Rimanews - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menolak keras kebijakan Impor beras untuk menghadapi dampak serangan iklim El Nino yang masuk ke Indonesia.
"Pokoknya kita tolaklah impor itu. Jangan karena alasan elnino, elnino kan derajatnya lebih kecil," kata Viva di Jakarta, Sabtu (1/8/2015).
Lebih lanjut Viva mengatakan, cadangan beras di Bulog saat ini mencapai 2 juta ton masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional selama 4 bulan kedepan.
Sehingga Selama masa 4 bulan itu, pemerintah diharapkan mengupayakan agar Bulog bisa menyerap sebanyak-banyaknya gabah dan beras yang dimiliki petani.
"Bagi daerah-daerah yang tidak mengalami kekeringan jadi bisa menanam. Data dari kementerian pertanian, lahan-lahan sawah yang terkena fuso kan relatif lebih kecil. Kalau lahan sawah kena fuso pasti menurunkan produktivitas dan volume produksi," jelas Viva.
Viva menegaskan, jika memang nantinya tidak ada jalan lain bagi pemerintah untuk impor beras, Pemerintah diwajibkan melakukan singkornisasi data agar pemerintah tidak kebobolan impor beras. "Kadang-kadang pemerintah malas mensingkronkan data, Motifnya impor tapi datanya berbeda-beda," tutur Viva.
"Contoh kasus 2011, BPS melansir terjadi surplus beras 7,1 juta ton. Pemerintah impor 9,1 juta ton, apa itu? Kan tidak jelas pemerintah. Jadi data harus satu dari pertanian, penyerapan gabah dan beras petani dari bulog dan BPS," tutup Viva.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menghadapi El Nino dengan tugas utama melakukan pemompaan air di wilayah yang mengalami kekeringan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya mempersiapkan 20 ribu unit pompa air yang akan didistribusikan ke daerah-daerah yang sering dilanda kekeringan.
Dia menyebutkan wilayah yang sering mengalami kekeringan mencapai 96 kabupaten dengan total luas 198 ribu hektare.
Hingga saat ini pihaknya telah mengirimkan tim beserta unit pompa air ke Indramayu, Jawa Barat karena daerah tersebut kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
"Lahan yang kekeringan sekitar 198 ribu hektare, sedangkan lahan yang beririgasi 4,8 juta hektare. Total rencana tanam ini bisa diupayakan sampai 5-6 juta ton hingga september, tapi sudah ada surplusnya," ujarnya.
http://nasional.rimanews.com/politik/read/20150801/226435/DPR-Tegaskan-Tak-Sudi-Impor-Beras
Senin, 03 Agustus 2015
Minggu, 02 Agustus 2015
Bulog Diminta Siaga Stok Beras
Minggu, 02 Agustus 2015
Publicapos.com - Perum Bulog diminta untuk segera menyediakan stok beras dalam rangka mengantisipasi musim kering yang berkepanjangan.
Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana, sebagaimana rilis yang diterima publicapos.com, Sabtu (1/8).
"Saya minta agar Perum Bulog bersiap menyediakan stok beras yang cukup untuk mengantisipai kekeringan yang berkepanjangan. Hingga saat ini hampir 50 persen petani di Jawa Timur terancam gagal panen," ungkap politisi dari Partai Demokrat tersebut.
"Kita tentu tidak mau terjadi kekurangan pangan akibat gagal panen. Selain stok Perum Bulog juga harus mempersiapkan data dan sistim distribusi yang merata agar semua kebutuhan pangan terpenuhi," lanjutnya.
Saat ini Indonesia memang tengah dilanda el nino, sebuah fenomena alam yang menyebabkan musim kering lebih panjang dari seharusnya. BMKG sendiri telah memperingatkan tentang kemungkinan musim kering baru akan berakhir di bulan Oktober. (andy)
http://www.publicapos.com/ekonomi/11426-bulog-diminta-siaga-stok-beras
Publicapos.com - Perum Bulog diminta untuk segera menyediakan stok beras dalam rangka mengantisipasi musim kering yang berkepanjangan.
Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana, sebagaimana rilis yang diterima publicapos.com, Sabtu (1/8).
"Saya minta agar Perum Bulog bersiap menyediakan stok beras yang cukup untuk mengantisipai kekeringan yang berkepanjangan. Hingga saat ini hampir 50 persen petani di Jawa Timur terancam gagal panen," ungkap politisi dari Partai Demokrat tersebut.
"Kita tentu tidak mau terjadi kekurangan pangan akibat gagal panen. Selain stok Perum Bulog juga harus mempersiapkan data dan sistim distribusi yang merata agar semua kebutuhan pangan terpenuhi," lanjutnya.
Saat ini Indonesia memang tengah dilanda el nino, sebuah fenomena alam yang menyebabkan musim kering lebih panjang dari seharusnya. BMKG sendiri telah memperingatkan tentang kemungkinan musim kering baru akan berakhir di bulan Oktober. (andy)
http://www.publicapos.com/ekonomi/11426-bulog-diminta-siaga-stok-beras
Sabtu, 01 Agustus 2015
Kekeringan, Mandi Satu Kali Sehari Hanya dengan Empat Gayung Air
Sabtu, 1 Agustus 2015
MAGELANG, KOMPAS.com - Kekeringan yang melanda sebagian wilayah pegunungan Menoreh, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, membuat warga setempat harus berjuang untuk mendapatkan air bersih.
Tidak jarang mereka harus berjalan belasan kilometer menuju sumber mata air di sekitar dusun, lalu mengantre berjam-jam untuk sekadar mendapatkan 1-2 jerigen air. Demi menghemat air, warga terpaksa mandi hanya dengan empat gayung air.
"Kalau mandi cukup sehari sekali, itu pun hanya empat gayung, membersihkan badan sekedarnya saja. Karena memang tidak cukup," kata Mantep, seorang warga Dusun Wonolelo, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, di sela-sela mengantre air di sebuah mata air dekat dusun itu, Sabtu (1/8/2015).
Warga rela menunggu hampir satu jam untuk mengisi air bersih ke dalam sebuah jerigen ukuran sedang sampai penuh. Debit air yang mengalir dari pipa yang terhubung dengan sumber mata air itu sangat kecil.
"Setiap malam kita sudah mengantri jerigen di sini (sumber mata air), masing-masing kepala keluarga hanya boleh ngantri maksimal tiga jerigen. Untuk satu jerigen saja lama penuhnya, karena air mengalir sangat kecil," kata Sainem (76), warga setempat yang juga turut antre.
Sumur mengering
Menurut Sainem, musim kemarau panjang mengakibatkan sumur-sumur warga mengering. Kondisi tersebut dirasakan warga sejak dua bulan terakhir. Warga pun harus ekstra hemat dalam penggunaan air, terlebih air bersih yang digunakan untuk konsumsi.
"Kami harus hati-hati waktu mengisi, jangan sampai tumpah, setetes air bersih bagi kami sangat berharga," timpal Mantep.
Menurut dia, air bersih yang berhasil dikumpulkan di jerigen akan ditampung di bak-bak yang telah disiapkan di rumah masing-masing. Air itu biasa digunakan untuk keperluan konsumsi dan mandi saja. Sedangkan untuk mencuci pakaian, warga biasa memanfaatkan air di pemandian umum yang kondisinya sudah keruh.
Ketua RW 004 Dusun Wonolelo, Edi Wahyono, mengungkapkan, setidaknya ada lima sumber mata air yang ada di sekitar Dusun tertinggi di pegunungan Menoreh ini. Namun setiap musim kemaru tiba, sumber mata air terus menyusut dan menyisakan hanya satu sumber mata air.
Menurut Edi, puncak kekeringan biasanya terjadi pada bulan Oktober - November setiap tahun.
"Kita sudah mengajukan pemohonan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Magelang. Sudah direalisasikan sebulan lalu. Droping (pengiriman) air setiap seminggu sekali. Bantuan ini cukup membantu kami," ucap Edi.
Ia menyebutkan, Dusun Wonolelo dihuni sekitar 245 jiwa dari 84 Kepala keluarga (KK). Sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai petani lahan kering yang ditanami tanaman singkong dan tembakau.
http://regional.kompas.com/read/2015/08/01/19203341/Kekeringan.Mandi.Satu.Kali.Sehari.Hanya.dengan.Empat.Gayung.Air
MAGELANG, KOMPAS.com - Kekeringan yang melanda sebagian wilayah pegunungan Menoreh, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, membuat warga setempat harus berjuang untuk mendapatkan air bersih.
Tidak jarang mereka harus berjalan belasan kilometer menuju sumber mata air di sekitar dusun, lalu mengantre berjam-jam untuk sekadar mendapatkan 1-2 jerigen air. Demi menghemat air, warga terpaksa mandi hanya dengan empat gayung air.
"Kalau mandi cukup sehari sekali, itu pun hanya empat gayung, membersihkan badan sekedarnya saja. Karena memang tidak cukup," kata Mantep, seorang warga Dusun Wonolelo, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, di sela-sela mengantre air di sebuah mata air dekat dusun itu, Sabtu (1/8/2015).
Warga rela menunggu hampir satu jam untuk mengisi air bersih ke dalam sebuah jerigen ukuran sedang sampai penuh. Debit air yang mengalir dari pipa yang terhubung dengan sumber mata air itu sangat kecil.
"Setiap malam kita sudah mengantri jerigen di sini (sumber mata air), masing-masing kepala keluarga hanya boleh ngantri maksimal tiga jerigen. Untuk satu jerigen saja lama penuhnya, karena air mengalir sangat kecil," kata Sainem (76), warga setempat yang juga turut antre.
Sumur mengering
Menurut Sainem, musim kemarau panjang mengakibatkan sumur-sumur warga mengering. Kondisi tersebut dirasakan warga sejak dua bulan terakhir. Warga pun harus ekstra hemat dalam penggunaan air, terlebih air bersih yang digunakan untuk konsumsi.
"Kami harus hati-hati waktu mengisi, jangan sampai tumpah, setetes air bersih bagi kami sangat berharga," timpal Mantep.
Menurut dia, air bersih yang berhasil dikumpulkan di jerigen akan ditampung di bak-bak yang telah disiapkan di rumah masing-masing. Air itu biasa digunakan untuk keperluan konsumsi dan mandi saja. Sedangkan untuk mencuci pakaian, warga biasa memanfaatkan air di pemandian umum yang kondisinya sudah keruh.
Ketua RW 004 Dusun Wonolelo, Edi Wahyono, mengungkapkan, setidaknya ada lima sumber mata air yang ada di sekitar Dusun tertinggi di pegunungan Menoreh ini. Namun setiap musim kemaru tiba, sumber mata air terus menyusut dan menyisakan hanya satu sumber mata air.
Menurut Edi, puncak kekeringan biasanya terjadi pada bulan Oktober - November setiap tahun.
"Kita sudah mengajukan pemohonan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Magelang. Sudah direalisasikan sebulan lalu. Droping (pengiriman) air setiap seminggu sekali. Bantuan ini cukup membantu kami," ucap Edi.
Ia menyebutkan, Dusun Wonolelo dihuni sekitar 245 jiwa dari 84 Kepala keluarga (KK). Sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai petani lahan kering yang ditanami tanaman singkong dan tembakau.
http://regional.kompas.com/read/2015/08/01/19203341/Kekeringan.Mandi.Satu.Kali.Sehari.Hanya.dengan.Empat.Gayung.Air
Mentan Tambah Target Serapan Bulog
Sabtu, 01 Agustus 2015
Metrotvnews.com, Sumbawa: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Drive Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menambah target serapan beras dari 100 ribu ton menjadi 200 ribu ton.
"Secara nasional, target serapan Bulog adalah 2,5 juta ton. Dan Bulog drive NTB kami targetkan untuk dapat menyerap beras dari petani sebanyak 200 ribu ton," ujar dia di Pelabuhan Badas, Sumbawa, Jumat, 31 Juli 2015.
Mentan menambahkan, penambahan target serapan beras Bulog juga dibebankan kepada Bulog Pusat dari dua juta ton menjadi 2,5 juta ton. Serta memperpanjang tenggat waktu serapan menjadi sampai September 2015.
"Target serapan kita berharap bisa terpenuhi hingga September. Dinaikannya target serapan, tujuannya sudah jelas, yaitu tidak melakukan impor beras," lanjut dia.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog pusat Wahyu Suparyono menyatakan kesiapannya untuk memenuhi target serapan beras nasional yang diminta oleh pemerintah pusat. Apalagi pemerintah juga menyediakan anggaran yang tidak sedikit untuk Bulog.
"Anggaran kita cukup besar. Artinya untuk menyerap dari mitra, kita juga ada kucuran dana dari pemerintah Rp3 triliun. Kita siap," tegas Wahyu.
AHL
Metrotvnews.com, Sumbawa: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Drive Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menambah target serapan beras dari 100 ribu ton menjadi 200 ribu ton.
"Secara nasional, target serapan Bulog adalah 2,5 juta ton. Dan Bulog drive NTB kami targetkan untuk dapat menyerap beras dari petani sebanyak 200 ribu ton," ujar dia di Pelabuhan Badas, Sumbawa, Jumat, 31 Juli 2015.
Mentan menambahkan, penambahan target serapan beras Bulog juga dibebankan kepada Bulog Pusat dari dua juta ton menjadi 2,5 juta ton. Serta memperpanjang tenggat waktu serapan menjadi sampai September 2015.
"Target serapan kita berharap bisa terpenuhi hingga September. Dinaikannya target serapan, tujuannya sudah jelas, yaitu tidak melakukan impor beras," lanjut dia.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog pusat Wahyu Suparyono menyatakan kesiapannya untuk memenuhi target serapan beras nasional yang diminta oleh pemerintah pusat. Apalagi pemerintah juga menyediakan anggaran yang tidak sedikit untuk Bulog.
"Anggaran kita cukup besar. Artinya untuk menyerap dari mitra, kita juga ada kucuran dana dari pemerintah Rp3 triliun. Kita siap," tegas Wahyu.
AHL
Penyerapan Beras Bulog Malang Tahap II Baru Capai 27%
Jumat, 31 Juli 2015
Bisnis.com, MALANG - Penyerapan beras oleh Bulog Malang pada tahap II, yakni 15 Juni-Desember 2015 mencapai 27% dari target 30.000 ton.
Kepala Bulog Malang Arsyad mengatakan dengan penyerapan sebesar itu sampai dengan akhir Juli 2015, maka pihaknya optimistis target penyerapan beras sebanyak 30.000 ton sampai akhir tahun bisa tercapai.
“Namun tantangannya juga berat karena dibayangi musim kemarau yang panjang, El Nino,” katanya, Jumat (31/7/2015).
Untuk saat ini, pasokan beras di pasar relatif banyak karena hasil panen bagus karena ditunjang cuaca yang kering.
Yang agak mengkhawatirkan, untuk panen pada Oktober 2015 realisasi tanam saat ini. Jika pasokan airnya kurang, dikhawatirkan produksi beras akan berkurang dan pasokan beras di pasar otomatis berkurang.
Karena itulah, dia berharap, ketersediaan air irigasi masih mencukupi untuk musim tanam saat ini sehingga panen pada Oktober tetap bisa tinggi.
Kementerian Pertanian dan petani tampaknya sudah mengantisipasi kondisi keterbatasan pasokan air dengan berbagai cara. Diantaranya, pemerintah banyak membantu petani dalam penyediaan pompa air.
Petani juga sebagian membeli sendiri pompa air untuk mengatasi keterbatasan pasokan air irigasi.
“Mudah-mudahan dampak El Nino tidak terlalu parah sehingga tidak terlalu menganggu produksi dan menganggu penyerapan beras oleh Bulog,” ujarnya.
Menurut dia, penyerapan beras sebesar itu tidak semuanya berupa beras kualitas public service obligation (PSO), ada juga beras kualitas premium karena hal itu dibolehkan pemerintah.
Dengan bisa diserapnya beras seharga harga patokan pemerintah (HPP), kata dia, mengindikasikan bahwa pasokan di pasar mencukupi. Harga beras bisa dikatakan stabil, tidak terjadi gejolak.
“Namun untuk beras kualitas premium, memang harganya tinggi, yakni di atas HPP yang sebesar Rp6.600 per kg,” ujarnya.
http://industri.bisnis.com/read/20150731/99/458224/penyerapan-beras-bulog-malang-tahap-ii-baru-capai-27
Bisnis.com, MALANG - Penyerapan beras oleh Bulog Malang pada tahap II, yakni 15 Juni-Desember 2015 mencapai 27% dari target 30.000 ton.
Kepala Bulog Malang Arsyad mengatakan dengan penyerapan sebesar itu sampai dengan akhir Juli 2015, maka pihaknya optimistis target penyerapan beras sebanyak 30.000 ton sampai akhir tahun bisa tercapai.
“Namun tantangannya juga berat karena dibayangi musim kemarau yang panjang, El Nino,” katanya, Jumat (31/7/2015).
Untuk saat ini, pasokan beras di pasar relatif banyak karena hasil panen bagus karena ditunjang cuaca yang kering.
Yang agak mengkhawatirkan, untuk panen pada Oktober 2015 realisasi tanam saat ini. Jika pasokan airnya kurang, dikhawatirkan produksi beras akan berkurang dan pasokan beras di pasar otomatis berkurang.
Karena itulah, dia berharap, ketersediaan air irigasi masih mencukupi untuk musim tanam saat ini sehingga panen pada Oktober tetap bisa tinggi.
Kementerian Pertanian dan petani tampaknya sudah mengantisipasi kondisi keterbatasan pasokan air dengan berbagai cara. Diantaranya, pemerintah banyak membantu petani dalam penyediaan pompa air.
Petani juga sebagian membeli sendiri pompa air untuk mengatasi keterbatasan pasokan air irigasi.
“Mudah-mudahan dampak El Nino tidak terlalu parah sehingga tidak terlalu menganggu produksi dan menganggu penyerapan beras oleh Bulog,” ujarnya.
Menurut dia, penyerapan beras sebesar itu tidak semuanya berupa beras kualitas public service obligation (PSO), ada juga beras kualitas premium karena hal itu dibolehkan pemerintah.
Dengan bisa diserapnya beras seharga harga patokan pemerintah (HPP), kata dia, mengindikasikan bahwa pasokan di pasar mencukupi. Harga beras bisa dikatakan stabil, tidak terjadi gejolak.
“Namun untuk beras kualitas premium, memang harganya tinggi, yakni di atas HPP yang sebesar Rp6.600 per kg,” ujarnya.
http://industri.bisnis.com/read/20150731/99/458224/penyerapan-beras-bulog-malang-tahap-ii-baru-capai-27
Kekeringan di Karanganyar, Air Waduk Delingan Dinyatakan Habis
Jumat, 31 Juli 2015
KARANGANYAR — Air Waduk Delingan Karanganyar, Jawa Tengah, dinyatakan habis. Saat ini waduk tersebut hanya cukup untuk mengairi persawahan di Kelurahan Gedong, Karanganyar dan Desa Kalijirak, Tasikmadu.
Berdasarkan pantauan Solopos.com, waduk sudah kering. Hanya ada sedikit aliran air menuju saluran keluar waduk. Tanah di sekitar aliran air tersebut kering kerontang hingga retak. Menurut petugas operasional Waduk Delingan, Suharno, sejak 14 Juli 2015 air di Waduk Delingan sudah dinyatakan habis.
“Hanya ada 30-40 liter per detik air yang masuk ke waduk,” kata dia saat ditemui wartawan di Waduk Delingan.
Air yang masuk tersebut akan dibendung selama tiga hari sebelum dikeluarkan ke saluran irigasi menuju Gedong dan Kalijirak. “Air yang masuk sangat sedikit. Kalau tidak dibendung dulu, dikhawatirkan air tidak akan sampai ke tujuan,” kata dia.
Suharno mengatakan saat ini air waduk hanya cukup untuk mengairi dua wilayah yaitu area persawahan di Gedong dan Bendungan Soko, Kalijirak. Biasanya air Waduk Delingan dapat mengairi sawah lebih dari 15 wilayah dengan total lahan seluas 1.830 hektare.
“Biasanya untuk musim tanam pertama dan kedua sukses. Tapi, setelah itu pasokan air memang berkurang,” kata dia.
Pemeliharaan waduk juga mulai dilakukan. Suharno mengatakan tahun ini ada pembangunan drainase sepanjang 66 meter di sekitar talut waduk. Para pekerja pembangunan drainase tersebut mulai bekerja Kamis (30/7/2015) kemarin.
“Tahun ini juga dilakukan pengerasan jalan inspeksi, peninggian talut serta perbaikan kabel motor penggerak pintu air,” kata Suharno.
Dia mengatakan kabel motor penggerak hilang sehingga akan dipasangi lagi. Diharapkan dengan pemasangan kabel motor tersebut pintu pembuangan air waduk bisa berfungsi maksimal.
Ketua Jaga Tirta Gedong, Tarman, mengatakan saat ini pasokan air di Gedong memang berkurang. Penyebabnya, aliran dari Waduk Delingan hanya empat hari sekali dibuka. “Jelas kurang dan mengganggu. Kami upayakan untuk menambah pasokan air dengan sistem pompa,” kata dia saat dihubungi Solopos.com.
Dia menuturkan para petani akan mengambil air dari sumur dengan mesin pompa.
(mbs)
http://news.okezone.com/read/2015/07/31/512/1188523/kekeringan-di-karanganyar-air-waduk-delingan-dinyatakan-habis
KARANGANYAR — Air Waduk Delingan Karanganyar, Jawa Tengah, dinyatakan habis. Saat ini waduk tersebut hanya cukup untuk mengairi persawahan di Kelurahan Gedong, Karanganyar dan Desa Kalijirak, Tasikmadu.
Berdasarkan pantauan Solopos.com, waduk sudah kering. Hanya ada sedikit aliran air menuju saluran keluar waduk. Tanah di sekitar aliran air tersebut kering kerontang hingga retak. Menurut petugas operasional Waduk Delingan, Suharno, sejak 14 Juli 2015 air di Waduk Delingan sudah dinyatakan habis.
“Hanya ada 30-40 liter per detik air yang masuk ke waduk,” kata dia saat ditemui wartawan di Waduk Delingan.
Air yang masuk tersebut akan dibendung selama tiga hari sebelum dikeluarkan ke saluran irigasi menuju Gedong dan Kalijirak. “Air yang masuk sangat sedikit. Kalau tidak dibendung dulu, dikhawatirkan air tidak akan sampai ke tujuan,” kata dia.
Suharno mengatakan saat ini air waduk hanya cukup untuk mengairi dua wilayah yaitu area persawahan di Gedong dan Bendungan Soko, Kalijirak. Biasanya air Waduk Delingan dapat mengairi sawah lebih dari 15 wilayah dengan total lahan seluas 1.830 hektare.
“Biasanya untuk musim tanam pertama dan kedua sukses. Tapi, setelah itu pasokan air memang berkurang,” kata dia.
Pemeliharaan waduk juga mulai dilakukan. Suharno mengatakan tahun ini ada pembangunan drainase sepanjang 66 meter di sekitar talut waduk. Para pekerja pembangunan drainase tersebut mulai bekerja Kamis (30/7/2015) kemarin.
“Tahun ini juga dilakukan pengerasan jalan inspeksi, peninggian talut serta perbaikan kabel motor penggerak pintu air,” kata Suharno.
Dia mengatakan kabel motor penggerak hilang sehingga akan dipasangi lagi. Diharapkan dengan pemasangan kabel motor tersebut pintu pembuangan air waduk bisa berfungsi maksimal.
Ketua Jaga Tirta Gedong, Tarman, mengatakan saat ini pasokan air di Gedong memang berkurang. Penyebabnya, aliran dari Waduk Delingan hanya empat hari sekali dibuka. “Jelas kurang dan mengganggu. Kami upayakan untuk menambah pasokan air dengan sistem pompa,” kata dia saat dihubungi Solopos.com.
Dia menuturkan para petani akan mengambil air dari sumur dengan mesin pompa.
(mbs)
http://news.okezone.com/read/2015/07/31/512/1188523/kekeringan-di-karanganyar-air-waduk-delingan-dinyatakan-habis
Presiden Jokowi Instruksikan Jajaran Terkait Segera Atasi Bahaya Kekeringan
Jumat, 31 Juli 2015
Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada jajaran pemerintahan, bahwa musim kemarau di Indonesia yang merupakan dampak dari El Nino, telah mencapai level yang perlu betul-betul diperhatikan.
JAKARTA—
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus meminta Menteri Pertanian terus memantau dan melakukan langkah cepat mengatasi masalah kekeringan.
Presiden usai menghadiri musyawarah nasional ke-7 Himpunan Kerukunan Tani Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (31/7) menjelaskan, langkah pemerintah mengatasi kekeringan diantaranya adalah pembagian pompa air di seuruh wilayah yang lahan pertanian dan perkebunannya dilanda kekeringan.
Presiden menegaskan, bahwa langkah ini sudah mulai dibangun di daerah-daerah, dan akan optimal tahun depan, dimana ribuan waduk akan selesai dibangun.
"Menteri Pertanian muter terus ke seluruh wilayah untuk bagi pompa. Terutama di tempat-tempat yang daerahnya betul-betul kering dan memerlukan air. Di NTT, berpuluh-puluh tahun kalau kuncinya tidak kita siapkan.. Kuncinya apa? ya air. Air itu gimana? Yang dibuatkan waduk, dibuatkan embung. Buatkan irigasi. Kalua ga gitu ya mau nanam apa? Kuncinya disitu. Kenaikan produksi itu ada kalau kita memperbanyak waduk dan embung," jelas Presiden Jokowi.
Presiden menambahkan, selain pembagian pompa air, Pemerintah juga terus mempercepat pembangunan waduk dan embung (penadah air hujan) di seluruh daerah yang rawan kerap dilanda kekeringan.
Presiden Jokowi Minta Jajaran Pemerintah Segera Atasi Bahaya Kekeringan
"Waduk, embung, sudah banyak sekali, ada ribuan embung yang mau kita bangun. Embung hanya 1 hektar atau 2 hektar. Kecil-kecil tapi banyak sekali di semua tempat. Karena kuncinya memang kekeringan seperti ini ada tampungan air," lanjut Presiden.
Presiden Jokowi dalam rapat kabinet khusus, Jumat (31/7) yang membahas soal kekeringan mengatakan dalam mengatasi masalah kekeringan ini harus pula diperhatikan nasib para petani dan nelayan dan juga kebakaran hutan bisa di cegah bersama.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada jajaran pemerintahan, bahwa musim kemarau di Indonesia yang merupakan dampak dari El Nino, telah mencapai level yang perlu betul-betul diperhatikan. Keadaan ini menurut Presiden diprediksi kemungkinan akan menguat mulai Agustus sampai Desember. Presiden juga meminta dilakukannya kewaspadaan terhadap beberapa titik hotspot yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran hutan.
Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, Pemerintah tealah menyiapkan anggaran khusus untuk mengatasi masalah kekeringan.
"Solusinya adalah, solusi permanen ya (pembangunan) sumur dangkal, sumur dalam, embung.. Ini solusi kedepan. Kami persiapkan anggaran untuk menghadapi kekeringan ini Rp 800 Milyar. Untuk tahun depan (disiapkan (muda-mudahan) tidak sampai Rp 2 Trilyun," jelas Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Akibat bencana kekeringan atas musim kemarau yang berkepanjangan, tanaman padi di sejumlah wilayah di Indonesia mulai mengering dan terancam gagal panen. Kekeringan tersebut disebabkan semakin berkurangnya air irigasi untuk pertanian.
Langganan:
Postingan (Atom)