Sabtu, 04 Januari 2014

Bulog Tegaskan Belum Ada Tambahan Beras Miskin di Sumut

Sabtu, 4 Januari 2014

Bulog Tegaskan Belum Ada Tambahan Beras Miskin di Sumut  : aktual.co

Jakarta, Aktual.co — Bulog menegaskan belum ada tambahan jumlah alokasi beras untuk warga miskin (Raskin) di Sumatera Utara pada tahun ini meski berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS jumlah penduduk miskin bertambah.

"Bulog belum menerima ketetapan baru soal pagu Raskin 2014 dari Pusat. Jadi manajemen masih mengacu pada angka 2013, sebanyak 167.899.500 kg (kilogram) dengan penerima manfaat 746.220 RTS (rumah tangga sasaran)," kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan, Sabtu (4/1).

Ia menegaskan, Bulog hanya bertugas menyalurkan Raskin sementara penetapannya berdasarkan Pemerintah Pusat.

"Yang pasti, Bulog siap untuk menyalurkan Raskin sesuai ketentuan dan berharap realisasinya lebih bagus dari 2013 yang masih 99,143 persen karena beberapa daerah tidak maksimal dalam penyalurannya,"katanya.

Dari pagu Raskin untuk Sumut pada 2013 yang sebanyak 167.899.500 kg, realisasi sejumlah 166.461.135 kg atau sebesar 99,143 persen.

Dia menjelaskan, pada tahun 2013 Pemerintah menyalurkan Raskin untuk 15 bulan alokasi dengan masing-masing per bulan sebanyak 15 kg per RTS.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumut, Ateng Hartono, menyebutkan, jumlah penduduk miskin di Sumut per September 2013 bertambah atau mencapai 1.390.800 dari Maret yang masih 1.339.200 orang.

Pertambahan penduduk miskin di Sumut terjadi di pedesaan dan perkotaan.

Di pedesaan, penduduk miskin bertambah sebanyak 16.500 orang atau menjadi 701.600 orang dan di perkotaan naik 35.100 orang hingga mencapai 689.200 orang. (Ant)   

Epung Saepudin


http://www.aktual.co/sosial/212301bulog-tegaskan-belum-ada-tambahan-beras-miskin-di-sumut

Kuota Raskin DIY 2014 Tak Berubah

Sabtu, 4 Januari 2014

YOGYA (KRjogja.com) - Kuota beras untuk masyarakat miskin yang akan didistribusikan pada 2014 tidak akan mengalami perubahan dibanding kuota pada 2013. Jumlahnya sebanyak 288.391 rumah tangga sasaran penerima manfaat.

"Tidak ada perubahan kuota penerima raskin. Penerimaan raskin 2014 pun sudah disosialisasikan ke Pemerintah DIY dan pemerintah kabupaten/kota," kata Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Yogyakart Awaludin Iqbal di Yogyakarta, hari ini (3/1).

Jumlah beras yang akan diterima oleh rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) menurutnya juga tidak akan mengalami perubahan yaitu 15 kilogram per RTSPM per bulan dengan harga tebus Rp1.600 per kilogram.

Ia menambahkan, beras untuk keperluan distribusi raskin juga sudah siap dengan kualitas cukup baik, hanya saja Bulog masih menunggu surat permintaan distribusi dari pemerintah daerah.

"Kami harapkan, pada pekan kedua atau ketiga Januari, raskin untuk Januari sudah bisa didistribusikan," imbuhnya.

Awaludin mengatakan, mekanisme pengambilan raskin juga tidak mengalami perubahan. Beras akan didistribusikan ke masing-masing kelurahan dan penerima bisa mengambilnya dengan membayar harga tebus beras.

"Dari pedoman umum distribusi raskin disebutkan bahwa pengambilan raskin dapat dilakukan dengan menunjukkan kartu perlindungan sosial (KPS) atau surat keterangan rumah tangga miskin (SKRTM)," sambungnya.

Berdasarkan kuota penerima raskin per kota/kabupaten di DIY, jumlah kuota terbanyak berada di Kabupaten Bantul sebanyak 88.611 RTSPM, Kabupaten Gunungkidul 80.243 RTSPM, Kabupaten Sleman 60.485 RTSPM, Kabupaten Kulonprogo 43.021 RTSPM dan Kota Yogyakarta 16.031 RTSPM.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Hadi Muchtar mengatakan, jumlah penerima raskin pada 2014 tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya.

"Dalam pencairan raskin, sudah muncul wacana untuk menggunakan KPS sebagai bukti pengambilan karena jumlah penerima KPS sama dengan kuota raskin di Kota Yogyakarta," kata dia.

Apabila ada penggantian nama penerima KPS, maka menurutnya akan dilakukan penggantian penerima raskin melalui musyawarah kelurahan. (Den)

http://kr.co.id/read/199828/kuota-raskin-diy-2014-tak-berubah.kr

Realisasi Raskin 2013 Sumut 99 Persen

Kamis, 2 Januari 2014

Oleh Evalisa Siregar

Medan, 2/1 (Antara) – Realisasi pendistribusian beras untuk warga miskin atau raskin di Sumatera Utara pada 2013 hanya mencapai 99,143 persen, karena beberapa daerah tidak maksimal dalam penyalurannya.

“Dari pagu raskin untuk Sumut pada 2013 sebanyak 167.899.500 kg (kilogram) dengan penerima manfaat 746.220 RTS (rumah tangga sasaran), realisasi sejumlah 166.461.135 kg atau sebesar 99,143 persen,” kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan, Kamis.

Sub Divre Bulog Pematang Siantar misalnya terealisasi 94,732 persen atau 23.382.390 kg dari jumlah pagu penerima manfaat sebanyak 24.682.725 kg untuk 109.701 rumah tangga sasaran (RTS).

Dari enam kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah tugas Sub Divre Bulog Pematang Siantar itu, hanya Kota Siantar dan Tapanuli Utara yang terealisasi 100 persen, sedangkan Kabupaten Simalungun, Toba Samosiri, Humbang Hasundutan dan Samosir belum maksimal.

Daerah lain yang belum 100 persen juga terjadi di Sub Divre Padang Sidempuan dimana hanya 99,678 persen atau 42.631.945 kg dari jumlah pagu 42.770.025 kg untuk 190.089 RTS penerima manfaat.

Adapun daerah yang terealisasi 100 persen di Sub Divre Padang Sidempuan itu adalah Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Sibolga, Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli.

Sementara yang tidak 100 persen adalah Kota Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat.

“Sub Duvre Medan dan Kisaran sendiri realisasinya 100 persen,” katanya.

Sub Divre Medan yang meliputi Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Dairi, Karo dan Pak-Pak Bharat dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 314.644 RTS mendapat pagu 70.794.900 kg.

Adapun Sub Divre Kisaran yang tersebar di Kabupaten Asahan, Batubara, Tanjung Balai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan, jumlah pagu berasnya sebanyak 29.651.850 kg dengan jumlah penerima manfaat sejumlah 131.786 RTS.

Dia menjelaskan, terhambatnya penyaluran atau tidak sampai 100 persen karena daerah yang bersangkutan tidak lancar membayar Raskin sehingga Bulog terpaksa menahan alokasi.

“Meski tidak sampai 100 persen, tetapi angka pencapaian yang 99,143 persen itu menggembirakan karena hanya tinggal sedikit dari total pagu,” kata Rudi.

Dia menjelaskan, pada tahun 2013 Pemerintah menyalurkan Raskin untuk 15 bulan alokasi dengan masing-masing per bulan sebanyak 15 kg per RTS.

Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba menyebutkan, Walikota dan Bupati yang alokasi Raskin di daerahnya tidak 100 persen harus melakukan evaluasi mengapa hal itu bisa terjadi.

“Program Raskin harusnya didukung penuh karena sangat membantu warga di masing-masing wilayah pemerintahannya,” katanya.

Sementara bagi walikota/bupati yang alokasi raskin di daerahnya 100 persen hendaknya mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat/Provinsi maupun Bulog.

“Penghargaan dan peringatan bagi pemkab/pemkot diharapkan bisa meningkatkan kinerja masing-masing kabupaten/kota dalam penyaluran Raskin,” katanya. (E016)

http://www.antarasumut.com/realisasi-raskin-2013-sumut-99-persen/

Kamis, 02 Januari 2014

Realisasi Raskin 2013 Wil III Cirebon 100 Persen

Rabu, 1 Januari 2014

SUMBER, (PRLM).- Stok beras di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Sub Divre Cirebon untuk Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan pada 2014 masih aman. Perum Bulog Cirebon saat ini memiliki stok 73.762 ton beras yang cukup untuk tiga belas bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Cirebon Basirun mengatakan, ketersediaan stok tersebut tidak lepas dari terlampauinya target pengadaan dalam negeri (penyerapan beras dari petani) pada 2013. “Dari target pengadaan 130.000 ton, kami mampu menyerap beras petani sebanyak 132.289 ton,” katanya kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).

Menurut Basirun, capaian tersebut diraih dengan berbagai strategi penyerapan gabah dan beras petani. Salah satunya adalah strategi “Jaringan Semut” di mana Bulog Cirebon langsung menjemput bola ke mitra petani atau penggilingan beras skala kecil melalui Satuan Tugas
dan Unit Pengeolahan Gabah Beras (UPGB) yang bekerja tujuh hari dalam sepekan.

Selain itu, koordinasi yang kuat dengan instansi pemerintahan setempat membuat Bulog Cirebon bisa terus memantau para petani agar bisa menghasilkan panenan berkualitas. “Hasilnya, tidak ada kualitas yang di bawah standar, sehingga harga beli dari petani di wilayah III Cirebon tidak ada yang jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP),” ucap Basirun.

Hal itu, tambah Basirun, juga membuat Bulog Cirebon mampu meyerap beras dari petani lebih dari penyerapan produksi tingkat nasional. Pada 2013, dari total produksi setara beras 1,06 juta ton, Bulog Cirebon mampu menyerap sampai 132.289 ton atau 12,38 persen. Sementara
serapan beras tingkat nasional berada 7,3 persen di bawah angka tersebut.

Dengan serapan seperti itu, tambah Basirun, Perum Bulog Cirebon juga mampu merealisasikan penyaluran beras untuk masyarakat kurang mampu (raskin) di empat wilayah kerjanya sampai 100 persen. Tidak hanya raskin reguler, tetapi juga raskin tambahan selama tiga bulan yang
dialokasikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak.

Di sisi lain, Basirun juga mengapresiasi pemerintah daerah di wilayah kerja Bulog Cirebon yang membantu masyarakat, sehingga pembayaran raskin dari RTS berjalan lancar. Selama 2013, tidak ada tunggakan pembayaran raskin di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. (A-178/A-108)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/264509?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Penyaluran Raskin Bulog Jabar 2013 Capai 96%

Kamis, 2 Januari 2014

INILAH.COM, Bandung - Penyaluran beras miskin di Jabar sepanjang 2013 berjalan kurang optimal. Pasalnya terdapat raskin ke-13, 14, dan 15 yang merupakan bagian dari kompensasi kenaikan BBM bersubsidi.

Kepala Bulog Divre Jawa Barat, Usep Karyana mengatakan, pada 2013 pihaknya mendapat tugas menyalurkan raskin reguler sebanyak 470 ribu ton. Raskin tersebut diberikan kepada 2,6 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima manfaat program Raskin.

Namun di tengah perjalanan terjadi penambahan sebanyak 78 ribu ton raskin atau sekitar 39 ribu ton per bulan untuk selama tiga bulan.

"Lumayan, Raskin 2013 tersalur hingga 96 persen," ujar Usep kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).

Menurutnya, penambahan raskin tersebut membuat penyaluran pada 2013 menjadi terganggu. Padahal, penyaluran raskin pada 2012 mencapai 100 persen.

Penambahan tersebut juga dianggap cukup mengganggu karena terjadi pada bulan Juni saat pemerintah memutuskan untuk menaikan harga BBM bersubsidi. Waktu selama setengah tahun dinilai kurang untuk menyalurkan seluruh pagu raskin.

Selain raskin, Bulog juga memiliki tugas lain, di antaranya mendukung program Kepokmas yang digulirkan Pemprov Jabar. Bulog bertugas untuk memasok komoditi beras.

"Raskin ke-13, 14 dan 15 kan munculnya pada pertengahan tahun, jadi cukup mepet juga," katanya.

Meski kurang optimal, penyaluran Raskin mencapai 100 persen di 14 kabupaten/kota, salah satunya di Cirebon. Wilayah ini memiliki pagu sekitar 68 ribu ton raskin reguler dan 17 ribu ton raskin tambahan. Seluruh raskin tersebut diperuntukan bagi 381.869 RTS.

"Wilayah yang juga mencapai 100 persen adalah Majalengka," jelasnya.

Saat ini, pihaknya fokus untuk menggenjot penyaluran raskin yang masih tersisa. Hal ini penting dilakukan mengingat jatah Raskin 2014 sudah di depan mata.

Usep memperkirakan jatah raskin reguler tahun ini akan serupa dengan 2013, yakni sebanyak 470 ribu ton. Jumlah RTS raskin-nya pun pun akan sama dengan tahun lalu. Namun demikian, dirinya belum bisa memastikan ada Raskin ke-13, 14 dan 15.

"Raskin ke-13 sih biasanya ada untuk menghadapi momen Ramadhan dan Lebaran, kalau ke-14 dan 15 sih belum bisa dipastikan," pungkasnya. [hus]

http://www.inilahkoran.com/read/detail/2060931/penyaluran-raskin-bulog-jabar-2013-capai-96


Stok Raskin Cukup untuk 6 Bulan

Rabu, 1 Januari 2014

Ilustrasi (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/SOLOPOS)

Solopos.com, SOLO—Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Solo mengaku siap menyalurkan raskin pada 2014. Pasalnya hingga saat ini stok beras di Bulog masih mencukupi untuk enam bukan.

Kepala Perum Bulog Subdivre III Solo, Yudi Prakasa Yudha, mengatakan saat ini stok beras ada sekitar 64.000 ton yang cukup untuk penyaluran raskin selama enam bulan. Bahkan pada tahun depan pihaknya juga akan melakukan pengadaan beras kualitas medium yang biasanya digunakan untuk beras raskin, sebanyak 130.000 ton.

“Penambahan [beras raskin] masih sama [dengan 2013] karena dengan jumlah [pengadaan beras] pada tahun lalu cukup untuk memenuhi kebutuhan [penyaluran raskin]. Bahkan pada 2013, pengadaan melebihi target, yakni 133.000 ton,” ungkap Yudi kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (31/12/2013).

Dia mengaku hingga saat ini belum mendapat menerima pengajuan kebutuhan raskin selama satu tahun dari kabupaten/kota. Meski begitu, berdasarkan informasi yang diterima dari Perum Bulog Pusat, daftar penerima manfaat (DPM) atau rumah tangga sasaran (RTS) tidak ada perubahan jika dibandingkan dengan tahun lalu. DPM pada 2014 sebanyak 444.531 dengan masing-masing menerima 15 kilogram.

Selain itu, harga tebus masyarakat menurut Yudi juga tidak akan ada perubahan, yakni Rp1.600 per kilogram. Demikian pula harga pokok pembelian (HPP) beras dari petani juga masih sama, yakni Rp6.600 per kilogram untuk beras medium.

Meski sudah mengetahui jumlah kuota penyaluran pada tahun depan, Yudi menuturkan penyaluran tetap menunggu surat dari masing-masing kabupaten/kota. Meski hingga akhir tahun belum ada pengajuan dari pemerintah daerah (pemda), Yudi menuturkan hal itu tidak akan mengganggu jadwal penyaluran.

“Sistem penyaluran sudah ada, jumlah kuota juga tidak berubah jadi tidak ada kendala atau kemoloran pada penyaluran awal tahun. Kami tinggal menyesuaikan jadwal yang ditentukan masing-masing pemda,” tuturnya.

Dia menuturkan, untuk kelancaran penyaluran raskin tahun ini tidak ada strategi baru. Menurut dia, pihaknya masih akan memanfaatkan jaringan semut dan satgas kemitraan untuk memaksimalkan penyaluran raskin.

http://www.solopos.com/2014/01/01/bulog-solo-stok-raskin-cukup-untuk-6-bulan-478609

Rabu, 01 Januari 2014

Stok Bulog Cirebon Aman untuk 13 Bulan ke Depan

Selasa, 31 Desember 2013

CIREBON, TRIBUN - Pembelian beras petani oleh Bulog Sub Divre Cirebon sepanjang 2013 tinggi bahkan melampaui target. Akibatnya, stok beras di Bulog Sub Divre Cirebon pun tinggi.

Kepala Bulog Sub Divre Cirebon, Basirun mengatakan, hingga saat ini, stok beras mencapai 73.762 ton atau setara untuk memenuhi kebutuhan beras 13 bulan ke depan.

"Stok aman sehingga masyarakat tak perlu khawatir," ujar Basirun dalam jumpa pers, Selasa (31/12). (*)   

Penulis: roh
Editor: dar
Sumber: Tribun Jabar   

http://jabar.tribunnews.com/2013/12/31/stok-bulog-cirebon-aman-untuk-13-bulan-ke-depan