Rabu, 11 Januari 2017

Stok Melimpah, Bulog Cirebon Kirim Beras ke Luar Pulau

Selasa, 10 Januari 2017

KESAMBI – Bulog Sub Divisi Regional (Sub Divre) Cirebon kembali mengirimkan kelebihan stok beras ke sejumlah Daerah bahkan ke Sulawesi. Sampai saat ini stok beras di sejumlah gudang Subdivre Cirebon mencapai 63.636 ton, artinya aman hingga 11 bulan ke depan.

Kepala Bulog Sub Divre Cirebon, Totov Agus Sabelia mengatakan, meski cuaca sedang tak menentu namun stok beras sangat aman. Bahkan, pengiriman ke daerah lain (move) ditargetkan mencapai 35 ribu ton. “Untuk tahap awal akan dikirimkan ke Sibolga sebanyak 2 ribu ton dalam pekan-pekan ini,” kata Titov, kepada Radar.

Diakuinya, kelebihan stok beras disebabkan stabilnya harga beras di pasaran, sehingga Bulog tidak sering menerima permintaan untuk melakukan intervensi pasar dengan melakukan operasi pasar. Tak hanya itu, kelebihan stok juga lantaran wilayah Cirebon merupakan surplus beras.

“Di Sub Divre Cirebon termasuk surplus. Di kami 60 persen pengadaan beras dari Kabupaten Cirebon, sisanya dari wilayah lain yakni Kuningan dan Majalengka,”tuturnya.

Untuk penyaluran beras rakyat sejahtera (Rasta) untuk wilayah kerja Sub Divre Cirebon yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Majalengka, tahun 2016 total sebanyak 68.736 ton, 381.869 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Selain itu, kelebihan stok juga karena adanya penambahan target pengadaan tahun 2016 sampai 5.000 ton.

“Target pengadaan 2016 semula 150 ribu ton, kemudian dikoreksi menjadi 140 ribu ton. Namun kemudian ditambah lagi 5 ribu ton,” katanya.

Musim kemarau basah yang ditandai dengan penambahan intensitas penanaman padi dari dua kali menjadi tiga kali, juga menjadi salah satu faktornya. Biasanya penyerapan berakhir pada bulan Oktober. Namun akhir bulan tahun 2016  bahkan masih ada penyerapan. Untuk itu, bila terlalu lama disimpan akan mempengaruhi kualitas beras secara visual.

“Dari segi rasa sebenarnya tidak mengalami perubahan karena masih pulen. Namun secara visual, warnanya sedikit berubah agak berubah kekuningan,”pungkasnya. (via)

Selasa, 10 Januari 2017

2017, Bulog Sumatera Selatan-Bangka Belitung Targetkan Serap 120 Ribu Ton Beras

SELASA, 10 JANUARI 2017

TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog Divisi Regional Sumatra Selatan dan Bangka Belitung menargetkan dapat menyerap 120 ribu ton beras dari petani sepanjang tahun ini. Target serapan tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun lalu.

Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan-Bangka Belitung Bakhtiar A.S. mengatakan, meski target serapan beras tahun ini tidak mengalami perubahan, Bulog siap menampung berapa pun jumlah beras yang dihasilkan petani.

"Ya, targetnya memang sama. Tapi kan dalam realisasinya bisa saja meningkat,” ucapnya, Senin, 9 Januari 2017.

Untuk menunjang serapan, pihaknya juga akan menambah tiga gudang penyimpanan beras di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Musi Rawas, Sumatera Selatan.

"Total kapasitas gudang penyimpanan kami saat ini hampir 100 ribu ton, dan ini dinilai masih belum mencukupi," ujarnya.

Sedangkan mengenai ketersediaan beras, saat ini Perum Bulog Divre Sumatera Selatan-Bangka Belitung memiliki stok sekitar 46 ribu ton.

Jumlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan. "Untuk distribusi sendiri, kami menyiapkan program agar ketersediaan beras ini dapat merata ke semua daerah," tuturnya.

BISNIS.COM

https://m.tempo.co/read/news/2017/01/10/090834246/2017-bulog-sumatera-selatan-bangka-belitung-targetkan-serap-120-ribu-ton-beras

Bulog Jual Daging Kerbau Lagi

Selasa, 10 Januari 2017

PURWOKERTO- Perum Bulog Subdivisi Regional IV Banyumas kembali akan menjual daging kerbau. Penjualan daging kerbau untuk memenuhi permintaan masyarakat.

“Malam ini, daging kerbau didistribusikan dari Semarang ke Banyumas. Besok (hari ini) kami mulai lagi berjualan daging kerbau,” kata Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog Subdivre Banyumas, M Priyono, Senin (9/1).

Menurut dia, untuk penjualan daging kerbau tahap dua, Bulog Banyumas menyediakan 600 kilogram. Persediaan ini untuk memenuhi permintaan dari masyarakat, terutama dari sejumlah pelaku usaha makanan. Bulog juga tidak membatasi pembelian daging kerbau.

Pembelian disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Harga daging kerbau Rp 65.000 per kilogram. “Kalau persediaan ini cepat habis, kami akan mengusulkan penambahan stok daging kerbau lagi tahap berikutnya,” katanya.

Seperti diketahui, pada tahap awal atau pada November 2016, Bulog Subdivre Banyumas menyediakan daging kerbau untuk dijual kepada masyarakat sebanyak satu ton. Persediaan itu habis dibeli konsumen dalam waktu tiga minggu.

Priyono memperkirakan persediaan daging kerbau tahap kedua ini akan habis dibeli konsumen dalam waktu lebih kurang sepuluh hari. Selain untuk memberi pilihan konsumsi bagi masyarakat, penjualan daging kerbau untuk menekan laju harga daging sapi di pasar tradisional. (H60-55)

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/bulog-jual-daging-kerbau-lagi/

Mengulang Sukses Serapan Beras Bulog Lampung

Sabtu, 07 Januari 2017

Aroma Busuk dari Gudang Bulog Kian Menyengat

Jumat, 6 Januari 2017

Kota Bima, Bimakini.- Aroma busuk kian menyengat dari gudang Bulog di Kelurahan Jatiwangi. Aroma tidak sedap itu lantaran lebih dari seribu ton beras terkena rendaman banjir bandang.

Saat kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, aroma itu sudah ada. Kini kian mengganggu warga, akibat tajamnya aroma yang dikeluarkan.

Kepala Bulog Subdrive II Bima, Burhanudin Azhari dikonfirmasi, Jjum’at (6/1/2017) mengakui adanya bau busuk dari dalam gudang. Itu karena aroma beras yang sebelumnya terendam air saat banjir bandang.

Namun pihaknya tidak tinggal diam, setiap hari tujuh truk mengangkut beras yang busuk itu. Lamanya pengangkutan, karena beras yang basah diposisi bawah.

“Sementara untuk bisa membuang beras yang mengeluarkan aroma bau busuk itu harus dimulai dari bagian atas, saat ini proses pengangkutan beras dimulai dari atas sehingga lama baru bisa membuang beras yang beraroma busuk tersebut,” ujarnya.

Dia berharap warga dapat memahami kondisi ini. Petugas terus bekerja memindahkannya ke tempat lain. (BK32)

http://www.bimakini.com/2017/01/aroma-busuk-dari-gudang-bulog-kian-menyengat/

Bulog Akuisisi Pabrik Gula Blora

Jumat, 6 Januari 2017

SEMARANG - Perum Bulog mengakuisisi pabrik gula PT Gendhis Multi Manis yang berlokasi di Blora. Bulog optimistis akuisisi pabrik gula tersebut dapat memenuhi kebutuhan gula Jawa Tengah.

”Kami baru saja mengakuisisi PT Gendhis Multi Manis selaku salah satu produsen gula yang berlokasi di Blora menjadi anak perusahaan Bulog,” kata Kepala Perum Bulog Jawa Tengah Usep Karyana kemarin. Masyarakat Jateng tidak perlu khawatir lagi terhadap ketersediaan gula. Produksi gula tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan Jawa Tengah, tapi juga bisa untuk kebutuhan provinsi lain.

”Seperti halnya beras yang dikirim ke provinsi lain,” katanya. TerkaitakuisisiPTGendhis Multi Manis menjadi PT GMM Bulog, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mendapat dukungan pengembangan perusahaan tersebut. ”Sebagai anak perusahaan, Bulog juga ikut menangani karena tujuannya untuk menjaga ketersediaan juga kestabilan harga,” ujar Usep Karyana. Saat ini Bulog telah mengirimkan beras ke luar daerah.

Di antaranya Aceh, Medan, Padang, Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. ”Realisasi pengadaan beras tahun lalu mencapai 591 ton. Jumlah tersebut melebihi target awal sebanyak 505.000 ton atau mencapai 118%. Stok beras yang melimpah ini selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah, sekitar 43.200 ton juga telah didistribusikan ke provinsi lain,” paparnya.

Untuk 2017, pihaknya menargetkan dapat menyerap setidaknya menyamai dengan pencapaian pada tahun ini. Kemudian untuk ketahanan stok mencukupi hingga pertengahan tahun ini. Wakil Kepala Perum Bulog Divre Jateng Ramlan melanjutkan, operasi pasar merupakan agenda yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan harga. ”Tak hanya untuk beras, tapi juga beberapa komoditas lain,” katanya.

hendrati hapsari

http://www.koran-sindo.com/news.php?r=6&n=76&date=2017-01-06

Jumat, 06 Januari 2017

Harga Cabai Rawit Tak Terkendali, Bulog Segera Gelar Operasi Pasar

Kamis, 5 Januari 2017

Untuk menekan harga cabai rawit yang semakin tinggi belakangan ini, Bulog berupaya untuk menggelar operasi pasar.

TEGAL - Untuk menekan harga cabai rawit yang semakin tinggi belakangan ini, Bulog Sub Divisi Regional (Divre) 6 Pekalongan berupaya untuk menggelar operasi pasar. Karenanya, Bulog akan membeli cabai dari petani untuk dijual kembali dengan harga yang terjangkau masyarakat.

‎Kepala Bulog Sub Divre 6 Pekalongan Sumarna Muharip mengatakan, pihaknya terus memantau kenaikan harga cabai di tingkat konsumen. Setelah mengetahui adanya pergerakan harga cabai, Bulog kemudian akan mengupayakan langkah untuk menurunkan harganya.

"Dari pantauan kami, saat ini harga cabai cukup tinggi. Kami tengah mengupayakan untuk menggelar operasi pasar cabai. Sehingga harga di pasaran akan kembali turun," kata Sumarna, kemarin.

Terkait itu, Bulog akan membeli cabai dari petani langsung yang kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih murah sehingga bisa terjangkau masyarakat. Karena Bulog tidak memiliki persediaan, sehingga saat ini masih diupayakan untuk mencari meski masih kesulitan karena pengaruh cuaca banyak tanaman cabai di beberapa daerah yang gagal panen.

“Jumlah cabai yang disediakan dalam operasi pasar akan terbatas. ‎Harapannya, operasi pasar tersebut diharapkan bisa menurunkan harga cabai di tingkat konsumen yang melonjak akibat suplai yang berkurang,” jelasnya. (muj/zul)

http://radartegal.com/berita-lokal/harga-cabai-rawit-tak-terkendali-bulog-segera.13022.html