukan realisasi penjualan 238 ton bandeng beku,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/1/2014).
Dari target sebesar 200 ton tersebut, nilai jual bandeng beku tersebut diperkirakan mencapai Rp2,925 miliar. Nilai tersebut kemungkinan akan bertambah sesuai dengan harga jual bandeng di pasaran.
Ismoyo mengakui pasokan bandeng beku berasal dari Tarakan yang juga dihimpun dari daerah di sekitarnya seperti Nunukan dan Bunyu. Dia optimistis target tersebut bisa terlampaui mengingat realisasi pada bulan berjalan sudah hampir mencapai target yang ditetapkan.
Selain mengandalkan hasil penjualan bandeng beku, Bulog Divre Kaltim juga akan menggenjot pendapatan pada penjualan sektor unggulan di Bulog Mart.
Saat ini sudah ada dua Bulog Mart yang beroperasi, yakni di Tarakan dan Balikpapan. “Di Tarakan memang sudah berkembang karena lebih dahulu beroperasi,” sahut Abdul Nadjid, Kadivre Bulog Kaltim.
Rencananya, Bulog Divre Kaltim akan membuka Bulog Mart di Samarinda sehingga menambah lokasi persebaran. Selain itu, pembukaan Bulog Mart diarahkan di tiap kantor seksi logistik (Kansilog) yang ada di Kaltim. “Dengan pertimbangan permintaan pasar juga tentunya,” katanya.
http://industri.bisnis.com/read/20140107/12/195950/genjot-omzet-bulog-divre-kaltim-andalkan-bandeng-beku
Bulog Sidrap Move Out 30 Ribu Ton Beras
Selasa, 7 Januari 2014
SIDRAP, FAJAR -- Sub Divre Bulog Sidrap dalam waktu dekat akan melakukan move out beras secara besar-besaran ke beberapa daerah di Indonesia. Menurut Kepala Sub Divre Bulog Sidrap, Laode Amijaya, siang tadi, ada sekitar 30 ribu ton beras yang akan dikirim keluar daerah.
"Saat ini kita memiliki stok akhir tahun sebanyak 40 ribu ton. Kita ingin agar stok hanya tersisa 10 ribu ton saja mengingat kapasitas gudang penampungan kita hanya bisa menampung hingga 56 ribu ton saja,," ujar Laode siang tadi, Selasa, 7 Januari.(eby)
http://www.fajar.co.id/sulawesiselatan/3084666_5663.html
SIDRAP, FAJAR -- Sub Divre Bulog Sidrap dalam waktu dekat akan melakukan move out beras secara besar-besaran ke beberapa daerah di Indonesia. Menurut Kepala Sub Divre Bulog Sidrap, Laode Amijaya, siang tadi, ada sekitar 30 ribu ton beras yang akan dikirim keluar daerah.
"Saat ini kita memiliki stok akhir tahun sebanyak 40 ribu ton. Kita ingin agar stok hanya tersisa 10 ribu ton saja mengingat kapasitas gudang penampungan kita hanya bisa menampung hingga 56 ribu ton saja,," ujar Laode siang tadi, Selasa, 7 Januari.(eby)
http://www.fajar.co.id/sulawesiselatan/3084666_5663.html
Perum Bulog Untung hingga Rp 350 Miliar
Senin, 6 Januari 2014
JAKARTA, KOMPAS — Perum Bulog sepanjang 2013 membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 350 miliar. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan konsolidasi antara kinerja penugasan (PSO) dan komersial.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Minggu (5/1), di Jakarta, kontribusi keuntungan dari kegiatan komersial atau bisnis Perum Bulog lebih besar dari PSO. Dari total keuntungan Rp 350 miliar, kontribusi dari PSO hanya Rp 7 miliar.
Sutarto menggarisbawahi bahwa untung Rp 350 miliar itu belum menghitung biaya margin yang mestinya didapat Perum Bulog dari penugasan pemerintah. ”Bila biaya margin diberikan pada Bulog, keuntungan Bulog bisa naik menjadi Rp 1,3 triliun sampai Rp 1,5 triliun,” katanya.
Tahun 2012 Perum Bulog tidak untung karena keuntungan Rp 250 miliar digunakan untuk menutupi kekurangan bayar hingga Rp 400 miliar.
Terkait biaya margin, sudah ada pembicaraan dengan Kementerian BUMN di mana untuk Bulog disepakati sebesar Rp 3,5 miliar. Namun sejak 2011 hingga sekarang Bulog belum bisa mendapat biaya margin.
Berbeda dengan biaya margin yang diterima perusahaan BUMN lain berkisar 7 persen sampai 9 persen. Untuk industri pupuk nasional sebesar 10 persen. ”Biaya margin Bulog sampai saat ini masih 0 persen,” ungkapnya. Biaya margin merupakan selisih antara realisasi penggunaan anggaran Bulog dan anggaran dari pemerintah yang diberikan kepada Bulog melalui tugas PSO dalam bentuk harga pembelian pemerintah.
Sebelum Bulog diaudit oleh BPK, selisih itu disebut dengan delta, masuk dalam keuntungan Bulog. Namun sejak diaudit BPK, delta tersebut tidak ada lagi karena harus dikembalikan kepada pemerintah. Bulog memperjuangkan itu sejak 2011 sampai sekarang belum juga berhasil.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan stabilisasi harga pangan terutama beras dapat dicapai karena produksi dalam negeri meningkat. Di sisi lain stok beras Bulog cukup untuk melakukan intervensi.
Oleh karena itu tidak terjadi jurang antara permintaan dan ketersediaan beras. Tahun 2014 situasi itu akan terus dijaga. Kalau nanti memang ada celah antara pasokan dan kebutuhan, pihaknya akan membuka impor. ”Meski begitu produksi dalam negeri tetap diprioritaskan,” katanya.
Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, stabilisasi harga pangan untuk menekan laju inflasi pangan terutama beras sebaiknya melibatkan pemerintah daerah. Selama ini daerah kurang dilibatkan dalam menjaga inflasi.
Kontribusi pemda bisa dalam bentuk menanggung biaya transportasi. Inflasi beras kalau tidak dijaga dapat menyumbang hingga 25 persen dari total inflasi. Kontribusi utamanya akibat masalah distribusi dan transportasi.
Biaya pengiriman beras ke daerah-daerah mahal. Tidak jarang ongkosnya dua kali lipat. Bila daerah dilibatkan menanggung biaya transportasi, harga beras di tingkat konsumen di daerah tidak akan tinggi. (MAS)
http://epaper.kompas.com/kompas/books/140106kompas/#/18/
JAKARTA, KOMPAS — Perum Bulog sepanjang 2013 membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 350 miliar. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan konsolidasi antara kinerja penugasan (PSO) dan komersial.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Minggu (5/1), di Jakarta, kontribusi keuntungan dari kegiatan komersial atau bisnis Perum Bulog lebih besar dari PSO. Dari total keuntungan Rp 350 miliar, kontribusi dari PSO hanya Rp 7 miliar.
Sutarto menggarisbawahi bahwa untung Rp 350 miliar itu belum menghitung biaya margin yang mestinya didapat Perum Bulog dari penugasan pemerintah. ”Bila biaya margin diberikan pada Bulog, keuntungan Bulog bisa naik menjadi Rp 1,3 triliun sampai Rp 1,5 triliun,” katanya.
Tahun 2012 Perum Bulog tidak untung karena keuntungan Rp 250 miliar digunakan untuk menutupi kekurangan bayar hingga Rp 400 miliar.
Terkait biaya margin, sudah ada pembicaraan dengan Kementerian BUMN di mana untuk Bulog disepakati sebesar Rp 3,5 miliar. Namun sejak 2011 hingga sekarang Bulog belum bisa mendapat biaya margin.
Berbeda dengan biaya margin yang diterima perusahaan BUMN lain berkisar 7 persen sampai 9 persen. Untuk industri pupuk nasional sebesar 10 persen. ”Biaya margin Bulog sampai saat ini masih 0 persen,” ungkapnya. Biaya margin merupakan selisih antara realisasi penggunaan anggaran Bulog dan anggaran dari pemerintah yang diberikan kepada Bulog melalui tugas PSO dalam bentuk harga pembelian pemerintah.
Sebelum Bulog diaudit oleh BPK, selisih itu disebut dengan delta, masuk dalam keuntungan Bulog. Namun sejak diaudit BPK, delta tersebut tidak ada lagi karena harus dikembalikan kepada pemerintah. Bulog memperjuangkan itu sejak 2011 sampai sekarang belum juga berhasil.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan stabilisasi harga pangan terutama beras dapat dicapai karena produksi dalam negeri meningkat. Di sisi lain stok beras Bulog cukup untuk melakukan intervensi.
Oleh karena itu tidak terjadi jurang antara permintaan dan ketersediaan beras. Tahun 2014 situasi itu akan terus dijaga. Kalau nanti memang ada celah antara pasokan dan kebutuhan, pihaknya akan membuka impor. ”Meski begitu produksi dalam negeri tetap diprioritaskan,” katanya.
Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, stabilisasi harga pangan untuk menekan laju inflasi pangan terutama beras sebaiknya melibatkan pemerintah daerah. Selama ini daerah kurang dilibatkan dalam menjaga inflasi.
Kontribusi pemda bisa dalam bentuk menanggung biaya transportasi. Inflasi beras kalau tidak dijaga dapat menyumbang hingga 25 persen dari total inflasi. Kontribusi utamanya akibat masalah distribusi dan transportasi.
Biaya pengiriman beras ke daerah-daerah mahal. Tidak jarang ongkosnya dua kali lipat. Bila daerah dilibatkan menanggung biaya transportasi, harga beras di tingkat konsumen di daerah tidak akan tinggi. (MAS)
http://epaper.kompas.com/kompas/books/140106kompas/#/18/
Senin, 06 Januari 2014
Elpiji Naik, Perum Bulog Blang Pidie Gelar Operasi Pasar
Senin, 6 Januari 2014
Blang Pidie - Pasca kenaikan harga elpiji sejumlah harga barang lainnya pun ikut naik. Salah satunya harga beras, untuk itu Perum Bulog Sub Divre IV Blangpidie menggelar operasi pasar (OP). OP yang dilakukan itu bekerjasama dengan Pemkab Abdya bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasaran.
Kepala Perum Bulog Sub Divre IV Blangpidie, H Basir,S.Sos kepada wartawan, Senin (6/1/2013) menjelaskan, OP tersebut dipusatkan di Pasar Kota Blangpidie dengan harga Rp.7500 per kilogram dengan kualitas beras medium.
Disebutkan, selain menggelar OP di Pasar Blangpidie, pihaknya juga akan membuka kegiatan OP di depan Perum Bulog Blangpidie bahkan hingga ke sejumlah kecamatan lainnya.
"Tujuan kita OP ini adalah untuk membantu masyarakat. Dengan adanya OP ini masyarakat tidak merasa berat dalam memenuhi kebutuhan beras," sebutnya.
Ruslan, salah seorang pedagang grosir besar di Jalan H.Ilyas Blangpidie ketika dikonfirmasi langsung mengatakan, meskipun harga beras yang berkembang saat ini mengalami kenaikan, namun ia mengaku tetap menjual beras dengan harga standar dan tidak memberatkan masyarakat.
Bahkan ia sangat mendukung dengan adanya OP yang dipusatkan di Pasar Kota Blangpidie dan disejumlah kecamatan lainnya. "Paling tidak, dengan adanya OP ini, masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan beras sehari-hari. apalagi kondisi perekonomian masyarakat saat ini tidak menentu," ujarnya.
Dengan digelarnya OP itu, harga beras yang dijual dipasaran mencapai Rp.130.000 per sak, sekarang ini bisa dijual dengan harga lebih murah Rp.112.500 per sak dengan kualitas beras medium.
http://www.theglobejournal.com/Ekonomi/elpiji-naik-perum-bulog-blang-pidie-gelar-operasi-pasar/index.php
Blang Pidie - Pasca kenaikan harga elpiji sejumlah harga barang lainnya pun ikut naik. Salah satunya harga beras, untuk itu Perum Bulog Sub Divre IV Blangpidie menggelar operasi pasar (OP). OP yang dilakukan itu bekerjasama dengan Pemkab Abdya bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasaran.
Kepala Perum Bulog Sub Divre IV Blangpidie, H Basir,S.Sos kepada wartawan, Senin (6/1/2013) menjelaskan, OP tersebut dipusatkan di Pasar Kota Blangpidie dengan harga Rp.7500 per kilogram dengan kualitas beras medium.
Disebutkan, selain menggelar OP di Pasar Blangpidie, pihaknya juga akan membuka kegiatan OP di depan Perum Bulog Blangpidie bahkan hingga ke sejumlah kecamatan lainnya.
"Tujuan kita OP ini adalah untuk membantu masyarakat. Dengan adanya OP ini masyarakat tidak merasa berat dalam memenuhi kebutuhan beras," sebutnya.
Ruslan, salah seorang pedagang grosir besar di Jalan H.Ilyas Blangpidie ketika dikonfirmasi langsung mengatakan, meskipun harga beras yang berkembang saat ini mengalami kenaikan, namun ia mengaku tetap menjual beras dengan harga standar dan tidak memberatkan masyarakat.
Bahkan ia sangat mendukung dengan adanya OP yang dipusatkan di Pasar Kota Blangpidie dan disejumlah kecamatan lainnya. "Paling tidak, dengan adanya OP ini, masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan beras sehari-hari. apalagi kondisi perekonomian masyarakat saat ini tidak menentu," ujarnya.
Dengan digelarnya OP itu, harga beras yang dijual dipasaran mencapai Rp.130.000 per sak, sekarang ini bisa dijual dengan harga lebih murah Rp.112.500 per sak dengan kualitas beras medium.
http://www.theglobejournal.com/Ekonomi/elpiji-naik-perum-bulog-blang-pidie-gelar-operasi-pasar/index.php
Langganan:
Postingan (Atom)