Jumat, 06 Januari 2017

Menjadi Pemasok Bulog, PT Pertani Ramaikan Bisnis Beras di Tanah Air

Kamis , 05 Januari 2017

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA. Persaingan bisnis beras di Tanah Air tahun 2017 ini diprediksi tambah meriah. Di tengah penguasaan perusahaan swasta dalam produksi dan distribusi beras nasional, mulai tahun ini, muncul PT Pertani sebagai perusahaan negara yang ikut bisnis beras.
Direktur Utama Pertani Wahyu mengatakan, perusahaan plat merah ini menargetkan untuk memproduksi beras tahun ini sekitar 250.000 ton. Beras tersebut nantinya akan dipasok kepada Perum Bulog untuk memenuhi target produksi gabah/beras dalam negeri serta menjaga persediaan stok beras nasional.

"Pertani memiliki lahan binaan petani penangkaran benih dengan lahan seluas 120.000 hektare (ha) yang bisa juga dijadikan lahan produksi," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (4/1).
Wahyu melanjutkan, Pertani mempunyai kantor cabang serta outlet di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua dengan sarana-prasarana fasilitas pengolahan sejumlah 25 unit dan 65 unit mesin pengering yang siap dioperasikan untuk produksi atau pengolahan gabah menjadi beras.

Langkah ke depan, sebagai pilot project, Pertani segera menindaklanjuti kerjasama ini dengan melakukan perjanjian kerjasama untuk wilayah kerja Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten.
Wahyu bilang, seandainya produksi beras ini berhasil, Pertani juga akan memperluas bisnis dengan memproduksi jagung dan kedelai.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, kerjasama dengan Pertani ini diharapkan menjadi dasar acuan kerjasama diantara BUMN pangan dalam mendukung penyediaan gabah atau beras dalam negeri untuk kebutuhan beras subsidi maupun komersial.

Djarot bilang, kerjasama ini merupakan langkah positif yang akan mendukung kinerja Bulog dan Pertani dalam upaya pengadaan dan pengolahan hasil panen petani. Selain itu, pola kerjasama ini juga menjadi kabar baik bagi petani karena bakal adanya jaminan baru dari perusahaan yang menyerap produksi mereka.

Seperti diketahui, selama ini, bisnis inti dari Pertani adalah memproduksi benih padi, jagung, dan kedelai. Meski akan terjun ke bisnis beras, tahun ini, Pertani tetap mengarap bisnis benih. Tahun ini, perusahaan itu menargetkan bisa memproduksi benih padi sebanyak 80.000 ton, jagung 15.000 ton, dan kedelai 5.000 ton. (KONTAN)

http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/01/05/menjadi-pemasok-bulog-pt-pertani-ramaikan-bisnis-beras-di-tanah-air

Presiden: Stok Beras Bulog Meningkat Signifikan

Kamis , 05 Januari 2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan pemerintah tidak berencana impor beras mengingat stok beras di Bulog meningkat secara signifikan.

"Biasanya September-Oktober itu sudah rapat terbatas untuk mengatasi kekurangan stok beras. Yang kedua mengenai pengendalian harganya, berapa yang harus kita impor untuk mengendalikan harga. Ini (ratas) kok tidak ada," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian 2017 di Hotel Bidakara Jakarta pada Kamis (5/1).

Presiden juga mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian Kementerian Pertanian dalam meniadakan impor beras tersebut. Kepala Negara mengatakan stok beras di Bulog hingga Kamis pagi berjumlah 1,734 juta ton.

Sementara jumlah stok beras pada akhir 2015, menurut Jokowi, hanya sekitar 800 ribu ton. "Artinya sudah meningkat 2 kali lebih sehingga benar pada September tidak ada ratas mau impor berapa karena stoknya sudah dua kali lipat lebih," ujar Presiden.

Dengan berlimpahnya stok beras maka dapat mengatasi potensi lonjakan harga karena pasar bisa mendapat sokongan suplai dari Bulog langsung. Dalam sambutannya, Kepala Negara juga mengharapkan impor jagung dapat ditiadakan pada 2018 jika upaya meningkatkan produktivitas di lapangan dilakukan secara detail.

"Jagung, data yang saya peroleh ini impornya 3,2 juta ton dan data terakhir yang saya terima impor kita 2016 hanya 900 ribu ton," ujar Presiden. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, menurunnya jumlah impor jagung itu dikarenakan terdapat produksi yang melonjak di dalam negeri.

Menurut data Kementerian Pertanian, penurunan impor jagung di Indonesia terjadi sebesar 66,6 persen.
Produksi jagung meningkat jadi 23,2 juta ton pada 2016 dari sebelumnya 19 juta ton pada 2014 atau naik sebesar 21,8 persen.

Kamis, 05 Januari 2017

Bulog Kediri Bingung Cara Salurkan Beras Raskin

Rabu, 4 Januari 2017

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Bulog Kediri masih menunggu ketentuan pemerintah terkait mekanisme penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) 2017.  Sesuai rencana semula, raskin bakal disalurkan melalui e-voucher dan e-warong.

Tahun lalu penyaluran raskin masih  dilakukan secara manual. “Kuota Kabupaten Kediri lewat e-voucher pada 2017. Namun, infrastrukturnya belum memadai,” ungkap Rahmat Syahdjoni Putra, Kepala Sub Bulog Kediri, Rabu (4/1/2017).

Rahmat Syahdjoni menjelaskan daerah yang telah tersedia infrastruktur penyaluran raskin lewat e-voucher, pihaknya akan memaksimalkan e-Warong.

Namun, e-warong di Kabupaten dan Kota Kediri jumlahnya sangat terbatas. Sehingga tidak memungkinkan penyaluran raskin yang jumlahnya mencapai ribuan.

“Bisa jadi kami akan menyalurkan lagi secara manual seperti sebelumnya,” jelasnya.
Sampai sekarang belum ada kejelasan jadwal penyaluran raskin 2017.
“Sekarang kami masih menunggu kepastiannya,” tambahnya

http://suryamalang.tribunnews.com/2017/01/04/bulog-kediri-bingung-cara-salurkan-beras-raskin

Terungkap, Begini Kronologi Suap Gula Bulog ke Irman Gusman

RABU, 04 JANUARI 2017

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Nawawi Pomolango secara tegas menyatakan Xaveriandy Sutanto dan Memi, pemilik CV Semesta Berjaya terbukti menyuap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman. Suap itu untuk pengurusan kuota gula Bulog di Sumatera Barat. CV Semesta Berjaya adalah perusahaan yang bergerak pada usaha perdagangan sembako.

“Terdakwa telah memberi sesuatu berupa uang Rp 100 juta kepada Irman Gusman selaku Ketua DPD,” kata Nawawi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 4 Januari 2017. Atas perbuatannya, Sutanto dihukum 3 tahun penjara. Sedangkan istrinya, Memi, dikenai penjara 2 tahun 6 bulan. Masing-masing juga didenda Rp 50 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Anggota majelis hakim John Halasan Butarbutar menceritakan kronologi penyuapan yang dilakukan Sutanto dan Memi kepada Irman Gusman. Ia mengatakan awalnya Sutanto dan Memi mengajukan permohonan gula sebanyak 3.000 ton kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Barat. Tujuannya untuk mendapatkan pasokan gula lebih murah. Saat itu harga gula di Sumatera Barat mencapai Rp 16.000 per kilogram.

Namun permintaan CV Semesta Berjaya tak kunjung direspons oleh Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Barat Benhur Ngakaimi. John mengatakan lantaran tidak mendapat respons cepat, Sutanto dan Memi meminta kepada Ketua DPD Irman Gusman untuk mengupayakan perusahannya diberikan jatah gula untuk didistribusikan ke Sumatera Barat. “Irman meminta fee Rp 300 per kilogram, akhirnya disepakati Sutanto dan Memi,” kata John.

John menuturkan Irman kemudian menghubungi Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti guna membahas alokasi kuota gula ke Sumatera Barat. Karena yang meminta adalah Ketua DPD, ia mengatakan Djarot menyetujui. Bahkan, apabila ada hambatan diminta untuk menghubungi Djarot. Menurut dia, Djarot lalu meminta kontak Memi kepada Irman untuk menindaklanjuti permintaan Irman prihal alokasi kuota gula tersebut. Dari kesepakatan tersebut, didapatkan harga gula lebih murah yaitu antara Rp 11.500-11.600 per kilogram.

John mengatakan Djarot kemudian menghubungi Memi untuk menanyakan tindak lanjutnya. Memi ternyata sudah mengajukan purchase order (PO) sebanyak 3.000 ton gula. Rencananya jumlah itu akan diberikan secara bertahap dengan menggelontorkan 1.000 ton terlebih dahulu. Dari Jakarta sudah mendapatkan kabar bahwa sebanyak 1.000 ton gula sudah disiapkan. Dari jumlah tersebut, sudah terdistribusi sebanyak 625 ton ke Sumatera Barat, 250 ton ke Medan, dan 125 ton ke Pekanbaru yang dijual ke beberapa toko.

Pada Agustus 2016, Memi melaporkan kepada Irman melalui pesan WhatsApp bahwa harga gula turun dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.700 per kilogram sehingga menyebabkan gula sulit dijual. Menurut John, Irman kemudian menyampaikan kepada Memi untuk menunggu waktu yang tepat untuk menjual gula. “Yang penting komitmen kita selalu dijaga dari komitmen awal (fee Rp 300 rupiah per kilogram yang diminta Irman kepada Memi),” kata John menirukan ucapan Irman.

Irman diketahui bersedia membantu Memi dengan syarat meminta komitmen fee Rp 300 untuk setiap kilogram gula. Irman juga telah melobi kepada Djarot untuk memudahkan CV Semesta Berjaya menyalurkan gula impor. Majelis hakim pun meyakini bahwa Irman yang telah merekomendasikan CV Semesta Berjaya kepada Djarot.

John mengatakan Sutanto dan Memi telah bersepakat dengan Irman. Lalu Sutanto dan Memi meminta bertemu Irman pada Jumat, 16 September 2016. Irman menyanggupi bertemu mereka pada pukul 22.00. Memi kemudian meminta stafnya menyiapkan uang Rp 100 juta untuk diberikan kepada Irman. Hari itu pula mereka berangkat ke Jakarta.

John mengatakan Sutanto dan Memi tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 19.30. Sementara pertemuan dengan Irman terjadi pada pukul 23.00 di kediaman dinas Irman di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan. “Tidak lama kemudian mereka ditangkap KPK,” kata John.

DANANG FIRMANTO

https://m.tempo.co/read/news/2017/01/04/063832658/terungkap-begini-kronologi-suap-gula-bulog-ke-irman-gusman

Rabu, 04 Januari 2017

Bulog Jember Turunkan Target Pengadaan Beras

Rabu,4 Januari 2017

Bisnis.com, JEMBER—Target pengadaan beras Perum Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional XI Jember, Jawa Timur, menurun 5.000 ton dari 75.000 ton pada 2016 menjadi 70.000 ton pada 2017.

"Tahun ini target pengadaan atau prognosa beras yang ditentukan oleh Bulog pusat turun, namun kami tidak tahu alasan penurunan tersebut," kata Kepala Bulog Sub Divre XI Jember Khozin di Jember, Rabu (4/1/2017).

Menurut dia, target pengadaan beras "public service obligation" (PSO) 2017 sebanyak 70.000 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam program beras untuk masyarakat pra-sejahtera (rastra), sedangkan untuk pembelian beras premium sebanyak 2.950 ton.

"Saya tidak tahu pertimbangan apa tentang penurunan target beras dari Bulog pusat. Apakah karena realisasi kami yang tidak sampai 100 persen atau ada faktor yang lain," tuturnya.

Ia menjelaskan realisasi serapan gabah dan beras tahun 2016 sebanyak 55.000 ton atau setara 73 persen dari target pengadaan Bulog Jember sebesar 75.000 ton, namun pihaknya sudah optimal dalam melakukan penyerapan gabah atau beras petani.

"Serapan beras pada tahun ini lebih tinggi persentasenya dibandingkan beberapa tahun sebelumnya karena sejak tahun 2013 hingga 2015, realisasi pengadaan hanya sekitar 50 persen sampai 60 persen dari target yang ditentukan," katanya.

Khozin mengatakan pihak Bulog Sub Divre XI Jember segera melakukan pengadaan beras pada Februari 2017 karena masa panen Kabupaten Jember diprediksi pada Maret 2017, sehingga petugas akan turun ke sawah untuk menyerap gabah atau beras petani di areal pertanian.

Sumber : Antara

http://surabaya.bisnis.com/read/20170104/4/93258/bulog-jember-turunkan-target-pengadaan-beras

Asosiasi dan Bulog akan Sosialisasi Manfaat Konsumsi Daging Beku

Rabu,4 Januari 2017

Jakarta - Harga daging kerbau beku impor dari India dijual oleh pedagang pasar tradisional di atas Rp 80.000/kg. Hal itu karena pedagang mengaku lebih laris jika dicairkan dan dibersihkan lemaknya terlebih dulu.

Namun, Ketua Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI), Ahmad Hadi mengatakan sebenarnya daging kerbau tidak memiliki lemak yang banyak. Menurutnya, ini merupakan soal kebiasaan pedagang sehingga butuh sosialisasi agar pedagang menjual dalam kondisi beku.

"Secara fisik, daging kerbau dari India ini tidak banyak mengandung lemak, beda dengan daging sapi. Jadi seharusnya tidak perlu dibersihkan lagi. Ini masalah kebiasaan. Saya yakin sosialisasi tentang alternatif pilihan daging kerbau beku yang terus dilakukan, akan mengubah kebiasaan lama ini, tapi perlu waktu," kata Ahmad, kepada detikFinance, Rabu (4/1//2016).

Sebelumnya para pedagang tradisional menjual daging kerbau dari India di atas Rp 80.000/kg karena daging tersebut harus dibersihkan dan dicairkan. Padahal menurut Ahmad, hal itu merupakan kebiasaan karena ada pembeli yang meminta pedagang untuk membersihkan lemaknya.

"Kalau di pasaran ada yang menjual diatas Rp 80.000/kg, pasti disebabkan pembeli akhir minta daging beku tersebut dicairkan, jadi sudah tidak beku lagi. Ada susut karena pencairan daging tersebut, yg dibebankan ke pembeli," katanya.

Ia mengatakan sosialisasi konsumsi daging beku antara lain, memberi informasi daging beku lebih steril ke pedagang.

"Yang beku, kualitasnya lebih baik karena proses pencairan yang salah menyebabkan kontaminasi kuman/tidak hygiene. Kami juga menyarankan untuk dijual beku, untuk membedakan dengan daging sapi segar," imbuhnya.

Sosialisasi tersebut nantinya dilakukan Bulog dengan asosiasi terkait, misalnya dengan ADDI. Nantinya tiap anggota asosiasi akan memberikan penyuluhan kepada anggotanya untuk menjual daging beku.

"Bentuknya melalui kerja sama antara Bulog dengan asosiasi terkait seperti yang kemarin dilakukan, MOU antara Bulog dengan ADDI. Nantinya, Asosiasi yang akan proaktif kepada seluruh anggotanya," kata Ahmad.

Ia mengatakan, secara bertahap nantinya para pedagang akan dipinjamkan freezer dari Bulog agar dapat menjual daging beku. Hal itu untuk tetap menjaga kualitas daging.

"Secara bertahap Bulog akan meminjamkan Freezer untuk pedagang. Kalau berdagang daging beku lebih menguntungkan, saya yakin pedagang tidak keberatan membeli freezer kecil di masing-masing losnya. Mengingat kualitas daging akan terjaga kalau menggunakan freezer," kata pria yang akrab disapa Hadi ini. (hns/hns)

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3387541/asosiasi-dan-bulog-akan-sosialisasi-manfaat-konsumsi-daging-beku

Wagub Sulsel Minta Bulog Kembangkan Produksi Beras Organik

Rabu,4 Januari 2017

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulawesi selatan, Agus Arifin Nu'mang meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Region (Divre) Sulselbar mengembangkan produksi beras organik. Beras ini dianggap mulai digemari dan dicari konsumen.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini juga menilai beras itu bisa dipasarkan dengan harga yang menjanjikan. Untuk mengembangkan produksi dan pemasarannya, Agus minta Bulog melibatkan beberapa instansi, seperti Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pertanian.

"Selera dan kebutuhan masyarakat akan pangan terus mengalami perubahan dan peningkatan seiring dengan terus meningkatnya perekonomian masyarakat itu sendiri," kata dia saat pisah sambut kepala Bulog Sulselbar di Baruga Lappo Ase, Jl AP Pettarani, kemarin.

Dengan bertambahnya tingkat ekonomi masyarakat, kata dia, maka kebutuhan jenis pangan masyarakat juga akan berubah dan meningkat. "Kan sekarang kebutuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat, maka perlunya Perum Bulog Divre Sulselbar terus meningkatkan inovasi kerjanya," ujar Agus.

Agus menilai Bulog Sulselbar sudah memenuhi targetnya dalam penyediaan pangan lokal maupun nasional. Dia juga mengatakan, pencapaian target yang direncanakan sebelumnya merupakan suatu hal yang wajar, namun tak kalah pentingnya adalah mempertahankan capaian target yang telah dicapai.

http://news.rakyatku.com/read/33771/2017/01/04/wagub-sulsel-minta-bulog-kembangkan-produksi-beras-organik