Senin, 09 Desember 2013

SUBDIVRE BANYUMAS MELAKUKAN ON FARM KEDELAI

Senin, 9 Desember 2013

BULOG TODAY - Perum Bulog  Subdivre Banyumas melaksanakan pilot project On farm Kedelai di desa Kajongan Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga seluas 1,5 ha yang telah dilaksanakan pada hari ini (Senin 9/11) dengan ditandai tanam perdana yang dilakukan oleh Kasubdivre Banyumas dan Jajaran dari Dinas Pertanian kabupaten Purbalingga.

Dalam kesempatan tersebut Kasubdivre Banyumas Sugeng Rahayu  menyampaikan bahwa Pilot Project On farm kedelai  diharapkan dapat merangsang para petani agar mau menanam kedelai sehingga kedepannya diharapkan dapat  terwujud kemandirian pangan. Sejak bulan Juni 2013 Perum Bulog diberi penugasan untuk Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai sesuai dengan Perpres No 32  Tahun 2013 sehingga petani tidak perlu khawatir lagi kalau hasil panenannya tidak ada yang membeli seperti sebelum Bulog diberi penugasan. Dalam melakukan pembelian kedelai lokal Perum Bulog mengacu pada Permendag nomor 59/M-DAG/Per/9/2013 dengan HPP kedelai Rp.7.400,-

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Kabid Sarana Pangan Ir. Karwan menyambut baik dengan adanya Pilot Project On farm Kedelai di Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga yang dilaksanakan oleh Subdivre Banyumas, hal tersebut dapat membuat petani lebih bergairah  untuk menanam kedelai karena sudah ada jaminan dibeli oleh Bulog sebab selama ini petani menanam kedelai hanya sebagai tanaman selingan saja.

Kontributor : Empree
Editor   : Dipo

Sub. Divre Banyumas Dalam Foto

9 Desember 2013

Sub. Divre Banyumas Dalam Foto

Penanaman Perdana Kedelai On Farm Pilot Project R&D Sub.Divre Banyumas, di Desa Kajongan, Bojongsari, Purbalingga



Sabtu, 07 Desember 2013

Stok Beras di Jember Aman hingga Januari 2015

7 Desember 2013

Laporan wartawan Surya, Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Stok beras di Kabupaten Jember masih aman hingga 13 bulan mendatang, alias aman hingga bulan Januari 2015.

Berdasarkan data di Bulog Sub Divre XI Jember, stok beras mencapai 37.825 ton.

"Kalau hanya untuk warga Jember akan cukup hingga 13 bulan ke depan," ujar Kepala Bulog Sub Divre XI Jember Alwi Umri, Jumat (6/12/2013).

Stok beras itu masih cukup digunakan untuk dijual secara komersial maupun digunakan untuk program Raskin.

Alwi menambahkan, sejauh ini realisasi penyerapan beras dari petani oleh Bulog sudah mencapai 54.475 ton di tahun 2013.

Meskipun saat ini maish ada stok hingga 13 bulan ke depan, Bulog Jember belum mempunyai rencana pendistribusian beras itu ke luar pulau.

"Terkait kebijakan itu kami menunggu dari pusat, apakah akan di-move out atau tidak. Tahun ini memang belum ada move out ke lain daerah, biasanya ke luar pulau Jawa. Tetapi itu kebijakan pusat," imbuh Alwi.

Stok beras yang ada di gudang Bulog, kemungkinan akan bertambah lagi, mengingat saat ini sejumlah petani di Jember juga masih ada yang memanen padi.

http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/06/stok-beras-di-jember-aman-hingga-januari-2015

Panen Raya, Stok Beras Bulog Karanganyar Melimpah

7 Desember 2013

dok.timlo.net/nanang rahadian
Beras untuk warga miskin (Raskin) di Karanganyar


Karanganyar – Stok beras di Gudang Bulog Karanganyar saat ini mencapai 6.208.299 ton, sehingga stok pangan khususnya untuk penyaluran beras miskin (Raskin) aman untuk delapan bulan ke depan.

Kepala Gudang Bulog Karanganyar, Joko Suwondo ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/12) menjelaskan, untuk saat ini stok beras melimpah, hasil dari panen raya beberapa bulan lalu. Ketersediaan beras di gudang ini tidak lepas dari peran serta dan usaha dari petugas Bulog Karanganyar.

Dijelaskan, panen padi yang dilakukan para petani di Karanganyar membuat kerja petugas lebih mudah. Sebab penyaluran Raskin masih akan terus dilakukan pada 2014 mendatang. Bulog Karanganyar sendiri memaksimalkan stok beras dari hasil panen padi petani setempat. Selain melimpah, kualitas beras yang dihasilkan juga baik. Karena itu mutu raskin yang disalurkan ke penerima khususnya warga miskin juga terjamin.

“Untuk saat ini penyaluran Raskin 2013 sudah selesai dan tinggal menunggu pagu atau kuota dari pemerintah pusat untuk penerima Raskin 2014,” ujar Joko Suwondo.

Terakhir penyaluran Raskin dilakukan oleh Bulog Karanganyar pada November lalu. Saat ini, petugas menyalurkan Raskin untuk bulan Desember. Selama satu bulan ini hingga akhir 2013 petugas tinggal menunggu pembayaran atau pelunasan Raskin dari warga. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan dokumen sebelum tutup tahun.

Pada penyaluran Raskin di 2013 ini diberikan Bulog Karanganyar kepada 51.638 rumah tangga sasaran (RTS). Total beras yang disalurkan yakni sebanyak 7.745.70 ton.

Dari catatan Bulog Karanganyar diketahui dalam penyaluran raskin selalu tepat waktu. Kondisi yang sama juga terjadi pada warga miskin dimana mereka dinilai sangat tertib dalam melakukan pembayaran. Kondisi ini membuat tugas lebih mudah karena tidak perlu melakukan penagihan atas tunggakan.

“Saat mengambil mereka langsung tunjukan bukti setor penyaluran kemudian langsung bayar jadi tidak ada tunggakan,” lanjutnya.

http://www.timlo.net/baca/68719521703/panen-raya-stok-beras-bulog-karanganyar-melimpah/

BULOG MASIH MEMPUNYAI STOK 25.000 TON BERAS

6 Desember 2013

Pangandaran,SC Online_ Upaya bantuan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, dengan adanya program pemerintah dalam pembagian raskin dapat membantu masyarakat baik di Kabupaten Induk maupun Pangandaran.

Dengan adanya pemekaran DOB dan menyambut pelaksanaan 2014, Bulog Kabupaten Ciamis segera lakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk teknis pelaksanaan pembagian beras miskin(Raskis) kepada masyarakat diaula kantor Bupati Parigi, Rabu pekan lalu

Dikatakan Dindin Samsudin Kepala Bulog Kabupaten Ciamis, bahwa untuk menghadapi tahun 2014 dalam pembagian raskin, Bulog sudah mengsplit bagian untuk wilayah Kabupaten Pangandaran, katanya.
"Sementara untuk saat ini pembagian raskin sampai Januari 2014 secara administrasi masih menginduk ke Ciamis," ujarnya.

Saat ini Bulog kabupaten Ciamis masih mempunyai stok beras sebanyak 25.000 ton sampai bulan Januari 2014 nanti. "Jadi sangat cukup untuk persediaan beras kami," ujar Dindin.

Walaupun ada gejolak di masyarakat masalah harga beras, Bulog siap lakukan operasi pasar. Begitu juga dengan terjadinya bencana alam, pemerintah pusat akan membantu dalam hal penyediaan beras.

"Mudah-mudahan apabila sudah terpisah dengan kabupaten induk, itu ada hak Kabupaten Pangandaran minimal 100 ton pertahun apabila terjadi bencana alam atau para nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk," ujar Dindin

Dengan melakukan Koordinasi ini dikatakan Dindin, agar pelaksanaan pembagian raskin di tahun 2014 tidak mengalami kendala atau kesalahan yang berarti.

Ditempat yang sama Mahmud SH.MH Plt Sekda yang didampingi oleh Solih, Kepala Bagian Perekonomian kab. Pangandaran, dirinya berharap untuk pelaksanaan pembagian raskin tidak ada kendala di lapangan, harapnya

"Kepada petugas pelaksana pembagian raskin baik itu dipemerintah kecamatan maupun desa agar tidak melakukan hal-hal yang bersangkutan dengan hukum seperti pemotongan atau pengurangan pembagian raskin kepada masyarakat," ujar Mahmud.           (Agus kucir)  

http://www.ciamiskini.com/2013/12/bulog-masih-mempunyai-stok-25000-ton.html

Jumat, 06 Desember 2013

Pengadaan Beras BULOG Cirebon Lampaui Target 2013

6 Desember 2013



BULOG TODAY - Hingga hari Kamis kemarin (5/12) pembelian beras petani oleh Perum BULOG Sub Divre Cirebon telah melampaui target 2013. Realisasi pengadaan dalam negeri telah mencapai 131.227 ton dari target 130.000 ton.

Kepala BULOG Cirebon Basirun mengatakan bahwa walaupun target sudah terlampui pihaknya masih terus melakukan pembelian beras petani baik melalui Mitra Kerja BULOG dan khususnya melalui Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB) dan Satgas Pengadaan. Sepertinya petani masih memiliki simpanan gabah yg sekarang mulai dikeluarkan sehingga walaupun relatif sedikit masih bisa diserap BuLOG, ujarnya.

Untuk saat ini pembelian beras petani rata-rata mencapai 100 ton per hari lanjut Basirun.

Capaian target pengadaan tersebut berdampak positif pada besarnya stok ketahanan pangan di wilayah III Cirebon yang saat ini mampu utk kebutuhan operasional 13 bulan kedepan. Bahkan saat ini BULOG Cirebon mulai melakukan pengiriman stok beras ke wilayah lainnya di Jawa Barat. Sudah 8.000 ton yang kami kirim ke wilayah lain seperti Cianjur dan Ciamis, dan sampai bulan Maret 2014 kami targetkan mampu mengirim minimal 40.000 ton, ujar Basirun.

Lebih lanjut Basirun mengatakan bahwa capaian target pengadaan 2013 ini juga tidak lepas dari eratnya koordinasi dan kerjasama dengan dinas terkait sehingga dari produksi padi yang baik di wilayah Cirebon dapat terserap secara optimal oleh BULOG. Kami berharap kedepan kerjasama dan koordinasi tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, ujarnya.

Jamsostek dan Bulog Salurkan Kebutuhan Pokok

5 Desember 2013

BANDUNG – PT Jamsostek Kanwil Jawa Barat (Jabar ) segera menggandeng Bulog Divre Jabar untuk membantu penyaluran kebutuhan pokok peserta Jamsostek dengan harga jauh lebih murah.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jamsostek Jabar, Teguh Purwanto, mengatakan kerja sama ini akan diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun Jamsostek ke-36 pada pertengahan Desember ini dengan menyasar peserta Jamsostek perusahaan tekstil di wilayah Jabar.

"Perusahaan tekstil tersebut memiliki koperasi, nah Jamsostek akan bekerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan kebutuhan sembako anggota koperasi itu dengan harga diskon. Ini sebagai pilot projek, mudah-mudahan bisa meluas untuk perusahaan dan daerah lain," ujar Teguh di kantornya, Rabu (4/12).

Menurut dia, konsep program penyaluran kebutuhan pokok bagi buruh tersebut akan dilakukan dengan memberdayakan koperasi karyawan di lokasi industri masing-masing sehingga bisa menekan harga lebih murah dari harga di pasaran.

Setiap buruh peserta Jamsostek akan mendapatkan diskon saat membeli kebutuhan pokok dari koperasi karyawan atau pekerja di unit industri masing-masing. Sebagai pilot project akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Koperasi Karyawan PT Kahatex di Kabupaten Sumedang yang memiliki 26 ribu pekerja.

"Nantinya Bulog akan memasok kebutuhan pokok langsung ke koperasi, tidak melewati jalur distribusi biasa, sehingga ada efesiensi dan marjin biaya distribusi. Pada gilirannya harga di koperasi lebih murah," kata Teguh.

Selain itu, Jamsostek juga telah mendapat dukungan dari salah satu perbankan nasional untuk mendukung permodalan bagi koperasi karyawan dalam penyaluran kebutuhan pokok tersebut. Program itu, selain meningkatkan program manfaat bagi pekerja, juga dalam rangka pemberdayaan koperasi. Koperasi pekerja bisa menjadi besar dan pekerja memiliki keuntungan dapat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok.

Terkait mekanisme harga diskon bagi peserta Jamsostek tersebut, kata dia, akan dilakukan dengan memanfaatkan pergedaan marjin dan mekanisme yang akan ditentukan kemudian.

Lebih lanjut, Teguh menyebutkan program tersebut merupakan bagian untuk meningkatkan layanan dari Jamsostek yang pada 2014 akan bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. tgh/E-9

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/135030