Kamis, 08 Desember 2016

Soal Raskin Tak Layak Komsumsi, Wabup Soppeng Panggil Bulog

Rabu, 07 Desember 2016

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Terkait dengan adanya beras raskin tak layak komsumsi yang di temukan warga Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Soppeng, Supriansa pun angkat bicara melalui akun Facebook pribadinya.

Supriansa menyampaikan telah meminta Kepala Bulog Soppeng atau Kansilog untuk memberikan penjelasan terkait temuan beras raskin yang berulat dan berdebu.

“Bulog sudah salurkan sebanyak 29 ribu karung, tapi baru satu karung ditemukan rusak,” kata Supriansa.

Supriansa meminta kepada pihak Bulog untuk lebih berhati-hati dalam penyaluran, jangan sampai ada permainan yang dapat merugikan masyarakat.

Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat jika menemukan raskin tak layak komsumsi sekiranya dapat melaporkan ke kantor desa.

“Buat masyarakat jika ada beras raskin yang rusak di terima, agar segera melapor ke kepala desa setempat untuk segera mendapatkan pergantian beras dari bulog,” harapnya.

Tak lupa Supriansa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengguna facebook informasi menganai raskin yang tak layak komsumsi. (hen)

http://berita-sulsel.com/soal-raskin-tak-layak-komsumsi-wabup-soppeng-panggil-bulog/

Jatah Raskin Berkutu, Lurah Pondok Ranji Kembalikan ke Bulog

Rabu, 07 Desember 2016

Penyaluran sebanyak 391 karung beras sejahtera (Rasta) atau beras keluarga miskin (Raskin) berkutu dan berwarna kuning di Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), ditanggapi serius lurah setempat. Jatah Raskin tersebut akan dikembalikan dan ditukar dengan kualitas yang cukup bagus. Meskipun tidak semua raskin tersebut berkualitas buruk, menurut Lurah Pondok Ranji akan tetap ditukarkan karena merupakan permasalahan yang sangat sensitif.

“Ini tetap akan dibagi-bagikan tapi kita pilih dahulu, inikan tidak semuanya berkutu dan yang kualitas jelek akan kita tukar,” ujar Lurah Pondok Ranji, Mukroni saat ditemui di Kantor Kelurahan.

Sebelum ditukarkan ke bulog, rasin seberat 15 kilogram (Kg) dan dibandrol seharga Rp 24.000 ini akan tetap dikonfirmasikan kepada warga terkait keadaannya (raskin), dan jika warga tersebut menerima maka itu akan diberikan kepadanya. Hal ini dilakukan karena penukaran raskin akan memakan waktu yang cukup lama yaitu ke Cikande, Serang, Banten.

Raskin berkutu sempat pernah terjadi di Pondok Ranji pada tahun 2012. Terdapat 13 karung raskin ditukar karena kualitasnya yang buruk dan sekarang kembali terjadi karena sebelumnya belum ada komplain dari warga tentang raskin yang didapatinya.

Penyaluran raskin pada bulan Desember ini dan dilakukan sebulan sekali ini merupakan penyaluran terakhir karena pemberian raskin ini akan dilanjutkan di bulan depan melalui e- warong.

Mukroni mengajurkan kepada warga miskin untuk mencapur raskin dengan beras yang kualitasnya bagus. Selain memperlama waktu penghabisan beras, pencampuran beras ini juga dapat mengurangi rasa dan bau beras yang kurang enak.

“Kita anjurkan kepada masyarakat untuk mencampurkan raskin sama dengan beras yang kualitas bagus. Selain itu juga, jika mereka benar-benar mengonsumsi raskin saja hanya habis selama 2 minggu, makanya kami menganjurkan dengan beras berkualitas bagus,” tandasnya. (tan)

https://tangerangonline.id/2016/12/07/jatah-raskin-berkutu-lurah-pondok-ranji-kembalikan-ke-bulog/

Mantan Karyawan Bulog Tipu Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 07 Desember 2016

Magetan pojokpitu.com, Mantan karyawan bulog asal Madiun harus duduk di kursi pesakitan. Pasalnya, ia melakukan penipuan terhadap puluhan warga dengan modus dijanjikan bisa menjadi karyawan bulog dengan syarat membayar uang dalam jumlah tertentu.

Terdakwa Indra, warga asal Jatisari kota Madiun, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Magetan.  Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua, Nurhadi, mengagendakan pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

JPU pengganti, Sugiyarto, mendakwa Indra dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Mantan karyawan bulog Surabaya ini didakwa melakukan penipuan dengan modus bisa memasukkan seseorang menjadi karyawan bulog dengan syarat menyetorkan uang sebesar 7 juta rupiah.

Secara bersamaan, majelis hakim Pengadilan Negeri Magetan juga melakukan sidang terhadap dua teman Indra, yaitu Siti Fatimah dan Basuki Rahmat. Kedua terdakwa ini berperan sebagai pengepul uang sekaligus mencari calon korban. Sedikitnya ada 32 orang yang menjadi korban penipuan yang kebanyakan warga Maospati Magetan. Ketiga terdakwa tersebut terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Sementara, atas dakwaan dari JPU, masing-masing terdakwa mengakuinya. Terdakwa tidak mengajukan nota pembelaan.  Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan sejumlah saksi. (pul)

Rabu, 07 Desember 2016

Pengadaan Beras Lampung Terbesar dalam Sejarah

Rabu, 7 Desember 2016

RAKYATKU.COM, BANDAR LAMPUNG - Tekad Pemerintah Provinsi Lampung memperkecil pengiriman gabah ke luar Lampung mulai membuahkan hasil. Pengadaan beras di Lampung tercatat terbesar dalam sejarah, bahkan dalam beberapa bulan menempati posisi pertama dari tujuh produsen utama beras nasional.

Menurut data Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Lampung, hingga Desember ini pengadaan beras mencapai 137 ribu ton dari target 120 ribu ton. “Kami optimistis hingga akhir 2016 mampu menembus angka 140 ribu ton. Ini pencapain terbesar dalam sejarah Bulog Lampung, karena selama ini rekor penyerapan tertinggi tercapai pada 2009 sebesar 122 ribu ton,” kata Kepala Perum Bulog Divre Lampung Dindin Syamsudin di Bandar Lampung, Senin (5/12/2016).

Lompatan besar pengadaan itu, menurut Dindin, tak lepas dari tekad pemerintahan Gubernur Muhammad Ridho Ficardo, untuk meningkatkan produksi gabah. Sejak 2015, pemerintah pusat menargetkan kenaikan produksi gabah 1 juta ton.

Sehingga di akhir 2016, produksi gabah Lampung mencapai 4,2 juta ton. Pada 2015, target pengadaan beras Lampung masih dipatok 80 tibu ton dan sering tidak tercapai.

Sehingga Lampung selalu jadi juru kunci dari tujuh provinsi produsen utama beras yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Namun sejak April 2016, Lampung menduduki urutan pertama penghasil beras dalam negeri.

“Baru Desember ini Lampung di posisi kedua di bawah Jawa Tengah,” kata Dindin. Dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Lampung, menurut Dindin, berupa kebijakan Gubernur Ridho yang tidak mengizinkan gabah keluar Lampung, selain beras.

“Kebijakan ini membuat aparat di lapangan berani bertindak tegas. Semakin banyak beras yang keluar, makin banyak nilai tambah yang didapat masyarakat Lampung,” kata Dindin.

Bulog juga menggandeng organisasi petani seperti Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) terjun ke petani menyerap gabah.

Kemudian, bersama Tim Serap Gabah (Sergab) yang dibentuk Tim Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, dan Kedelai yang menggandeng aparat TNI agar menjual gabah ke Bulog. Atas prestasi itu, kini Lampung menjadi pemasok rutin beras ke lima provinsi dari semula dua provinsi yakni Bengkulu dan Jambi.

Kini, selain ke Bengkulu dan Jambi, beras asal Lampung dikirim ke Riau, Sumatera Utara, dan Aceh, sejak September 2016. “Pola percepatan penyaluran beras rakyat miskin atau raskin, juga turut membantu kenaikan pengadaan beras. Penyaluran raskin di Lampung kini mencapai 99%. Ini semua tak lepas dari kebijakan Gubernur Lampung yang mendorong agar Lampung lebih banyak mengirim beras daripada gabah,” kata Dindin.

http://pariwisata.rakyatku.com/read/30600/2016/12/07/pengadaan-beras-lampung-terbesar-dalam-sejarah

Beras Merauke Surplus 4.000 Ton, Bulog Sebut Baru Terjadi Tahun Ini

JAYAPURA [PAPOS] – Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat (P2B), Ibrahim Wairoy menjamin ketersediaan beras hingga tiga bulan ke depan menyusul terjadinya kelebihan stok beras dari Merauke. Ibrahim pun mengakui, surplus beras Merauke baru terjadi tahun ini.
“Makanya kita hentikan pembelian beras dari Jawa Timur, karena stok yang ada saat ini melebihi target. Target kami untuk penyerapan beras Merauke hanya 30.000 ton, tapi justru over hingga 4.000 ton, “kata Ibrahim kepada Papua Pos, baru-baru ini.

“Secara regional Papua dan Papua Barat ketersediaan beras aman, mulai dari Sorong, Merauke dan Nabire.Perhitungan kita pada Desember sangat mencukupi, “kata Ibrahim.

Dia juga mengatakan, kebutuhan beras untuk Divisi Regional P2B sangat mencukupi.“Untuk Jayapura dan Wamena kebutuhan 4.600 ton per bulan, “katanya.

Bulog, kata dia, membuat perencanaan berdasarkan analisa sejumlah masukan dari Dinas Pertanian untuk menentukan target pengadaan beras setiap tahun.

“Jumlah ini sudah tersedia, jadi pengadaan sudah dihentikan baik dari Jatim dan juga Merauke, “paparnya.Beras Merauke ini, kata dia, untuk stok di Jayapura sebanyak 10.000 ton dan 20.000 ton ke Merauke.

“Sebisa mungkin beras dari Merauke untuk memenuhi kebutuhan sendiri, jadi tidak dikirim ke luar Papua lagi.Beras dari wilayah ini dikirim ke Boven Digoel, Asmat, Mappi dan Yahukimo serta Merauke sendiri, juga ke Jayapura “katanya.

Ibrahim mengakui, surplus beras Merauke baru terjadi tahun ini, hal ini imbas dari kemarau yang terjadi tahun lalu. “Setelah kemarau, kemudian tanam lagi hasilnya lebih bagus, makanya bisa sampai surplus, “kata Ibrahim. [srb]

http://www.papuapos.com/index.php/ekonomi-papuapos/item/6883-beras-merauke-surplus-4000-ton-bulog-sebut-baru-terjadi-tahun-ini

Selasa, 06 Desember 2016

Bulog Surakarta Pasok Beras ke Sumbar 2.000 Ton

Selasa, 06 Desember 2016

Warta Ekonomi.co.id, Solo - Perum Bulog Subdivre III Wilayah Surakarta, Jawa Tengah, memasok pangan ke Sumatera Barat pada Desember 2016 sebanyak 2.000 ton setara beras untuk pemerataan ketahanan pangan.

"Pengiriman beras ke daerah lain itu, merupakan program move nasional untuk pemerataan cadangan pangan," kata Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Rizal Mulyawan, di Solo, Selasa (6/12/2016).

Ia menjelaskan pengiriman pangan ke Padang, Sumbar, sebanyak 2.000 ton melalui angkutan kapal sehingga total tahun ini pasokan beras ke daerah lain mencapai 10.000 ton.

"Kami sebelumnya melakukan pasokan ke Aceh sebanyak 4.000 ton, Medan 1.000 ton, dan Kalimantan Tengah 3.000 ton," kata Rizal Mulyawan.

Ia mengatakan persediaan pangan di wilayah eks-Keresidenan Surakarta terhitung hingga Senin (5/12) mencapai 45.000 ton setara beras.

"Jumlah itu masih aman untuk memenuhi kebutuhan pangan di eks-Keresidenan Surakarta hingga Juli 2017 mendatang," katanya.

Bahkan, Bulog Surakarta masih mempunyai waktu untuk menambah pengadaan pangan dengan menyerap hasil panen para petani diperkirakan antara 1.000 hingga 2.000 ton setara beras hingga akhir Desember mendatang.

"Kami masih dapat melakukan realisasi pengadaan pangan hingga akhir Desember 2016," katanya.

Bulog melalui sembilan gudang penyimpanan yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di eks-Keresidenan Surakarta melakukan penyerapan tahun ini dengan realiasasi 106.048 ton setara beras.

"Realisasi pengadaan pangan 2016 ini, sudah melebihi target atau sekitar 106,048 persen. Kami ditargetkan pengadaan pangan tahun ini sebanyak 100 ribu ton," katanya.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya melakukan pengadaan pangan di daerah-daerah yang sedang panen raya, sekaligus dapat mengendalikan harga gabah di tingkat petani agar tidak anjlok. (Ant)

http://wartaekonomi.co.id/berita123016/bulog-surakarta-pasok-beras-ke-sumbar-2000-ton.html

Kasus Beras Bulog Memakai Karung Merek Lain Ditangani Subdit Indag Polda Babel

Selasa, 6 Desember 2016

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Kasus penjualan beras Bulog menggunakan karung merek lain ditangani Subdit Indag Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Kasus beras bulog yang dijual menggunakan karung beras bermerek kita limpahkan ke Subdit Indag Dit Krimsus," kata Kasubdit Jatanras AKBP Adi Nugraha, Senin (5/12/2016).

Barang bukti antara lain 10 ton beras bulog dan puluhan karung beras bulog yang sudah dipindah ke karung beras bermerk dan terjahit rapi masih berada di lokasi yang sudah dipasangi garis polisi.

Ia menerangkan belum diamankannya barang bukti dari lokasi karena keterbatasan gudang penyimpanan barang bukti di Polda Kep Bangka Belitung.

Sedangkan barang bukti lain seperti dua unit mesin jahit karung, 3 pisau dan lainnya diamankan di Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Untuk jelasnya silakan ke Subdit Indag karena wewenangnya sudah di mereka," imbuh Nugraha.
Tim Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (2/12/2016) menangkap tangan pekerja di Toko Jaya Abadi yang sedang memindahkan beras Bulog ke dalam karung beras bemerek untuk dijual kembali.

Dari Toko Jaya Abadi di Jalan Trem, polisi mengamankan sebanyak 37,5 karung beras bulog berisi masing-masing 50 kilogram.

Rinciannya, 15 karung beras merek gareng berisi beras bulog masing-masing 40 kilogram, 3 karung beras merek RM berisi beras bulog ukuran 40 kilogram, 7 karung beras merek udang berisi beras bulog ukuran 40 kilogram, 5 karung beras merek sendok berisi beras bulog ukuran 40 kilogram.

Selain itu juga diamankan karus beras tanpai isi merk bulog 78 buah, karung beras kosong RM 14 buah, 40 karung kosong merek Gareng dan 6 karung kosong merek Sendok.

Sedangkan di gudang toko didapati 10 ton beras bulog yang diduga juga akan dipindahkan kekarung-karung beras bermerek.