![]() | ||||
| WAGUB Jabar Deddy Mizwar melepas lima truk bermuatan Beras Raskin, pada
acara Peresmian Penyaluran Raskin Jabar Tahun 2014, di Parkir Timur
Gedung Sate, Jln. Cimandiri, Kota Bandung, Rabu (22/1/2014). Tahun 2014
Jabar memperoleh Pagu Raskin sebanyak 470.842.200 ton untuk 2.615.790
Kepala Keluarga Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) di 27
Kabupaten/Kota.* http://www.pikiran-rakyat.com/node/266978 |
Rabu, 22 Januari 2014
Peluncuran Raskin
Rabu, 22 Januari 2014
Bulog Sumatera Utara Rambah Bisnis Kopi demi Omset 590 M
Rabu, 22 Januari 2014
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Luncurkan produk kopi, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Utara menargetkan pencapaian omzet sekitar Rp 590 miliar untuk tahun 2014. Target yang dibebankan kepada Bulog Sumut ini dipastikan naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2013 yang hanya sebesar Rp 300 miliar.
Pasca menambah produk kopi dalam bisnis perdagangan ecerannya di Bulog Mart, selain menambah layanan ke masyarakat, upaya ini juga sekaligus bisa menguntungkan petani sekaligus menambah omzet Bulog. Dipilihnya kopi dalam bisnis Bulog Mart ini karena kopi merupakan salah satu produk unggulan Sumut yang sebagian besar masih dikelola petani.
"Perdagangan kopi di Bulog Mart diharapkan bisa semakin mengenalkan dan meningkatkan penjualan kopi Sumut dan menjaga stabilitas harga kopi karena petani semakin memiliki pilihan untuk menjual produknya. Target omzet itu dari pusat. Meski naik besar, kita berusaha bisa mencapai target itu," kata Humas Bulog Sumut, Rudy Adlyn, Selasa (21/1).
Padahal untuk target sebesar Rp 300 miliar tahun 2013 pun belum tercapai alias hanya mencapai Rp 250 miliar. Penjualan kopi di Bulog Mart saat ini dilakukan dengan berbagai kemasan mulai 0,25 kg hingga 1 kg baik dalam bentuk biji siap giling dan diminum hingga dalam bentuk bubuk.
Setelah kopi, pihaknya akan melirik jagung dan beberapa komoditas lainnya untuk bisa diperdagangkan di Bulog Mart.
Hingga kini, Bulog Mart di Sumut memang masih terbatas yakni ada di lima kantor mulai Medan, Tanjung Morawa, Deliserdang, Kisaran, Sibolga dan Gunung Sitoli. Ke depannya, Bulog Mart akan tersedia di setiap kabupaten kota dengan bangunan permanen sendiri di sekitar kantor atau gudang Bulog serta barang dagangan yang semakin banyak.
http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/22/bulog-sumatera-utara-rambah-bisnis-kopi-demi-omset-590-m
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Luncurkan produk kopi, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Utara menargetkan pencapaian omzet sekitar Rp 590 miliar untuk tahun 2014. Target yang dibebankan kepada Bulog Sumut ini dipastikan naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2013 yang hanya sebesar Rp 300 miliar.
Pasca menambah produk kopi dalam bisnis perdagangan ecerannya di Bulog Mart, selain menambah layanan ke masyarakat, upaya ini juga sekaligus bisa menguntungkan petani sekaligus menambah omzet Bulog. Dipilihnya kopi dalam bisnis Bulog Mart ini karena kopi merupakan salah satu produk unggulan Sumut yang sebagian besar masih dikelola petani.
"Perdagangan kopi di Bulog Mart diharapkan bisa semakin mengenalkan dan meningkatkan penjualan kopi Sumut dan menjaga stabilitas harga kopi karena petani semakin memiliki pilihan untuk menjual produknya. Target omzet itu dari pusat. Meski naik besar, kita berusaha bisa mencapai target itu," kata Humas Bulog Sumut, Rudy Adlyn, Selasa (21/1).
Padahal untuk target sebesar Rp 300 miliar tahun 2013 pun belum tercapai alias hanya mencapai Rp 250 miliar. Penjualan kopi di Bulog Mart saat ini dilakukan dengan berbagai kemasan mulai 0,25 kg hingga 1 kg baik dalam bentuk biji siap giling dan diminum hingga dalam bentuk bubuk.
Setelah kopi, pihaknya akan melirik jagung dan beberapa komoditas lainnya untuk bisa diperdagangkan di Bulog Mart.
Hingga kini, Bulog Mart di Sumut memang masih terbatas yakni ada di lima kantor mulai Medan, Tanjung Morawa, Deliserdang, Kisaran, Sibolga dan Gunung Sitoli. Ke depannya, Bulog Mart akan tersedia di setiap kabupaten kota dengan bangunan permanen sendiri di sekitar kantor atau gudang Bulog serta barang dagangan yang semakin banyak.
http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/22/bulog-sumatera-utara-rambah-bisnis-kopi-demi-omset-590-m
Selasa, 21 Januari 2014
NU Tolak Monopoli Sertifikasi Halal
Selasa, 21 Januari 2014
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) mewakili Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak keras adanya monopoli sertifikasi produk halal, baik oleh Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) maupun Kementerian Agama (Kemenag).
"PBNU dengan jamaahnya yang berjumlah puluhan juta menolak keras sistem monopoli pelayanan publik seperti ini. Hari gini masak monopoli?" ujar Ketua Umum Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) Maksum Machfoedz, Senin (20/1).
Menurut guru besar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, pasar saja dilarang monopoli sampai dibentuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Pelayanan publik, kata dia, tidak boleh dimonopoli.
Kemenag, menurut Maksum, juga sangat tidak pantas memonopoli sertifikasi produk halal. Sebab, ia adalah lembaga pengatur, bukan pelaksana. “Pantasnya, Kemenag atau negara itu mengatur, bukan pelaksana. Kalau dirangkap, moral hazard-nya semakin marak,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, fungsi negara itu hanya tiga, yaitu pengawasan, regulasi, dan pengadaan public good (kebutuhan publik). Jika fungsi pelayanan bisa dilakukan oleh partisipasi publik, seperti PBNU, misalnya, negara (Kemenag) tinggal menjalankan fungsi regulasi dan pengawasan.
Maksum mengeluarkan pernyataan cukup pedas ini terkait molornya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Jaminan Produk Halal (JPH) di DPR. Pembahasan yang berlarut ini ditengarai karena adanya tarik ulur kepentingan ekonomi antarpemangku kebijakan. Khususnya, antara LPPOM MUI dengan Kemenag. “Jika sinyalemen publik itu benar maka hal itu merupakan kemunduran yang bukan main. Sungguh memalukan,” kata dia.
Bagi PBNU, Maksum menegaskan, sertifikasi bukanlah kesempatan untuk mencari keuntungan ekonomi. Apalagi, sampai korupsi dan melakukan teror. Sertifikasi adalah pelayanan publik karena PBNU punya jamaah yang harus dilayani sesuai dengan keyakinannya. n c57 ed: chairul akhmad
http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/14/01/20/mzpc59-nu-tolak-monopoli-sertifikasi-halal
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) mewakili Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak keras adanya monopoli sertifikasi produk halal, baik oleh Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) maupun Kementerian Agama (Kemenag).
"PBNU dengan jamaahnya yang berjumlah puluhan juta menolak keras sistem monopoli pelayanan publik seperti ini. Hari gini masak monopoli?" ujar Ketua Umum Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) Maksum Machfoedz, Senin (20/1).
Menurut guru besar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, pasar saja dilarang monopoli sampai dibentuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Pelayanan publik, kata dia, tidak boleh dimonopoli.
Kemenag, menurut Maksum, juga sangat tidak pantas memonopoli sertifikasi produk halal. Sebab, ia adalah lembaga pengatur, bukan pelaksana. “Pantasnya, Kemenag atau negara itu mengatur, bukan pelaksana. Kalau dirangkap, moral hazard-nya semakin marak,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, fungsi negara itu hanya tiga, yaitu pengawasan, regulasi, dan pengadaan public good (kebutuhan publik). Jika fungsi pelayanan bisa dilakukan oleh partisipasi publik, seperti PBNU, misalnya, negara (Kemenag) tinggal menjalankan fungsi regulasi dan pengawasan.
Maksum mengeluarkan pernyataan cukup pedas ini terkait molornya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Jaminan Produk Halal (JPH) di DPR. Pembahasan yang berlarut ini ditengarai karena adanya tarik ulur kepentingan ekonomi antarpemangku kebijakan. Khususnya, antara LPPOM MUI dengan Kemenag. “Jika sinyalemen publik itu benar maka hal itu merupakan kemunduran yang bukan main. Sungguh memalukan,” kata dia.
Bagi PBNU, Maksum menegaskan, sertifikasi bukanlah kesempatan untuk mencari keuntungan ekonomi. Apalagi, sampai korupsi dan melakukan teror. Sertifikasi adalah pelayanan publik karena PBNU punya jamaah yang harus dilayani sesuai dengan keyakinannya. n c57 ed: chairul akhmad
http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/14/01/20/mzpc59-nu-tolak-monopoli-sertifikasi-halal
Tanpa Tunggu Pemerintah, Bulog Diminta Stabilkan Harga Pangan
Selasa, 21 Januari 2014
JAKARTA, KOMPAS.com – Menko Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa meminta Perum Bulog untuk bertindak tanpa harus menunggu permintaan pemerintah.
BUMN tersebut juga diwajibkan memberikan laporan mengenai daerah yang kekurangan pasokan komoditas pangan.
“Jangan tunggu perintah, begitu ada gangguan pasar, langsung intervensi pasar. Dan saya minta laporan itu setiap sore. Saya bilang sama Dirut Bulog, jangan menunggu perintah. Itu sudah terganggu suplai langsung bekerja,” kata Hatta ditemui usai membuka Indonesia Investor Forum 3, di Jakarta, Selasa (21/1/2014).
Selain menyoroti risiko terganggunya pasokan bahan pangan akibat cuaca ekstrem, Hatta mengatakan, pemerintah juga mencermati distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Sebagaimana diketahui, akibat ombak besar Kementerian Perhubungan sesuai keputusan dari masing-masing syahbandar memberikan maklumat untuk tidak berlayar sementara waktu.
Memang, lanjut Hatta, lantaran maklumat tersebut, beberapa daerah seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan mengalami gangguan pasokan, baik pangan dan BBM. Ia memastikan, pemerintah bakal mencukupi ketersediaan baik makanan maupun bahan bakar, karena jika tidak akan terjadi kenaikan harga.
“Kita mungkin akan minta bantuan TNI untuk bisa menyuplai bahan makanan dan bahan bakar,” jelas dia.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/21/1851248/Tanpa.Tunggu.Pemerintah.Bulog.Diminta.Stabilkan.Harga.Pangan
BUMN tersebut juga diwajibkan memberikan laporan mengenai daerah yang kekurangan pasokan komoditas pangan.
“Jangan tunggu perintah, begitu ada gangguan pasar, langsung intervensi pasar. Dan saya minta laporan itu setiap sore. Saya bilang sama Dirut Bulog, jangan menunggu perintah. Itu sudah terganggu suplai langsung bekerja,” kata Hatta ditemui usai membuka Indonesia Investor Forum 3, di Jakarta, Selasa (21/1/2014).
Selain menyoroti risiko terganggunya pasokan bahan pangan akibat cuaca ekstrem, Hatta mengatakan, pemerintah juga mencermati distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Sebagaimana diketahui, akibat ombak besar Kementerian Perhubungan sesuai keputusan dari masing-masing syahbandar memberikan maklumat untuk tidak berlayar sementara waktu.
Memang, lanjut Hatta, lantaran maklumat tersebut, beberapa daerah seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan mengalami gangguan pasokan, baik pangan dan BBM. Ia memastikan, pemerintah bakal mencukupi ketersediaan baik makanan maupun bahan bakar, karena jika tidak akan terjadi kenaikan harga.
“Kita mungkin akan minta bantuan TNI untuk bisa menyuplai bahan makanan dan bahan bakar,” jelas dia.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/21/1851248/Tanpa.Tunggu.Pemerintah.Bulog.Diminta.Stabilkan.Harga.Pangan
Harga Beras di Aceh Melambung, Bulog Gelar Operasi Pasar
Selasa, 21 Januari 2014
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Badan urusan logistik Divisi Regional Aceh menggelar operasi pasar beras beras guna menstabilkan harga bahan pangan tersebut yang terus melambung. Operasi pasar digelar hingga Jumat yang akan datang.
Kepala Divre Bulog Aceh Ardi Ali saat mengunjungi Pasar Kampung Ateuk Pahlawan, Selasa (21/1/2014) mengatakan, pihaknya akan menyediakan kebutuhan beras medium dalam operasi pasar yang akan segera dilaksanakan. “Pasokan beras akan kita penuhi hingga harga kembali normal,” jelasnya.
Kelangkaan beras kualitas medium, disebutkan Ardi Ali terjadi karena belum adanya panen padi di kalangan petani. Saat ini, sebut Ardi Ali, harga beras jenis medium di pasaran berada pada kisaran harga Rp10 ribu per kilogram.
Operasi pasar beras ini, akan dilangsungkan selama empat hari, beberapa lokasi pasar yang menggelar operasi pasar yakni, di Banda Aceh akan dipusatkan di Pasar Makam Pahlawan, Kampung Ateuk tanggal 21 Januari 2014, Pasar Setui 22 Januari 2014, Pasar Ulee Kareng 23 Januari 2014, dan Pasar Lapangan SMEP Peunayong 24 Januari 2014.
Sementara itu, di Aceh Besar, lokasi titik operasi pasar adalah di Pasar Lambaro 21 Januari 2014, Pasar Sibreh 22 Januari 2014, Pasar Lambaro 23 Januari 2014, dan pasar Seulimum 24 Januari 2014.
Harga beras yang dijual pada lokasi operasi pasar adalah Rp7.200/kg dan Bulog Divre Aceh juga akan membatasi jumlah pembelian dari masyarakat, yaitu tiap orang hanya diberikan kuota sebesar 50 kg. "Masyarakat hanya boleh beli maksimum 50 kg di titik lokasi yang di tetapkan," jelas Ardi.
Di Pasar Kampung Ateuk Pahlawan, suasana operasi pasar memang tidak terlihat terlalu ramai, namun tetap ada antrian pembeli. Sejumlah warga mengaku baru mengetahui adanya operasi pasar. “ Memang baru tahu ada jual beras murah, jadi langsung beli saja, karena sebelumnya harga beras memang naik,” Kata Ftiri, warga Kampung Ateuk Pahlawan.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/21/1611297/Harga.Beras.di.Aceh.Melambung.Bulog.Gelar.Operasi.Pasar
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Badan urusan logistik Divisi Regional Aceh menggelar operasi pasar beras beras guna menstabilkan harga bahan pangan tersebut yang terus melambung. Operasi pasar digelar hingga Jumat yang akan datang.
Kepala Divre Bulog Aceh Ardi Ali saat mengunjungi Pasar Kampung Ateuk Pahlawan, Selasa (21/1/2014) mengatakan, pihaknya akan menyediakan kebutuhan beras medium dalam operasi pasar yang akan segera dilaksanakan. “Pasokan beras akan kita penuhi hingga harga kembali normal,” jelasnya.
Kelangkaan beras kualitas medium, disebutkan Ardi Ali terjadi karena belum adanya panen padi di kalangan petani. Saat ini, sebut Ardi Ali, harga beras jenis medium di pasaran berada pada kisaran harga Rp10 ribu per kilogram.
Operasi pasar beras ini, akan dilangsungkan selama empat hari, beberapa lokasi pasar yang menggelar operasi pasar yakni, di Banda Aceh akan dipusatkan di Pasar Makam Pahlawan, Kampung Ateuk tanggal 21 Januari 2014, Pasar Setui 22 Januari 2014, Pasar Ulee Kareng 23 Januari 2014, dan Pasar Lapangan SMEP Peunayong 24 Januari 2014.
Sementara itu, di Aceh Besar, lokasi titik operasi pasar adalah di Pasar Lambaro 21 Januari 2014, Pasar Sibreh 22 Januari 2014, Pasar Lambaro 23 Januari 2014, dan pasar Seulimum 24 Januari 2014.
Harga beras yang dijual pada lokasi operasi pasar adalah Rp7.200/kg dan Bulog Divre Aceh juga akan membatasi jumlah pembelian dari masyarakat, yaitu tiap orang hanya diberikan kuota sebesar 50 kg. "Masyarakat hanya boleh beli maksimum 50 kg di titik lokasi yang di tetapkan," jelas Ardi.
Di Pasar Kampung Ateuk Pahlawan, suasana operasi pasar memang tidak terlihat terlalu ramai, namun tetap ada antrian pembeli. Sejumlah warga mengaku baru mengetahui adanya operasi pasar. “ Memang baru tahu ada jual beras murah, jadi langsung beli saja, karena sebelumnya harga beras memang naik,” Kata Ftiri, warga Kampung Ateuk Pahlawan.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/21/1611297/Harga.Beras.di.Aceh.Melambung.Bulog.Gelar.Operasi.Pasar
Mulai Sekarang Beras Raskin Rusak Bisa Dikembalikan ke Bulog
Selasa, 21 Januari 2014
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini proses pembagian raskin (beras miskin) dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda). Perum Bulog menyatakan tidak mampu mengecek sebanyak 240 juta karung raskin setiap tahunnya.
Untuk itu pemda seharusnya bisa melakukan pengecekan ulang ketika sampai di titik pembagian. Hal ini bisa memperkecil peluang tersalurkannya raskin yang kualitasnya rendah.
Beras yang mutunya kurang bagus juga bisa dikembalikan pada Bulog. Hingga saat ini kurang dari satu persen yang pernah mengembalikan raskin untuk kemudian ditukar dengan yang kualitasnya bagus.
Penurunan kualitas terjadi karena masa penyimpanan yang terlalu lama. "Misalnya, Bulog menyimpan untuk kepentingan 8 bulan mendatang dari Mei tahun lalu. Jadi sebaiknya segera disalurkan begitu dapat jatah raskin," kata Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, Selasa (21/1).
Selama ini Bulog masih menemukan ada penundaan pembagian raskin. Tempat penyimpanan yang kurang baik bisa menyebabkan raskin disusupi serangga.
Sutarto juga mengusulkan agar raskin sebaiknya digratiskan. Hal ini melihat banyak raskin yang tidak disalurkan tepat sasaran. "Saya kira digratiskan lebih fair. Siapa saja bisa menerima," katanya.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/01/21/mzqqrd-mulai-sekarang-beras-raskin-rusak-bisa-dikembalikan-ke-bulog
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini proses pembagian raskin (beras miskin) dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda). Perum Bulog menyatakan tidak mampu mengecek sebanyak 240 juta karung raskin setiap tahunnya.
Untuk itu pemda seharusnya bisa melakukan pengecekan ulang ketika sampai di titik pembagian. Hal ini bisa memperkecil peluang tersalurkannya raskin yang kualitasnya rendah.
Beras yang mutunya kurang bagus juga bisa dikembalikan pada Bulog. Hingga saat ini kurang dari satu persen yang pernah mengembalikan raskin untuk kemudian ditukar dengan yang kualitasnya bagus.
Penurunan kualitas terjadi karena masa penyimpanan yang terlalu lama. "Misalnya, Bulog menyimpan untuk kepentingan 8 bulan mendatang dari Mei tahun lalu. Jadi sebaiknya segera disalurkan begitu dapat jatah raskin," kata Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, Selasa (21/1).
Selama ini Bulog masih menemukan ada penundaan pembagian raskin. Tempat penyimpanan yang kurang baik bisa menyebabkan raskin disusupi serangga.
Sutarto juga mengusulkan agar raskin sebaiknya digratiskan. Hal ini melihat banyak raskin yang tidak disalurkan tepat sasaran. "Saya kira digratiskan lebih fair. Siapa saja bisa menerima," katanya.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/01/21/mzqqrd-mulai-sekarang-beras-raskin-rusak-bisa-dikembalikan-ke-bulog
Stok Beras Bulog Aman untuk 8 Bulan ke Depan
Senin, 20 Januari 2014
Jurnas.com | DIREKTUR Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan, stok beras Bulog saat ini berada pada posisi aman untuk delapan bulan ke depan, meskipun curah hujan di sejumlah daerah terbilang cukup tinggi dan merendam sejumlah persawahan.
Menurut Sutarto, saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,090 juta ton.
“(Cadangan) Beras Bulog tersebar di seluruh Indonesia, pada posisi rata-rata untuk delapan bulan kedepan. Jadi tidak ada masalah,” kata Sutarto di Jakarta, Senin (20/1).
Adapun, harga grosir beras saat ini, lanjut Sutarto, cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan awal bulan lalu. “Ditingkat grosir, misalnya biasanya Rp7800-an per kg, sekarang sudah Rp7750 per kg,” ujar dia.
Penurunan harga tersebut, menurut Sutarto karena pelaku usaha retail beras tidak menahan barang dagangannya. Pasalnya, biasanya pada Bulan Februari sudah masuk musim panen.
“Jadi begini, pebisnis (retail beras) itu kan selalu melihat prospek. Kalau prospeknya bagus, pebisnis juga punya simpanan (beras). Simpanan itu akan dikeluarkan pada saat-saat menjelang panen. Bulan Januari ini kan harusnya ada kecenderungan harganya mulai turun, karena Februari sudah mulai panen. Jadi akan begitu. Karena kemarin kan musim penghujannya tidak mundur. Karena tidak mundur, biasanya Februari sudah panen, paling lambat akhir Februari. Kalau simpanan berasnya tidak mereka lepas, mau dikemanakan barang itu?,” ucapnya.
Sementara itu, terkait permintaan pemerintah agar Bulog menyediakan beras untuk korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Tanah Air, menurut Sutarto tidak akan mengganggu stok beras nasional.
“DKI Jakarta, misalnya meminta 38 ton, di daerah lain paling hanya beberapa ton. Padahal beras kita itu 2,090 juta ton. Bayangkan! Kalau hanya diambil 38 ton, 50 ton, 100 ton itu tidak berpengaruh pada cadangan beras nasional,” katanya.
http://www.jurnas.com/news/120999/__Normal_0_____false_false_false__IN_X-NONE_X-NONE______________MicrosoftInternetExplorer4_____________Stok_Beras_Bulog_Aman_untuk_8_Bulan_ke_Depan/1/Ekonomi/Ekonomi
Jurnas.com | DIREKTUR Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan, stok beras Bulog saat ini berada pada posisi aman untuk delapan bulan ke depan, meskipun curah hujan di sejumlah daerah terbilang cukup tinggi dan merendam sejumlah persawahan.
Menurut Sutarto, saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,090 juta ton.
“(Cadangan) Beras Bulog tersebar di seluruh Indonesia, pada posisi rata-rata untuk delapan bulan kedepan. Jadi tidak ada masalah,” kata Sutarto di Jakarta, Senin (20/1).
Adapun, harga grosir beras saat ini, lanjut Sutarto, cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan awal bulan lalu. “Ditingkat grosir, misalnya biasanya Rp7800-an per kg, sekarang sudah Rp7750 per kg,” ujar dia.
Penurunan harga tersebut, menurut Sutarto karena pelaku usaha retail beras tidak menahan barang dagangannya. Pasalnya, biasanya pada Bulan Februari sudah masuk musim panen.
“Jadi begini, pebisnis (retail beras) itu kan selalu melihat prospek. Kalau prospeknya bagus, pebisnis juga punya simpanan (beras). Simpanan itu akan dikeluarkan pada saat-saat menjelang panen. Bulan Januari ini kan harusnya ada kecenderungan harganya mulai turun, karena Februari sudah mulai panen. Jadi akan begitu. Karena kemarin kan musim penghujannya tidak mundur. Karena tidak mundur, biasanya Februari sudah panen, paling lambat akhir Februari. Kalau simpanan berasnya tidak mereka lepas, mau dikemanakan barang itu?,” ucapnya.
Sementara itu, terkait permintaan pemerintah agar Bulog menyediakan beras untuk korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Tanah Air, menurut Sutarto tidak akan mengganggu stok beras nasional.
“DKI Jakarta, misalnya meminta 38 ton, di daerah lain paling hanya beberapa ton. Padahal beras kita itu 2,090 juta ton. Bayangkan! Kalau hanya diambil 38 ton, 50 ton, 100 ton itu tidak berpengaruh pada cadangan beras nasional,” katanya.
http://www.jurnas.com/news/120999/__Normal_0_____false_false_false__IN_X-NONE_X-NONE______________MicrosoftInternetExplorer4_____________Stok_Beras_Bulog_Aman_untuk_8_Bulan_ke_Depan/1/Ekonomi/Ekonomi
Langganan:
Postingan (Atom)
